Lokapasar MBG Menjadi Langkah Penting Menjaga Kualitas Makanan Anak

Oleh: Aditya Anggara )*

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki cakupan pelayanan luas karenamenyasar kebutuhan pangan dan gizi anak di berbagai daerah. Besarnya jumlahpenerima manfaat membuat kualitas bahan pangan menjadi aspek penting dalampenyelenggaraan program. Bahan yang digunakan tidak hanya harus tersedia dalamjumlah memadai, tetapi juga memenuhi standar keamanan, mutu, kesegaran, dan kelayakan konsumsi.

Dalam konteks tersebut, gagasan pembentukan lokapasar atau marketplace khususkebutuhan MBG menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola penyediaanbahan pangan. Mekanisme ini dapat mempertemukan kebutuhan Satuan PelayananPemenuhan Gizi (SPPG) dengan penyedia komoditas pangan secara lebihterorganisasi. Sistem yang terstruktur juga dapat membantu memastikan bahanyang digunakan berasal dari sumber yang memenuhi persyaratan.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengatakan gagasan pembuatanmarketplace atau lokapasar untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG), bertujuan untuk menjamin keamanan bahan bakunya. Melalui cara itu, bahan-bahanyang disediakan untuk kebutuhan MBG bisa didapatkan dengan kualitas terbaik. Ia menyatakan, ketika bahan baku yang didapatkan oleh Satuan PelayananPemenuhan Gizi (SPPG) masih dalam kondisi segar, maka potensi terjadinyagangguan di lapangan akibat kualitas bahan seperti keracunan, bisa dicegah secaraoptimal. Sudaryono juga menyatakan, lokapasar turut menjadi bagian memastikanterjaganya ketersediaan dan kualitas komoditas pangan yang digunakan oleh SPPG atau dapur MBG, memproduksi menu program MBG sesuai standar serta layakkonsumsi.

Penyediaan makanan dalam skala besar membutuhkan pengelolaan rantai pasokyang baik. SPPG harus memastikan berbagai bahan tersedia sesuai kebutuhanmenu, jumlah penerima manfaat, jadwal produksi, serta standar pengolahan. Komoditas seperti beras, sayuran, buah, telur, daging, dan ikan memiliki karakteristikpenyimpanan serta daya tahan yang berbeda sehingga membutuhkan penanganansesuai standar.

Lokapasar dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat proses tersebut. Melalui sistem pengadaan yang lebih terintegrasi, kebutuhan bahan pangan dapatdicatat dan dipantau berdasarkan jenis, jumlah, kualitas, serta waktu pengiriman. Informasi tersebut penting untuk menjaga kesegaran bahan sebelum digunakandalam proses produksi makanan.

Penguatan rantai pasok juga berkaitan dengan upaya mengurangi risiko selamapenyediaan makanan. Bahan pangan yang tidak ditangani dengan baik dapatmengalami penurunan kualitas sebelum diolah. Karena itu, sumber bahan, proses distribusi, kondisi penyimpanan, dan waktu penerimaan menjadi bagian pentingdalam sistem keamanan pangan.

Selain pengadaan, pengawasan terhadap pelaksanaan MBG tetap diperlukan untukmenjaga standar program. Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, menyatakan pihaknya terus memperkuat pengawasan terhadappelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan seluruhproses penyelenggaraan program berjalan sesuai dengan standar keamananpangan, kualitas pelayanan, serta ketentuan tata kelola yang telah ditetapkan.

Ketut menyampaikan bahwa pemberhentian operasional sementara dilakukansecara dinamis berdasarkan hasil pengawasan di lapangan. Berdasarkan data yang ada, rata-rata terdapat 20 hingga 30 SPPG yang dikenakan sanksi pemberhentianoperasional sementara setiap harinya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari mekanisme pengawasan untuk memastikansetiap SPPG menjalankan standar penyelenggaraan. Pengadaan bahan bakumelalui sistem yang lebih terorganisasi juga perlu berjalan beriringan denganpengawasan pada tahap penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi agar standarkeamanan pangan diterapkan secara menyeluruh.

Penyelenggaraan MBG melibatkan banyak SPPG dengan kondisi wilayah yang beragam. Dapur di kawasan perkotaan memiliki karakteristik distribusi berbedadengan dapur yang melayani wilayah terpencil. Jarak, infrastruktur, ketersediaanpemasok, serta karakteristik komoditas menjadi faktor yang perlu diperhitungkandalam penyediaan bahan pangan.

Lokapasar tidak menghilangkan seluruh tantangan tersebut, tetapi dapat membantupengelolaan kebutuhan pangan secara lebih terkoordinasi. Data permintaan SPPG dapat menjadi dasar untuk melihat kebutuhan komoditas secara lebih luas, sementara informasi ketersediaan bahan dapat mendukung perencanaanpengadaan sesuai kondisi lapangan.

Pengembangan lokapasar juga dapat membuka ruang bagi pelaku usaha pangan, petani, peternak, nelayan, koperasi, dan pemasok lokal untuk terlibat dalam rantaipasok program. Keterlibatan tersebut tetap perlu disertai pemenuhan standarmengenai mutu, kebersihan, penanganan, pengemasan, penyimpanan, dan distribusi.

Keberadaan sistem digital juga dapat mendukung proses pengadaan yang lebihterdokumentasi. Pencatatan kebutuhan, penyedia, jumlah komoditas, hinggadistribusi bahan dapat membantu proses pemantauan dan evaluasi. Apabilaterdapat persoalan terkait kualitas atau ketepatan pengiriman, data tersebut dapatmenjadi dasar perbaikan. Bagi penerima manfaat, seluruh rangkaian tersebutbermuara pada tersedianya makanan yang aman, bergizi, dan layak dikonsumsi. Anak-anak yang menerima MBG membutuhkan makanan yang diproduksi melaluiproses yang memperhatikan kualitas sejak bahan baku diperoleh. Karena itu, penguatan sistem pengadaan memiliki kaitan dengan kualitas pelayanan program.

Lokapasar MBG dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu menciptakanproses pengadaan yang lebih terencana, terdokumentasi, dan terhubung dengankebutuhan SPPG. Dengan demikian, lokapasar untuk kebutuhan MBG memilikifungsi lebih luas daripada sekadar sarana transaksi bahan pangan. Sistem tersebutdapat menjadi bagian dari upaya membangun rantai pasok yang lebih tertatasekaligus mendukung penerapan standar kualitas dan keamanan pangan, sehinggapenyelenggaraan MBG dapat terus diarahkan pada penyediaan makanan yang aman, berkualitas, dan layak dikonsumsi bagi penerima manfaat.

)* Pengamat kebijakan publik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *