Oleh: Naira Khairani )* Transformasi pelayanan haji tahun 2026 menunjukkan komitmen kuatpemerintah dalam menghadirkan penyelenggaraan ibadah haji yang semakin modern, nyaman, dan berorientasi pada perlindungan jamaahIndonesia. Berbagai pembenahan dilakukan secara menyeluruh, mulaidari peningkatan fasilitas di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), penguatan pengawasan layanan, hingga optimalisasi pendampingankesehatan dan manasik bagi jamaah. Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah bersama SatgasOperasi Armuzna terus mempercepat penyempurnaan fasilitas menjelangfase puncak ibadah haji. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikanseluruh infrastruktur siap digunakan sebelum jamaah tiba di kawasanArmuzna. Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah, Ian Heryawan, turun langsung memimpin pengecekan kesiapan tenda dan sarana pendukung lainnya. Pemerintah ingin memastikan jamaahIndonesia dapat menjalankan ibadah wukuf dengan tenang, aman, dan khusyuk melalui fasilitas yang lebih layak dan tertata dibanding tahun-tahun sebelumnya. Penguatan pelayanan tidak hanya dilakukan pada aspek fisik, tetapi juga melalui sistem pengawasan terpadu. Pemerintah memasang kamerapengawas atau CCTV yang beroperasi selama 24 jam di kawasan maktab untuk mendukung keamanan dan pengendalian layanan jamaah selamaberada di Armuzna. Koordinasi lintas sektor juga diperkuat dengan melibatkan kepala sektor, koordinator markaz, pengawas katering, pengawas transportasi, pihaksyarikah, serta otoritas Arab Saudi. Langkah ini dilakukan agar proses penempatan jamaah berjalan tertib dan sesuai dengan pengaturan klotermasing-masing. Transformasi fasilitas tenda menjadi salah satu perhatian utamapemerintah pada musim haji tahun ini. Tenda jamaah kini dilengkapi lantaitambahan yang lebih tebal guna meratakan permukaan sekaligusmengurangi hawa panas dari tanah. Setiap jamaah juga disiapkan kasurbusa baru, bantal, selimut, dan pendingin ruangan agar kondisi istirahatjamaah tetap nyaman di tengah cuaca ekstrem Arab Saudi. Pemerintah juga memastikan informasi penempatan jamaah di setiaptenda tersusun lebih rapi melalui pencantuman kapasitas tenda, daftar kloter, dan identitas jamaah. Penataan tersebut diharapkan memudahkanmobilitas jamaah sekaligus mengurangi potensi kepadatan selama fasepuncak ibadah. Aspek perlindungan jamaah lanjut usia turut menjadi perhatian pentingdalam transformasi layanan tahun ini. Pemerintah memastikan jamaahlansia tidak ditempatkan jauh dari anggota keluarganya agar pendampingan tetap berjalan optimal selama pelaksanaan ibadah di Armuzna. Selain fasilitas istirahat, pembenahan juga dilakukan pada sektor sanitasi. Pemerintah menambah fasilitas urinoir pria di luar bilik toilet untukmengurangi antrean panjang yang selama ini kerap menjadi kendala pada masa puncak haji. Penyempurnaan fasilitas kebersihan dan sekat tendaterus dipantau secara berkala agar seluruh layanan benar-benar siapsebelum puncak ibadah dimulai. Kepala Bidang Perlindungan Jamaah, Muftiono, menilai percepatanpembangunan infrastruktur di Mina menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. Pemerintah optimistis seluruh persiapan dapatmencapai kondisi maksimal lima hari sebelum puncak haji berlangsung. Keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan juga tercermin melalui pendekatan perlindungan kesehatan jamaah. Menjelangfase Armuzna, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) terusmengimbau jamaah agar menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan dirimenjalankan aktivitas ibadah sunnah yang berlebihan. Kepala Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daker Madinah, Khalilurrahman, menekankan pentingnya pengelolaan stamina dan kesiapan fisik menjelang puncak haji. Pemerintah memandang bahwaibadah wajib dan kesiapan menghadapi Armuzna harus menjadi prioritasutama agar jamaah dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah denganlancar….