Sanksi Tegas SPPG Bermasalah Menjadi Bukti MBG Dikawal Serius

Oleh : Antonius Utomo Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi perhatian pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Sebagai program berskala nasional yang menyasar jutaan penerima manfaat, pelaksanaan MBG tentu membutuhkan pengawasan yang kuat. Karena itu, langkah tegas pemerintah terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti bermasalah menjadi sinyal penting bahwa…

Read More

Pemerintah Pastikan Keracunan MBG Masuk Ranah Hukum Pidana

Jakarta – Pemerintah menegaskan persoalan keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh dipandang sebatas persoalan administratif. Dugaan keracunan yang terjadi pada penerima manfaat harus ditangani secara serius dan, apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum, dapat berujung pada proses pidana terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau…

Read More

Menjaga Momentum Pertumbuhan Lewat APBN Sehat dan Perbankan Kuat

Oleh: Ricky Rinaldi*) Optimisme terhadap keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Indonesia terus menguatdi tengah lanskap perekonomian global yang masih dibayangi ketidakpastiangeopolitik dan volatilitas pasar keuangan dunia. Ketahanan fundamental ekonominasional terbukti kokoh berkat orkestrasi kebijakan fiskal yang disiplin serta stabilitassektor jasa keuangan yang solid. Kehadiran Anggaran Pendapatan dan BelanjaNegara (APBN) yang sehat dipadukan dengan industri perbankan nasional yang kuat menjadi motor penggerak utama dalam menjaga momentum ekspansi ekonomi, memperluas kesempatan kerja baru, serta meningkatkan taraf hidup masyarakatluas. Sinergi terpadu antara pengelola kas negara dan otoritas pengawas jasakeuangan membuktikan komitmen nyata pemerintah dalam memastikan stabilitasmakroekonomi tetap terjaga secara berkesinambungan dan berkualitas tinggi bagikemajuan bangsa. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah terus mengawalkinerja APBN agar senantiasa berada dalam posisi yang sehat, kredibel, dan berdaya tahan menghadapi potensi guncangan eksternal. Pengelolaan fiskaldirancang secara hati-hati melalui defisit yang terkendali serta rasio utang yang aman, seraya tetap memastikan fungsi anggaran belanja negara sebagai peredamkejut berjalan optimal. Penguatan penerimaan negara dan efisiensi pos belanjaoperasional birokrasi dilakukan guna memberikan ruang belanja modal yang lebihproduktif bagi percepatan pembangunan infrastruktur strategis, program perlindungan sosial kelompok rentan, dan peningkatan kualitas modal manusiaIndonesia. Purbaya menjelaskan bahwa efektivitas belanja publik menjadi kunci penting dalammemicu efek pengganda yang masif bagi aktivitas sektor riil di daerah. Pemerintahmemastikan setiap alokasi anggaran tidak sekadar terserap secara administratif, melainkan memberikan dampak riil terhadap perputaran roda ekonomi rakyat, penguatan daya beli masyarakat berpenghasilan rendah, serta ketahanan pasokanpangan nasional. Disiplin fiskal yang konsisten ini sekaligus memperkuatkepercayaan lembaga pemeringkat internasional dan para pelaku investasi terhadapprospek pertumbuhan jangka panjang perekonomian Indonesia. Penjagaan postur APBN yang sehat bukan sekadar upaya mempertahankan angkastatistik di atas kertas neraca negara semata, melainkan fondasi pertahananterpenting bagi kelangsungan kesejahteraan bersama seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah memberikan pesan yang tegas kepada publik bahwa keberlanjutanruang fiskal merupakan jaminan bagi tersedianya pembiayaan berbagai program prioritas nasional tanpa harus membebani generasi masa depan. Tata kelolakeuangan negara yang akuntabel dan transparan membuktikan bahwa sumber dayafiskal publik didedikasikan sepenuhnya untuk melayani kepentingan rakyat banyaksecara adil dan merata. Kekuatan instrumen fiskal tersebut disokong secara solid oleh daya tahanperbankan nasional yang berfungsi sebagai transmisi pembiayaan utama bagi sektorproduktif. