Pemerintah Stabilkan BBM, Publik Diminta Waspadai Provokasi di Tengah Gejolak Global

Pemerintah Stabilkan BBM, Publik Diminta Waspadai Provokasi di Tengah Gejolak Global

Jakarta, – Pemerintah menunjukkan ketegasan dan keberpihakan kepada rakyat dengan memutuskan untuk tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat dinamika geopolitik global. Kebijakan ini dipandang sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus melindungi daya beli masyarakat. Keputusan yang diambil di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto tersebut menjadi…

Read More
Pemerintah Tak Naikkan BBM di Tengah Gejolak Global, Tokoh Nasional Ajak Masyarakat Tetap Tenang

Pemerintah Tak Naikkan BBM di Tengah Gejolak Global, Tokoh Nasional Ajak Masyarakat Tetap Tenang

Jakarta — Pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) meskipun tekanan global terhadap harga energi terus meningkat. Kebijakan ini diapresiasi berbagai kalangan sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dan daya beli masyarakat. Sejumlah tokoh nasional turut menyampaikan dukungan atas kebijakan ini. Mantan Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi) memuji pemerintahan…

Read More
Tak Naiknya BBM di Tengah Gejolak Global: Ketenangan dan Kewaspadaan Jadi Kunci Bangsa

Tak Naiknya BBM di Tengah Gejolak Global: Ketenangan dan Kewaspadaan Jadi Kunci Bangsa

Oleh : Abdul Razak)* Di tengah tekanan global akibat lonjakan harga energi yang dipicu konflik geopolitik, pemerintah Indonesia memilih kebijakan strategis dengan menahan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 April 2026. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa stabilitas ekonomi domestik tetap menjadi prioritas utama. Konflik antara Amerika Serikat dan Iran telah mendorong harga minyak dunia…

Read More
Menjaga Stabilitas BBM dan Upaya Bersama Meredam Provokasi

Menjaga Stabilitas BBM dan Upaya Bersama Meredam Provokasi

Oleh: Ricky Rinaldi Gejolak global belakangan ini menghadirkan ujian nyata bagi ketahanan bangsa. Harga energi dunia melambung, rantai pasok terganggu, dan tekanan inflasi merambah hampir semua negara. Di tengah situasi yang tidak menentu ini, Indonesia memilih jalan yang tidak populer namun berpihak pada rakyat: menjaga stabilitas harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sambil terus memperkuat dialog…

Read More

Sejumlah Pihak Dukung PP TUNAS Perkuat Perlindungan Anak

Jakarta – Sejumlah pihak menyatakan dukungan terhadap implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) sebagai langkah strategis dalam memperkuat perlindungan anak di ruang digital. Dukungan tersebut datang dari pemerintah daerah hingga kepala daerah di berbagai wilayah yang menilai regulasi ini penting untuk menekan…

Read More

Dukungan Menguat, PP TUNAS Dinilai Langkah Tepat Lindungi Anak

JAKARTA – Pemerintah resmi menerapkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Kebijakan ini mendapat dukungan luas dari berbagai pihak dan dinilai sebagai langkah strategis dalam melindungi anak dari dampak negatif ruang digital yang semakin kompleks. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa…

Read More

PP TUNAS dan Konsensus Perlindungan Anak di Era Digital

Oleh : Rivka Mayangsari*) Transformasi digital yang berkembang pesat telah membuka peluang besar dalam mendukung proses pembelajaran anak secara lebih luas dan inovatif. Pemerintah merespons perkembangan ini dengan menghadirkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) sebagai langkah strategis untuk memastikan ruang digital yang aman,…

Read More

Dukungan terhadap PP TUNAS dan Urgensi Perlindungan Anak

Oleh: Asep Faturahman)* Dukungan terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) terus menguat seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya perlindungan anak di era digital. Kebijakan ini dinilai memiliki urgensi tinggi dalam menjawab tantangan zaman, di mana anak-anak semakin akrab dengan teknologi, namun belum sepenuhnya memahami risiko yang…

Read More

CKG Pelajar dan Urgensi Deteksi Dini Kesehatan Generasi Muda

Oleh : Doni Wicaksono )* Pembangunan generasi muda yang unggul tidak dapat dilepaskan dari fondasi kesehatan yang kuat sejak dini. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Pelajar menjadi langkah progresif yang patut diapresiasi karena menghadirkan pendekatan preventif dalam menjaga kualitas kesehatan anak-anak Indonesia. Di tengah perubahan gaya hidup yang semakin kompleks, mulai dari pola makan instan…

Read More

CKG Pelajar sebagai Fondasi Kesehatan dan Prestasi

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pelajar menjadi salah satu langkah strategispemerintah untuk memastikan generasi muda tumbuh sehat, produktif, dan mampuberprestasi secara optimal. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai upaya deteksidini terhadap berbagai masalah kesehatan, tetapi juga menjadi fondasi penting dalammembangun budaya hidup sehat sejak usia dini. Pentingnya CKG bagi pelajar semakin relevan di tengah tantangan kesehatan yang dihadapi anak dan remaja saat ini. Gaya hidup sedentari, pola makan tidak seimbang, serta tekanan akademik dan sosial berpotensi memengaruhi kesehatan fisik maupunmental. Oleh karena itu, kehadiran program yang terintegrasi dan sistematis sepertiCKG menjadi sangat krusial. Melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala, potensigangguan kesehatan dapat diidentifikasi lebih awal sehingga penanganan dapatdilakukan secara cepat dan tepat. Berdasarkan informasi dari Kantor Staf Presiden (KSP), program CKG telahmenunjukkan capaian signifikan pada awal tahun 2026. Kepala Kantor StafKepresidenan, M. Qodari mengatakan bahwa program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sepanjang Januari hingga Februari 2026 telah melayani 10.563.593 peserta di 9.543 puskesmas yang tersebar di 514 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, sebanyak714.808 peserta telah mendapatkan pengobatan, sementara 7.577.364 lainnya masihdalam proses tindak lanjut. Capaian tersebut tentu menjadi sinyal positif bahwa kesadaran akan pentingnyakesehatan mulai meningkat. Namun demikian, keberlanjutan dan perluasan program tetap menjadi tantangan yang perlu diatasi. Pelajar sebagai kelompok strategis harusmenjadi prioritas utama, mengingat mereka berada pada fase pertumbuhan yang menentukan kualitas kesehatan di masa depan. Dengan adanya pemeriksaan rutin, berbagai kondisi seperti anemia, gangguan penglihatan, hingga masalah gizi dapatdideteksi sejak dini, sehingga tidak mengganggu proses belajar. Selain kesehatan fisik, aspek kesehatan mental juga menjadi perhatian penting dalampelaksanaan CKG. Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakanpihaknya akan memperluas cakupan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga 14 juta anak pada 2026, sebagai upaya promotif-preventif guna meningkatkan dukungankesehatan mental anak serta mencegah bunuh diri. Budi menjelaskan pada 2025, cakupan CKG anak-anak baru mencapai tujuh juta orang dari target 25 juta orang. Dari hasil tersebut, sekitar 4,4 persen atau 338 ribu memilikigejala kecemasan (anxiety). Sementara itu, 4,8 persen atau 363 ribu memiliki gejaladepresi. Menurut Budi, ada dua faktor signifikan penyebab seorang anak ingin bunuh diri, yang pertama adalah faktor keluarga, misalnya jika ada konflik atau karena pola asuh. Sementara faktor kedua, adalah lingkungan, misalnya karena perundungan dalamlingkungan akademik. Oleh karena itu, pihaknya berharap dapat memperluas skriningkesehatan jiwa, guna mengetahui lebih dini anak-anak yang memiliki risiko masalahkesehatan mental. Kemenkes akan mengedukasi para guru, agar dapat mengidentifikasi tekanan sosialseperti perundungan dan mengintervensi. Selain itu, Kemenkes tetap akan membukalayanan bantuan darurat. Kemenkes juga menyiapkan tata laksana atau perawatan bagianak-anak yang membutuhkan tindak lanjut. Puskesmas akan dilengkapi dengantenaga profesional yang dapat melakukan perawatan medis untuk masalah kesehatanjiwa. Budi juga mengatakan bahwa pihaknya bersama kementerian dan lembaga terkait, seperti Kementerian Agama, Kemendikdasmen, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Polri, menandatangani Surat…

Read More