Koperasi Desa Merah Putih Hadirkan Sembako Murah bagi Masyarakat

Jakarta – Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih semakin menunjukkan peran strategis dalam membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus memperkuat ekonomi desa. Program yang digagas pemerintah ini dirancang sebagai pusat layanan terpadu di tingkat desa, salah satunya melalui penyediaan gerai sembako murah yang langsung menyasar kebutuhan harian warga. Wakil Menteri Koperasi Farida…

Read More

Koperasi Desa Merah Putih Jual Sembako Murah bagi Warga

JAKARTA – Koperasi Desa Merah Putih terus mendapatkan sambutan luas dari masyarakat berkat perannya dalam menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Melalui pengelolaan distribusi yang efisien dan berbasis semangat kebersamaan, koperasi ini hadir sebagai solusi nyata dalam memperkuat daya beli warga sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah…

Read More

Menguatnya Ekonomi Sektor Halal dalam Perekonomian Nasional

Oleh: Rina Anggina Safitri* Menguatnya ekonomi sektor halal dalam perekonomian nasional menandai babakpenting transformasi ekonomi Indonesia menuju struktur yang lebih inklusif, berdayasaing, dan berkelanjutan. Sektor ini tidak lagi dipahami secara sempit sebagai aktivitasekonomi berbasis konsumsi umat Muslim semata, melainkan telah berkembang menjadiekosistem industri yang terintegrasi dari hulu ke hilir, mencakup produksi, distribusi, pembiayaan, hingga ekspor global. Dalam konteks Indonesia sebagai negara denganpopulasi Muslim terbesar di dunia, ekonomi halal memiliki basis pasar domestik yang sangat kuat sekaligus peluang besar untuk menembus pasar internasional. Perkembangan industri halal yang meluas ke sektor makanan dan minuman, pariwisata, kosmetik, fesyen, hingga layanan keuangan menunjukkan bahwa halal telah menjadibagian dari gaya hidup modern. Prinsip halal yang menekankan aspek kebersihan, keamanan, etika, dan keberlanjutan justru semakin relevan dengan tuntutan konsumenglobal saat ini. Hal ini menjadikan produk halal Indonesia tidak hanya kompetitif di pasar domestik, tetapi juga memiliki daya tarik kuat di pasar internasional yang semakinpeduli pada kualitas dan nilai tambah produk. Pencapaian Indonesia yang menempati peringkat ketiga dalam laporan State of the Global Islamic Economy 2024/2025 dengan skor yang mendekati sempurnamemperlihatkan konsistensi dan keseriusan negara dalam mengembangkan ekonomihalal. Lonjakan peringkat tersebut tidak terjadi secara instan, melainkan merupakanhasil dari penguatan kebijakan, peningkatan kapasitas pelaku usaha, serta perbaikantata kelola sertifikasi dan ekosistem halal nasional. Capaian ini sekaligus mempertegasposisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam ekonomi halal global. Dari sisi kontribusi ekonomi, sektor halal terbukti mampu menjadi motor pertumbuhanbaru. Data yang dirilis oleh otoritas terkait menunjukkan bahwa ekonomi halal berpotensi memberikan tambahan signifikan terhadap Produk Domestik Bruto melaluipeningkatan ekspor dan investasi. Dengan jumlah konsumen Muslim sekitar 230 jutajiwa, Indonesia bukan hanya produsen, tetapi juga pasar halal terbesar di dunia. Kombinasi antara kekuatan pasar domestik dan peluang ekspor inilah yang menjadikansektor halal sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional kedepan. Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Ahmad Haikal Hasan secarakonsisten menegaskan bahwa halal bukan sekadar label administratif, melainkan mesinpenggerak pertumbuhan ekonomi. Pandangan ini menempatkan halal sebagaiinstrumen strategis untuk memperluas peluang usaha, meningkatkan daya saing produknasional, serta menghubungkan rantai nilai domestik dengan pasar global. Optimismebahwa industri halal dapat berkontribusi besar terhadap target pertumbuhan ekonominasional hingga delapan persen pada 2028–2029 mencerminkan keyakinan bahwasektor ini memiliki daya ungkit yang kuat terhadap perekonomian secara keseluruhan. Penguatan ekonomi halal juga tidak dapat dilepaskan dari peran kolaborasi lintassektor. Forum-forum strategis yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, dan komunitas internasional menjadi ruang penting untuk menyamakan visi dan mempercepat implementasi kebijakan. Kamar Dagang dan Industri Indonesia, misalnya, melihat ekonomi syariah dan industri halal sebagai pilar penting dalam agenda pertumbuhan nasional. Penekanan pada percepatan sertifikasi halal, pemberdayaanUMKM, serta kesiapan ekspor menunjukkan bahwa pengembangan sektor halal diarahkan agar berdampak langsung pada pelaku usaha kecil dan menengah sebagaitulang punggung ekonomi nasional. Dari perspektif kebijakan publik, Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai sektor halal mampu meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global karena ditopang oleh basis pasar yang besar dan terintegrasi. Pandangan ini menegaskan bahwa ekonomi halal bukan hanya isu ekonomi, tetapi juga bagian dari strategi nasional untuk memperkuatposisi Indonesia dalam rantai nilai global. Integrasi antara prinsip ekonomi Islam dengan sektor riil dinilai mampu mendorong pertumbuhan yang lebih adil dan berimbang….

