Kebijakan Pro-Rakyat Prabowo Dinilai Perkuat Stabilitas Ekonomi dan Perlindungan Buruh

Jakarta – Direktur Eksekutif Citra Institute sekaligus pengamat politik, Yusak Farhan, menilai Presiden Prabowo Subianto tengah mengusung pendekatan ekonomi “sosialisme kerakyatan” sebagai jalan tengah antara kapitalisme dan sosialisme. Pendekatan tersebut tercermin dari intervensi aktif negara melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), penghapusan kemiskinan ekstrem, serta kebijakan yang berpihak pada buruh. Program ini dinilai tidak hanya…

Read More

Hadapi Tekanan Global, Pemerintah Perkuat Perlindungan dan Kesejahteraan Buruh

Jakarta – Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan meningkatkan kesejahteraan buruh di tengah tekanan ekonomi global yang kian kompleks. Berbagai kebijakan strategis disiapkan untuk melindungi pekerja, terutama dari ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) serta penurunan daya beli akibat gejolak ekonomi internasional. Direktur Eksekutif Citra Institut sekaligus pengamat politik, Yusak Farhan, menilai bahwa konflik global…

Read More

Pemerintah Perkuat Perlindungan Sosial dan Kesejahteraan Buruh di Tengah Tantangan Global

Jakarta – Pemerintah terus menunjukkan komitmen dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kalangan buruh dan kelompok rentan. Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tekanan, kebijakan yang diambil dinilai sebagai langkah strategis yang berpihak pada kepentingan rakyat. Direktur Eksekutif Citra Institut, Yusak Farhan, menilai arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto mencerminkan pendekatan…

Read More
Penerima Bansos Didorong Bekerja di Koperasi Merah Putih untuk Naik Kelas

Penerima Bansos Didorong Bekerja di Koperasi Merah Putih untuk Naik Kelas

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah transformasi penerima bantuan sosial (bansos) agar semakin berdaya dan mampu meningkatkan taraf hidup melalui keterlibatan aktif dalam Koperasi Merah Putih. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi besar penguatan ekonomi berbasis masyarakat, dengan membuka ruang seluas-luasnya bagi penerima bansos untuk terlibat dalam aktivitas produktif di tingkat desa. Presiden Republik Indonesia,…

Read More

Tak Lagi Bergantung, Koperasi Merah Putih Ubah Nasib Penerima Bansos

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat strategi pengentasan kemiskinan dengan pendekatan yang lebih berkelanjutan melalui pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program ini ditargetkan mampu menyerap hingga 1,4 juta tenaga kerja, dengan melibatkan penerima bantuan sosial (bansos) sebagai motor penggerak ekonomi di tingkat desa. Langkah ini dinilai sebagai transformasi penting dari pola bantuan konsumtif menuju pemberdayaan…

Read More

Koperasi Merah Putih sebagai Jalan Graduasi dari Kemiskinan

Oleh : Adi Hertanto )* Koperasi Merah Putih hadir sebagai jawaban konkret atas tantangan struktural kemiskinan yang selama ini membelenggu sebagian masyarakat Indonesia. Dalam lanskap pembangunan nasional yang terus bergerak maju, pendekatan berbasis komunitas seperti koperasi menjadi semakin relevan karena tidak hanya menyasar aspek ekonomi semata, tetapi juga membangun kemandirian, solidaritas, dan daya tahan sosial….