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica WidyasariDewi mengatakan stabilitas sektor jasa keuangan nasional berada pada kondisiyang sangat prima dengan tingkat permodalan yang tebal dan likuiditas yang melimpah. Menurutnya, rasio kecukupan modal perbankan yang jauh melampauibatas aman internasional membuktikan industri perbankan domestik memiliki dayatahan luar biasa dalam menopang kebutuhan pembiayaan dunia usaha di tengahdinamika pasar modal global. Friderica memaparkan bahwa intermediasi perbankan terus diarahkan untukmengalir ke sektor-sektor prioritas yang mendorong transformasi ekonomi, sepertihilirisasi industri bernilai tambah tinggi, transisi energi hijau, dan pembiayaan usahamikro kecil dan menengah. Pengawasan berbasis risiko yang ketat serta penerapantata kelola manajemen risiko modern menjamin tingkat kredit bermasalah tetapterkendali pada level yang sangat aman. Langkah mitigasi risiko yang matang inimemastikan bahwa percepatan penyaluran kredit perbankan tidak mengorbankanprinsip kehati-hatian operasional industri keuangan. Keterpaduan antara kebijakan fiskal dan pengawasan industri perbankan terbuktimampu menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi dunia usaha nasional. Penurunan biaya logistik melalui pembangunan sarana publik yang dibiayaianggaran negara berjalan beriringan dengan kemudahan akses kredit perbankanyang kompetitif bagi para pelaku industri manufaktur domestik. Kolaborasi harmonisdalam wadah Komite Stabilitas Sistem Keuangan menjadi benteng pertahanan yang sangat tangguh dalam menangkal dampak rambatan ketidakstabilan moneter global ke dalam perekonomian domestik. Sinergi kelembagaan ini juga diperkuat lewat harmonisasi bauran kebijakanmoneter, fiskal, dan pengawasan sektor keuangan secara terpadu. Pemerintah dan otoritas secara berkala mengantisipasi transmisi risiko eksternal, sehingga dunia perbankan nasional kian leluasa menyalurkan likuiditas pembiayaan secaraekspansif namun tetap terukur ke berbagai proyek strategis di pusat pertumbuhanbaru daerah. Di sisi lain, partisipasi aktif para pelaku perbankan swasta dan badan usaha miliknegara dalam memperluas inklusi keuangan masyarakat menjadi katalis penting. Digitalisasi transaksi perbankan dan penyaluran kredit permodalan hingga pelosokpedesaan mempercepat integrasi jutaan pelaku usaha rakyat ke dalam ekosistemkeuangan formal. Keterbukaan akses finansial ini memberikan peluang besar bagipengusaha rintisan lokal untuk meningkatkan kapasitas produksinya, memperluasjangkauan pasar, dan membuka lapangan kerja baru di tingkat akar rumput. Dengan demikian, sinergi antara APBN yang sehat dan perbankan yang kokohmerupakan fondasi utama dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonominasional menuju cita-cita Indonesia Emas. Kebijakan fiskal yang disiplin, ketegasanpengawasan jasa keuangan, akselerasi intermediasi perbankan ke sektor produktif, serta partisipasi aktif seluruh elemen industri adalah rangkaian langkah terpadu yang saling menguatkan. Tujuannya adalah memastikan bahwa laju pertumbuhanekonomi nasional tidak hanya tumbuh tinggi secara angka, melainkan juga berkeadilan, inklusif, dan memberikan kemakmuran nyata bagi seluruh rakyat di bawah naungan Sang Saka Merah Putih. *)Pengamat Isu Strategis

Read More

Pemerintah Perketat Pengawasan MBG, Kasus Keracunan Diproses Hukum

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat pengawasan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan penyediaan makanan bagi siswa berlangsung aman, berkualitas, dan sesuai standar. Penguatan pengawasan menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan program berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan setiap laporan mengenai dugaan gangguan kesehatan yang berkaitan dengan…

Read More

Ekonomi RI Sehat: Pertumbuhan, Stabilitas, dan Sektor Keuangan Terjaga

Oleh: Lailani Yunzi Perekonomian Indonesia kembali menunjukkan ketahanan di tengah dinamika global yang penuhketidakpastian. Pertumbuhan ekonomi yang tetap berada di atas 5 persen, daya beli masyarakatyang terjaga, serta kondisi sektor keuangan yang relatif kuat menjadi indikator bahwa fondasiekonomi nasional semakin matang. Capaian tersebut menjadi penting karena Indonesia tidakhanya menghadapi tekanan dari perlambatan ekonomi global, tetapi juga berbagai gejolakgeopolitik yang berpotensi memengaruhi perdagangan, investasi, nilai tukar, hingga stabilitaspasar keuangan. Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen pada kuartal II-2026. Angka tersebut memang lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada kuartal I-2026 yang mencapai 5,6 persen, tetapi tetap memperlihatkan bahwa aktivitas ekonomi nasional bergerakdalam jalur pertumbuhan yang solid. Pertumbuhan tersebut juga menunjukkan bahwa mesinekonomi domestik masih mampu bekerja di tengah lingkungan global yang tidak mudahdiprediksi. Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian KeuanganHerman Saheruddin menilai pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu cerminan utamakondisi perekonomian yang sehat. Menurutnya, kemampuan masyarakat untuk tetapmenjalankan aktivitas konsumsi sehari-hari menjadi salah satu indikator sederhana bahwa dayabeli masih terjaga. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi tidak semata-mata tercerminmelalui angka statistik, tetapi juga melalui kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan danmenjalankan kegiatan ekonomi. Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan ekonomi perlu dibaca secara lebih luas. Pertumbuhan yang sehat seharusnya mampu menjaga aktivitas produksi, perdagangan dankonsumsi secara bersamaan. Ketika masyarakat tetap melakukan konsumsi, pelaku usahamemiliki ruang untuk meningkatkan produksi, sementara dunia usaha dapat mempertahankanatau bahkan memperluas kegiatan investasinya. Siklus tersebut pada akhirnya menciptakan efekberantai terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat. Kondisi tersebut menjadi semakin relevan jika melihat perjalanan ekonomi Indonesia dalambeberapa dekade terakhir. Indonesia pernah menghadapi krisis keuangan Asia pada 1997-1998 yang memberikan tekanan sangat berat terhadap sistem perbankan dan perekonomian nasional. Setelah melewati fase tersebut, Indonesia kembali menghadapi berbagai guncangan, mulai darikrisis keuangan global, pandemi Covid-19, perang Rusia-Ukraina, hingga meningkatnya konflikgeopolitik di Timur Tengah. Namun, berbagai tekanan tersebut tidak membuat perekonomian Indonesia kembali mengalamikeruntuhan seperti pada 1998. Salah satu faktor penting yang menjelaskan ketahanan tersebutadalah semakin kuatnya sektor perbankan nasional. Anggota Dewan Komisioner LembagaPenjamin Simpanan bidang Program Penjaminan dan Resolusi Bank, Dody Zulverdi, menilaiperbankan memiliki posisi strategis dalam menopang ketahanan ekonomi Indonesia. MenurutDody, perbankan menjalankan tiga fungsi utama, yakni sebagai tempat masyarakat menyimpankekayaan, sumber pembiayaan bagi dunia usaha, serta fasilitator sistem pembayaran. Ketiga fungsi tersebut memiliki hubungan erat dengan keberlangsungan aktivitas ekonomi. Dana masyarakat yang tersimpan di perbankan dapat disalurkan kembali dalam bentuk pembiayaankepada sektor produktif. Pada saat yang sama, sistem pembayaran yang semakin berkembangmemungkinkan transaksi ekonomi berlangsung lebih cepat dan efisien. Penggunaan instrumenpembayaran digital, termasuk QRIS, juga memperlihatkan bahwa sistem keuangan Indonesia terus beradaptasi dengan perubahan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Karena itu, stabilitas perbankan bukan hanya persoalan industri keuangan, melainkan bagianintegral dari stabilitas ekonomi nasional. Ketika masyarakat memiliki kepercayaan terhadapperbankan, aktivitas menabung, investasi, pembiayaan dan transaksi dapat berjalan dengan lebihbaik. Sebaliknya, apabila kepercayaan terhadap sistem perbankan terganggu, dampaknya dapatmeluas ke sektor riil karena dunia usaha akan kesulitan memperoleh pembiayaan dan masyarakatdapat mengurangi aktivitas ekonominya. Dody Zulverdi menegaskan bahwa pengalaman Indonesia menghadapi berbagai krisismenunjukkan pentingnya menjaga kepercayaan terhadap sektor perbankan. Menurutnya, kekuatan bank menjadi salah satu alasan ekonomi Indonesia mampu bertahan menghadapiberagam tekanan dalam tiga dekade terakhir. Peran menjaga kepercayaan tersebut juga menjadibagian penting dari mandat Lembaga Penjamin Simpanan dalam menjaga stabilitas sistemperbankan dan melindungi kepentingan masyarakat. Di sisi lain, capaian pertumbuhan ekonomi juga tidak dapat dilepaskan dari koordinasi antarapemerintah, regulator dan industri. Herman Saheruddin menilai keberlanjutan pertumbuhan di atas 5 persen di tengah berbagai tekanan global mencerminkan adanya peran pemerintah danregulator dalam menjaga stabilitas ekonomi. Koordinasi kebijakan menjadi semakin pentingkarena tantangan ekonomi saat ini bersifat multidimensi, mulai dari ketidakpastian geopolitikhingga perubahan kondisi perdagangan dan pasar keuangan global. Dengan fondasi pertumbuhan yang tetap solid, daya beli yang terjaga, serta sektor perbankanyang semakin kuat, Indonesia memiliki modal penting untuk menghadapi ketidakpastian global. Ekonomi yang sehat bukan hanya ekonomi yang tumbuh, melainkan ekonomi yang mampumenjaga stabilitas sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat dan dunia usaha untukberkembang. Ketahanan yang telah terbentuk selama beberapa dekade menjadi modal berhargabagi Indonesia untuk melangkah menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, berkelanjutandan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. *Penulis adalah pengamat Ekonomi

Read More

Ekonomi RI Dinilai Sehat dan Tangguh di Tengah Tekanan Global

Jakarta,- Perekonomian Indonesia dinilai tetap menunjukkan ketahanan di tengah meningkatnya tekanan dan ketidakpastian ekonomi global. Fundamental ekonomi yang kuat serta kondisi fiskal yang terjaga menjadi modal penting bagi Indonesia untuk mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus menghadapi berbagai tantangan eksternal. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan lingkungan global saat ini semakin menantang. Namun, kondisi tersebut tidak…

Read More

Pemerintah Dorong Investasi dan Stabilitas Keuangan untuk Jaga Ekonomi RI

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat kebijakan untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Penguatan investasi dan stabilitas sektor keuangan menjadi bagian penting untuk mempertahankan pertumbuhan sekaligus memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang dan meningkatkan kepercayaan terhadap prospek perekonomian Indonesia. Tantangan global berupa ketegangan geopolitik dan fragmentasi perdagangan berpotensi memengaruhi pasar keuangan serta arus investasi….

Read More

Lapangan Kerja, Upskilling, dan Kepastian Usaha Harus Menjadi Napas RUU Ketenagakerjaan

Oleh : Abdul Razak)* Pemerintah bersama DPR RI tengah mempercepat pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan sebagai upaya menjawab perubahan dan tantangan dunia kerja yang semakin kompleks. Regulasi baru tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat perlindungan pekerja, tetapi juga mampu menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif, mendorong peningkatan keterampilan, memperluas kesempatan kerja, sekaligus memberikan kepastian bagi dunia usaha. Menteri…

Read More

Dunia Kerja Berubah, RUU Ketenagakerjaan Berani Lebih Adaptif

Oleh: Bara Winatha*) Perubahan dunia kerja berlangsung semakin cepat seiring perkembangan teknologi, transformasi industri, perubahan pola hubungan kerja, hingga meningkatnya kebutuhan terhadap jaminan sosial. Kondisi tersebut membuat regulasi ketenagakerjaan tidak cukup hanya mengatur hubungan antara pekerja dan perusahaan secara konvensional, tetapi juga harus mampu menjawab tantangan baru yang muncul di tengah perubahan struktur ekonomi. Pembahasan…

Read More

RUU Ketenagakerjaan Diarahkan Tarik Investasi dan Buka Lapangan Kerja Baru

Jakarta – Pemerintah saat ini tengah menyelesaikan pembahasan RUU Ketenagakerjaan yang diarahkan untuk menarik investasi dan membuka lapangan kerja baru, sekaligus memperkuat perlindungan sosial bagi seluruh pekerja di Indonesia. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menargetkan pembahasan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan dapat diselesaikan pada akhir Oktober 2026. RUU tersebut diharapkan menjadi payung hukum baru untuk memperkuat perlindungan bagi para…

Read More