Mempercepat Inklusi dan Literasi Keuangan Nasional Lewat KepemilikanRekening Rakyat

Oleh: Ricky Rinaldi*) Akselerasi pembangunan ekonomi yang berkeadilan menuntut pemerataan aksesterhadap layanan keuangan formal bagi seluruh lapisan masyarakat. Di tengahkemajuan teknologi informasi yang begitu pesat, kepemilikan rekening perbankanbukan lagi sekadar pelengkap transaksi administratif, melainkan instrumen paling mendasar dalam membangun ketahanan finansial keluarga dan memberdayakanekonomi rakyat secara mandiri. Terobosan strategis pemerintah dalammempermudah dan membuka kepemilikan rekening perbankan bagi seluruh warganegara menjadi bukti konkret kehadiran negara untuk mengikis ketimpangan sosial, mempercepat inklusi keuangan, sekaligus membentengi masyarakat dari jeratanpraktik keuangan ilegal yang merugikan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakanpemerintah terus mempercepat pencapaian target inklusi keuangan nasional melaluipenyediaan pembukaan rekening tabungan massal yang mudah, murah, danterjangkau hingga ke pelosok pedesaan. Kebijakan ini diintegrasikan langsungdengan digitalisasi penyaluran program bantuan sosial, subsidi energi, danpembiayaan usaha rakyat, sehingga setiap warga negara yang terdaftar memilikiidentitas keuangan digital yang sah serta terlindungi dalam ekosistem perbankannasional. Airlangga menjelaskan bahwa kepemilikan rekening tabungan menjadi pintugerbang utama bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan para pelaku usahamikro untuk mengakses permodalan usaha formal secara legal. Pemerintahberkolaborasi erat dengan perbankan nasional guna menyederhanakan persyaratanadministrasi pembukaan rekening tanpa membebani biaya pengelolaan bulananyang memberatkan kantong masyarakat. Melalui langkah inklusif ini, kebiasaanmenabung masyarakat di tingkat akar rumput dapat ditumbuhkan secara teratur, seraya memperkuat akurasi basis data penerima manfaat program perlindungansosial agar penyalurannya semakin tepat sasaran dan transparan. Percepatan kepemilikan rekening rakyat bukan sekadar peningkatan angka statistikperbankan di atas kertas, melainkan fondasi penting bagi kedaulatan dankemandirian ekonomi bangsa. Pemerintah memberikan pesan yang sangat tegaskepada publik bahwa hak untuk terhubung dengan sistem keuangan modern adalahhak fundamental seluruh rakyat tanpa terkecuali. Selama ini, keterbatasan akses keperbankan formal kerap memaksa masyarakat rentan dan pelaku usaha mikroterjerat pinjaman informal dengan bunga mencekik, rentenir liar, hingga jebakaninvestasi bodong yang mengikis habis tabungan masa depan mereka. Menurut Airlangga, pembukaan akses kepemilikan rekening harus diimbangi denganedukasi literasi keuangan yang masif, terencana, dan berkelanjutan di berbagaidaerah. Pemerintah mendorong kampanye edukasi terpadu di lingkungan sekolah, pesantren, pasar tradisional, dan komunitas pedesaan agar masyarakat tidak hanyamemiliki rekening pasif semata, melainkan mampu mengelola arus kas usaha, memahami risiko keuangan digital, serta memanfaatkan produk asuransi mikro demi melindungi aset keluarga dari risiko kebangkrutan tak terduga. Komitmen perluasan akses finansial ini dikawal secara ketat oleh otoritas pengawassektor jasa keuangan. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan FridericaWidyasari Dewi mengatakan pihaknya terus mewajibkan industri jasa keuanganuntuk menghadirkan produk simpanan yang ramah masyarakat, seperti program tabungan tanpa saldo minimum dan bebas biaya administrasi. Menurutnya, kepemilikan rekening yang merata di kalangan pelajar, pemuda, perempuan, pelakuUMKM, dan masyarakat disabilitas merupakan pilar strategis dalam mewujudkanekosistem keuangan yang berkeadilan sosial. Friderica memaparkan bahwa OJK bersama perbankan nasional terus memperluasjaringan agen laku pandai di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal gunamendekatkan layanan transaksi perbankan tanpa harus membangun kantor cabangfisik yang mahal. Di sisi lain, peningkatan literasi keuangan diposisikan sebagaigarda terdepan perlindungan konsumen agar masyarakat terhindar dari modus kejahatan siber, pencurian data pribadi, dan penipuan digital. Penguatan regulasidan penegakan hukum terhadap entitas pinjaman online ilegal terus dilakukansecara konsisten untuk menjamin rasa aman bagi masyarakat yang baru memasukisistem keuangan formal. Ditinjau dari perspektif makroekonomi, meluasnya kepemilikan rekening rakyatmemberikan efek pengganda yang sangat kuat terhadap ketahanan sistem moneternasional. Penghimpunan dana murah dari jutaan rekening baru memperkokohlikuiditas perbankan domestik, menekan biaya dana, dan memperbesar kapasitaspenyaluran kredit produktif ke sektor riil. Negara yang ditopang oleh basis tabungandomestik yang besar akan jauh lebih tangguh dalam menghadapi volatilitas pasarkeuangan global dan guncangan eksternal. Di samping itu, partisipasi aktif pemerintah daerah, asosiasi perbankan, dan tokohpenggerak masyarakat di tingkat tapak menjadi penentu keberhasilan gerakankepemilikan rekening ini. Sinergi yang harmonis antara regulator, lembagakeuangan, dan masyarakat memastikan bahwa setiap keluarga di tanah air memilikiakses yang setara untuk menata masa depan finansialnya secara terencana danbermartabat. Dengan demikian, percepatan inklusi dan literasi keuangan melalui pembukaankepemilikan rekening rakyat merupakan ikhtiar nyata negara dalam mengangkatmartabat ekonomi rakyat kecil. Penyederhanaan akses perbankan, edukasi literasiyang berkelanjutan, perlindungan konsumen yang ketat, serta penguataninfrastruktur digital adalah rangkaian kebijakan terpadu yang saling menguatkan. Tujuannya adalah memastikan bahwa kemakmuran dan kemajuan pembangunanekonomi nasional benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia di bawahnaungan Sang Saka Merah Putih. *)Pengamat Isu Strategis

