Pemerintah Targetkan BUMN Lebih Ramping, Sehat, dan Produktif pada Akhir 2026

Jakarta – Pemerintah terus mempercepat transformasi perusahaan negara melalui restrukturisasi dan penyederhanaan struktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Langkah tersebut diarahkan untuk membentuk ekosistem BUMN yang lebih ramping, sehat, efisien, dan produktif sehingga aset negara dapat dikelola secara optimal serta memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap perekonomian nasional. Transformasi BUMN kini dilakukan melalui Badan Pengaturan…

Read More

Ribuan Mahasiswa Gelar Kirab Merah Putih, Serukan Persatuan Tanpa Provokasi

JAKARTA – Ribuan pemuda dan mahasiswa dari berbagai elemen menggelar Kirab Merah Putih di Jakarta Pusat dengan membawa pesan bahwa sikap kritis dan kepedulian terhadap persoalan bangsa harus tetap berjalan dalam semangat persatuan serta terbebas dari provokasi. Kirab yang digelar dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyuarakan…

Read More

Kirab Merah Putih, Mahasiswa Teguhkan Semangat Persatuan dan Indonesia Damai

JAKARTA — Ribuan pemuda dan mahasiswa dari berbagai organisasi menggelar Kirab Merah Putih di kawasan Jakarta Pusat untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Berlangsung tertib dan damai, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat semangat kebangsaan sekaligus menunjukkan komitmen generasi muda menjaga persatuan dan mendukung Indonesia yang aman, harmonis, serta terus bergerak maju. Kirab mengusung tema…

Read More

Kirab Merah Putih Rajut Kebhinekaan, Ribuan Pemuda Gaungkan Persatuan

Jakarta – Ribuan pemuda dan mahasiswa dari berbagai elemen menggelar Kirab Merah Putih di Jakarta Pusat dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi ruang kebersamaan generasi muda untuk merajut kebhinekaan dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman bangsa. Kirab diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan pawai kebangsaan dan pengibaran bendera…

Read More

Pemuda dan Mahasiswa Gaungkan Persatuan Tanpa Provokasi dalam Kirab Merah Putih

Jakarta – Ribuan pemuda dan mahasiswa mengajak generasi muda menjaga persatuan serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang berpotensi memecah belah bangsa. Ajakan tersebut disampaikan dalam Kirab Merah Putih untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta Pusat. Kirab mengusung tema “Momentum Persatuan Anak Bangsa: Kibarkan Merah Putih, Musnahkan Koruptor, Bersihkan Narkoba, Tegakkan Persatuan…

Read More

Tata Kelola dan Transparansi MBG Diperkuat, Pemerintah Tunjukkan Langkah Serius

Oleh: Bara Winatha*) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus memasuki tahap penguatan tata kelola seiring dengan semakin luasnya pelaksanaan program di berbagai daerah. Pemerintah tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah penerima manfaat, tetapi juga memperkuat akurasi data, transparansi informasi, serta standar kualitas makanan yang diberikan kepada masyarakat. Langkah tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan MBG tidak cukup…

Read More

Program MBG Perkuat Ekonomi Lokal, Kesejahteraan Masyarakat Ikut Meningkat

Oleh: Alfian Dwi P.*) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perekonomian lokal. Ketika kebutuhan pangan untuk jutaan penerima manfaat dipenuhi secara rutin, program tersebut menciptakan permintaan yang relatif stabil terhadap berbagai komoditas pertanian, peternakan, perikanan, dan pangan lokal. Kondisi ini membuka peluang bagi petani, peternak, nelayan, koperasi, pelaku usaha mikro,…

