Danantara Perkuat Investasi untuk Pembangunan Nasional
Oleh: Ricky Rinaldi*)
Pemerintah terus memperkuat transformasi ekonomi nasional dengan menempatkaninvestasi sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan jangka panjang. Dalamarah kebijakan menuju 2027, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memperoleh peran strategis sebagai instrumen untukmengoptimalkan aset negara, memperkuat investasi, dan mendorong pembangunansektor-sektor strategis. Kehadiran Danantara menunjukkan upaya pemerintahmembangun sumber pertumbuhan baru yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga menghasilkan nilai tambah bagi perekonomiannasional.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan posisi tersebut dalam penyampaianRancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2027 beserta Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada 14 Agustus 2026 lalu. Presiden menyebut Danantara sebagai dana kedaulatan yang harus menjadi instrumen untuk membangun kapasitas bangsa dalam jangkapanjang. Danantara karena itu diarahkan bukan sekadar sebagai pengelola asetnegara, melainkan sebagai bagian dari strategi investasi dan pembangunan sektorstrategis yang memberikan manfaat berkelanjutan.
Arah tersebut memperlihatkan perubahan pendekatan dalam mengelola kekuatanekonomi nasional. Aset negara perlu ditempatkan pada kegiatan produktif yang mampu meningkatkan kapasitas industri, mempercepat hilirisasi, menciptakanlapangan kerja, dan memperkuat ketahanan nasional. Melalui pengelolaan yang terintegrasi, Danantara diharapkan mampu menghubungkan kekayaan negara dengan kebutuhan investasi serta proyek pembangunan yang memiliki nilai strategisdan manfaat jangka panjang.
Peran Danantara semakin penting dalam mendukung target pertumbuhan ekonomisebesar 6 persen pada 2027. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa konsolidasi aset Danantara dapat menjadi katalispeningkatan investasi. Danantara dapat memaksimalkan aset dan proyek untukmenarik partisipasi sektor swasta dan pelaku ekonomi nonpemerintah. Dengandemikian, investasi negara dapat menciptakan efek crowd-in, yakni mendorongdunia usaha meningkatkan ekspansi, membuka fasilitas produksi baru, dan memperluas kegiatan bisnis.
Pendekatan tersebut menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasionalmerupakan tanggung jawab bersama seluruh pelaku ekonomi. Pemerintah tidakhanya berperan sebagai penyedia anggaran, tetapi juga menciptakan kondisi yang memungkinkan sektor swasta berkembang. Investasi Danantara dapat menjadipemicu awal yang kemudian diikuti modal swasta sehingga kapasitas ekonominasional meningkat secara lebih luas. Sinergi tersebut juga berpotensi memperbesarpenciptaan lapangan kerja dan memperkuat aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
Strategi investasi Danantara diarahkan pada sektor-sektor yang memiliki nilaistrategis dan potensi dampak luas. Delapan sektor utama yang menjadi fokusmeliputi energi terbarukan, mineral, infrastruktur digital, infrastruktur dan utilitas, real estat, layanan keuangan, pangan dan pertanian, serta layanan kesehatan. Pemilihansektor tersebut sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk meningkatkanproduktivitas, memperkuat ketahanan nasional, dan membangun fondasipertumbuhan baru yang lebih bernilai tambah.
Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir menjelaskan bahwa mandatinvestasi Danantara mencakup penciptaan imbal hasil berkelanjutan sekaligusmemberikan dampak ekonomi positif dan memperkuat ketahanan nasional. Fokusinvestasi antara lain diarahkan pada hilirisasi dan pembangunan industri yang tangguh. Orientasi tersebut memperlihatkan bahwa investasi negara tidak semata-mata mengejar keuntungan, tetapi juga harus menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas melalui peningkatan kapasitas industri dan penciptaan pekerjaanberkualitas.
Penguatan fungsi Danantara juga tercermin dalam rencana pembentukan DanantaraDevelopment Management Fund (DDMF). Presiden Prabowo menjelaskan bahwainstrumen tersebut akan menyiapkan dan membiayai proyek strategis jangkapanjang yang penting bagi Indonesia, tetapi belum dapat dibiayai melalui investasikomersial jangka pendek dan tidak menggunakan dana APBN. Contoh yang disampaikan Presiden antara lain rencana mobil nasional, motor listrik nasional, serta pembangunan giant sea wall sepanjang 575 kilometer di Pantai Utara Jawa.
Kehadiran DDMF membuka ruang bagi Indonesia untuk mengembangkan proyek-proyek strategis yang membutuhkan pembiayaan jangka panjang. Instrumentersebut dapat menjadi penghubung antara kebutuhan pembangunan nasionaldengan kapasitas investasi negara. Dengan demikian, pembangunan proyekstrategis tidak hanya bergantung pada pembiayaan konvensional, tetapi dapatmemanfaatkan kekuatan aset dan investasi yang dikelola secara lebih terarah.
Optimalisasi Danantara juga perlu berjalan bersama dengan perbaikan ikliminvestasi. Suahasil menekankan pentingnya pembenahan perizinan, logistik, sistemhukum, dan berbagai aspek lain untuk menciptakan lingkungan usaha yang kondusif. Danantara akan semakin optimal apabila didukung ekosistem investasiyang memberikan kepastian dan mendorong pelaku usaha meningkatkan ekspansi. Sinergi antara kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, dan investasi menjadifondasi penting untuk mencapai pertumbuhan yang lebih kuat.
Kinerja ekonomi 2026 memberikan modal positif bagi agenda tersebut. Suahasilmenyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester pertama 2026 mencapai5,45 persen. Pemerintah berharap pertumbuhan pada paruh kedua tahun ini dapatberada di atas 5,5 persen sehingga menjadi pijakan menuju target pertumbuhanrata-rata 6 persen pada 2027. Dalam konteks tersebut, peningkatan investasimenjadi salah satu faktor penting untuk memperkuat kapasitas produksi dan memperluas aktivitas ekonomi.
Dengan demikian, Danantara dapat menjadi salah satu instrumen penting dalammemperkuat kemandirian dan kapasitas ekonomi nasional. Optimalisasi aset, investasi pada sektor strategis, hilirisasi, penciptaan lapangan kerja, sertaketerlibatan sektor swasta merupakan rangkaian kebijakan yang saling memperkuat. Jika dikelola dengan tata kelola yang baik dan prinsip kehati-hatian, Danantaraberpotensi menjadi katalis pertumbuhan ekonomi sekaligus mempercepatpembangunan kapasitas industri Indonesia.
Dengan mendorong investasi produktif dan menciptakan efek crowd-in bagi dunia usaha, Danantara dapat berperan dalam membuka sumber pertumbuhan baru, memperkuat ketahanan nasional, dan mendukung pencapaian target ekonomi 2027. Kehadirannya menjadi bagian penting dari upaya membangun fondasi ekonomiIndonesia yang lebih kuat, mandiri, kompetitif, dan berkelanjutan.
*)Pengamat Isu Strategis
