Danantara dan Langkah Strategis Menuju Ekosistem Teknologi Modern

*) Oleh : Devita Adastri

Pembentukan Danantara dinilai menjadi salah satu langkah strategis pemerintahdalam memperkuat arah pembangunan ekonomi nasional yang berbasis inovasi dan teknologi modern. Kehadiran lembaga investasi nasional tersebut tidak hanyadipandang sebagai instrumen pengelolaan aset negara, tetapi juga sebagaipenggerak transformasi menuju ekosistem teknologi yang lebih terintegrasi, adaptif, dan kompetitif di tingkat global. Di tengah persaingan ekonomi digital yang semakinketat, Indonesia membutuhkan fondasi investasi yang mampu mendukung percepatanpembangunan sektor-sektor strategis berbasis teknologi agar tidak tertinggal darinegara lain di kawasan Asia maupun dunia.

Dalam konteks perkembangan global, teknologi kini menjadi faktor utama yang menentukan daya saing sebuah negara. Negara-negara maju berlomba memperkuatinvestasi pada kecerdasan buatan, pusat data, energi hijau, kendaraan listrik, industrisemikonduktor, hingga transformasi layanan digital publik. Indonesia pun memilikipeluang besar untuk mengambil peran penting dalam rantai ekonomi digital global karena didukung jumlah penduduk yang besar, pengguna internet yang terusmeningkat, serta potensi bonus demografi. Namun, potensi tersebut memerlukandukungan pendanaan jangka panjang dan tata kelola investasi yang kuat agar mampuberkembang secara berkelanjutan. Di sinilah Danantara dipandang memiliki peranpenting sebagai katalisator pembangunan ekonomi berbasis teknologi.

Chief Technology Officer (CTO) BPI Danantara, Sigit Puji Santosa menjelaskankeberadaan Danantara juga dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, industri, dan sektor inovasi nasional. Selama ini, banyak pengembangan teknologi dalamnegeri menghadapi tantangan pendanaan, minimnya dukungan riset, dan keterbatasan akses terhadap investasi strategis. Akibatnya, tidak sedikit talenta mudaIndonesia yang memilih mengembangkan inovasinya di luar negeri karena ekosistemdomestik belum sepenuhnya mendukung pertumbuhan teknologi secara optimal. Dengan adanya lembaga investasi yang memiliki orientasi jangka panjang, peluangpengembangan startup teknologi, riset kecerdasan buatan, digitalisasi industri, hinggapenguatan infrastruktur teknologi nasional dapat berjalan lebih terarah dan berkesinambungan.

Selain itu, Danantara dapat menjadi instrumen penting dalam mempercepat hilirisasiindustri nasional berbasis teknologi. Indonesia selama ini dikenal kaya akan sumberdaya alam, tetapi nilai tambah ekonominya belum sepenuhnya dinikmati di dalamnegeri. Penguatan investasi pada sektor hilirisasi berbasis teknologi dapatmenciptakan rantai produksi yang lebih modern sekaligus membuka lapangan kerjaberkualitas tinggi. Misalnya, pengembangan industri baterai kendaraan listrik, pengolahan mineral strategis, hingga penguatan manufaktur berbasis digital dapatmenjadi pintu masuk menuju ekonomi masa depan yang lebih kompetitif. Langkah tersebut juga sejalan dengan kebutuhan dunia yang mulai bergerak menuju ekonomihijau dan industri rendah emisi karbon.

Sementara itu, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrirmenjelaskan transformasi menuju ekosistem teknologi modern tidak hanya berkaitandengan pembangunan industri besar, tetapi juga menyentuh kehidupan masyarakatsecara luas. Digitalisasi layanan publik, pengembangan sistem pendidikan berbasisteknologi, penguatan layanan kesehatan digital, hingga pengembangan UMKM berbasis platform digital merupakan bagian dari perubahan yang perlu didukungsecara menyeluruh. Dengan investasi yang tepat, teknologi dapat menjadi alat untukmemperluas akses masyarakat terhadap layanan yang lebih cepat, murah, dan efisien. Oleh sebab itu, pengelolaan investasi nasional perlu diarahkan agar manfaatpembangunan teknologi tidak hanya dinikmati kelompok tertentu, tetapi mampumendorong pemerataan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Di sisi lain, penguatan ekosistem teknologi juga harus diiringi dengan peningkatankualitas sumber daya manusia. Tantangan terbesar dalam era transformasi digital bukan hanya soal infrastruktur, melainkan kesiapan tenaga kerja menghadapiperubahan teknologi yang sangat cepat. Indonesia membutuhkan lebih banyak tenagaahli di bidang kecerdasan buatan, keamanan siber, data science, rekayasa perangkatlunak, dan teknologi manufaktur modern. Investasi yang dilakukan melalui Danantaradapat diarahkan untuk mendukung pendidikan vokasi, pelatihan digital, risetuniversitas, serta kolaborasi industri dengan lembaga pendidikan. Dengan demikian, pembangunan teknologi tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan SDM unggul yang siap bersaing secara global.

Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Dony Oskaria menjelaskan pengelolaaninvestasi yang transparan dan profesional juga menjadi faktor penting dalam menjagakepercayaan publik dan investor internasional. Dalam pembangunan ekosistemteknologi modern, kepastian regulasi dan tata kelola yang akuntabel merupakansyarat utama agar investasi dapat berkembang secara sehat. Danantara diharapkanmampu menjalankan prinsip tata kelola yang baik dengan mengutamakan efisiensi, keberlanjutan, dan kepentingan nasional jangka panjang. Kepercayaan investor global terhadap Indonesia akan semakin meningkat apabila pengelolaan investasi mampumenunjukkan stabilitas, konsistensi kebijakan, dan keberpihakan terhadap inovasinasional. Kondisi tersebut dapat membuka peluang masuknya investasi asingberkualitas yang mendukung transfer teknologi dan pengembangan industri masa depan.

Pada akhirnya, keberadaan Danantara dapat menjadi momentum penting bagiIndonesia untuk mempercepat langkah menuju negara dengan ekosistem teknologimodern yang kuat dan mandiri. Perubahan dunia yang semakin cepat menuntutIndonesia untuk tidak hanya menjadi pasar teknologi, tetapi juga menjadi produseninovasi yang mampu bersaing di tingkat internasional. Dengan dukungan investasistrategis, penguatan SDM, pembangunan infrastruktur digital, serta tata kelola yang profesional, Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomidigital di kawasan. Danantara bukan sekadar lembaga investasi, melainkan bagiandari upaya besar membangun fondasi ekonomi masa depan yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing tinggi.

)* penulis merupakan pengamat kebijakan Teknologi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *