Menjadikan Ojol Bagian dari UMKM adalah Langkah Besar Mengangkat Kesejahteraan Rakyat

*) Oleh : Gavin Asadit Pemerintah memperkuat kebijakan dengan memberikan perlindungan dan peluang pemberdayaan bagi pengemudi ojek online atau ojol. Langkah tersebut memasuki babak baru setelah pemerintah menyiapkan payung hukum yang mengatur pengemudi ojol sebagai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).  Kebijakan ini dipandang penting karena pengemudi ojol tidak hanya menjalankan pekerjaan berbasis layanan…

Read More

Ekonomi RI Tumbuh Solid, Pemerintah Jaga Optimisme dan Daya Beli Rakyat

JAKARTA — Perekonomian Indonesia tumbuh resilien sebesar 5,29 persen secara tahunan (yoy) pada triwulan II 2026, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,12 persen (yoy). Capaian ini diraih di tengah kondisi global yang masih dibayangi ketidakpastian, didorong oleh investasi yang kuat, konsumsi rumah tangga yang meningkat, serta berbagai kebijakan pemerintah dalam menjaga…

Read More

Ekonomi Indonesia Tetap Perkasa di Tengah Tekanan Global

JAKARTA – Perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketangguhannya di tengah berbagai tantangan global. Pada triwulan II 2026, ekonomi nasional tumbuh 5,29 persen (year on year/yoy), mencerminkan kuatnya fundamental ekonomi di tengah ketidakpastian akibat konflik geopolitik, perang dagang, dan disrupsi teknologi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai capaian tersebut sangat positif karena Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan…

Read More

Ekonomi RI Tumbuh, Buktikan Indonesia Tetap Tangguh

Oleh: Citra Kurnia Khudori )* Pertumbuhan ekonomi sering kali dibaca sebagai angka statistik yang menggambarkan aktivitas produksi, konsumsi, dan investasi suatu negara. Namun, di balik angka tersebut terdapat cerita mengenai daya tahan masyarakat, kemampuan dunia usaha bertahan menghadapi tekanan, serta kapasitaspemerintah menjaga perekonomian tetap bergerak ketika situasi global belumsepenuhnya bersahabat. Indonesia menunjukkan bahwa ketahanan tersebut masih terjaga melaluipertumbuhan ekonomi 5,29 persen pada triwulan II 2026 secara tahunan. Angka itumenjadi sinyal bahwa mesin ekonomi nasional tetap bekerja, sementara konsumsimasyarakat, investasi, dan aktivitas domestik mampu menjadi penyangga ketikaperekonomian dunia menghadapi ketidakpastian. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melihat pertumbuhanekonomi nasional sebagai modal penting untuk memperkuat kepercayaan investor. Ia menilai kondisi ekonomi yang tetap tumbuh memberikan ruang bagi pemerintahuntuk terus menarik investasi, termasuk melalui penguatan pasar modal sebagaibagian dari pembiayaan pembangunan. Menurutnya, pasar modal memiliki posisi strategis karena dapat mempertemukankebutuhan pembiayaan perusahaan dengan sumber dana investor. Penguatanekosistem pasar modal juga menjadi penting agar pertumbuhan ekonomi tidakhanya bertumpu pada belanja pemerintah, tetapi semakin ditopang oleh investasiswasta dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi triwulan II 2026 sendiri menunjukkan bahwa aktivitasdomestik masih menjadi kekuatan penting Indonesia. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud menjelaskan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan dengan nilai PDB atas dasar harga berlakumencapai Rp6.552,1 triliun dan atas dasar harga konstan sebesar Rp3.576,2 triliun. Edy menegaskan bahwa kinerja tersebut ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik. Pertumbuhan triwulan II 2026 juga lebih tinggi dibandingkan periode yang samapada 2025 yang berada di level 5,12 persen, meskipun secara kuartalan lajupertumbuhan melambat dari 5,61 persen pada triwulan sebelumnya. Kinerja tersebut memberikan pelajaran bahwa kekuatan pasar domestik tetapmenjadi salah satu benteng utama perekonomian Indonesia. Ketika perdaganganglobal, geopolitik, dan pasar keuangan menghadirkan ketidakpastian, konsumsirumah tangga dan investasi domestik dapat menjadi penyangga agar aktivitasekonomi tidak kehilangan momentum. Namun, pertumbuhan sebesar 5,29 persen harus terus dikawal agar kualitasnyasemakin baik, terutama melalui penciptaan pekerjaan produktif, peningkatan dayasaing industri, serta penguatan sektor-sektor yang memiliki kemampuan menyeraptenaga kerja dalam jumlah besar. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menilaipertumbuhan ekonomi 5,29 persen semakin berkualitas karena berjalan beriringandengan perbaikan sejumlah indikator sosial. Ia mencatat jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 turun menjadi 22,93 juta orang, atau berkurang sekitar 430 ribuorang dibandingkan September 2025, sementara tingkat pengangguran terbukapada Februari 2026 berada di 4,68 persen. Qodari menjelaskan bahwa konsumsi rumah tangga juga tumbuh 5,06 persensecara tahunan, yang menunjukkan daya beli masyarakat masih terjaga. Menurutnya, investasi turut memberikan kontribusi melalui pertumbuhanPembentukan Modal Tetap Bruto sebesar 6,87 persen, sebuah sinyal bahwa dunia usaha masih melihat peluang untuk melakukan ekspansi di tengah ketidakpastianglobal. Gambaran tersebut memperkuat alasan untuk melihat pertumbuhan ekonomi secaralebih komprehensif. Ketika konsumsi bertahan, investasi bergerak, kemiskinanmenurun, dan pengangguran terkendali, pertumbuhan memiliki fondasi sosial yang lebih kuat dibandingkan pertumbuhan yang hanya ditopang oleh satu atau dua sektor. Di samping itu, pemerintah juga perlu memastikan investasi yang masukmemberikan efek berganda bagi perekonomian nasional. Investasi idealnya tidakhanya menghasilkan peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga memperkuatindustri lokal, menciptakan lapangan kerja berkualitas, meningkatkan keterampilantenaga kerja, dan mendorong keterhubungan antara perusahaan besar denganusaha mikro, kecil, dan menengah. Agenda hilirisasi menjadi salah satu jalan untuk mencapai tujuan tersebut. Pengolahan sumber daya alam di dalam negeri dapat menciptakan nilai tambahyang lebih besar, memperluas rantai pasok industri, sekaligus membukakesempatan kerja apabila dibarengi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan ekosistem industri yang kompetitif. Qodari mengungkapkan pemerintah akan menjaga momentum pertumbuhan pada semester II 2026 melalui sejumlah kebijakan, termasuk Paket Stimulus Ekonomi…

Read More

Capaian Ekonomi RI Membuktikan Optimisme Bukan Sekadar Narasi, tetapi Fakta

Oleh: Adhitya Ramadani)* Optimisme terhadap perekonomian Indonesia pada 2026 bukan sekadar narasi, melainkan tercermin dalam capaian ekonomi yang terukur. Di tengah tekanan ekonomi global yang masih diwarnai ketidakpastian geopolitik, konflik berkepanjangan, serta dinamika perdagangan internasional, ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,29 persen pada triwulan II 2026 secara tahunan. Kinerja tersebut menjadi bukti bahwa fondasi ekonomi nasional…

Read More

Rangkaian HUT RI Berlangsung Kondusif, Publik Tunjukkan Semangat Kebangsaan

Jakarta – Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia berlangsung aman dan kondusif di berbagai daerah. Antusiasme publik juga terlihat dari tingginya partisipasi dalam berbagai kegiatan peringatan kemerdekaan, yang mencerminkan kuatnya semangat kebangsaan dan kebersamaan. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia berjalan aman dan kondusif. Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas…

Read More

Antusiasme Publik Rayakan Momentum HUT ke-81 RI Tunjukkan Semangat Persatuan

Jakarta – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa di berbagai penjuru Tanah Air. Beragam kegiatan yang melibatkan masyarakat menjadi ruang bersama untuk memperkuat semangat persatuan bangsa. Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, menilai antusiasme masyarakat dalam merayakan Hari Kemerdekaan tetap terjaga dari tahun ke tahun. Menurutnya, berbagai perlombaan telah menjadi ruang…

Read More

Masyarakat Rayakan HUT RI dengan Damai, Gembira, dan Penuh Kebersamaan

Oleh : Garvin Reviano )* Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia telah menjadi momentum yang memperlihatkan kuatnya semangat persatuan masyarakat. Di berbagai daerah, kemeriahan perayaan kemerdekaan tidak hanya ditandai dengan pengibaran bendera Merah Putih dan pelaksanaan upacara, tetapi juga melalui beragam kegiatan yang menghadirkan kegembiraan, kebersamaan, serta semangat gotong royong. Suasana tersebut menunjukkan…

Read More

Antusiasme Rakyat Merayakan HUT RI Membuktikan Cinta Indonesia TetapMenyala

Oleh : Rivka Mayangsari*) Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadimomentum yang kembali memperlihatkan kuatnya semangat kebangsaan masyarakat. Antusiasme publik untuk mengikuti berbagai rangkaian perayaan kemerdekaan, khususnya Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka, menunjukkanbahwa rasa cinta terhadap Indonesia tetap hidup dan terus tumbuh di tengahmasyarakat. Tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang ingin menyaksikanlangsung upacara peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka. Tercatat lebih dari 336 ribu masyarakat telah mendaftarkan diri melalui laman Pandang Istana. Angka tersebutmenjadi gambaran kuat mengenai besarnya perhatian masyarakat terhadap momentum bersejarah yang setiap tahun menjadi simbol kebersamaan seluruh rakyat Indonesia. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan apresiasi kepadamasyarakat atas tingginya minat untuk hadir langsung dalam momen peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI. Tingginya partisipasi publik dinilai menjadi bagianpenting dalam menciptakan suasana peringatan kemerdekaan yang semarak sekaligusmemperkuat hubungan antara masyarakat dengan momentum kenegaraan. Antusiasme tersebut tidak sekadar menunjukkan keinginan masyarakat untuk hadirdalam sebuah kegiatan seremonial. Lebih dari itu, tingginya jumlah pendaftarmencerminkan adanya keterikatan emosional masyarakat terhadap sejarah perjuanganbangsa. Upacara kemerdekaan menjadi ruang bersama untuk mengenang perjuanganpara pahlawan sekaligus meneguhkan kembali komitmen menjaga persatuan dankeutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kehadiran masyarakat dalam perayaan kemerdekaan juga memperlihatkan bahwa nilai-nilai nasionalisme masih memiliki tempat penting dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan dinamika kehidupan yang semakin kompleks, momentum HUT RI tetap mampu menyatukan masyarakat dalamsemangat yang sama, yaitu rasa bangga menjadi bagian dari Indonesia. Semangat kemerdekaan tersebut tidak hanya terlihat di lingkungan Istana Merdeka. Berbagai daerah di Indonesia turut menyambut Bulan Kemerdekaan dengan beragamkegiatan yang melibatkan masyarakat secara luas. Perlombaan tradisional, kegiatanolahraga, pertunjukan seni, kegiatan sosial, hingga berbagai aktivitas kreatif menjadibentuk nyata partisipasi masyarakat dalam memeriahkan HUT ke-81 RI. Prasetyo Hadi turut mengapresiasi berbagai kegiatan masyarakat dalam menyambutHUT ke-81 Kemerdekaan RI. Menurutnya, berbagai perlombaan dan kegiatan kreatifyang digelar di berbagai daerah menjadi bukti semangat masyarakat dalam mengisiBulan Kemerdekaan. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa nasionalisme tidak selalu harus diwujudkanmelalui kegiatan formal. Gotong royong, kegiatan sosial, perlombaan, kreativitasgenerasi muda, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar merupakan bentuksederhana yang memperlihatkan bagaimana nilai kemerdekaan terus diterapkan dalamkehidupan masyarakat. Perayaan HUT RI juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan sosialantarmasyarakat. Berbagai kegiatan yang diselenggarakan secara bersama-samamembuka ruang interaksi tanpa membedakan latar belakang sosial maupun ekonomi. Masyarakat dapat berkumpul, bekerja sama, dan merayakan kemerdekaan dalamsuasana penuh kegembiraan. Semangat kebersamaan tersebut memiliki arti strategis bagi pembangunan nasional. Indonesia membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk menghadapiberbagai tantangan. Persatuan, gotong royong, kepedulian sosial, dan semangat untukberkontribusi menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan bangsa. Antusiasme masyarakat juga menjadi bukti bahwa pembangunan Indonesia tidak hanyabergantung pada kebijakan pemerintah. Partisipasi masyarakat merupakan bagianpenting dalam memastikan berbagai agenda pembangunan berjalan secaraberkelanjutan. Semangat kemerdekaan dapat diterjemahkan melalui peningkatanproduktivitas, kepedulian sosial, penghormatan terhadap perbedaan, serta kontribusisesuai kapasitas masing-masing. Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan sosial, semangat kebangsaan jugaperlu diteruskan kepada generasi muda. Keterlibatan anak-anak dan kaum muda dalamberbagai kegiatan kemerdekaan dapat menjadi sarana untuk mengenalkan sejarahperjuangan bangsa sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap masa depan Indonesia. Kreativitas generasi muda yang dipadukan dengan nilai persatuanakan menjadi kekuatan penting dalam menjaga identitas nasional. Momentum HUT ke-81 RI juga dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat untukmenerjemahkan rasa cinta tanah air ke dalam tindakan nyata. Menjaga kerukunan, menghargai keberagaman, mendukung produk dalam negeri, meningkatkan prestasi, serta aktif dalam kegiatan sosial merupakan bentuk kontribusi yang dapat dilakukandalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, semangat kemerdekaan tidak hanyahadir selama bulan Agustus, tetapi menjadi bagian dari karakter masyarakat Indonesia. Karena itu, HUT ke-81 RI perlu dimanfaatkan sebagai momentum memperkuatoptimisme dan rasa memiliki terhadap bangsa. Kemerdekaan bukan hanya warisansejarah, tetapi tanggung jawab bersama untuk terus menjaga persatuan danmembangun masa depan Indonesia. Lebih dari 336 ribu masyarakat yang mendaftar untuk menghadiri peringatan di Istana Merdeka, ditambah semarak kegiatan di berbagai daerah, menjadi gambaran kuatmengenai besarnya antusiasme publik terhadap momentum kemerdekaan. Partisipasitersebut memperlihatkan bahwa rasa bangga terhadap Indonesia tetap tumbuh di tengah masyarakat. Semangat tersebut perlu terus dipelihara agar peringatan HUT ke-81 RI tidak berhentisebagai perayaan tahunan. Dari Istana…

