Dari SDM hingga Keuangan: Penguatan Tata Kelola Sekolah Rakyat

*) Oleh: Dinda Paramita Pemerintah tengah membangun fondasi baru dalam sistem pendidikan nasional melalui kehadiran Sekolah Rakyat. Program ini tidak sekadar menghadirkan ruang belajar bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, melainkan menjadi instrumen strategis untuk memperluas keadilan sosial melalui pendidikan yang terstruktur dan berkelanjutan. Di tengah tantangan kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah dan kelompok ekonomi, Sekolah Rakyat hadir…

Read More

Tata Kelola yang Kuat untuk Mewujudkan Sekolah Rakyat Berkualitas

Oleh: Ricky Rinaldi *) Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan memperkuat masa depan bangsa. Dalam upaya memperluas akses pendidikan yang lebihinklusif, gagasan Sekolah Rakyat menjadi bagian penting dalam menghadirkan layananpendidikan yang menjangkau masyarakat secara luas. Namun, keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan penyediaan fasilitas, melainkan oleh tata kelola yang kuat, transparan, dan berorientasi pada kualitas. Menjelang dimulainya TahunAjaran 2026/2027, urgensi penguatan tata kelola ini semakin nyata demi memastikaninvestasi besar negara pada sektor ini tidak berakhir sia-sia. Sekolah Rakyat hadir sebagai upaya memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses. Program ini mencerminkan komitmen negara dalam memastikan bahwa pendidikan tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu, tetapidapat diakses secara merata oleh seluruh lapisan sosial. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan pendidikan harus diarahkan untuk memperkuat kualitasmanusia Indonesia secara menyeluruh. Pendidikan tidak cukup hanya membuka akses, tetapijuga harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas dan berdaya saing. Oleh karena itu, pengelolaan pendidikan harus dilakukan secara profesional agar manfaatnyabenar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat. Dalam konteks operasional, tata kelola yang kuat mencakup berbagai aspek yang salingterintegrasi, seperti perencanaan, manajemen sumber daya manusia (SDM), pengelolaananggaran, hingga sistem pengawasan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan bahwaSekolah Rakyat dirancang sebagai instrumen inklusi sosial yang menuntut akuntabilitastinggi. Dalam koordinasi virtual bersama para kepala Sekolah Rakyat menjelang tahun ajaranbaru, pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut menegaskan pentingnya menyamakan persepsiuntuk memperkuat tata kelola di segala lini, mulai dari sarana prasarana, SDM, keuangan, hingga pembelajaran disiplin. Aspek pertama yang mendesak untuk dibenahi adalah tata kelola sarana dan prasarana. Sekolah Rakyat bukan sekadar gedung mati; ia adalah ruang hidup yang harus memotivasisiswa. Merawat fasilitas, menjaga kebersihan, dan menegakkan ketertiban adalah fondasiawal untuk merancang kedisiplinan guru dan anak didik. Lebih jauh lagi, tata kelolalingkungan sekolah harus diarahkan pada aspek produktif. Setiap sudut lahan di SekolahRakyat idealnya dimanfaatkan untuk kegiatan yang mendukung kemandirian, seperti kebunsayur sederhana hingga peternakan kecil yang disesuaikan dengan karakteristik dan kondisigeografis setempat. Tantangan terbesar dari tata kelola Sekolah Rakyat terletak pada manajemen SDM dan model pembelajarannya yang berbasis sekolah berasrama (boarding school). Karena ekosistem iniberoperasi penuh selama 24 jam, kompleksitas pembinaan tidak lagi sebatas kegiatan belajar-mengajar di kelas, melainkan mencakup pengawasan total di asrama. Pada titik inilahpembagian peran yang proporsional menjadi krusial. Standar Operasional Prosedur (SOP) kedisiplinan harus ditegakkan secara optimal mulai dari Kepala Sekolah hingga petugaskebersihan (cleaning service). Perlu diingat bahwa dalam sistem boarding school, seluruh stafadalah pembentuk karakter. Selain SDM, reformasi fundamental juga harus terjadi pada tata kelola keuangan melaluiprinsip desentralisasi yang transparan. Ke depan, Sekolah Rakyat akan bertransformasimenjadi satuan kerja (satker) mandiri yang memiliki kewenangan penuh untuk mengelolaanggarannya sendiri. Kepala sekolah dan jajarannya diberikan tanggung jawab besar untukmengeksekusi anggaran belanja kebutuhan sekolah, sehingga tidak lagi bergantung pada keputusan birokrasi yang terpusat. Kebebasan finansial ini tentu wajib diimbangi dengansistem pengawasan yang ketat agar tidak membuka celah bagi penyimpangan baru. Untuk mengawal sistem *boarding school* yang kompleks dan rawan tersebut, pemanfaatanteknologi menjadi kunci pengawasan modern. Transformasi digital tidak lagi sebataskomputerisasi administrasi, melainkan diimplementasikan sebagai sistem pemantauan jarakjauh yang terintegrasi. Dengan melibatkan teknologi pencitraan dan sensor digital yang dapatdiakses langsung dari pusat, potensi kerawanan sosial di lingkungan asrama, termasukmitigasi dini terhadap ancaman kekerasan atau penyimpangan seksual, dapat dideteksi dan dicegah secara lebih cepat demi menjamin keamanan siswa. Kendati teknologi memegang kendali pengawasan, akar dari Sekolah Rakyat harus tetapmenghujam di bumi tempatnya berdiri. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada seberapa harmonis hubungan yang dibangun dengan lingkungan sekitar. Para kepala sekolahberkewajiban membangun keterlibatan aktif dengan masyarakat lokal dan pemerintah daerah. Mengundang kelompok pemuda, organisasi perempuan, petani, hingga orang tua siswa secarabergiliran untuk terlibat dalam agenda-agenda sekolah akan melahirkan rasa kepemilikankelompok (sense of belonging). Ketika masyarakat sekitar merasa memiliki dan banggaterhadap keberadaan Sekolah Rakyat, ekosistem pendidikan yang kolaboratif dan protektifakan tercipta dengan sendirinya. Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek menghadirkan ruang kelas baru, melainkan sebuahgerakan membangun sistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkeadilan….