Read More

Koperasi Merah Putih dan Transformasi Penerima Bansos menjadi Mandiri

Oleh: Dhita Karuniawati )* Upaya pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan tidak lagi hanya berfokus pada pemberian bantuan sosial (Bansos) semata, melainkan juga pada penciptaan kemandirian ekonomi masyarakat. Dalam konteks ini, kehadiran Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih menjadi salah satu strategi yang diharapkan mampu mentransformasi penerima Bansos menjadi pelaku ekonomi produktif. Program ini tidak hanya mengedepankan aspek perlindungan sosial, tetapi…

Read More
Angka Kepuasan Tinggi, Kinerja Pemerintahan Presiden Prabowo Dinilai Positif

Angka Kepuasan Tinggi, Kinerja Pemerintahan Presiden Prabowo Dinilai Positif

Jakarta, Pemerintahan era Presiden Prabowo Subianto menunjukkan tren kinerja yang dinilai positif oleh publik, tercermin dari meningkatnya angka kepuasan masyarakat dalam berbagai survei nasional. Sejumlah lembaga riset independen mencatat bahwa mayoritas responden memberikan penilaian baik terhadap arah kebijakan pemerintah, khususnya dalam menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan perlindungan sosial. Tingginya tingkat kepuasan ini…

Read More
Survei Ungkap Tingkat Kepuasan Tinggi terhadap Pemerintahan Prabowo

Survei Ungkap Tingkat Kepuasan Tinggi terhadap Pemerintahan Prabowo

Jakarta – Berdasarkan hasil survei terbaru yang dirilis oleh lembaga survei Poltracking Indonesia mengungkap tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo mencapai angka 74,1 persen. Hasil ini menunjukkan mayoritas masyarakat memberikan penilaian positif terhadap kinerja pemerintah dalam menjalankan berbagai program dan kebijakan menjelang satu setengah tahun pemerintahan. Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amwari, mengatakan tingkat kepuasan…