Read More

Kinerja Danantara Tunjukkan Peluang Jadi Pilar Baru Penguatan Ekonomi Nasional

*) Oleh : Deki Suryawan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mulai menunjukkanposisi yang semakin strategis dalam peta perekonomian Indonesia. Lembaga yang dibentuk untuk mengoptimalkan pengelolaan aset negara tersebut tidak hanyadiarahkan untuk menghasilkan keuntungan investasi, tetapi juga menjadi instrumendalam memperkuat ketahanan dan pertumbuhan ekonomi nasional di tengahketidakpastian global. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pengelolaanaset negara melalui Danantara harus dilakukan secara profesional agar mampumemberikan nilai tambah jangka panjang bagi bangsa. Optimisme tersebut terlihat dari semakin luasnya agenda investasi Danantara, termasuk pengembangan sektor strategis yang memiliki dampak terhadapperekonomian dan penciptaan lapangan kerja. Dalam rencana kerja 2026, Danantaramenempatkan investasi strategis, diversifikasi portofolio, penguatan kapasitas, sertapenciptaan dampak ekonomi nasional sebagai bagian penting dari arah kebijakannya. CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan bahwa investasi harus mampumemberikan imbal hasil yang sehat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomiIndonesia dalam jangka panjang.  Peran tersebut menjadi semakin terlihat ketika Danantara mulai masuk ke berbagaiproyek yang memiliki nilai ekonomi besar dan bersentuhan langsung dengankebutuhan masyarakat. Salah satu perkembangan terbaru adalah kerja sama denganperusahaan protein global JBS melalui Danantara Investment Management dengannilai investasi sekitar 2,5 miliar dolar AS untuk mengembangkan bisnis protein di Indonesia, Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru. Langkah ini memperlihatkanbagaimana Danantara berpeluang menjadi jembatan antara modal negara, investasiinternasional, dan pengembangan sektor riil.  Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir mengatakan Indonesia memilikifondasi yang kuat untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dunia. Karena itu, menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembagainvestasi perlu terus diperkuat agar potensi tersebut dapat diterjemahkan menjadikegiatan ekonomi yang produktif. Danantara juga telah mempertemukan ratusanpejabat kementerian dan lembaga melalui Danantara Government Strategic Forum sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi kebijakan investasi denganagenda pembangunan nasional.  Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penguatan ekonomi nasionalmembutuhkan sinergi antara investasi dan optimalisasi aset yang sudah dimilikinegara. Danantara dapat berperan sebagai penghubung untuk memastikan modal negara tidak hanya tersimpan dalam bentuk aset, tetapi dikembangkan menjadikegiatan usaha yang memberikan dampak lebih luas. Melalui pengelolaan investasiyang terarah, penguatan BUMN, serta kolaborasi dengan sektor swasta, peluangmenciptakan lapangan kerja, memperkuat rantai pasok industri, dan meningkatkandaya saing ekonomi Indonesia dapat semakin terbuka Selain investasi baru, penguatan nilai aset BUMN menjadi bagian penting dari tugasDanantara. Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria menyampaikan bahwaBUMN perlu menjaga profitabilitas melalui tata kelola yang baik dan peningkatanefektivitas operasional sehingga modal serta aset yang dikelola dapat menghasilkannilai tambah berkelanjutan bagi negara. Dengan pendekatan tersebut, Danantaradiharapkan tidak sekadar menjadi pengelola aset, tetapi mampu mendorongperusahaan negara menjadi lebih produktif, efisien, dan kompetitif.  Optimalisasi aset tersebut pada akhirnya perlu diarahkan pada penciptaan manfaatyang lebih luas bagi perekonomian nasional. Peningkatan kinerja BUMN tidak hanyaakan memperkuat posisi perusahaan negara, tetapi juga dapat memberikan dampakberantai terhadap industri pendukung, pelaku usaha, tenaga kerja, hingga penerimaannegara. Karena itu, pengelolaan aset melalui Danantara perlu dilakukan denganmempertimbangkan aspek produktivitas, keberlanjutan, dan kepentingan ekonominasional, sehingga setiap keputusan investasi dapat memberikan nilai tambah yang nyata dalam jangka panjang Presiden Prabowo juga melihat keberadaan Danantara sebagai salah satu instrumenuntuk memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia ketika dunia menghadapi berbagaiketidakpastian. Dalam peringatan satu tahun Danantara, Presiden menekankanpentingnya integritas, disiplin tata kelola, dan orientasi jangka panjang dalammengelola aset negara agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat. Pesantersebut menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan Danantara tidak semata-mataditentukan oleh besarnya investasi, tetapi juga oleh kemampuan menciptakanmanfaat ekonomi yang berkelanjutan.  Namun, perjalanan Danantara tetap membutuhkan pengawasan dan evaluasi secarakonsisten. Sejumlah pengamat menilai dampak langsung Danantara terhadap kinerjaperusahaan BUMN masih perlu dibuktikan lebih jauh, meskipun kinerja sejumlahemiten BUMN pada semester I…

Read More