Read More

Pemerintah Perkuat Pembangunan Sekolah Rakyat di Seluruh Indonesia

Jakarta — Pemerintah terus memperkuat pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia sebagai langkah strategis memperluas akses pendidikan yang merata, berkualitas, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan layanan pendidikan yang mampu menjangkau masyarakat kurang mampu, daerah tertinggal, dan wilayah dengan keterbatasan sarana pendidikan formal. Menteri Pekerjaan Umum…

Read More

Pemerintah Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat di Berbagai Wilayah

Jakarta – Pemerintah terus memacu pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia guna memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) nasional. Program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini ditargetkan rampung pada Juni 2026. Kementerian Pekerjaan Umum mencatat pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II dilaksanakan di 104 lokasi yang tersebar…

Read More

Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat demi Pemerataan Pendidikan

*) Oleh : Olla Anastasya Percepatan pembangunan Sekolah Rakyat menjadi langkah penting untukmemastikan seluruh anak Indonesia memiliki kesempatan belajar yang sama tanpamemandang latar belakang ekonomi maupun lokasi tempat tinggalnya. KehadiranSekolah Rakyat tidak hanya menjadi simbol pembangunan fisik, tetapi juga bentuknyata kehadiran negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh warga. Konsep Sekolah Rakyat pada dasarnya menempatkan pendidikan sebagai kebutuhandasar yang harus mudah dijangkau masyarakat. Sekolah dibangun denganpendekatan sederhana namun fungsional agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan. Di banyak daerah, pembangunan sekolah semacamini mampu menjadi solusi cepat untuk mengatasi tingginya angka putus sekolah. Anak-anak yang sebelumnya kesulitan mengakses pendidikan karena faktor biayatransportasi atau keterbatasan fasilitas kini memiliki peluang lebih besar untuk kembalibelajar. Kehadiran sekolah yang dekat dengan lingkungan masyarakat juga mendorong partisipasi orang tua dalam mendukung pendidikan anak-anak mereka. Menteri Pekerjaan Umum, Doddy Hanggodo menargetkan pembangunan SekolahRakyat (SR) di berbagai daerah dapat diselesaikan pada 20 Juni 2026 guna mendukung pemerataan akses pendidikan berkualitas di Indonesia. Menurut Doddy, langkah percepatan itu merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar pembangunan Sekolah Rakyat selesai tepat waktu tanpa mengabaikan mutubangunan. Pembangunan Sekolah Rakyat menjadi salah satu bentuk komitmenpemerintah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus investasi jangka panjanguntuk mencetak sumber daya manusia unggul. Percepatan pembangunan Sekolah Rakyat juga penting untuk mengurangikesenjangan kualitas sumber daya manusia antarwilayah. Selama ini, daerahperkotaan cenderung memiliki fasilitas pendidikan yang jauh lebih baik dibandingkandaerah pelosok. Akibatnya, kemampuan akademik dan keterampilan generasi mudadi setiap daerah berkembang tidak merata. Jika kondisi ini terus dibiarkan, makaketimpangan sosial dan ekonomi akan semakin sulit diatasi. Dengan memperluaspembangunan sekolah hingga ke daerah yang belum tersentuh layanan pendidikanmemadai, pemerintah dapat menciptakan fondasi yang lebih kuat bagi pembangunannasional yang inklusif dan berkeadilan. Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf menjelaskan selain pembangunan gedung, keberhasilan Sekolah Rakyat juga sangat bergantung pada kualitas tenaga pengajar. Guru memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kemampuan berpikir, dan semangat belajar peserta didik. Oleh karena itu, percepatan pembangunan sekolahterus diiringi dengan pemerataan distribusi guru, peningkatan pelatihan, sertadukungan kesejahteraan tenaga pendidik. Banyak guru di daerah terpencilmenghadapi tantangan besar mulai dari keterbatasan fasilitas hingga aksestransportasi yang sulit. Dukungan yang memadai akan membuat para guru dapatmengajar dengan lebih optimal dan menciptakan suasana belajar yang positif bagianak-anak. Di era perkembangan teknologi saat ini, Sekolah Rakyat juga diarahkan untukmemiliki akses terhadap pembelajaran digital secara bertahap. Teknologi dapatmenjadi jembatan untuk memperluas kualitas pendidikan hingga ke wilayah yang sulitdijangkau. Melalui perangkat digital dan jaringan internet yang memadai, siswa dapatmemperoleh materi pembelajaran yang lebih luas dan modern. Meski demikian, pembangunan infrastruktur dasar tetap menjadi prioritas utama karena masih banyakdaerah yang belum memiliki akses listrik maupun internet stabil. Karena itu, percepatan pembangunan sekolah perlu dilakukan secara terintegrasi denganpembangunan infrastruktur pendukung lainnya agar manfaat pendidikan benar-benardapat dirasakan masyarakat. Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat memiliki dampak sosial yang besar bagi lingkungan sekitar. Kehadiran sekolah seringkali menjadi pusat aktivitas masyarakat dan mendorong tumbuhnya kesadaran akanpentingnya pendidikan. Anak-anak yang sebelumnya bekerja membantu orang tuaatau menghabiskan waktu tanpa kegiatan produktif dapat memiliki ruang belajar dan lingkungan yang lebih positif. Dalam jangka panjang, pendidikan yang merata akanmembantu menekan angka kemiskinan, meningkatkan kualitas kesehatanmasyarakat, dan memperkuat ketahanan sosial. Pendidikan bukan hanya tentangkemampuan membaca dan menulis, tetapi juga tentang membangun masa depanyang lebih baik bagi generasi berikutnya. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha,…

Read More

Pembangunan Sekolah Rakyat dan Harapan Baru Anak Rentan

Oleh: Bara Winatha *) Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia nasional. Kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bentuk keberpihakan negara terhadap anak-anak dari keluarga rentan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan berkualitas. Di tengah tantangan ketimpangan sosial dan ekonomi, pembangunan Sekolah Rakyat dipandang…

Read More

Pemerintah Perluas Sekolah Rakyat, 32 Ribu Siswa Baru Siap Masuk Juli 2026

Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa pemerintah terus memperkuat pelaksanaan program Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut kini memasuki tahap pengembangan baru dengan penambahan puluhan ribu siswa untuk tahun ajaran 2026/2027. Langkah ini dinilai menjadi bukti…

Read More

Program Sekolah Rakyat Bertambah Besar dengan 32 Ribu Siswa Baru

JAKARTA – Pemerintah terus memperluas jangkauan Program Sekolah Rakyat sebagai langkah strategis memperkuat akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Pada tahun ajaran 2026-2027, program tersebut dipastikan akan menerima sebanyak 32 ribu siswa baru, meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah sekitar 15 ribu siswa. Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menegaskan kesiapan pelaksanaan…

Read More

Sekolah Rakyat Bertambah 32 Ribu Siswa, Harapan Baru Pendidikan Inklusif

Oleh: Dhita Karuniawati )* Pemerintah kembali memperluas program Sekolah Rakyat dengan menambah lebih dari 32 ribu siswa baru yang akan mulai masuk pada tahun ajaran 2026/2027. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa negara semakin serius membangun jalur pendidikan alternatif bagi masyarakat tidak mampu dan kelompok rentan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas….

Read More

32 Ribu Siswa Baru dan Masa Depan Program Sekolah Rakyat

Oleh : Ivan Hertanto )* Program Sekolah Rakyat kini memasuki babak baru yang semakin menjanjikan bagi masa depan pendidikan Indonesia. Kehadiran sekitar 32 ribu siswa baru dalam program ini bukan sekadar angka statistik, melainkan gambaran nyata tentang semakin luasnya akses pendidikan bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi maupun geografis. Di tengah tantangan pembangunan…

Read More