Pemerintah Gandeng PTN Bangun Ekosistem Sekolah Garuda

JAKARTA – Pemerintah memperkuat ekosistem pendidikan unggulan melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) dalam pengembangan Program Sekolah Garuda Transformasi. Sinergi ini ditujukan untuk mencetak sumber daya manusia berdaya saing global sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa keterlibatan PTN merupakan fondasi penting dalam membangun sistem pendidikan yang unggul dan berkelanjutan. Saat membuka Orientasi Program SMA Unggul Garuda Transformasi dan Pembekalan Batch 1 Awardee Beasiswa Garuda Tahun 2026 di Jakarta, Brian mengapresiasi kontribusi sejumlah perguruan tinggi, seperti Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan PTN lainnya yang mendampingi Sekolah Garuda di berbagai daerah.

Brian berharap pendampingan tersebut mampu membentuk karakter sekaligus meningkatkan kualitas peserta didik. Ia juga mendorong agar praktik-praktik terbaik yang lahir dari Program Sekolah Garuda dapat direplikasi di sekolah lain sehingga manfaat transformasi pendidikan dapat dirasakan lebih luas.

Komitmen tersebut diperkuat melalui penandatanganan kontrak pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Sekolah Garuda antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan Universitas Padjadjaran. Dalam penugasan itu, Unpad dipercaya mendampingi 42 Sekolah Garuda di seluruh Indonesia, khususnya dalam meningkatkan kapasitas penyusunan dokumen aplikasi menuju perguruan tinggi terbaik dunia.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Padjadjaran, Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, menyatakan Unpad siap mengerahkan seluruh sumber daya terbaik untuk mendukung keberhasilan Program Sekolah Garuda. Menurutnya, program tersebut menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi yang cerdas, tangguh, berkarakter, dan memiliki daya saing global sebagai calon pemimpin Indonesia.

Hingga 2026, pemerintah telah menetapkan 42 Sekolah Garuda Transformasi dan menargetkan jumlahnya bertambah menjadi 80 sekolah pada 2029. Selain itu, empat SMA Unggul Garuda baru siap beroperasi di Belitung Timur, Bulungan, Konawe Selatan, dan Timor Tengah Selatan dengan kapasitas awal 301 siswa.

Keberlanjutan program juga dipastikan melalui skema dana abadi yang disiapkan pemerintah. Wakil Mendiktisaintek Stella Christie menyatakan dana tersebut akan mulai dimanfaatkan setelah 2029 untuk menjamin operasional Program Sekolah Garuda secara berkelanjutan sebagai investasi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul Indonesia.

(*/rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *