Tekanan Global Direspons dengan Penguatan Swasembada Pangan

Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan bahwa ketahanan pangan nasional tetap terjaga meskipun dunia menghadapi tekanan geopolitik, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi mengganggu jalur distribusi global seperti Selat Hormuz. Dalam merespons situasi tersebut, pemerintah memperkuat langkah-langkah strategis guna mendorong swasembada pangan dan menjamin ketersediaan bahan pangan bagi seluruh masyarakat. “Sekarang…

Read More

Mudik Lebaran Terkelola Baik, Minim Hambatan danKendala

Oleh: Aulia Putri Maharani )* Arus mudik Lebaran 2026 menunjukkan pengelolaan yang semakin baikdengan tingkat hambatan yang relatif minim di berbagai titik utamaperjalanan. Pemerintah berhasil menghadirkan sistem pengendalian yang terintegrasi sehingga mobilitas masyarakat dapat berlangsung denganaman dan lancar. Pemerintah melalui koordinasi lintas kementerian dan lembagamemastikan seluruh aspek transportasi berada dalam kendali. Sinergiantara Kementerian Perhubungan, Kepolisian Republik Indonesia, sertaoperator transportasi menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitasarus mudik. Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho,menyampaikan optimisme terhadap kelancaran arus mudik yang didukungrekayasa lalu lintas terpadu di jalur Trans Jawa. Irjen Pol. AgusSuryonugroho menilai kebijakan tersebut mampu mengurai potensikepadatan sejak awal melalui pengaturan arus kendaraan yang lebihsistematis. Korlantas Polri melakukan pemantauan langsung melalui Command Center KM 29 Tol Jakarta-Cikampek untuk memastikan kondisi lalu lintastetap terkendali. Pemantauan berbasis teknologi tersebut memberikangambaran real time sehingga langkah antisipatif dapat segera dilakukan. Irjen Pol. Agus Suryonugroho memandang Operasi Ketupat 2026 tidakhanya berfokus pada lalu lintas, tetapi juga menjamin keamananmasyarakat secara menyeluruh. Pendekatan tersebut mencakuppemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligusmemastikan keselamatan dan kelancaran lalu lintas. Korlantas Polri memperkuat sinergi dengan berbagai pemangkukepentingan guna menjaga stabilitas selama periode mudik. Kolaborasilintas sektor dinilai menjadi kunci dalam menciptakan kondisi perjalananyang aman dan terkendali. Rekayasa lalu lintas berupa one way sepenggal tahap pertama diterapkanberdasarkan arahan pimpinan Polri dan Kementerian Perhubungan. Kebijakan tersebut disusun melalui koordinasi intensif dengan berbagaipihak, termasuk operator jalan tol. Penerapan one way sepenggal dari KM 70 hingga KM 263 jalur Trans Jawa dinilai efektif dalam mengurai kepadatan kendaraan. Distribusi aruskendaraan menjadi lebih merata sehingga perjalanan masyarakat menujuwilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur dapat berlangsung lebih lancar. Kebijakan Work From Anywhere dan pengaturan melalui Surat KeputusanBersama turut berperan dalam mengendalikan pergerakan masyarakat. Kebijakan tersebut membantu mengurangi penumpukan kendaraan padawaktu-waktu tertentu. Kedisiplinan pengguna jalan dan kesiapan petugas di lapangan menjadifaktor penting dalam mendukung efektivitas kebijakan tersebut. Kombinasiantara regulasi yang tepat dan kepatuhan masyarakat menciptakankondisi lalu lintas yang lebih tertib. Korlantas Polri juga memastikan kehadiran pos pelayanan, pospengamanan, dan pos terpadu di berbagai titik strategis. Keberadaanfasilitas tersebut memberikan perlindungan sekaligus pelayanan langsungkepada masyarakat selama perjalanan mudik. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, melakukan pemantauanlangsung di Pelabuhan Merak pada puncak arus mudik untuk memastikankelancaran pergerakan masyarakat. Menteri Perhubungan DudyPurwagandhi mencatat bahwa arus kendaraan menuju pelabuhanberlangsung kondusif tanpa gangguan berarti. Kementerian Perhubungan menilai kelancaran tersebut merupakan hasildari koordinasi intensif antara pemerintah pusat, aparat kepolisian, daninstansi daerah. Koordinasi yang solid memastikan setiap potensihambatan dapat diantisipasi dengan baik. Kementerian Perhubungan memastikan kesiapan armada kapal dalamjumlah optimal guna melayani lonjakan penumpang. Ketersediaandermaga yang memadai membantu menjaga proses penyeberangan tetaplancar. Antrean kendaraan di area pelabuhan tetap berada dalam batas normal karena pengaturan yang berjalan efektif. Kondisi antrean lebih bersifatproses operasional dibandingkan kemacetan yang menghambatpergerakan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi juga menekankan pentingnyakepatuhan masyarakat terhadap arahan petugas di lapangan. Kepatuhantersebut menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan dankelancaran perjalanan. Di sisi lain, Direktur Jenderal Perhubungan Darat KementerianPerhubungan, Aan Suhanan, memastikan bahwa kepadatan di jalurpenyeberangan Ketapang–Gilimanuk telah berhasil diurai. Aan Suhananmencatat bahwa antrean kendaraan menuju pelabuhan telah hilang danarus lalu lintas kembali normal. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melakukan pengaturan kendaraansecara bertahap melalui zona penyangga untuk menjaga stabilitas arus. Pengaturan tersebut memungkinkan kendaraan masuk ke pelabuhansecara terkontrol. Strategi operasional berupa pola tiba bongkar berangkat diterapkan untukmempercepat penguraian antrean kendaraan. Penerapan pola tersebutmemungkinkan kapal fokus pada proses bongkar muatan sehinggasirkulasi menjadi lebih cepat. Sebagian besar armada kapal di lintasan Ketapang–Gilimanukmenerapkan pola tersebut guna meningkatkan efisiensi layanan. Langkahini terbukti efektif dalam mengurangi penumpukan kendaraan di sisipelabuhan. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat memastikan seluruh kendaraandapat terangkut sebelum penutupan sementara penyeberangan dalamrangka Hari Suci Nyepi. Pengaturan tersebut dilakukan dengan tetapmemperhatikan kebutuhan masyarakat. PT ASDP Indonesia Ferry mendukung kebijakan pemerintah denganmenyesuaikan jadwal operasional secara terencana. Penyesuaiantersebut menjaga keseimbangan antara kelancaran transportasi danpenghormatan terhadap pelaksanaan Nyepi. Seluruh upaya yang dilakukan pemerintah menunjukkan pengelolaanmudik yang semakin matang dan terukur. Kebijakan yang diterapkan tidakhanya berorientasi pada kelancaran, tetapi juga pada keselamatan dankenyamanan masyarakat. Arus mudik Lebaran 2026 yang minim hambatan menjadi bukti nyatakeberhasilan pemerintah dalam mengelola mobilitas masyarakat. Keberhasilan ini mencerminkan komitmen kuat dalam menghadirkanpelayanan publik yang berkualitas dan responsif. Pemerintah menunjukkan bahwa perencanaan yang matang, koordinasiyang solid, dan respons cepat terhadap dinamika lapangan mampumenciptakan perjalanan mudik yang aman dan terkendali. Keberhasilantersebut sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kinerjapemerintah dalam mengelola momentum nasional berskala besar. *) Pengamat Kebijakan Transportasi Nasional

Read More

Arus Mudik Lancar, Wujud Pelayanan Publik yang Optimal

Oleh: Fajar Nugraha Mahendra )* Arus mudik Lebaran 2026 berlangsung lancar sebagai hasil dari kesiapan pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang optimal. Pemerintah menunjukkan kinerja terukur melalui kebijakan strategis dan penguatan koordinasi lintas sektor yang mampu menjaga mobilitas masyarakat tetap terkendali. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan, Kepolisian Republik Indonesia, dan berbagai instansi terkait membangun sistem pengelolaan mudik yang…

Read More

Mudik Terkendali, Pemerintah Tunjukkan Kinerja Nyata

Jakarta – Pelaksanaan mudik Lebaran 2026 menunjukkan kinerja nyata pemerintah dalam menghadirkan perjalanan yang lebih tertib, aman, dan terorganisir. Salah satu indikatornya terlihat dari keberhasilan Program Mudik Gratis BUMN 2026 yang resmi dilepas melalui prosesi flag off dan mendapat respons tinggi dari masyarakat. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menegaskan bahwa…

Read More

Mudik Lebaran 2026 Berjalan Efisien dan Terorganisir

Jakarta – Pemerintah memastikan pelaksanaan mudik Lebaran 2026 berjalan secara efisien dan terorganisir melalui berbagai langkah antisipatif yang telah disiapkan sejak jauh hari. Upaya ini dilakukan untuk menjamin kelancaran mobilitas masyarakat di tengah peningkatan aktivitas selama akhir Ramadan. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa pemerintah telah bekerja keras dalam mengantisipasi berbagai potensi kendala agar…

Read More

Libur Lebaran, Pemberantasan Korupsi Tetap Jalan

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan akan tetap menjalankan tugas penindakan terhadap tindak pidana korupsi menjelang Lebaran 2026. Di tengah suasana Ramadan dan persiapan mudik yang identik dengan kelonggaran aktivitas, KPK justru menunjukkan sikap tegas bahwa pemberantasan korupsi tidak mengenal waktu libur. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menegaskan bahwa operasi tangkap…

Read More

Pemerintah Tegaskan Pengawasan Korupsi Kepala Daerah Tak Berhenti saat Lebaran

Jakarta – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan terhadap potensi praktik korupsi di lingkungan kepala daerah, termasuk selama periode libur Hari Raya Idulfitri 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga integritas penyelenggaraan pemerintahan daerah serta memastikan pelayanan publik tetap berjalan bersih dan transparan. Penegasan ini sejalan dengan langkah aktif aparat penegak hukum,…

Read More

Pesan Tegas: Perang Korupsi Tidak Mengenal Kalender 

Oleh : Abdul Razak)* Komitmen pemberantasan korupsi kembali ditegaskan sebagai agenda utama dalamtata kelola pemerintahan nasional. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menempatkan isu integritas sebagai fondasi penting dalam membangun negara yang kuat dan berdaulat. Dalam arah kebijakan yang dijalankan, korupsi dipandangsebagai ancaman serius terhadap kualitas pembangunan karena berpotensimerusak kepercayaan publik, menghambat efektivitas program pemerintah, sertamelemahkan daya saing nasional. Oleh karena itu, penguatan sistem pemerintahanyang bersih dan transparan terus menjadi prioritas dalam setiap lini kebijakan. Pendekatan pemberantasan korupsi dilakukan secara menyeluruh melalui kombinasistrategi pencegahan dan penindakan yang berjalan beriringan. Pemerintahmenegaskan bahwa upaya ini tidak bersifat sementara, melainkan harusdilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan. Integritas aparatur negara menjadi salah satu titik fokus utama, dengan penekanan pada profesionalisme, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap aturan. Dengan sistem yang semakinterintegrasi dan berbasis tata kelola yang baik, ruang bagi praktik penyimpangandapat ditekan secara signifikan. Peran lembaga penegak hukum juga menjadi elemen penting dalam memastikanefektivitas pemberantasan korupsi. Komisi Pemberantasan Korupsi di bawahkepemimpinan Ketua KPK, Setyo Budiyanto, terus memperkuat fungsi pencegahandan penindakan secara simultan. Pengawasan terhadap potensi pelanggaran tetapdijalankan secara optimal dalam berbagai situasi, termasuk pada periode denganaktivitas sosial dan ekonomi yang meningkat seperti menjelang hari besarkeagamaan. Hal ini menunjukkan bahwa komitmen menjaga integritas tidak dibatasioleh waktu, melainkan menjadi bagian dari sistem yang terus berjalan. Momentum Lebaran yang identik dengan tradisi berbagi dan silaturahmi juga menjadi perhatian dalam konteks pencegahan gratifikasi. Pemerintah melaluiberbagai lembaga terus mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam interaksisosial, khususnya bagi aparatur negara. Pemberian hadiah yang berpotensimenimbulkan konflik kepentingan perlu diantisipasi melalui pemahaman yang tepatserta kepatuhan terhadap regulasi. Dalam hal ini, mekanisme pelaporan gratifikasikepada KPK menjadi instrumen penting untuk memastikan transparansi sertamencegah potensi penyalahgunaan jabatan. Di tingkat daerah, langkah konkret dalam memperkuat integritas juga terusdilakukan. Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, mendorong peningkatankesadaran aparatur melalui kegiatan sosialisasi pencegahan korupsi dan pengendalian gratifikasi. Edukasi yang diberikan tidak hanya bersifat normatif, tetapijuga mencakup aspek teknis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Hal ini bertujuanuntuk memastikan bahwa setiap aparatur memahami batasan yang jelas dalammenjalankan kewenangannya, sehingga potensi pelanggaran dapat diminimalkansejak awal. Selain itu, penguatan sistem pengawasan internal di berbagai instansi pemerintahjuga menjadi langkah strategis yang terus dikembangkan. Mekanisme audit, pelaporan, serta pemantauan penggunaan anggaran dilakukan secara berlapis dan berbasis teknologi. Dengan sistem yang semakin transparan dan akuntabel, setiapproses pengelolaan keuangan negara dapat diawasi secara lebih efektif. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas tata kelola, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah. Komitmen pemberantasan korupsi juga tercermin di sektor korporasi, khususnyapada badan usaha milik negara. PT TASPEN melalui Corporate Secretary, Henra, menegaskan penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik sebagai bagiandari upaya membangun budaya integritas. Kebijakan penolakan gratifikasi, penerapan sistem manajemen anti-penyuapan, serta pelaksanaan program kepatuhan menjadi instrumen penting dalam menjaga profesionalitas dan mencegahkonflik kepentingan di lingkungan perusahaan. Partisipasi masyarakat memiliki peran strategis dalam memperkuat upayapemberantasan korupsi sebagai bagian dari sistem pengawasan yang inklusif. Melalui mekanisme pelaporan yang aman dan transparan yang difasilitasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, publik didorong untuk terlibat aktif dalammengawasi potensi pelanggaran di berbagai sektor. Kesadaran kolektif bahwakorupsi merugikan seluruh lapisan masyarakat menjadi landasan penting dalammembangun budaya integritas. Sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, sektor swasta, dan masyarakat menciptakan ekosistem pengawasan yang komprehensif, sehingga setiap potensi penyimpangan dapat diantisipasi secara lebihefektif dan berkelanjutan. Penguatan peran masyarakat juga didukung oleh peningkatan literasi antikorupsiyang terus digalakkan melalui berbagai program edukasi publik. Sosialisasimengenai bahaya korupsi, pemahaman tentang gratifikasi, serta pentingnyamenjaga etika dalam kehidupan sehari-hari menjadi bagian dari upaya membangunkesadaran sejak dini. Dengan pemahaman yang semakin baik, masyarakat tidakhanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mendorong terciptanya lingkungan yang bersih dan berintegritas. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital turut memperkuat efektivitas partisipasipublik dalam pengawasan. Berbagai kanal pengaduan berbasis daring memberikankemudahan akses bagi masyarakat untuk melaporkan dugaan pelanggaran secaracepat dan aman. Sistem ini juga memungkinkan proses tindak lanjut dilakukansecara lebih transparan dan akuntabel, sehingga kepercayaan publik terhadapmekanisme penegakan hukum semakin meningkat. Pada akhirnya, pemberantasan korupsi merupakan tanggung jawab bersamaseluruh elemen bangsa. Dengan komitmen yang kuat dari pimpinan negara, termasuk Prabowo Subianto, dukungan sistem yang semakin baik, serta partisipasiaktif masyarakat, upaya membangun pemerintahan yang bersih dan transparandapat terus diperkuat. Integritas yang dijaga secara konsisten akan menjadi fondasiutama dalam mendorong pembangunan nasional yang berkelanjutan, sekaligusmemastikan kepercayaan publik tetap terpelihara demi masa depan Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing. )* Analis Kebijakan