Read More

MBG Berbenah: Dari Mengejar Cakupan Menuju Tata Kelola Berkualitas

Oleh: Hazel Aisyah S. Program publik berskala nasional tidak pernah selesai hanya dengan diluncurkan. Semakinbesar cakupan sebuah program, semakin penting kemampuan pemerintah mengevaluasi, menemukan kelemahan, lalu memperbaikinya. Dalam perspektif kebijakan publik, justrukapasitas untuk melakukan koreksi merupakan salah satu indikator kematangan tata kelola. Hal tersebut kini terlihat dalam perjalanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Setelahmelalui fase perluasan pelayanan, pemerintah mulai memperkuat kualitas implementasimelalui pembenahan data penerima manfaat, pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), peningkatan koordinasi pusat dan daerah, evaluasi sumber daya manusia, hinggapenguatan peran sekolah. Salah satu pembenahan paling fundamental dilakukan pada data penerima manfaat. Badan Gizi Nasional (BGN) kini memperkuat kerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah daerah untuk mengintegrasikan data MBG dengan data kependudukan Dukcapil. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa pemerintah ingin mengetahuibukan sekadar jumlah penerima manfaat, melainkan siapa yang menerima. Maka, tidak hanyadata kuantitatif, angka jumlah penerima manfaat, tapi siapa penerima manfaatnya, bisaterdata. Langkah tersebut sangat penting. Prinsip one person, one beneficiary memungkinkanpemerintah mencegah data ganda sekaligus memperoleh gambaran faktual mengenaijangkauan program. Kepala BGN Sudaryono sendiri terbuka mengenai ditemukannya sejumlah ketidaksesuaianantara pencatatan administratif dan pelayanan faktual. Respons terhadap temuan tersebutbukan menutupinya, melainkan melakukan pencocokan dan pemutakhiran data bersamapemerintah daerah. Pihaknya menegaskan BGN siap berkolaborasi, siap berkoordinasidengan semua pihak, terkhusus adalah kepala daerah. Keterbukaan mengidentifikasi kekurangan semacam ini perlu dilihat sebagai bagian dariproses penguatan kebijakan. Program publik yang sehat bukanlah program yang diklaimtidak memiliki persoalan, tetapi program yang memiliki mekanisme untuk menemukanpersoalan dan mengoreksinya. Lebih jauh, integrasi data membuka peluang MBG memasuki pendekatan outcome-based policy. Data penerima dapat dikaitkan dengan perkembangan kesehatan sehingga pemerintahtidak berhenti menghitung jumlah porsi yang dibagikan, tetapi juga dapat mengikutiperkembangan berat badan, tinggi badan, dan indikator gizi penerima manfaat. Pembenahan berikutnya adalah memperpendek jarak antara pengawasan dan penerimamanfaat. Pengamat Kebijakan Publik sekaligus Guru Besar Sosiologi Hukum Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansah, menilai evaluasi SDM yang dilakukan pimpinan baru BGN merupakan langkah progresif. Namun pembenahan tersebut perlu diteruskan melalui sistempengawasan berlapis dari pusat, pemerintah daerah, SPPG, hingga sekolah. Gagasan ini relevan karena sekolah merupakan titik paling dekat dengan pelaksanaan MBG. Guru mengetahui jumlah siswa yang hadir, mengenali anak dengan kebutuhan khusus ataualergi makanan, melihat kualitas makanan ketika tiba, sekaligus mengetahui apakah makanandikonsumsi atau justru terbuang. Karena itu, keterlibatan sekolah bukan sekadar tambahanadministratif. Sekolah dapat menjadi early warning system bagi MBG. Sudaryono bahkan telah membuka ruang tersebut dengan meminta guru menyampaikankeluhan, temuan, maupun persoalan pelaksanaan melalui kanal khusus BGN. Mekanismeumpan balik langsung seperti ini penting karena pengawasan program sebesar MBG tidakmungkin sepenuhnya bergantung pada inspeksi dari pusat. Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago memberikan perspektif yang cukuptepat. Ia mendukung keberlanjutan MBG karena manfaatnya bagi anak-anak dan ibu hamil, tetapi sekaligus meminta tata kelola, SDM, pengawasan, serta anggarannya terus dievaluasi. Presiden Prabowo Subianto juga mengambil posisi serupa dengan menegaskan, tekadmeneruskan program MBG tapi dengan perbaikan dan efisiensi. Perbaikan dan efisiensi justru menjadi penting bagi masa depan MBG. Program dengancakupan nasional dan anggaran besar membutuhkan disiplin untuk memastikan setiap rupiah menghasilkan manfaat yang terukur….

