Danantara Buktikan Peran Besar dalam Mengelola Aset Negara
Oleh : Antonius Utomo Kehadiran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) semakinmenunjukkan peran strategisnya dalam mengelola dan mengoptimalkan aset negara. Setelahmelewati lebih dari satu tahun sejak mulai beroperasi, Danantara tidak lagi sekadar dipandangsebagai lembaga pengelola investasi, tetapi mulai tampil sebagai instrumen penting dalammendorong produktivitas aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus memperkuatfondasi perekonomian nasional. Danantara sendiri dibentuk dengan mandat untuk mengelola dan mengoptimalkan investasipemerintah serta aset BUMN guna mendukung industrialisasi dan pertumbuhan ekonomiberkelanjutan. Pendekatan yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada kepemilikan aset, tetapi juga bagaimana aset tersebut dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi negara dan masyarakat. Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa skala tanggung jawab Danantara semakin besar. Pada Juli 2026, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa nilai aset yang dikelolaDanantara telah melampaui US$1.000 miliar. Besarnya skala tersebut menggambarkan posisistrategis Danantara dalam lanskap ekonomi Indonesia sekaligus membuka peluang untukmengoptimalkan aset negara melalui pengelolaan yang lebih terintegrasi. Salah satu bukti nyata peran tersebut terlihat dari langkah Danantara dalam memperkuat industrimanajemen investasi nasional. Pada Juli 2026, sejumlah perusahaan manajemen aset BUMN diarahkan ke dalam ekosistem Danantara Asset Management. Empat perusahaan yang terkaitdengan langkah tersebut secara kolektif memiliki dana kelolaan lebih dari Rp170 triliun per Juni 2026. Konsolidasi ini menjadi bagian dari upaya membangun industri pengelolaan investasi yang lebih kuat, efisien, kompetitif, dan mampu bersaing di tingkat global. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan aset negara tidak harus berhenti pada pencatatan nilai kepemilikan. Aset dapat dikonsolidasikan, dikelola secara profesional, kemudiandiarahkan untuk menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih besar. Dengan pendekatan semacamini, Danantara memiliki ruang untuk menciptakan efisiensi sekaligus membuka peluang investasibaru yang dapat memberikan dampak lebih luas bagi perekonomian. Peran Danantara juga terlihat dalam upaya menghidupkan kembali aset BUMN yang sebelumnyabelum dimanfaatkan secara optimal. Pada awal Agustus 2026, Kementerian Kebudayaanmengungkapkan rencana pemanfaatan sejumlah aset Danantara yang mangkrak untuk dijadikanmuseum. Tiga aset yang disiapkan antara lain eks Gedung Asuransi Jasa Raharja di Kota TuaJakarta untuk Museum Film, gedung eks Jiwasraya di Jalan Asia Afrika Bandung untuk Museum Musik, serta aset di kawasan Kota Lama Semarang untuk Museum Fotografi. Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon aset-aset yang dimiliki Danantara ini merupakangedung mangkrak selama 10 tahun, bahkan terdapat gedung yang berusia 100 tahun dan sudahmenjadi cagar budaya. Hal ini sebagai upaya pemerintah untuk memajukan kebudayaan nasional. Pemanfaatan tersebut memberikan gambaran menarik bahwa optimalisasi aset negara tidakselalu berarti menjual atau mengejar keuntungan finansial secara langsung. Aset yang sebelumnya tidak produktif dapat diubah menjadi ruang yang memiliki nilai ekonomi, sosial, sejarah, dan kebudayaan. Dalam konteks ini, Danantara dapat menjadi bagian dari proses mengubah aset yang pasif menjadi sumber manfaat baru bagi masyarakat. Peran strategis Danantara juga semakin terlihat dalam proyek-proyek besar nasional. Reuters pada awal Agustus 2026 melaporkan bahwa pemerintah Indonesia berencana mengambil alihkendali atas perusahaan pengelola proyek kereta cepat yang menghadapi berbagai tantangan. Langkah tersebut dikoordinasikan melalui Kementerian Keuangan dan Danantara dengan tujuanmemperkuat pengawasan, stabilitas, penyelesaian, serta pengoperasian proyek infrastrukturtersebut. Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria dalam mengatakan bahwapengambilalihan pengendalian itu bukan sekadar transaksi pembelian saham, melainkan langkahbesar untuk membangun kekuatan baru dalam industri manajemen investasi nasional. Danantaramemastikan seluruh kekuatan itu akan diarahkan melalui strategi dan tata kelola yang semakinbaik agar mampu tumbuh lebih kuat, lebih kompetitif, dan memberikan nilai tambah yang lebihbesar bagi perekonomian Indonesia….
