Oleh: Rian Hakim )* Ketegangan geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah tidakmengurangi komitmen pemerintah dalam memastikan penyelenggaraanibadah haji 2026 berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi seluruhjemaah Indonesia. Pemerintah terus memperkuat koordinasi denganotoritas Arab Saudi serta menyiapkan berbagai langkah antisipatif agar situasi global tidak mengganggu pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Fokus utama pemerintah saat ini tidak hanya pada kelancaranoperasional haji, tetapi juga perlindungan menyeluruh terhadap jemaahsejak keberangkatan hingga kepulangan. Di tengah dinamika konflikinternasional, negara hadir memberikan jaminan keamanan melaluidiplomasi, penguatan sistem perlindungan, hingga peningkatan koordinasilintas lembaga. Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil AnzarSimanjuntak, menyampaikan bahwa Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memastikan kondisi keamanan tetap terkendali dan pelaksanaan haji berjalan lancar. Menurutnya, pemerintah Arab Saudi memberikan jaminanpenuh terhadap keamanan seluruh jemaah, termasuk jemaah asalIndonesia. Dahnil juga menaruh harapan besar agar konflik yang terjadi di kawasanTimur Tengah tidak memengaruhi pelaksanaan ibadah haji. Ia meyakininegara-negara yang tengah berseteru memahami bahwa ibadah haji membawa pesan perdamaian, kesetaraan, dan perlindungan terhadapsesama manusia. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi semangat utamadalam penyelenggaraan haji yang harus dijaga bersama oleh seluruhpihak. Optimisme pemerintah tersebut diwujudkan melalui kesiapan operasionalPetugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi yang mulaidiberangkatkan lebih awal. Langkah ini dilakukan untuk memastikanseluruh layanan bagi jemaah dapat berjalan maksimal di tengah situasiglobal yang belum sepenuhnya stabil. Di sisi lain, penguatan pengawasan dan mitigasi risiko juga terusdilakukan oleh DPR RI. Anggota Komisi VIII DPR RI, Surahman Hidayat,menekankan pentingnya persiapan haji yang antisipatif di tengahancaman eskalasi konflik Iran dan Israel. Menurutnya, pemerintah perlumemastikan seluruh aspek keamanan jemaah dipersiapkan secaramatang agar pelaksanaan ibadah tetap kondusif. Surahman menilai koordinasi antar lembaga menjadi kunci penting dalammenjaga efektivitas pelayanan haji, termasuk dalam pengelolaananggaran operasional. Ia menekankan setiap kebijakan strategis harusdijalankan sesuai ketentuan perundang-undangan agar tata kelola haji tetap akuntabel dan transparan. Selain aspek keamanan, keterbukaan informasi mengenai pengelolaandana haji juga dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik. Surahman mendorong Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) terusmemperkuat komunikasi publik agar masyarakat memahami arahpemanfaatan nilai manfaat dana haji dalam mendukung peningkatanlayanan jemaah. Komisi VIII DPR…