Read More

MBG Menggerakkan Ekonomi Daerah: Dari Piring Anak ke Pasar Petani

Oleh: Rangkai Ahmad Yusuf Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama ini lebih banyak dibicarakan dari perspektifpemenuhan gizi, kualitas sumber daya manusia, dan besarnya anggaran negara. Perspektiftersebut tentu penting. Namun, ada dimensi lain yang mulai terlihat semakin nyata. MBG berpotensi menjadi mesin penggerak ekonomi daerah melalui penciptaan permintaan pangandalam skala besar dan berkelanjutan. Dalam teori kebijakan publik, belanja pemerintah memiliki nilai strategis ketika mampumenghasilkan manfaat berlapis. Satu rupiah yang dibelanjakan negara idealnya tidak berhentipada satu tujuan administratif, tetapi menciptakan multiplier effect terhadap produksi, kesempatan kerja, pendapatan masyarakat, dan aktivitas ekonomi lainnya. MBG mempunyai karakter yang memungkinkan efek pengganda tersebut terjadi. Setiap hari, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membutuhkan beras, telur, ayam, ikan, sayuran, buah, dan berbagai bahan pangan lainnya. Kebutuhan yang berlangsung terus-menerus inipada dasarnya menciptakan sesuatu yang sangat dibutuhkan produsen pangan adalahkepastian pasar. Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmikomenangkap dimensi tersebut ketika mengatakan bahwa MBG perlu memastikan petani, UMKM, BUMDes, koperasi, hingga masyarakat miskin di sekitar lokasi program ikutmemperoleh manfaat. Konsep MBG 80 persen menggunakan produk wilayah setempat. Pihaknya ingin memastikan masyarakat miskin ikut dan tidak tertinggal dari kemanfaatanprogram nasional tersebut. Di sinilah integrasi MBG dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadistrategis. Persoalan klasik produsen kecil di Indonesia sering kali bukan sekadar kemampuanmemproduksi, tetapi akses terhadap pasar yang stabil. Petani dapat menghasilkan sayuran, peternak menghasilkan telur dan ayam, tetapi mereka membutuhkan agregator yang mampumenghubungkan produksi skala kecil dengan permintaan besar secara konsisten. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian juga melihat MBG sebagai instrumenyang dapat membantu pembangunan daerah. Menurut Tito, manfaatnya bukan hanyamenekan stunting dan kemiskinan serta memperbaiki kualitas sumber daya manusia. Permintaan pangan dari MBG juga dapat membantu daerah menyerap komoditas masyarakat. Mekanisme semacam ini menarik karena MBG berpotensi menciptakan automatic demandterhadap komoditas pangan. Ketika produksi telur, ayam, ikan, atau sayuran meningkatsementara pasar melemah, kebutuhan SPPG dapat menjadi salah satu sumber permintaanyang membantu menyerap produksi. Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro melihat belanja yang diturunkan melaluiprogram pemerintah seperti MBG dan Koperasi Desa Merah Putih ikut berkontribusiterhadap kinerja investasi. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) pada kuartal II-2026 tercatat tumbuh 6,67 persen secara tahunan dan memberikan kontribusi 2,06 poin persentaseterhadap pertumbuhan ekonomi, meningkat dibandingkan 1,79 poin persentase pada kuartalsebelumnya. Angka tersebut menunjukkan belanja sosial tidak selalu identik dengan konsumsi semata. Jika desain kebijakannya tepat, permintaan yang diciptakan pemerintah dapat memicuinvestasi baru. SPPG membutuhkan bangunan dan peralatan. Distribusi membutuhkankendaraan. Peternak yang memperoleh kepastian pembeli memiliki insentif memperbesarkapasitas. Pedagang pangan membutuhkan gudang. Koperasi memerlukan fasilitaspenyimpanan dan logistik. Dengan kata lain, satu piring MBG sesungguhnya mempunyairantai ekonomi yang jauh lebih panjang daripada yang terlihat. Pemerhati isu strategis Safriady menggambarkannya secara tepat dimana uang negara tidakhanya menghasilkan makanan di atas meja anak sekolah, tetapi juga menghidupkan kandangayam, gudang pakan, koperasi, transportasi, tenaga kerja dan perdagangan lokal. Dari perspektif pembangunan, MBG karena itu mempunyai peluang menghasilkan dua dividen sekaligus. Dividen pertama adalah human capital…

Read More

Pemerintah Perkuat Transparansi Menu MBG, Publik Didorong Ikut Mengawasi

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat transparansi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menyiapkan sistem pemantauan digital yang memungkinkan masyarakat ikut mengawasi penyelenggaraan program tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kualitas layanan, keamanan pangan, serta akuntabilitas pelaksanaan MBG di berbagai daerah. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengatakan pihaknya telah menyiapkan portal digital bernama Radar…

Read More