Read More

Operasi Antikorupsi Tetap Jalan saat Lebaran

Oleh : Ricky Rinaldi* Momentum Lebaran identik dengan suasana kebersamaan, silaturahmi, dan meningkatnya aktivitas sosial di berbagai lapisan masyarakat. Di tengah suasanatersebut, roda pemerintahan tetap berjalan dengan baik, termasuk upaya penegakanhukum dalam pemberantasan korupsi. Negara menegaskan bahwa komitmenterhadap integritas berlangsung secara konsisten dalam setiap momentum, seiringdengan upaya menjaga tata kelola pemerintahan yang semakin transparan dan akuntabel. Korupsi dipandang sebagai tantangan yang terus dihadapi dalam memperkuatkualitas tata kelola pemerintahan. Oleh karena itu, langkah-langkah pemberantasanterus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Pendekatan yang terintegrasiantara pencegahan dan penindakan menjadi bagian penting dalam memastikanpengelolaan keuangan negara berjalan optimal serta mendukung percepatanpembangunan yang berkelanjutan. Presiden RI Prabowo Subianto menempatkan penguatan integritas aparatur dan transparansi pengelolaan anggaran sebagai prioritas dalam agenda pembangunannasional. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai kebijakan yang mendorongpeningkatan akuntabilitas, profesionalisme birokrasi, serta penguatan sistempengawasan yang semakin modern dan responsif. Dalam konteks Lebaran, meningkatnya aktivitas ekonomi dan pelayanan publikjustru menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan secara optimal. Penyaluran program sosial, layanan transportasi, serta berbagai aktivitas publiklainnya dikelola dengan sistem yang transparan dan akuntabel. Dengankesiapsiagaan aparat serta dukungan sistem yang kuat, negara memastikan bahwasetiap layanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik, sekaligusmemperkuat kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Setyo Budiyanto menegaskan bahwapengawasan terhadap potensi praktik korupsi tetap berjalan optimal meskipun dalamsuasana libur panjang. Melalui Komisi Pemberantasan Korupsi, fungsi pencegahandan penindakan terus dijalankan secara konsisten guna memastikan tata kelolapemerintahan tetap bersih dan akuntabel. Pendekatan ini menunjukkan bahwapemberantasan korupsi merupakan komitmen berkelanjutan yang tidak terikat oleh momentum tertentu. Selain penindakan, aspek pencegahan juga diperkuat sebagai bagian dari upayamenjaga integritas aparatur negara. Edukasi mengenai etika pelayanan publik terusdidorong agar setiap pejabat dan pegawai mampu menjalankan tugas secaraprofesional. Kesadaran untuk menjaga integritas, termasuk menghindari praktikgratifikasi, menjadi fondasi penting dalam membangun budaya birokrasi yang bersihdan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Penguatan sistem pengawasan internal di berbagai instansi pemerintah juga menjadi langkah strategis yang terus dioptimalkan. Mekanisme audit, pelaporan, serta pemantauan penggunaan anggaran dijalankan secara terstruktur dan berlapis. Dengan sistem yang semakin kuat dan transparan, setiap proses dapat berjalansesuai ketentuan, sehingga kepercayaan publik terhadap institusi negara semakinmeningkat dan tata kelola pemerintahan semakin berkualitas. Lebaran juga menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran terhadappotensi gratifikasi. Tradisi saling memberi hadiah perlu dimaknai secara bijak agar tetap berada dalam koridor etika dan tidak disalahgunakan untuk memengaruhikeputusan atau kebijakan. Pemerintah terus mengingatkan aparatur negara untukmenjaga profesionalitas serta menolak segala bentuk gratifikasi, sebagai bagian darikomitmen membangun tata kelola yang bersih dan berintegritas. Di sisi lain, peran masyarakat turut menjadi pilar penting dalam mendukung upayaantikorupsi. Partisipasi publik melalui pengawasan sosial dan pelaporan yang konstruktif memperkuat sistem yang telah dibangun oleh negara. Dengan kesadarankolektif bahwa integritas merupakan tanggung jawab bersama, lingkungan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi dapat terus diwujudkan secaraberkelanjutan. Upaya pemberantasan korupsi yang tetap berjalan selama Lebaran menunjukkankomitmen kuat negara dalam menjaga integritas dan memastikan tata kelolapemerintahan yang bersih. Penegakan hukum yang konsisten menegaskan bahwatidak ada toleransi terhadap praktik korupsi, sekaligus memperkuat kepercayaanmasyarakat bahwa sistem pengawasan tetap berjalan optimal dalam setiap situasi. Momentum hari raya juga menjadi ruang refleksi yang penting untuk memperkuatnilai kejujuran, tanggung jawab, dan amanah, khususnya bagi aparatur negara. Lebaran tidak hanya dimaknai sebagai perayaan spiritual, tetapi juga sebagaipengingat untuk terus menjaga integritas dalam menjalankan tugas pelayananpublik. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama dalam membangun budayabirokrasi yang profesional dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Keberlanjutan upaya pemberantasan korupsi turut didukung oleh penguatan sistemdan mekanisme pengawasan yang semakin terintegrasi. Pemanfaatan teknologi, transparansi dalam pengelolaan anggaran, serta peningkatan akuntabilitas lembagamenjadi bagian dari strategi untuk mencegah potensi penyimpangan. Partisipasi aktifmasyarakat juga berperan penting sebagai bentuk kontrol sosial yang memperkuatefektivitas pengawasan. Negara terus menunjukkan bahwa pelayanan publik dan penegakan hukum tetapmenjadi prioritas utama, bahkan dalam suasana libur sekalipun. Hal inimencerminkan keseriusan pemerintah dalam memastikan bahwa setiap kebijakandan program berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik, sehingga manfaatnyadapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. Pada akhirnya, keberhasilan pemberantasan korupsi tidak hanya bergantung pada aparat penegak hukum, tetapi juga pada komitmen kolektif seluruh elemen bangsa. Ketika integritas menjadi nilai yang dijunjung tinggi dan diterapkan secara konsisten, pembangunan dapat berlangsung lebih efektif, kepercayaan publik semakin kuat, dan masa depan yang bersih serta berkeadilan dapat diwujudkan bersama. *)Pengamat Isu Strategis

Read More

Pemerintah Siapkan Skema Arus Balik Hadapi Lonjakan Pemudik

Dalam momentum Idulfitri 2026, pemerintah bersama sejumlah instansi mulai mematangkan skema arus balik guna mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat. Berdasarkan analisis terbaru, pergerakan pemudik tahun ini diperkirakan tidak terpusat dalam satu waktu, melainkan terbagi dalam dua gelombang besar. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menjelaskan perubahan pola perjalanan dipengaruhi kebijakan kerja fleksibel…

Read More