Read More

Ekonomi Sektor Halal: Dari Segmen Khusus ke Arus Utama Ekonomi

Oleh: Dhita Karuniawati )* Ekonomi sektor halal kini tidak lagi dipandang sebagai pasar khusus yang hanya menyasar komunitas tertentu, melainkan telah berkembang menjadi arus utama ekonomi global. Perkembangan ini ditopang oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk yang aman, berkualitas, dan sesuai standar etika, serta pertumbuhan populasi Muslim dunia yang signifikan. Dengan nilai pasar yang mencapai…

Read More

Ekonomi Sektor Halal Bertransformasi, Masuk Arus Utama Ekonomi Nasional

Jakarta – Ekonomi halal yang dulu kerap dipersepsikan sebagai pasar khusus bagi komunitas Muslim, kini bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi strategis yang masuk ke arus utama perekonomian nasional. Meningkatnya permintaan global terhadap produk dan layanan berbasis halal menjadikan sektor ini tak lagi sekadar ceruk pasar, melainkan pilar baru pertumbuhan ekonomi. Dari makanan dan minuman, kosmetik, farmasi,…

Read More

Kontribusi Ekonomi Sektor Halal Kian Menguat

Jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa sektor ekonomi halal terus menunjukkan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Penguatan ekosistem halal dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong daya saing Indonesia di pasar global sekaligus memperluas peluang usaha bagi pelaku UMKM di dalam negeri. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa sektor halal telah menjadi salah satu…