Read More

Kepuasan Publik atas Kinerja Prabowo Gibran Tercatat Tinggi

Oleh: Bagas Mahardika Putra Di tengah dinamika global yang terus berubah, publik diajak untuk melihat secara jernihbagaimana kinerja pemerintahan saat ini benar-benar dirasakan manfaatnya dalam kehidupansehari-hari, terutama ketika berbagai capaian selama setahun terakhir mulai menunjukkandampak nyata bagi masyarakat luas. Dalam lanskap politik dan ekonomi yang tidak selalu stabil, hasil survei yang dirilis olehPoltracking Indonesia pada awal Maret 2026 menjadi salah satu indikator penting yang mencerminkan persepsi masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, di mana tingkat kepercayaan publik tercatat mencapai angka 75,1 persen. Capaian ini tidak berdiri sendiri, sebab dalam periode hampir satu setengah tahunpemerintahan, tingkat kepuasan terhadap kinerja presiden berada di angka 74,9 persen, sementara kepuasan terhadap jalannya pemerintahan secara keseluruhan mencapai 74,1 persen, sebuah angka yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan tantangan global yang dihadapi saat ini. Masduri Amrawi sebagai Peneliti Utama dari Poltracking Indonesia menilai bahwa tingginyatingkat kepuasan ini menunjukkan adanya kepercayaan publik yang relatif stabil, bahkan di tengah tekanan geopolitik dunia yang kian kompleks dan berpotensi memengaruhi kondisidomestik. Dalam penjelasannya, Masduri Amrawi menekankan bahwa faktor utama yang mendorongkepuasan masyarakat tidak terlepas dari implementasi program-program prioritas pemerintahyang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, sehingga keberhasilan selama setahunterakhir tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga dirasakan secara konkret. Salah satu program yang menjadi perhatian utama adalah Makan Bergizi Gratis atau MBG, yang dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusiasejak dini, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerintah berupaya menjawab kebutuhan dasarmasyarakat secara sistematis dan terukur. Data menunjukkan bahwa dari total responden yang menyatakan puas, sekitar 23 persenmengaitkan kepuasan mereka dengan keberhasilan program MBG, sementara 13,8 persenlainnya menilai bantuan pemerintah yang tepat sasaran sebagai faktor penting, dan 10,2 persen menyebut gaya kepemimpinan yang tegas dan berwibawa sebagai alasan utama. Selain itu, dalam konteks sosial, pemerintahan saat ini juga dinilai berhasil menjaga stabilitasyang menjadi fondasi penting dalam pembangunan nasional, di mana 77,8 persen masyarakatmenilai pemerintah mampu menjaga kerukunan antarumat beragama, sebuah capaian yang sangat krusial di negara dengan tingkat keberagaman tinggi. Tidak hanya itu, aspek keamanan nasional juga mendapatkan penilaian positif, dengan 69,9 persen responden menyatakan bahwa kondisi keamanan tetap terjaga dengan baik, sementara69,4 persen lainnya melihat adanya keberhasilan dalam menjaga persatuan dan kesatuanbangsa di tengah berbagai potensi perpecahan. Keberhasilan-keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa selama setahun terakhir, pemerintahtidak hanya fokus pada pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga memberikan perhatianbesar pada stabilitas sosial dan harmoni masyarakat sebagai pilar utama keberlanjutanpembangunan. Dalam hal implementasi program, MBG kembali menjadi sorotan karena tingkatpengenalannya yang sangat tinggi di masyarakat, dengan 88 persen publik mengakumengetahui program tersebut, menandakan bahwa sosialisasi kebijakan berjalan cukupefektif. Meski demikian, evaluasi tetap menjadi bagian penting dalam melihat kinerja pemerintahsecara objektif, di mana 55 persen masyarakat menyatakan puas terhadap pelaksanaanprogram MBG, sementara 35,8 persen lainnya masih menyatakan ketidakpuasan, yang dapatmenjadi catatan penting bagi pemerintah untuk melakukan perbaikan ke depan. Yoki Alvetro sebagai peneliti dari Poltracking Indonesia menjelaskan bahwa survei inidilakukan dengan metode multistage random sampling terhadap 1.220 responden, denganmargin of error sebesar kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka pada periode 2 hingga 8 Maret 2026, serta dilakukan verifikasi ulang terhadap 20 persen sampel untuk memastikanvaliditas data, sementara seluruh input data yang masuk ke pusat data telah melalui proses pengecekan kualitas tanpa ditemukan kesalahan yang signifikan. Di sisi lain, hasil survei dari Lembaga Survei Indonesia juga memperkuat gambaran bahwakondisi demokrasi di Indonesia masih berada pada jalur yang semestinya, dengan 73,9 persenresponden menilai sistem politik nasional tetap berjalan dalam koridor demokrasi. Djayadi Hanan sebagai Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia melihat bahwalegitimasi demokrasi tetap kuat di mata publik, terutama karena mekanisme pemilu yang berjalan serta kebebasan berpendapat yang masih terjaga. Hal ini menunjukkan bahwa selain keberhasilan dalam aspek program dan kebijakan, pemerintah juga dinilai mampu menjaga fondasi demokrasi sebagai sistem yang menjaminpartisipasi masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jika ditarik lebih jauh, capaian-capaian selama setahun terakhir mencerminkan bahwa arahkebijakan pemerintah relatif konsisten dalam menjawab tantangan domestik maupun global, baik melalui program sosial, stabilitas keamanan, hingga penguatan demokrasi. Meski demikian, tingginya tingkat kepuasan publik bukan berarti tanpa tantangan, karenaharapan masyarakat yang terus meningkat menuntut pemerintah untuk bekerja lebih adaptif, inovatif, dan responsif terhadap berbagai persoalan yang berkembang. Pada akhirnya, tingkat kepuasan publik yang tinggi ini dapat dipandang sebagai bentukapresiasi sekaligus pengingat bahwa kepercayaan masyarakat harus terus dijaga melaluikinerja yang nyata, transparan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Masyarakat perlu terus berperan aktif dalam mengawal jalannya pemerintahan, karenakeberhasilan pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapijuga membutuhkan partisipasi dan kritik konstruktif dari seluruh elemen bangsa demi terciptanya Indonesia yang lebih maju dan sejahtera. *) Analis Politik dan Pembangunan Nasional

Read More