Dua Tahun Prabowo-Gibran Perkuat Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Papua
Oleh : Yohanes Wandikbo )*
Dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi momentum penguatan pembangunan Papua melalui berbagai program strategis yang menyasar peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan akses pendidikan, pemenuhan gizi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sejumlah tokoh adat Papua mengapresiasi komitmen pemerintah dalam mendorong pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat hingga tingkat kampung, sekaligus membuka peluang bagi generasi muda Papua untuk tumbuh, maju, dan berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Ondofolo Kampung Puay Yacob Fiobetauw menilai perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat merupakan langkah positif dalam mendorong pemerataan pembangunan, termasuk di wilayah Papua. Menurut Yacob, keberlanjutan program yang menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat menjadi faktor penting untuk memperkuat kepercayaan dan partisipasi warga dalam pembangunan nasional.
Salah satu program yang mendapat perhatian ialah Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut dinilai berpotensi mendukung pemenuhan gizi anak sekaligus mempersiapkan generasi muda Papua agar tumbuh sehat, memiliki kemampuan belajar yang baik, dan mampu bersaing pada masa mendatang. Yacob berharap pelaksanaannya terus disempurnakan sehingga semakin banyak anak di berbagai wilayah Papua dapat merasakan manfaatnya.
Selain pemenuhan gizi, penguatan akses pendidikan juga menjadi bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia Papua. Hal ini tercermin dalam pengembangan Sekolah Rakyat Terintegrasi 76 Mimika, Papua Tengah, yang mendapat perhatian dari jajaran TNI dan pemerintah daerah. Kunjungan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Letjen TNI Lucky Avianto pada 15 Oktober 2026 memperlihatkan dukungan lintas sektor terhadap penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.
Dalam kunjungan tersebut, Letjen TNI Lucky Avianto berinteraksi dengan guru dan siswa untuk melihat secara langsung proses pembelajaran serta kebutuhan pengembangan peserta didik. Ia menilai antusiasme para siswa menjadi modal penting dalam menyiapkan generasi muda Papua yang berprestasi. Dukungan fasilitas olahraga dan pembinaan fisik juga diarahkan untuk memperluas kesiapan siswa yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan, termasuk institusi militer.
Pengembangan Sekolah Rakyat di Mimika turut mendorong minat daerah lain untuk menghadirkan layanan pendidikan serupa. Bupati Intan Jaya Aner Maisini menyatakan dukungan terhadap program tersebut melalui rencana pembangunan Sekolah Rakyat di wilayahnya bersama Kementerian Sosial dan kementerian terkait. Kehadiran fasilitas pendidikan yang lebih mudah dijangkau diharapkan membantu memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah, termasuk masyarakat di wilayah pegunungan Papua.
Dukungan pemerintah daerah juga terlihat melalui kesiapan lahan seluas 8,5 hektare di Mimika untuk pembangunan fasilitas permanen Sekolah Rakyat. Kepala Dinas Sosial Mimika Hasan Kemong menyampaikan kesiapan pemerintah kabupaten dalam mendukung tahapan pembangunan tersebut. Sementara itu, Kepala Balai Besar Pendidikan Pelatihan dan Pemberdayaan Kesejahteraan Sosial Regional VI Maluku dan Tanah Papua Jhon H. Mampioper menilai sinergi antara pemerintah dan TNI dapat membantu mempersiapkan siswa secara fisik, mental, dan akademis untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Di bidang ekonomi, pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi salah satu upaya memperkuat kemandirian masyarakat. Di Kabupaten Mimika, Kopdes Merah Putih Limau Asri Timur diarahkan menjadi wadah untuk menampung dan memasarkan hasil pertanian, khususnya padi, sehingga potensi produksi masyarakat memiliki akses yang lebih luas ke pasar di Timika dan sekitarnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika Samuel Yogi menekankan pentingnya menggali potensi unggulan daerah sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi lokal. Menurut Samuel, keterlibatan masyarakat sebagai anggota sekaligus pemilik koperasi perlu diperkuat agar kegiatan usaha dapat berkembang sesuai kebutuhan warga. Dengan pengelolaan yang profesional, koperasi diharapkan menjadi penghubung antara petani, pelaku usaha, dan konsumen.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa Kopdes Merah Putih dirancang sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat, bukan sekadar tempat berbelanja. Koperasi diharapkan mendukung distribusi kebutuhan pokok, penyediaan sarana produksi pertanian, serta penyerapan dan pemasaran hasil pertanian maupun perikanan. Bagi Papua, pendekatan tersebut membuka peluang untuk mengembangkan potensi lokal sekaligus memperkuat perputaran ekonomi di tingkat kampung.
Keberhasilan berbagai program itu juga membutuhkan lingkungan yang aman dan hubungan harmonis antara aparat dengan masyarakat. Ondofolo Kampung Puay Yacob Fiobetauw mengapresiasi pendekatan sosial yang dilakukan TNI dan Polri di Kabupaten Jayapura. Kedekatan aparat dengan masyarakat adat dinilai dapat memperkuat kepercayaan, menjaga persatuan, dan mendukung kelancaran pembangunan. Yacob juga menekankan pentingnya toleransi antarumat beragama serta komitmen bersama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ondofolo Kampung Atamali Septinus Ibo berharap pembangunan dan bantuan sosial terus diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat kampung. Ia juga mendorong agar pemanfaatan dana Otonomi Khusus Papua semakin memberikan manfaat nyata bagi warga, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan dan memperluas kesempatan ekonomi.
Dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran menjadi kesempatan untuk memperkuat kesinambungan pembangunan Papua melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat adat, dunia pendidikan, dan aparat keamanan. Pendidikan yang lebih mudah diakses, pemenuhan gizi anak, serta penguatan koperasi merupakan langkah yang saling melengkapi dalam membangun fondasi kesejahteraan jangka panjang. Apresiasi para tokoh adat dan dukungan berbagai pemangku kepentingan menunjukkan pentingnya pembangunan yang melibatkan masyarakat sebagai bagian utama dari proses perubahan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
)* Penulis merupakan Pengamat Pembangunan Papua