Read More

Indonesia ASRI, Langkah Baru Penanganan Sampah Nasional

Oleh: Yusufandi Idris Salim)* Indonesia, dengan dinamika sosial dan pertumbuhan yang terus melaju, beradapada momentum strategis untuk memperkuat tata kelola lingkungan yang berkelanjutan. Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 menegaskan komitmen kuatpemerintah dalam mengoptimalkan pengelolaan sampah secara terpadu dan berorientasi solusi. Pengelolaan sampah diposisikan sebagai bagian penting dariagenda pembangunan nasional yang mendukung kualitas hidup masyarakat, memperindah ruang publik, serta meningkatkan daya tarik pariwisata Indonesia. Melalui kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah, kebijakan ini diarahkanuntuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berdaya saing, sekaligusmencerminkan keseriusan negara dalam membangun Indonesia yang hijau dan berkelanjutan. Sebagai bagian dari solusi, Presiden Prabowo meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), sebuah gerakan nasional yang bertujuanmenciptakan lingkungan yang bersih, tertata, dan asri di seluruh penjuru Indonesia. Gerakan ini bukan sekadar jargon semata, tetapi merupakan aksi nyata yang harusdidukung oleh seluruh elemen masyarakat, baik di tingkat pusat, daerah, maupunsektor swasta. Dalam taklimatnya di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Presiden menyatakan bahwa program ini mengedepankankolaborasi lintas sektor, dari kementerian hingga pemerintah daerah, dengan tujuanagar seluruh lapisan masyarakat bisa terlibat aktif. Presiden Prabowo tidak hanya berbicara tentang pentingnya kebersihan, tetapi juga mengungkapkan proyeksi yang mengkhawatirkan terkait dengan kapasitas TempatPembuangan Akhir (TPA) sampah. Menurut Presiden, hampir semua TPA di Indonesia diperkirakan akan mengalami overcapacity pada tahun 2028, atau bahkanlebih cepat jika tidak ada langkah-langkah signifikan yang dilakukan segera. Oleh karena itu, Gerakan Indonesia ASRI bukan hanya sekadar inisiatif sosial, melainkanjuga suatu bentuk keharusan agar Indonesia tidak terperangkap dalam krisissampah yang kian mendesak. Dalam menghadapi persoalan ini, pemerintah tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah konvensional. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalahpembangunan 34 proyek waste to energy (PSEL) di 34 kota besar di Indonesia. Proyek ini bertujuan untuk mengubah sampah menjadi sumber energi terbarukanyang dapat dimanfaatkan, sekaligus mengurangi tumpukan sampah di TPA. Hal inisejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 yang mengatur tentangpenanganan sampah perkotaan melalui teknologi ramah lingkungan. Dengan skemaini, sampah tidak hanya dikelola, tetapi juga diubah menjadi energi yang bermanfaatbagi masyarakat. Selain itu, langkah-langkah taktis lainnya juga diperkenalkan, seperti proyek“gentengisasi” yang bertujuan untuk memperindah lingkungan permukiman. Penggunaan atap seng yang dominan di banyak kawasan permukiman dinilai tidakhanya mengurangi estetika, tetapi juga meningkatkan suhu di sekitarnya. Denganmenggantinya dengan bahan yang lebih ramah lingkungan dan estetis, Indonesia diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang tidak hanya bersih tetapi juga nyaman dan sejuk untuk ditinggali. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, turut mendukung penuh Gerakan Indonesia ASRI dengan mengingatkan seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerahuntuk konsisten dalam penanganan sampah. Menurut Menteri Hanif, pengelolaansampah merupakan tanggung jawab bersama, baik oleh pemerintah daerah, masyarakat, maupun sektor swasta. Salah satu tantangan besar yang dihadapiadalah penanganan sampah perkotaan yang terus meningkat, seperti yang terjadi di Kota Tangerang…

Read More

Gerakan Indonesia ASRI dan Harapan Baru Tata Kelola Lingkungan

Oleh : Muhammad Iqbal )* Gerakan Indonesia ASRI yang diluncurkan pemerintah menjadi penanda penting bahwa tata kelola lingkungan hidup kembali ditempatkan sebagai prioritas strategis nasional. Di tengah tantangan perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan peningkatan volume sampah, Indonesia membutuhkan pendekatan baru yang tidak hanya administratif, tetapi juga kultural dan moral. Peluncuran gerakan ini menunjukkan adanya kesadaran…

Read More

Presiden Inisiasi Gerakan Indonesia ASRI untuk Penanganan Sampah dan Penataan Lingkungan

Bogor – Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai inisiatif nasional untuk mendukung penanganan sampah dan penataan lingkungan. Gagasan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dalam arahannya, Presiden menjelaskan bahwa Gerakan Indonesia ASRI…

Read More
Presiden Siapkan Gerakan Indonesia ASRI untuk Atasi Persoalan Sampah

Presiden Siapkan Gerakan Indonesia ASRI untuk Atasi Persoalan Sampah

Jakarta — Presiden Republik Indonesia menegaskan komitmen kuat pemerintah terhadap pelestarian lingkungan melalui rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI, singkatan dari aman, sehat, resik, dan indah. Penegasan tersebut disampaikan Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026. Dalam forum tersebut, Presiden menekankan bahwa persoalan sampah nasional harus ditangani…

Read More