Read More

Pemerintah Dorong Rekening Inklusif agar Bansos Lebih Tepat Sasaran

JAKARTA — Pemerintah mendorong perluasan kepemilikan rekening perbankan bagi masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat inklusi keuangan sekaligus meningkatkan efektivitas dan ketepatan penyaluran bantuan sosial (bansos). Kebijakan tersebut diarahkan untuk mengintegrasikan data kependudukan, perbankan, dan sistem pembayaran digital sehingga akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal semakin luas dan penyaluran berbagai program pemerintah dapat dilakukan secara…

Read More

Prabowo Instruksikan Inklusifitas Keuangan Via Rekening Warga

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajarannya memastikan setiap warga negara Indonesia memiliki rekening bank sebagai langkah memperluas inklusi keuangan dan meningkatkan literasi keuangan masyarakat. “Setiap warga negara Indonesia harus memiliki rekening bank. Ini merupakan langkah penting untuk memperkuat inklusi keuangan dan memastikan seluruh masyarakat dapat memperoleh akses terhadap layanan keuangan secara mudah dan merata,”…

Read More

Mendukung Penguatan UMKM Kejar Target Kontribusi terhadap PDB 2027

Oleh: Bagas Nurahman)* Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu kekuatan utama dalam menopang perekonomian Indonesia. Besarnya jumlah pelaku usaha serta kedekatannya dengan masyarakat membuat UMKM memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja, menggerakkan aktivitas ekonomi, dan memenuhi kebutuhan barang serta jasa. Potensi tersebut terus diperkuat melalui berbagai program pemberdayaan agar UMKM semakin produktif,…

Read More

UMKM adalah Jangkar Ekonomi Rakyat yang Terus Diperkuat Negara

Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) selalu memiliki tempat penting dalamperjalanan ekonomi Indonesia. Di tengah perubahan ekonomi global yang cepat, sektor ini tetap menjadi ruang utama bagi masyarakat untuk membangunkemandirian ekonomi dari tingkat keluarga hingga daerah. Kekuatan UMKM terletak pada kedekatannya dengan kehidupan sehari-harimasyarakat. Warung kecil, industri rumahan, usaha kuliner, kerajinan, hinggaberbagai layanan jasa menjadi bagian dari perputaran ekonomi yang membuatpertumbuhan tidak hanya bergerak di pusat-pusat bisnis besar. Pemerintah melihat potensi tersebut sebagai kekuatan yang perlu terus diperbesarmelalui kebijakan yang mendorong UMKM naik kelas. Menteri UMKM MamanAbdurrahman menargetkan kontribusi UMKM terhadap produk domestik brutomencapai 60,47 persen pada 2027, bersamaan dengan target peningkatan proporsiusaha kecil dan menengah serta rasio kewirausahaan nasional. Dengan target tersebut, pemerintah telah menempatkan UMKM sebagai bagian daristrategi pertumbuhan ekonomi nasional. Pelaku usaha kecil diberikan kesempatanuntuk berkembang, sehingga manfaat pertumbuhan dapat menjangkau lebih banyakmasyarakat dan membuka ruang ekonomi baru di berbagai wilayah. Maman juga membawa agenda Prokesra Produktif yang ditujukan untuk mendorongjutaan masyarakat agar dapat berusaha dan bekerja. Arah kebijakan inimemperlihatkan pentingnya memperluas akses terhadap kegiatan ekonomi produktifagar masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk membangun sumberpenghidupan secara mandiri.  Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Abdul Ghofar sepakatbahwa UMKM merupakan sektor yang memiliki peran besar dalam penyerapantenaga kerja dan menjaga perputaran ekonomi masyarakat. Mengingat, sekitar 98 persen usaha di Indonesia merupakan UMKM.  Menurutnya, kedekatan UMKM dengan konsumen menjadi salah satu kekuatanutama sektor ini. Rantai distribusi yang lebih pendek dapat membuat barang dan jasa lebih cepat menjangkau masyarakat, sekaligus membuka peluang efisiensimelalui pemanfaatan teknologi.  Meski demikian, dominasi jumlah UMKM belum selalu berbanding lurus dengankekuatan skala ekonominya. Banyak pelaku usaha masih memiliki modal terbatasdan kapasitas produksi yang kecil sehingga lebih rentan menghadapi perubahanharga bahan baku, penurunan permintaan, maupun gejolak ekonomi. Karena itu, agenda penguatan UMKM perlu bergerak dari mempertahankan jumlahpelaku usaha menuju peningkatan kualitas usaha. Pelaku UMKM perlu dibantu agar mampu meningkatkan produktivitas, memperbaiki tata kelola, mengembangkaninovasi, serta membangun akses pasar yang lebih stabil. Peran negara menjadi penting dalam menciptakan ekosistem yang memungkinkanproses tersebut berlangsung secara berkelanjutan. Dukungan pemerintah dapatdiarahkan melalui penyederhanaan regulasi, pelatihan, penguatan akses pasar, pendampingan digital, dan kebijakan pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhanpelaku usaha. Persoalan pembiayaan menjadi salah satu mata rantai penting dalam proses UMKM untuk berkembang. Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menekankanperlunya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga keuangan agar likuiditas yang tersedia benar-benar mengalir menjadi pembiayaan bagi sektor riildan UMKM.  Bank Indonesia mendorong kebijakan yang lebih terarah melalui penyempurnaanKebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial agar penyaluran kredit dapatmemberikan dampak lebih besar bagi perekonomian. Arah tersebut penting karenapembiayaan yang efektif dapat membantu UMKM melakukan ekspansi usaha, meningkatkan produktivitas, dan membuka kesempatan kerja.  Penguatan pembiayaan juga perlu berjalan bersama peningkatan kemampuanpelaku usaha dalam mengelola modal. Kredit akan memberikan manfaat yang lebihbesar apabila digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluaspasar, mengembangkan teknologi, dan memperkuat keberlanjutan usaha. Sinergi lintas lembaga menjadi kebutuhan karena persoalan UMKM tidak dapatdiselesaikan oleh satu institusi. Kementerian, pemerintah daerah, perbankan, Bank Indonesia, lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan dunia usaha perlu bergerakdengan arah yang saling mendukung. Kolaborasi tersebut dapat membantu menghubungkan kebijakan pembiayaandengan pendampingan dan kebutuhan pasar. UMKM yang memperoleh aksesmodal sekaligus mendapatkan pelatihan, pendampingan usaha, serta jaringanpemasaran memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh secara sehat. Digitalisasi juga perlu terus menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi rakyat. Teknologi dapat membantu pelaku UMKM memperluas pasar, mempercepattransaksi, memahami kebutuhan konsumen, dan meningkatkan efisiensi kegiatanusaha. UMKM dianggap sebagai jangkar ekonomi rakyat karena kekuatannya bertumpupada banyaknya masyarakat yang terlibat langsung dalam aktivitas produktif. Ketika sektor ini semakin kuat, pertumbuhan ekonomi dapat memiliki basis yang lebih luasdan tidak bergantung pada segelintir pusat kegiatan usaha. Penguatan UMKM perlu terus dijaga sebagai komitmen bersama antara negara dan seluruh pemangku kepentingan. Kebijakan yang tepat, pembiayaan yang produktif, serta ekosistem usaha yang sehat dapat membantu jutaan pelaku UMKM berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang semakin tangguh. Dengan langkah yang konsisten, UMKM dapat terus menjadi ruang bagi masyarakatuntuk membangun kesejahteraan melalui kerja dan inovasi….

Read More

Target PDB 2027 Diperkuat Lewat Konsolidasi Program Pemberdayaan UMKM

JAKARTA – Pemerintah memperkuat peran UMKM sebagai salah satu penggerak utama perekonomian nasional melalui konsolidasi berbagai program pemberdayaan. Langkah tersebut diarahkan untuk mendukung pencapaian target kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 60,47 persen pada 2027. Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyampaikan, target tersebut menjadi bagian dari sasaran kinerja Kementerian UMKM yang mencakup proporsi jumlah…

Read More

UMKM Dinilai Berperan Strategis Menjaga Ketahanan Ekonomi Indonesia

JAKARTA – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu penopang penting ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dinamika perekonomian global. Selain berkontribusi terhadap aktivitas produksi dan konsumsi domestik, sektor ini memiliki peran besar dalam menyerap tenaga kerja, menjaga perputaran ekonomi daerah, hingga membantu menjaga stabilitas harga melalui rantai distribusi yang lebih dekat dengan masyarakat….

Read More

Respons Cepat Bencana Tunjukkan Pemerintah Tidak Tinggal Diam Saat Rakyat Terdampak

Oleh Herlina Dwiyani )* Indonesia merupakan negara dengan bentang alam yang luar biasa sekaligus memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Letaknya di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire membuat ancaman gempa bumi, erupsi gunung api, tsunami, tanah longsor, banjir, hingga kekeringan menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapi secara serius. Dalam kondisi tersebut,…

Read More

Pemerintah Terus Memperkuat Mitigasi Bencana, Warga Lebih Aman dan Tenang

Oleh: Rania Zafirah)* Indonesia merupakan negara dengan karakter geografis yang membuat masyarakat menghadapi beragam potensi bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, gempa bumi, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan hingga aktivitas vulkanik. Kondisi tersebut membuat kesiapsiagaan tidak dapat dilakukan hanya ketika bencana terjadi, tetapi harus dibangun melalui mitigasi, pemantauan, sistem peringatan dini, penguatan infrastruktur, serta koordinasi lintas sektor….

Read More

Presiden Prabowo Dorong Kesiapsiagaan Nasional Hadapi Bencana Alam Beruntun

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mendorong penguatan kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi berbagai bencana alam yang terjadi secara beruntun di sejumlah wilayah Indonesia. Presiden meminta jajarannya agar tidak hanya berfokus pada penanganan ketika bencana terjadi, tetapi juga memperkuat mitigasi dan memastikan berbagai kebutuhan penanggulangan telah disiapkan sejak awal. Presiden Prabowo mengatakan kondisi geografis Indonesia yang berada…

Read More