UU PPRT Tegaskan Kehadiran Negara dalam Melindungi Buruh Domestik

Jakarta, – Pemerintah menegaskan komitmennya dalam memperkuat perlindungan bagi pekerja rumah tangga melalui kehadiran Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT). Regulasi ini menjadi tonggak penting dalam memastikan pengakuan, perlindungan, serta peningkatan kesejahteraan buruh domestik yang selama ini kerap berada di sektor informal dan kurang terlindungi. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menegaskan…

Read More
UU PPRT Disahkan, Perlindungan Buruh Domestik Kian Diperkuat

UU PPRT Disahkan, Perlindungan Buruh Domestik Kian Diperkuat

Jakarta – Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) resmi mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) sebagai tonggak penting dalam memperkuat perlindungan bagi jutaan pekerja domestik di Indonesia. Pengesahan regulasi ini menandai komitmen negara dalam menghadirkan keadilan sosial serta pengakuan yang lebih layak terhadap kontribusi pekerja rumah tangga dalam menopang kehidupan keluarga dan perekonomian…

Read More
Transparansi Sidang Air Keras Jadi Wujud Nyata Akuntabilitas Peradilan

Transparansi Sidang Air Keras Jadi Wujud Nyata Akuntabilitas Peradilan

Jakarta – Perkembangan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus memasuki tahap baru dengan digelarnya sidang perdana pada Rabu, 29 April 2026, dengan agenda pembacaan surat dakwaan. Kepala Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Kolonel Chk Fredy Ferdian Isnartanto, mengatakan Pengadilan Militer II-08 Jakarta resmi menerima berkas perkara beserta sejumlah barang bukti pada kasus dugaan…

Read More
Sidang Kasus Air Keras Dipastikan Transparan dan Adil

Sidang Kasus Air Keras Dipastikan Transparan dan Adil

Jakarta – Proses hukum kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, dipastikan berjalan secara transparan dan adil. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk membuka seluruh tahapan persidangan kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas penegakan hukum. Sidang perdana yang digelar di Pengadilan Militer II-08 Jakarta menjadi momentum penting untuk menunjukkan keseriusan negara dalam menindak tegas tindakan kekerasan…

Read More

Mendukung Transparansi Persidangan dalam Kasus Air Keras

Oleh: Wahyu Hidayat)* Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, masuk dalambabak baru. Berkas tersebut telah dilimpahkan dari Oditurat Militer ke PengadilanMiliter.  Merespon hal itu, pemerintah menunjukkan komitmen kuat untuk memastikanproses hukum berjalan secara transparan, di samping membuktikan bahwa negara hadir untuk menjamin keadilan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.Pemerintah menyadari bahwa kepercayaan publik terhadap proses hukum tidak lahirsecara instan, melainkan dibangun melalui keterbukaan dan konsistensi dalampenegakan aturan.  Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendorong persidangan kasuspenyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, harus berjalan jujur, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan begitu, keadilan terwujud di tengah-tengahmasyarakat. Dia menegaskan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo berkomitmen mendukung penguatan sistem peradilan agar semakin adil dan dipercaya sehingga keadilan tidak hanya ditegakkan tetapi juga diyakini oleh Masyarakat. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada penyelesaian kasus, tetapi juga pada kualitas proses hukum yang dijalankan. Profesionalisme menjadi fondasi utama agar setiap putusan dapat diterima oleh masyarakat luas. Selain itu, transparansi juga diperkuat melalui komitmen institusi militer dalammenangani perkara yang melibatkan anggotanya. Hal ini penting untuk memastikanbahwa tidak ada perlakuan istimewa dalam proses penegakan hukum. Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal TNI Aulia Dwi Nasrullah, memastikan bahwa persidangan akan dilakukan secara terbuka dan transparan. Ia menegaskan bahwa TNI berkomitmen untuk menyampaikan perkembangan kasussecara jelas kepada publik. Komitmen tersebut menjadi langkah positif dalam membangun kepercayaanmasyarakat. Keterbukaan informasi akan membantu mengurangi spekulasi yang sering kali muncul dalam kasus-kasus sensitif. Di sisi lain, dukungan terhadap transparansi juga datang dari lembaga legislatif. Hal ini menunjukkan adanya keselarasan antar lembaga negara dalam menjagaakuntabilitas proses hukum. Anggota Komisi I DPR RI, Yulius Setiarto, dalam pemberitaan menyatakan bahwatransparansi dalam persidangan sangat diperlukan untuk menjaga kepercayaanpublik. Ia menilai bahwa keterbukaan proses akan memastikan bahwa hukumditegakkan secara adil dan tidak diskriminatif. Sinergi antara eksekutif, legislatif, dan aparat penegak hukum menjadi faktor pentingdalam menciptakan sistem peradilan yang kredibel. Ketika semua pihak memilikikomitmen yang sama, maka kepercayaan publik akan lebih mudah terbangun. Transparansi persidangan juga memiliki dampak langsung terhadap persepsimasyarakat terhadap keadilan. Proses yang terbuka memungkinkan publik untukmemahami dasar pertimbangan hukum yang diambil oleh hakim. Hal ini penting untuk menghindari kesalahpahaman yang dapat memicuketidakpercayaan. Dengan informasi yang jelas, masyarakat dapat menilai proses hukum secara lebih objektif. Lebih jauh, transparansi juga berfungsi sebagai mekanisme kontrol sosial. Masyarakat dapat secara tidak langsung mengawasi jalannya persidangan tanpaharus terlibat secara langsung. Di tengah tingginya perhatian publik terhadap kasus air keras, transparansi menjadifaktor yang menentukan dalam menjaga stabilitas sosial. Informasi yang jelas akanmencegah munculnya rumor yang dapat memperkeruh situasi. Lebih dari itu, transparansi juga memberikan kepastian bahwa proses hukum berjalan sesuaidengan aturan yang berlaku.  Kepercayaan publik menjadi modal utama dalam penegakan hukum. Tanpakepercayaan, setiap putusan berpotensi dipertanyakan meskipun telah sesuaidengan prosedur. Dalam kasus ini, keterlibatan berbagai pihak menunjukkan bahwa transparansibukan hanya tanggung jawab satu institusi. Kolaborasi menjadi kunci untukmemastikan bahwa proses hukum berjalan dengan baik. Hal ini juga mencerminkan adanya kesadaran kolektif akan pentingnya menjagaintegritas sistem peradilan. Integritas yang kuat akan menjadi fondasi bagiterciptanya keadilan yang sesungguhnya. Selain itu, transparansi juga memiliki nilai edukatif bagi masyarakat. Proses persidangan yang terbuka dapat meningkatkan pemahaman publik tentangmekanisme hukum. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat akan lebih percaya pada proses yang sedang berjalan. Hal ini akan mengurangi potensi konflik yang muncul akibatkesalahpahaman. Dalam jangka panjang, transparansi dapat memperkuat budaya hukum di masyarakat. Kepercayaan yang tumbuh akan mendorong kepatuhan terhadapaturan. Situasi ini menjadi penting dalam membangun negara hukum yang kuat. Kepatuhanmasyarakat merupakan salah satu indikator keberhasilan sistem hukum. Dengan berbagai langkah yang telah diambil, terlihat bahwa pemerintah seriusdalam menjaga transparansi persidangan. Komitmen ini menjadi sinyal positif bagimasyarakat. Melalui keterbukaan, proses hukum tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga menjadi bagian dari pengawasan publik. Ini menciptakan keseimbanganyang sehat dalam sistem peradilan. Dengan pendekatan yang terbuka dan profesional, persidangan kasus air kerasdapat menjadi contoh bagaimana hukum ditegakkan secara adil dan transparan. Pada titik ini, optimisme terhadap proses hukum yang sedang berjalan menjadi halyang wajar dan beralasan. )* Pengamat Hukum

Read More

Mendukung Keadilan Prosedural dalam Penanganan Kasus Air Keras

*) Oleh: Gavin Asadit Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis hak asasi manusia Andrie Yunus di Jakarta menjadi perhatian publik seiring dengan masuknya perkara ke tahappersidangan. Perkembangan ini menempatkan proses penegakan hukum sebagai isuutama, khususnya terkait jaminan keadilan, transparansi, dan kepastian hukum dalampenanganannya. pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh proses berjalansesuai ketentuan yang berlaku dan berlandaskan prinsip keadilan prosedural. Penanganan perkara dilakukan dengan menjaga independensi dari berbagai tekananeksternal, sehingga setiap tahapan dapat berlangsung secara objektif. Pelaksanaansidang terbuka menjadi bagian dari upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas, sekaligus memberikan ruang bagi publik untuk memantau jalannya proses peradilanguna menjaga kepercayaan terhadap sistem penegakan hukum. Keadilan tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir berupa putusan hakim, tetapi juga oleh proses yang ditempuh sejak tahap penyelidikan hingga persidangan. Prinsip keadilan prosedural menjadi fondasi utama dalam menjamin bahwa hak-hak semua pihak, baik korban maupun terdakwa, terlindungi secara proporsional. Hal ini mencerminkan penerapan asas praduga tak bersalah serta penghormatan terhadap…

Read More
Akademisi dan Satuan Pendidikan Dukung PP TUNAS untuk Wujudkan Pendidikan Bermutu

Akademisi dan Satuan Pendidikan Dukung PP TUNAS untuk Wujudkan Pendidikan Bermutu

Jakarta — Kalangan akademisi dan satuan pendidikan mendukung kuat penerapan kebijakan pemerintah untuk membatasi akses media sosial (medsos) bagi anak di bawah umur 16 tahun melalui Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas). Regulasi itu dinilai mampu mewujudkan pendidikan yang lebih bermutu bagi anak. Akademisi…

Read More
PP TUNAS Diperkuat, Pendidik Tekankan Etika Digital demi Pendidikan Bermutu Anak

PP TUNAS Diperkuat, Pendidik Tekankan Etika Digital demi Pendidikan Bermutu Anak

Jakarta — Penguatan implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS) semakin menjadi perhatian dalam upaya menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, sehat, dan berkualitas bagi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menegaskan, kebijakan tersebut menjadi tonggak penting bagi Indonesia dalam…

Read More

PP TUNAS dan Konsensus Akademik dalam Mendorong Pendidikan Bermutu

Oleh: Josep Ian Viridi* Transformasi pendidikan nasional saat ini menunjukkan arah yang semakin progresifdan adaptif terhadap perkembangan zaman, seiring komitmen kuat pemerintahdalam menyiapkan generasi unggul di era digital. Upaya ini tidak hanya ditopangoleh penguatan kurikulum dan peningkatan kualitas tenaga pendidik, tetapi juga oleh langkah strategis negara dalam merespons tantangan baru secara cepat dan terukur.  Salah satu tantangan yang berhasil diantisipasi adalah menurunnya konsentrasibelajar siswa akibat paparan konten digital yang bersifat adiktif, yang kini ditanganimelalui kebijakan yang semakin terintegrasi dan berorientasi pada perlindunganserta pengembangan potensi peserta didik. Dalam konteks ini, langkah pemerintah melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) menjadi kebijakan strategis yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Fenomena yang dikenal sebagai “generasi dopamin” menggambarkan kondisi anak-anak yang…

Read More

Etika Digital dan PP TUNAS sebagai Fondasi Pendidikan Bermutu

*) Oleh : Dian Amanda Sasmi Transformasi digital yang semakin cepat dalam beberapa tahun terakhir telah membawa perubahan besar dalam sistem pendidikan di Indonesia. Pemanfaatan teknologi membuka akses belajar yang lebih luas dan inklusif, namun di saat yang sama juga menghadirkan tantangan serius terkait etika digital dan perlindungan anak di ruang siber. Menjawab dinamika tersebut,…

Read More