Ketahanan Pangan Diperkuat melalui Hilirisasi Pertanian dan Inovasi Agroindustri
JAKARTA – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus dilakukan melalui berbagai pendekatan inovatif, mulai dari pemberdayaan masyarakat berbasis agroindustri hingga pengembangan hilirisasi sektor pertanian yang mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Komitmen tersebut tercermin dari langkah berbagai pihak, baik pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, maupun kalangan pemuda yang secara aktif terlibat dalam memperkuat kemandirian pangan Indonesia.
PT Pertamina Patra Niaga, misalnya, terus memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan melalui program Community Involvement and Development (CID) yang berbasis pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan potensi lokal. Program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan ketersediaan pangan, tetapi juga mendorong kesejahteraan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa ketahanan pangan yang kuat harus dibangun dari fondasi kemandirian masyarakat.
“Melalui pendekatan tersebut, Pertamina Patra Niaga menghadirkan solusi yang tidak hanya meningkatkan ketersediaan pangan, tetapi juga memperkuat kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan,” ujar Roberth.
Sementara itu, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pada sejumlah komoditas pangan harus menjadi pijakan untuk memperkuat hilirisasi pertanian nasional.
“Kita sudah membuktikan swasembada pangan. Sekarang tantangannya adalah bagaimana menjaga keberlanjutannya dan melangkah ke hilirisasi,” kata Amran saat memberikan kuliah umum di Universitas Halu Oleo, Kendari.
Menurutnya, pengembangan industri pengolahan hasil pertanian akan meningkatkan nilai tambah komoditas dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani.
“Kalau hanya menjual bahan mentah, nilainya kecil. Mimpi kita adalah hilirisasi seluruh komoditas sehingga kesejahteraan petani meningkat,” ujarnya.
Amran juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan generasi muda dalam menghadirkan inovasi teknologi yang mampu mempercepat transformasi sektor pertanian menuju agroindustri modern.
Dukungan terhadap ketahanan pangan juga datang dari kalangan pemuda. Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah mengapresiasi keterlibatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dalam program pertanian yang menghasilkan panen jagung di Kabupaten Lebak.
“Ini bisa menjadi contoh para pemuda yang malu atau merasa rendah menjadi petani,” ujar Dimyati.
Ia menilai keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat. Sinergi antara inovasi teknologi, hilirisasi pertanian, dan partisipasi aktif masyarakat menjadi modal penting untuk mewujudkan kemandirian pangan nasional yang berkelanjutan serta memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan agroindustri dunia..
(*/rls)
