Oleh: Nurmala Parameswari Putri (* Sinergi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga stabilitas selama Ramadan menunjukkan soliditas dan profesionalisme aparat negara. Kolaborasi yang terencana dan terpadu inimemastikan seluruh rangkaian ibadah, aktivitas sosial, serta dinamika ekonomimasyarakat dapat berlangsung dengan aman dan tertib. Kehadiran TNI–Polri di berbagai titik strategis menjadi wujud nyata komitmen negara dalam memberikanrasa nyaman kepada masyarakat selama bulan suci. Pemerintah menempatkan stabilitas nasional sebagai prioritas utama, terlebihmenjelang momen keagamaan yang melibatkan jutaan orang. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa TNI dan Polri tetap menjaditulang punggung pengamanan nasional, termasuk dalam menyambut bulan suciRamadan dan Hari Raya Idul Fitri. Ia menjelaskan bahwa koordinasi lintaskementerian dan lembaga terus dilakukan secara intensif, meskipun tidak selaludisampaikan secara khusus dalam forum resmi. Dalam setiap koordinasi tersebut, TNI dan Polri selalu dilibatkan guna memastikanstabilitas serta kelancaran berbagai aspek pelayanan publik bagi masyarakat luas. Kehadiran kedua institusi ini, menurut Mensesneg, menjadi faktor krusial dalammenjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat, terutama dalam pengaturan lalulintas selama momentum penting seperti Ramadan dan Idul Fitri. Hal inimenunjukkan bahwa keamanan bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga menyangkut kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Di sisi lain, aspek stabilitas harga kebutuhan pokok juga menjadi perhatian serius. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahwa upaya mengawalstabilitas harga bahan pokok penting (bapokting) menjadi salah satu fokus dalamRapat Pimpinan Polri 2026. Menurutnya, pembahasan ini penting sebagai persiapanmemasuki Ramadan yang diperkirakan berlangsung pada pertengahan Februari2026. Kapolri menegaskan bahwa Polri berkomitmen penuh menjaga stabilitas hargakebutuhan pokok selama Ramadan melalui langkah-langkah proaktif dan terkoordinasi. Melalui sinergi dengan kementerian terkait, pemerintah daerah, sertapelaku usaha, Polri turut memastikan distribusi dan ketersediaan bahan pokokberjalan lancar sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang. Upaya menjaga stabilitas tidak hanya dilakukan dalam bentuk pengamanan ataupengawasan harga. Di berbagai daerah, sinergi TNI–Polri juga diwujudkan dalamkegiatan sosial yang langsung menyentuh masyarakat. Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol. Asep Safrudin menyampaikan bahwa kegiatan bakti kebersihan di wilayahnya merupakan tindak lanjut atas instruksi Presiden kepada jajaran TNI–Polridan pemerintah daerah untuk menjaga kebersihan, khususnya di kawasan wisata. Menurut Kapolda Kepulauan Riau, Provinsi Kepri khususnya Kota Batam memilikiposisi strategis sebagai salah satu destinasi wisata unggulan nasional. Karena itu, kebersihan dan keindahan lingkungan terus dijaga secara konsisten sebagai bagiandari komitmen bersama dalam memperkuat daya tarik daerah. Kegiatan baktikebersihan yang melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadisimbol nyata kolaborasi lintas sektor dalam menghadirkan lingkungan yang bersihdan nyaman, terutama menjelang Ramadan. Kapolda Kepri menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secaraberkelanjutan di berbagai titik strategis. Selain memperkuat budaya hidup bersih dan sehat, inisiatif ini mencerminkan tanggung jawab sosial aparat sekaligus mempereratkedekatan dengan masyarakat. Upaya tersebut menjadi fondasi penting dalammenciptakan suasana wilayah yang tertata, harmonis, dan kondusif selama bulansuci. Momentum menjelang Ramadan dimanfaatkan untuk mempererat ukhuwah dan kebersamaan antar personel. Dengan komunikasi yang baik dan hubungan yang solid, potensi kesalahpahaman dapat diminimalkan, sementara efektivitaspengamanan dapat ditingkatkan. Nilai-nilai kebersamaan inilah yang menjadi fondasipenting dalam menjalankan tugas selama Ramadan. Dari berbagai langkah tersebut, terlihat jelas bahwa stabilitas Ramadan tidak hanyabergantung pada satu institusi, melainkan hasil kerja sama lintas sektor. Pemerintahsebagai pembuat kebijakan, TNI dan Polri sebagai pelaksana pengamanan, sertamasyarakat sebagai elemen utama kehidupan sosial, harus berjalan seiring. Ramadan bukan sekadar perayaan spiritual, tetapi juga momentum sosial-ekonomiyang membutuhkan kesiapan sistem keamanan, logistik, dan pelayanan publik. Tanpa stabilitas, aktivitas ibadah, perdagangan, dan mobilitas masyarakat dapatterganggu. Karena itu, sinergi TNI–Polri bukan hanya penting, melainkan menjadikebutuhan strategis dalam menjaga ketertiban nasional. Pada akhirnya, stabilitas Ramadan adalah tanggung jawab bersama. Masyarakat perlu mendukung langkah-langkah pemerintah serta kerja keras TNI dan Polri dalammenjaga keamanan, ketertiban,…