Sekolah Rakyat, Ruang Perubahan Generasi

Sekolah Rakyat, Ruang Perubahan Generasi

Oleh: Jaya Abdi Keningar *) Sekolah Rakyat tidak lahir sebagai proyek pendidikan biasa. Ia hadir sebagai jawaban ataspersoalan yangselama puluhan tahun menjadi simpul ketimpangan pembangunan manusia Indonesia: kemiskinan ekstrem yang diwariskan lintas generasi melalui keterbatasan aksespendidikan bermutu. Dalam konteks ini, Sekolah Rakyat bukan sekadar institusi belajar, melainkan ruang perubahan, tempat negara secara sadar mencoba memutus rantaiketertinggalan dari hulunya. Berbeda dengan sekolah formal pada umumnya, Sekolah Rakyat dirancang denganpendekatan yang menyentuh akar persoalan sosial. Pendekatan ini menjelaskan mengapaleading sector program ini berada di Kementerian Sosial, bukan semata di kementerianpendidikan. Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menilai desain tersebut sebagaipilihan kebijakan yang logis karena sasaran utama Sekolah Rakyat adalah kelompok desilsatu dan dua, masyarakat miskin ekstrem yang selama ini tertinggal dari sistem pendidikanreguler. Menurutnya, orientasi ini menegaskan bahwa pendidikan diposisikan sebagaiinstrumen mobilitas sosial, bukan hanya pemenuhan administratif. Dalam perspektif pendidikan, kebijakan ini mencerminkan pergeseran paradigma negara. Pendidikan tidak lagi dipahami semata sebagai proses transfer pengetahuan, tetapi sebagaistrategi intervensi struktural untuk memperbaiki kualitas hidup. Presiden Prabowo Subianto, dalam berbagai kesempatan, menekankan bahwa tujuan pembangunan bukanlah mengejarstatus negara berpendapatan tinggi, melainkan memastikan rakyat hidup layak, makan cukup, sehat, dan anak-anak memperoleh pendidikan yang baik. Penempatan Sekolah Rakyat dalamkerangka besar Asta Cita menunjukkan bahwa pendidikan ditempatkan sejajar denganswasembada pangan dan energi sebagai fondasi kedaulatan bangsa. Namun, tantangan terbesar Sekolah Rakyat justru terletak pada kualitas proses belajar itusendiri. Banyak anak yang masuk ke Sekolah Rakyat membawa beban ketertinggalan literasiyang serius. Dalam dialog publik bertema “Menjaga Literasi Sekolah Rakyat” di TVRI,Kepala Perpustakaan Nasional, E. Aminudin Aziz menegaskan bahwa literasi tidak bolehdipersempit hanya pada kemampuan membaca teks, melainkan kemampuan mengolahinformasi secara kritis untuk meningkatkan kualitas hidup. Pandangan ini menegaskan bahwaliterasi adalah inti dari transformasi, bukan pelengkap kebijakan. Di sinilah perpustakaan Sekolah Rakyat mengambil peran strategis. Perpustakaan tidak lagidiposisikan sebagai ruang sunyi penyimpanan buku, tetapi sebagai ruang aman bagi anak-anak untuk belajar tanpa stigma. Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa ketikaperpustakaan dikelola secara aktif, dengan kegiatan membaca bersama, diskusi buku, dan kelas menulis, anak-anak yang semula pasif mulai berani menyampaikan pendapat. Perubahan ini mungkin tidak langsung terlihat dalam angka, tetapi sangat menentukan arahmasa depan mereka. Pendekatan hibrida yang menggabungkan buku cetak dan teknologi digital juga menjadikunci adaptasi Sekolah Rakyat dengan realitas zaman. Anak-anak hari ini hidup di dunia gawai. Menjauhkan mereka dari teknologi bukan solusi, melainkan ilusi. Dengan anjunganbaca digital dan ruang publikasi karya siswa, literasi digital justru dapat diarahkan menjadialat pemberdayaan. Anak tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi produsenpengetahuan. Inilah literasi yang membebaskan. Aspek pembentukan karakter juga menjadi bagian integral dari Sekolah Rakyat, terutamamelalui sistem berasrama. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, ArifahFauzi, dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama di Medan, menekankanbahwa kehidupan berasrama melatih disiplin, ketangguhan, dan kemampuan hidup bersamadalam perbedaan. Ia mengakui bahwa proses adaptasi tidak selalu mudah, namunkebersamaan yang terbangun justru menjadi fondasi penting bagi pembentukan kepribadiananak. Dari sudut pandang kebijakan publik, Sekolah Rakyat juga tidak berdiri sendiri. Ia berjalanberiringan dengan Sekolah Garuda, yang dirancang sebagai inkubator bagi siswa berbakatuntuk menembus pendidikan tinggi kelas dunia, khususnya di bidang STEM. Abdul FikriFaqih menilai kombinasi ini sebagai upaya simultan negara: satu jalur untuk memutuskemiskinan ekstrem, jalur lain untuk mengejar ketertinggalan teknologi global. Duakebijakan berbeda, namun berangkat dari visi yang sama—mengejar keadilan dan daya saing. Meski demikian, keberhasilan Sekolah Rakyat tidak bisa diukur dari seberapa sering ia dipujidi ruang publik. Ukuran sejatinya adalah apakah anak-anak benar-benar berubah: dari tidakpercaya diri menjadi berani bermimpi, dari pasif menjadi kritis, dari terpinggirkan menjadisubjek pembangunan. Literasi, dalam arti yang paling substantif, adalah alat emansipasi. Tanpa literasi yang hidup, Sekolah Rakyat berisiko berhenti sebagai program administratif. Sekolah Rakyat harus dijaga sebagai ruang perubahan yang konsisten. Sekolah Rakyat bukansekadar proyek lima tahunan, Sekolah Rakyat adalah investasi jangka panjang bangsa yang nyata. Kini, literasi benar-benar dijadikan fondasi, dan makin yakin ke depan Sekolah Rakyat tidak hanya akan meluluskan siswa, Sekolah Rakyat akan melahirkan generasi yang mampukeluar dari kemiskinan dengan martabat, daya pikir kritis, dan kepercayaan diri untukmenentukan masa depannya sendiri. *) pemerhati pendidikan

Read More
Sekolah Rakyat, Jalan Terang Transformasi Pendidikan

Sekolah Rakyat, Jalan Terang Transformasi Pendidikan

Oleh: Kuswara Adi Sucipto (* Transformasi pendidikan nasional tidak dapat dilepaskan dari keberpihakan negara terhadap kelompok masyarakat paling rentan. Pendidikan bukan sekadar instrumen peningkatan angka partisipasi sekolah, melainkan fondasi utama untuk memutus rantai kemiskinan struktural. Dalam konteks inilah, kehadiran program Sekolah Rakyat menjadi salah satu terobosan kebijakan yang patut diapresiasi sebagai jalan terang transformasi pendidikan Indonesia. Presiden…

Read More

Pemerintah Buka Peluang Perluas Akses Sekolah Rakyat Untuk Penyandang Disabilitas

Jakarta – Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk bagi penyandang disabilitas. Melalui langkah strategis yang kini tengah dirumuskan lintas kementerian, pemerintah membuka peluang untuk memperluas akses Sekolah Rakyat agar lebih inklusif dan ramah disabilitas. Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan bahwa pihaknya akan mempelajari usulan…

Read More

Sekolah Rakyat Komitmen Pemerintah Berikan Pendidikan Layak untuk Anak

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat komitmen untuk memberikan pendidikan layak bagi seluruh anak Indonesia melalui program strategis Sekolah Rakyat. Program ini hadir di tengah upaya pemerintah untuk menjawab tantangan pemerataan pendidikan, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan di wilayah 3T (terdepan, tertinggal, dan terluar). Kunjungan lapangan ke berbagai daerah menunjukkan bahwa program Sekolah…

Read More

Kolaborasi Antarinstansi Kunci Sukses Keberhasilan Program Sekolah Rakyat

Oleh: Bara Winatha*) Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto telah menjadi salah satu tonggak penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Program ini telah berhasil menjadi model pendidikan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan. Seiring berjalannya waktu, Sekolah Rakyat menjelma sebagai ekosistem sosial yang memadukan pendidikan, pemberdayaan, literasi, dan keterampilan kerja. Salah satu kunci…

Read More

Pemerataan Pendidikan Hadir Melalui Program Sekolah Rakyat Di Daerah

Oleh: Said Putra )* Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, program Sekolah Rakyat menjadi salah satu terobosan strategis untuk memastikan setiap anak bangsa, tanpa terkecuali, memperoleh hak pendidikan yang layak dan berkualitas. Program ini kini mulai menunjukkan hasil nyata di berbagai daerah, mulai…

Read More

Program Sekolah Rakyat Langkah Strategis Pemerintah Tingkatkan Kualitas SDM

Jakarta – Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi utama pembangunan nasional melalui peluncuran Program Sekolah Rakyat. Program ini menjadi salah satu terobosan strategis yang dirancang untuk memperluas akses pendidikan berkualitas, terutama bagi masyarakat di wilayah-wilayah yang masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan formal. Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan…

Read More

Pemerintah Gencarkan Pembangunan Infrastruktur untuk Dukung Program Sekolah Rakyat di Berbagai Wilayah

JAKARTA – Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan. Melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infrastruktur dan PK), program Sekolah Rakyat (SR) kini memasuki Tahap II dengan pembangunan di 104 lokasi strategis di seluruh Indonesia. Langkah ini menjadi…

Read More

Sekolah Rakyat Tingkatkan Kesetaraan Dalam Askes Pendidikan Bagi Masyarakat

Oleh: Yandi Arya Adinegara)* Di tengah dinamika pembangunan nasional, akses pendidikan yang merata masih menjadi tantangan utama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Namun, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah menghadirkan terobosan signifikan melalui Program Sekolah Rakyat. Program ini bukan sekadar memberikan pendidikan gratis, tetapi juga menjadi…

Read More

Pemerintah Terus Lakukan Pembenahan Pelaksanaan Program Sekolah Rakyat

Oleh: Nanang Hermansyah (* Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun bangsa yang berdaya saing tinggi. Pemerintah melalui Program Sekolah Rakyat terus memperlihatkan komitmen kuat untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dari akses pendidikan. Program ini dirancang untuk menjangkau masyarakat miskin ekstrem yang selama ini kesulitan mendapatkan layanan pendidikan formal, dengan pendekatan yang inklusif,…

Read More