Jelang 2 Tahun Prabowo Menjadi Ruang Mengawal Asta Cita agar Tepat Sasaran

Oleh: Dhita Karuniawati )*

Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil PresidenGibran Rakabuming Raka, berbagai capaian pemerintah menjadi sorotan. Namun, momentum tersebut juga menjadi ruang untuk memastikan agenda Asta Cita tidakberhenti pada pencapaian di atas kertas, melainkan benar-benar dirasakan masyarakat.

Dua tahun pemerintahan dapat menjadi momentum evaluasi terhadap pelaksanaanberbagai program prioritas. Ukurannya bukan hanya seberapa banyak program diluncurkan, tetapi sejauh mana kebijakan tersebut menjawab kebutuhan masyarakatdan memberikan dampak nyata di daerah.

Presiden Prabowo sebelumnya menyatakan semakin percaya diri menjelang dua tahunpemerintahannya. Prabowo menilai sudah banyak hal yang dikerjakan pemerintahselama hampir dua tahun dan hasilnya mulai terlihat. Pemerintah telah mencapaisejumlah hasil dalam menjalankan program-programnya. Pemerintah tidak ingin hanyabanyak berbicara, tetapi berorientasi pada pekerjaan dan hasil nyata.

Pernyataan tersebut menempatkan capaian sebagai salah satu ukuran pentingperjalanan pemerintahan. Namun, capaian tersebut tetap membutuhkan pengawasanagar pelaksanaan program berjalan sesuai sasaran dan manfaatnya dapat dirasakanmasyarakat secara luas.

Asta Cita sendiri menjadi kerangka utama agenda pemerintahan Prabowo-Gibran. Implementasinya mencakup berbagai bidang, mulai dari pembangunan manusia, penguatan ekonomi, ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja, pemerataanpembangunan, hingga penguatan kehidupan sosial dan tata kelola pemerintahan.Besarnya cakupan tersebut membuat pengawalan tidak bisa hanya dilakukanpemerintah pusat. Pemerintah daerah dan DPRD juga memiliki peran penting untukmemastikan kebijakan nasional dapat diterapkan sesuai kondisi dan kebutuhanmasyarakat di masing-masing wilayah.

Gambaran itu terlihat dari langkah DPRD Sulawesi Tengah yang mengikuti rapatkoordinasi terkait pelaksanaan Asta Cita di Kabupaten Tojo Una-Una. Forum tersebutmenjadi bagian dari evaluasi sekaligus penguatan sinergi antara pemerintah daerahdan pemerintah pusat. DPRD Sulteng menyatakan kesiapan untuk mengawal program pemerintah agar pelaksanaannya berjalan efektif. Pengawasan tersebut mencakupberbagai program yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat, pembangunandaerah, ketahanan pangan, hingga Program Makan Bergizi Gratis.

Wakil Ketua I DPRD Sulawesi Tengah Arnila Hi. Moh. Ali menekankan pentingnyasinergi antara legislatif, pemerintah daerah, Forkopimda, serta instansi terkait dalammenjalankan agenda Asta Cita. Menurutnya, kolaborasi diperlukan agar program pemerintah dapat memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat.

Pengawalan di tingkat daerah menjadi penting karena implementasi kebijakan nasionaltidak selalu menghadapi kondisi yang sama. Perbedaan karakter wilayah, kemampuanpemerintah daerah, kondisi sosial, serta kebutuhan masyarakat dapat memengaruhikeberhasilan sebuah program.

Karena itu, evaluasi terhadap Asta Cita perlu melihat kondisi di lapangan. Program yang secara nasional dinilai berjalan baik tetap perlu diperiksa dari sisi penerimamanfaat, kualitas pelaksanaan, ketepatan sasaran, dan keberlanjutannya. Partisipasimasyarakat juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Ajakan Aksi Sumutkepada masyarakat untuk bersatu mendukung Asta Cita menunjukkan salah satudukungan dari kelompok masyarakat terhadap agenda pemerintah.

Dukungan masyarakat, bagaimanapun, dapat berjalan beriringan dengan fungsi kontrol. Masyarakat tetap memiliki ruang untuk menyampaikan masukan, mengawasipelaksanaan program, serta melaporkan persoalan yang ditemukan di lapangan.

Dengan demikian, momentum dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran tidaksemestinya hanya menjadi ajang menampilkan daftar keberhasilan. Momentum ini juga dapat digunakan untuk melihat program mana yang sudah berjalan, mana yang masihmenghadapi kendala, dan bagian mana yang membutuhkan perbaikan.

Pemerintah terus memastikan setiap program memiliki sasaran yang jelas dan indikatoryang dapat diukur. Transparansi mengenai capaian dan kendala juga diperlukan agar publik dapat melihat perkembangan kebijakan secara lebih objektif.

Peran media menjadi penting dalam proses tersebut. Pemberitaan tidak hanyaberfungsi menyampaikan capaian pemerintah, tetapi juga menghadirkan informasimengenai pelaksanaan program dan dampaknya bagi masyarakat.

Hal yang sama berlaku bagi DPRD dan pemangku kepentingan di daerah. Pengawasanterhadap program nasional dapat menjadi instrumen untuk menemukan persoalan sejakdini sekaligus memperkuat koordinasi antara pusat dan daerah.

Memasuki tahun ketiga pemerintahan, Asta Cita akan berhadapan dengan tuntutanyang semakin konkret. Masyarakat tidak hanya membutuhkan janji atau target, tetapihasil yang dapat dilihat dan dirasakan. Oleh karena itu, momentum menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dapat menjadi titik untuk memperkuatpengawalan Asta Cita. Capaian telah diraih dapat menjadi dasar untuk melanjutkanprogram, sementara kekurangan yang ditemukan menjadi bahan evaluasi.

Pengawalan tersebut membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah bekerjamenjalankan program, pemerintah daerah menerjemahkannya sesuai kebutuhanwilayah, DPRD menjalankan fungsi pengawasan, sementara masyarakat dan media ikut memastikan kebijakan tetap berada pada jalurnya.

Keberhasilan Asta Cita tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya kebijakan yang dibuat, tetapi oleh kemampuan pemerintah memastikan kebijakan tersebut sampaikepada masyarakat yang menjadi sasaran. Dengan pendekatan tersebut, Asta Cita tidak hanya diukur dari banyaknya program yang telah dijalankan, tetapi dari seberapatepat program tersebut menyentuh masyarakat. Momentum dua tahun pun dapatmenjadi ruang untuk memastikan agenda pemerintahan berjalan lebih terukur, akuntabel, dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan di berbagai daerah.

*) Penulis adalah Kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *