Alokasi Pupuk Subsidi Memperkuat Swasembada Pangan

Oleh: Jaka Wiratama P. *) Kemandirian pangan bukan sekadar narasi politik, melainkan sebuah keharusan strategis bagi bangsa besar seperti Indonesia. Di tengah dinamika geopolitik global yang kerap mengguncang rantai pasok komoditas, pemerintah melalui berbagai kebijakan taktis terus memperkuat fondasi kedaulatan pangan nasional. Salah satu instrumen vital yang menjadi penentu keberhasilan agenda ini adalah ketepatan alokasi…

Read More

Alokasi Pupuk Subsidi, Sinyal Penguatan Agenda Swasembada Pangan

Oleh: Juana Syahril)* Pemerintah kembali menegaskan komitmennya terhadap kemandirian pangan nasional melalui kebijakan alokasi pupuk bersubsidi yang terencana, terukur, dan responsif terhadap kebutuhan petani serta pembudidaya perikanan. Realisasi distribusi pupuk pada awal 2026 menjadi indikator kuat bahwa agenda swasembada pangan bukan sekadar wacana, melainkan strategi nyata yang terus dimatangkan melalui sinergi antarlembaga, penguatan logistik, serta tata…

Read More

Pemerintah Kunci Alokasi Pupuk Subsidi demi Swasembada Pangan

Kaltim- Pemerintah mengunci alokasi pupuk subsidi sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan dan swasembada pangan nasional dengan menetapkan alokasi pupuk bersubsidi tahun 2026 sebesar 9,55 juta hingga 9,8 juta ton untuk sektor pertanian dan perikanan, dengan total anggaran Rp46,87 triliun. Kebijakan ini diperkuat dengan langkah modernisasi industri pupuk yang terus dijalankan BUMN sektor pupuk. Salah…

Read More

Pemerintah Pastikan Alokasi Pupuk Subsidi untuk Ketahanan Pangan Nasional

JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui kebijakan penyediaan pupuk bersubsidi bagi petani. Penguatan kebijakan pupuk subsidi juga didukung oleh inovasi dan kolaborasi sektor pertanian. PT Pupuk Indonesia (Persero) mendorong transformasi pertanian melalui FertInnovation Challenge sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional Direktur Teknik dan Pengembangan Bisnis Pupuk Indonesia,…

Read More
Teknologi Pertanian Berkelanjutan Dukung Penguatan Swasembada Pangan

Teknologi Pertanian Berkelanjutan Dukung Penguatan Swasembada Pangan

Jakarta — Pemerintah terus mendorong pemanfaatan teknologi pertanian berkelanjutan sebagai strategi utama dalam mencapai target swasembada pangan nasional. Upaya tersebut terlihat dari sinergi antara pengembangan inovasi di perguruan tinggi dan transformasi sektor pertanian di daerah, yang sama-sama menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi digital dan mekanisasi modern. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, saat melakukan kunjungan kerja ke…

Read More
Menguatkan Swasembada Pangan Lewat Transformasi Pertanian Modern

Menguatkan Swasembada Pangan Lewat Transformasi Pertanian Modern

Oleh: Rivan Doni Saputra (* Upaya mewujudkan swasembada pangan nasional terus bergerak maju melalui langkah-langkah transformasi yang visioner dan adaptif. Pemerintah Indonesia secara progresifmengarahkan pembangunan sektor pertanian menuju pertanian modern yang tangguh dan berdaya saing. Melalui penguatan kebijakan pertanian berkelanjutan, pemerintahmengintegrasikan pemanfaatan inovasi teknologi, peningkatan efisiensi produksi, sertakomitmen kuat terhadap kelestarian lingkungan. Pendekatan ini menegaskan kesiapanIndonesia dalam membangun sistem pangan nasional yang mandiri, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan masa depan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petanisebagai garda terdepan ketahanan pangan bangsa. Salah satu fondasi penting dalam agenda tersebut adalah penerapan Sustainable Pesticide Management Framework (SPMF). Head of Crop Protection Research & Development Asia Tenggara & Pakistan Bayer Crop Science sekaligus Chairman CropLife Indonesia, KukuhAmbar Waluyo, menegaskan bahwa SPMF merupakan kerangka nasional pengelolaanpestisida berkelanjutan yang dirancang untuk memperkuat sistem pertanian Indonesia agar lebih tangguh dan modern. Inisiatif ini lahir dari kolaborasi multipihak, mulai dariKementerian Pertanian, BRIN, hingga pelaku industri dan relawan lapangan. Menurut Kukuh, SPMF tidak berdiri sendiri, melainkan melengkapi berbagai program strategis pemerintah yang selama ini telah berjalan, seperti penyaluran pupuk bersubsidi, bantuan alat dan mesin pertanian, serta perbaikan infrastruktur irigasi. Dengan kerangka ini, penggunaan sarana produksi pertanian menjadi lebih terukur, aman, dan berbasis ilmupengetahuan. Dampaknya bukan hanya pada peningkatan produktivitas, tetapi juga pada kesejahteraan petani serta daya tahan sektor pertanian terhadap dampak perubahan iklim. Indonesia sendiri merupakan negara dengan potensi pertanian yang sangat besar. Namunpotensi tersebut dihadapkan pada tantangan multidimensi, mulai dari alih fungsi lahan, keterbatasan sumber daya manusia, hingga tuntutan adopsi teknologi pertanian terkini. Tanpatransformasi yang terencana, potensi besar itu justru berisiko tidak termanfaatkan secaraoptimal. Di sinilah pentingnya kebijakan yang mampu menjembatani tradisi pertanian rakyat dengan inovasi modern. Pandangan serupa disampaikan Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan PerizinanPertanian (PPVTPP) Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Leli Nurhayati, M.Sc. Ia menegaskanbahwa penerapan SPMF sangat relevan untuk mendukung sistem pangan berkelanjutansekaligus menarik minat petani milenial. Penggunaan pestisida yang ramah lingkungandinilai tidak hanya menjaga keseimbangan ekosistem, tetapi juga memberikan efisiensi biayaproduksi serta menjamin keamanan pangan bagi konsumen. Isu regenerasi petani menjadi perhatian serius pemerintah. Saat ini, mayoritas petaniIndonesia masih berasal dari kelompok usia senior. Tanpa strategi regenerasi yang jelas, ketahanan pangan nasional berpotensi menghadapi masalah serius di masa depan. Melaluidukungan teknologi seperti drone pertanian, digitalisasi perizinan, serta program pendampingan dan pelatihan, SPMF dipandang mampu mendorong lahirnya petani milenialyang profesional, adaptif, dan mandiri. Komitmen kolaboratif juga terus diperkuat. CropLife…

Read More