Sekolah Rakyat Memuliakan Anak dari Keluarga Rentan

Oleh: Hanan Alfawazi*) Pemerintah menunjukkan keberpihakan kepada anak-anak dari keluarga rentan melalui pengembangan Sekolah Rakyat. Program ini tidak sekadar menyediakan akses pendidikan, tetapi menghadirkan ekosistem pembelajaran yang mencakup tempat tinggal, makanan bergizi, fasilitas pendidikan, dan pembinaan karakter. Pendekatan tersebut memperlihatkan upaya negara memastikan keterbatasan ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang bagi masa depan seorang anak. Dalam konteks itu, Sekolah…

Read More

Sekolah Rakyat Beroperasi di Ratusan Titik, Pemerintah Perluas Akses Pendidikan

Jakarta – Program Sekolah Rakyat telah beroperasi sebanyak 182 titik di berbagai wilayah Indonesia, mencakup sekolah permanen dan sekolah rintisan yang masih aktif. Pemerintah akan terus memperluas program tersebut dengan menargetkan sedikitnya satu Sekolah Rakyat tersedia di setiap kabupaten dan kota. Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem….

Read More

Presiden Prabowo Percepat Sekolah Rakyat Permanen untuk Perluas Akses Pendidikan

Jakarta – Pemerintah mempercepat pembangunan 93 Sekolah Rakyat permanen di sejumlah provinsi untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Pembangunan sekolah berasrama tersebut menjadi bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas dan pembentukan karakter. Program yang dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 itu mencakup pembangunan…

Read More

Guru PPPK Jadi ASN Pusat : Langkah Berani Pemerintah Perkuat Pendidikan

Oleh: Dadang Suparna *) Keputusan pemerintah untuk mengalihkan status kepegawaian serta beban penganggaran gaji guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di tingkat pusat merupakan perubahan struktural yang signifikan dalam sistem tata kelola pendidikan Indonesia. Kebijakan ini menyentuh akar persoalan ketimpangan kemampuan keuangan yang kerap terjadi antardaerah, sekaligus berfungsi sebagai instrumen…

Read More

Menjawab Harapan Guru PPPK melalui Reformasi Status Kepegawaian

Oleh: Samian Latif *) Langkah pemerintah dalam merumuskan skema baru status kepegawaian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) membawa kepastian bagi tata kelola pendidikan nasional. Kebijakan ini memberikan jaminan karier yang lebih terarah bagi ratusan ribu tenaga pendidik di seluruh daerah. Keputusan untuk membuka jalur pengangkatan guru berstatus paruh waktu menjadi penuh waktu, yang disusul dengan kesempatan mengikuti seleksi…

Read More

Guru PPPK Dialihkan Jadi ASN Pusat, Pemerintah Perkuat Kualitas Pendidikan Nasional

JAKARTA — Pemerintah bersama DPR RI menyepakati perubahan status kepegawaian guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menjadi pegawai pemerintah pusat. Kebijakan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola tenaga pendidik, memberikan kepastian status kepegawaian, sekaligus mendorong pemerataan kualitas pendidikan nasional. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa kesepakatan tersebut telah mempertimbangkan aspek…

Read More

Guru PPPK Paruh Waktu Diangkat Penuh Jadi ASN Pusat Mulai 2027

Jakarta – Pemerintah memastikan guru yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu akan dialihkan menjadi PPPK penuh waktu mulai Januari 2027. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari penataan status kepegawaian guru sekaligus upaya memberikan kepastian bagi tenaga pendidik yang selama ini masih berstatus paruh waktu. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip…

Read More

Pemangkasan BUMN Nonproduktif Langkah Berani Bersihkan Inefisiensi

Oleh: Yusuf Rinaldi Pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memasuki fase penting di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Negara tidak lagi sekadar mengejar besarnya jumlah perusahaan pelat merah, tetapi mulai menempatkan produktivitas, efisiensi, dan manfaat bagi rakyat sebagai ukuran utama keberadaan BUMN. Kebijakan memangkas ratusan entitas yang tidak produktif menjadi sinyal bahwa pemerintah serius membersihkan inefisiensi…

Read More

Restrukturisasi BUMN Berjalan, Dikelola Makin Bersih dan Produktif

*) Oleh : Herry Ramadhan  Pemerintah terus mempercepat transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai bagian dari agenda besar Presiden Prabowo Subianto untuk memastikanaset negara dikelola semakin profesional, transparan, efisien, dan memberikanmanfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Melalui Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), proses restrukturisasi dilakukan secara sistematis dengan menata jumlah entitas, memperkuat tata kelola, memperbaiki kinerja keuangan, serta mengembalikanperusahaan negara kepada bisnis inti yang memiliki prospek dan nilai strategis. Langkah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah membangun BUMN yang lebihsehat sekaligus menjadikan aset negara sebagai kekuatan ekonomi nasional. Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa proses restrukturisasi diawali dengan membangun basis data yang akurat mengenai seluruh perusahaan negara. Pemerintah sebelumnyamenemukan jumlah entitas BUMN dan anak usahanya sangat besar sehingga perludilakukan pemetaan secara menyeluruh. Setelah proses pendataan, pemerintahmenargetkan penyederhanaan struktur dari sekitar 1.077 entitas menjadi 200–300 perusahaan. Penataan tersebut dilakukan melalui mekanisme likuidasi, konsolidasi, merger, maupun restrukturisasi dengan mempertimbangkan karakter bisnis dankebutuhan strategis masing-masing perusahaan.  Langkah perampingan tersebut bukan sekadar mengurangi jumlah perusahaan, tetapimerupakan bagian dari upaya membangun struktur BUMN yang lebih kuat dan fokus. Pemerintah ingin mengurangi tumpang tindih kegiatan usaha sehingga setiapperusahaan dapat berkonsentrasi pada kompetensi utama masing-masing. Denganstruktur yang lebih sederhana, koordinasi menjadi lebih mudah, pengambilankeputusan dapat dilakukan lebih cepat, dan biaya operasional dapat ditekan. Pemerintah juga memperkirakan penyederhanaan struktur perusahaan berpotensimenghasilkan penghematan hingga sekitar Rp50 triliun melalui penghapusantransaksi berlapis dan peningkatan efisiensi operasional.  Dony Oskaria menegaskan bahwa transformasi BUMN tidak hanya diarahkan padaperbaikan kinerja finansial, tetapi juga penguatan tata kelola, kepatuhan hukum, transparansi, dan mitigasi risiko. Pemerintah ingin memastikan seluruh proses restrukturisasi memiliki dasar hukum yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Pendekatan tersebut menjadi penting karena pengelolaan aset negara membutuhkanstandar kehati-hatian yang tinggi. Dengan tata kelola yang semakin kuat, BUMN diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memberikankepastian bagi mitra usaha dan investor.  Presiden Prabowo Subianto menempatkan transformasi BUMN sebagai bagian dariagenda memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia. Menurut Presiden, Danantaramemiliki peran strategis untuk mengonsolidasikan kekayaan negara sehingga dapatdikelola secara lebih rapi dan menghasilkan manfaat jangka panjang bagi generasimendatang. Hingga akhir Juli 2026, Presiden menyampaikan bahwa sekitar 250 BUMN telah ditutup, dikonsolidasikan, atau digabungkan sebagai bagian dari proses penataan. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa reformasi BUMN bukan lagisebatas rencana, tetapi telah memasuki tahap implementasi yang konkret.  Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya pengelolaan aset negara secaraoptimal agar kekayaan yang dimiliki Indonesia dapat menjadi sumber kekuatanekonomi baru. Pemerintah tidak ingin aset negara hanya tercatat dalam laporankeuangan, tetapi harus mampu bekerja menghasilkan nilai tambah, membukalapangan kerja, memperkuat industri nasional, dan meningkatkan kontribusi terhadapperekonomian. Karena itu, pembentukan Danantara dan restrukturisasi BUMN menjadi instrumen penting untuk mengarahkan aset negara kepada kegiatan yang lebih produktif dan memiliki prospek jangka panjang.  Dari sisi operasional, restrukturisasi juga telah memberikan perhatian terhadapkeberlangsungan tenaga kerja. Dony Oskaria memastikan proses perampinganBUMN tidak diarahkan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja. Pegawai dariperusahaan yang dikonsolidasikan tetap menjadi bagian dari perusahaan hasilpenggabungan. Kebijakan tersebut memperlihatkan bahwa pemerintah berupayamenjalankan efisiensi secara sehat, yakni dengan menyederhanakan struktur danmemperbaiki proses bisnis tanpa mengorbankan sumber daya manusia yang menjadibagian penting dari kekuatan BUMN.  Restrukturisasi juga mulai diterapkan pada sektor-sektor yang membutuhkanpenyehatan fundamental. Pada BUMN Karya, misalnya, pemerintah melakukanperbaikan laporan keuangan, restrukturisasi utang, dan konsolidasi berdasarkankompetensi bisnis. Dony menyebut sektor konstruksi diarahkan menuju tiga core utama, yakni building, infrastructure, dan engineering procurement and construction (EPC). Pendekatan tersebut diharapkan membuat perusahaan lebih fokus, sehat, danmampu bersaing dengan dukungan tata kelola yang transparan serta terbukaterhadap pengawasan.  Pengamat ekonomi Universitas Indonesia Toto Pranoto menilai kebijakan streamlining BUMN merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Menurutnya, pengurangan jumlah perusahaan dapat membantu mengembalikanBUMN kepada core business sekaligus mengurangi duplikasi kegiatan usaha. Denganstruktur yang lebih sederhana, pengawasan juga dapat dilakukan secara lebih efektifsehingga perusahaan negara memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkankinerja.  Ke depan, pemerintah memiliki pekerjaan penting untuk memastikan momentum restrukturisasi terus menghasilkan perbaikan nyata. BUMN yang lebih ramping harusdiikuti dengan peningkatan produktivitas, penguatan manajemen risiko, transparansilaporan keuangan, dan disiplin terhadap tata kelola perusahaan. Dengan arahtersebut, restrukturisasi bukan sekadar perubahan struktur organisasi, melainkanproses membangun kembali kekuatan perusahaan negara agar mampu menjadimotor pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah optimistis BUMN yang semakinbersih, sehat, efisien, dan produktif akan memberikan kontribusi lebih besar bagipenerimaan negara, penciptaan lapangan kerja, penguatan industri, sertakesejahteraan masyarakat. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmenpemerintahan Prabowo untuk memastikan kekayaan negara dikelola secarabertanggung jawab dan bekerja sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.  )* Penulis adalah Mahasiswa Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman

Read More

Pembersihan BUMN Dipercepat, Pemerintah Hemat Overhead hingga Rp50 Triliun

Jakarta- Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah mempercepat penataan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan menutup 290 perusahaan yang dinilai tidak lagi produktif. Langkah tersebut disebut menghasilkan penghematan biaya overhead hingga sekitar Rp50 triliun per tahun yang dialihkan untuk kegiatan yang dinilai lebih memberikan manfaat bagi masyarakat. “Hari ini saya melaporkan kepada Majelis yang terhormat, kita…

Read More