Higienitas Diperketat, Distribusi MBG Dilarang Gunakan Kantong Plastik Sederhana

Higienitas Diperketat, Distribusi MBG Dilarang Gunakan Kantong Plastik Sederhana

JAKARTA – Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat standar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya selama Ramadan 2026. Salah satu langkah strategis yang kini ditegaskan adalah pelarangan penggunaan kantong plastik sederhana dalam distribusi MBG. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari pengetatan higienitas dan jaminan mutu pangan bagi para penerima manfaat. Kepala BGN,…

Read More
Demi Higienitas, Pemerintah Tegaskan Mobil SPPG Hanya untuk Distribusi MBG

Demi Higienitas, Pemerintah Tegaskan Mobil SPPG Hanya untuk Distribusi MBG

Jakarta – Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa mobil operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hanya diperuntukkan bagi distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah penerima manfaat dan posyandu. Penegasan ini dilakukan demi menjaga higienitas dan keamanan pangan dalam setiap tahapan distribusi. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang, mengingatkan seluruh…

Read More

MBG Ramadan : Dari Evaluasi Menu hingga Standar Kemasan yang LebihProfesional

Oleh: Yasir Gema Wirawan)* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar program bantuan pangan. Program ini merupakan intervensi kebijakan strategis untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini. Dengan prevalensi gizi kronis anak yang masih berada di kisaran 19 persen, angka yang menurut standar WHO masih tergolong menengah-tinggi,…

Read More

Higienitas MBG Ramadan Dimulai dari Kemasan yang Layak

Oleh: Aliansyah Yusuf )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka tengah memasuki fase penting selamaRamadan. Pada momentum ini, tantangan pelayanan tidak hanya terletak pada kesinambungan distribusi dan kecukupan gizi, tetapi juga pada aspek higienitas yang semakin menentukan tingkat kepercayaan publik. Ramadan menghadirkan perubahan pola konsumsi, penyesuaian…

Read More
Sebagian Keuntungan Koperasi Desa Dialokasikan untuk Pendapatan Desa

Sebagian Keuntungan Koperasi Desa Dialokasikan untuk Pendapatan Desa

Serang – Pemerintah memastikan sebagian keuntungan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih akan dialokasikan untuk memperkuat pendapatan desa. Skema tersebut menjadi bagian dari desain kelembagaan koperasi yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas usaha, tetapi juga pada kontribusi langsung terhadap pembangunan desa. Hal itu disampaikan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, saat meninjau Kopdes Merah…

Read More
Koperasi Desa Perkuat Ekonomi Lokal, Keuntungan Kembali ke Desa

Koperasi Desa Perkuat Ekonomi Lokal, Keuntungan Kembali ke Desa

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat strategi pengentasan kemiskinan dan pemerataan ekonomi melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih sebagai pusat ekosistem ekonomi rakyat. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, koperasi desa didorong bukan sekadar lembaga usaha, tetapi instrumen afirmasi yang memastikan perputaran ekonomi terjadi dan manfaatnya kembali ke desa. Sinergi lintas kementerian menjadi kunci percepatan…

Read More

Koperasi Desa sebagai Alat Distribusi Keadilan Ekonomi

Oleh : Antonius Utomo Di tengah dinamika ekonomi Indonesia yang semakin kompleks di awal 2026, wacana tentang koperasi desa tidak lagi hanya sebagai konsep ekonomi kerakyatan tradisional, tetapi telah berubah menjadi isu kebijakan publik yang aktual dan strategis. Pemerintah secara konsisten mendorong pembentukan dan penguatan koperasi desa sebagai instrumen utama dalam mendorong pemerataan ekonomi, memotong…

Read More

Koperasi Desa Merah Putih Jadi Instrumen Afirmasi Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Abdul Razak)* Pemerintah terus memperkuat strategi pengentasan kemiskinan dan pemerataan ekonomi melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih sebagai instrumen afirmasi ekonomi berbasis komunitas. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, koperasi desa didorong bukan sekadar sebagai lembaga usaha, melainkan sebagai pusat ekosistem ekonomi rakyat yang terintegrasi dengan program sosial dan ketahanan pangan nasional. Langkah konkret…

Read More

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI Said Abdullah menyatakan bahwa seluruh fraksi telahmenyepakati APBN yang di dalamnya mencakup anggaran untuk MBG. Persetujuantersebut menegaskan bahwa kebijakan ini lahir melalui proses pembahasan yang komprehensif dan akuntabel. Kesepahaman antara eksekutif dan legislatif menjadifondasi penting bagi keberlanjutan program, sekaligus memperkuat stabilitas arahpembangunan nasional. Dari perspektif kesehatan masyarakat, MBG memiliki dimensi strategis yang tidakterbantahkan. Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina menilai bahwa peningkatan gizianak merupakan fondasi utama bagi terwujudnya bangsa yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi. Gizi yang memadai akan meningkatkan konsentrasi belajar, memperkuat imunitas, serta mendukung perkembangan kognitif secara optimal. Dengan demikian, MBG secara langsung berkontribusi terhadap peningkatan kualitaspembelajaran di sekolah. Anak-anak yang sehat dan tercukupi gizinya memilikikesiapan belajar yang lebih baik, sehingga efektivitas investasi pendidikan dapatdimaksimalkan. Lebih jauh, MBG mencerminkan pendekatan pembangunan yang holistik. Pendidikan tidak hanya dipahami sebagai transfer ilmu pengetahuan di ruang kelas, tetapisebagai proses pembentukan manusia seutuhnya. Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menegaskan bahwa MBG justru memperkuat tujuan pendidikannasional secara menyeluruh. Dengan memastikan anak-anak mendapatkan asupangizi yang layak, negara sedang membangun fondasi karakter, kedisiplinan, sertakebiasaan hidup sehat yang akan melekat hingga dewasa. Integrasi antara kebijakangizi dan pendidikan menunjukkan bahwa pemerintah mengedepankan paradigmapembangunan manusia yang terintegrasi. Sejalan dengan pelaksanaan MBG, pemerintah juga memperkuat berbagai program pendidikan lainnya. Program Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia…

Read More

MBG Jadi Fondasi Awal Perbaikan Gizi dan Penguatan Pendidikan Nasional

Oleh: Nadia Prameswari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin ditegaskan sebagai kebijakan strategis pemerintah dalam membangun fondasi sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Di tengah berbagai pembahasan publik, dukungan politik terhadap program ini menguat. DPR RI memandang MBG bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi jangka panjang yang terintegrasi dengan agenda besar penguatan pendidikan nasional. Anggota Komisi IX…

Read More