admin

MBG 3B dan Strategi Memperkuat Fondasi Generasi Sehat

Oleh: Alexander Royce*) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan arah kebijakan yang semakin matangdan terukur sebagai bagian dari strategi besar pemerintah dalam membangun fondasi generasisehat Indonesia. Di tengah tantangan ketahanan pangan, inflasi harga bahan pokok, sertapersoalan gizi yang masih dihadapi sebagian masyarakat, kebijakan MBG dengan fokus pada kelompok 3B—ibu hamil, ibu menyusui, dan balita—menjadi langkah strategis yang tidak hanyabersifat kuratif, tetapi juga preventif dan visioner. Pemerintah tidak sekadar membagikanmakanan, tetapi sedang membangun ekosistem kesehatan publik yang berkelanjutan, berbasispencegahan, dan berdampak jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Anggota DPR RI, Edy Wuryanto menegaskan bahwa kebijakan MBG 2026 yang memprioritaskan kelompok 3B merupakan pilihan yang sangat rasional dan berbasis kebutuhannyata masyarakat. Menurutnya, fase awal kehidupan manusia adalah periode paling krusialdalam menentukan kualitas kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas seseorang di masa depan. Dengan memastikan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita memperoleh asupan gizi yang cukup, negara sedang melakukan investasi sosial yang sangat fundamental.  Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam rantai pasok MBG agar manfaat program ini tidak hanya dirasakan dari sisi kesehatan, tetapi juga dari sisi ekonomikerakyatan. Pola ini menunjukkan bahwa MBG tidak berdiri sendiri sebagai program sosial, melainkan menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi inklusif yang memperkuat basis produksi lokal, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan ekonomi daerah secara simultan. Pernyataan tersebut sejalan dengan pandangan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya, yang menegaskan bahwa kelompok 3B memang menjadi sasaran utama MBG karenamemiliki tingkat kerentanan gizi paling tinggi. Pendekatan yang diambil pemerintah melaluiBGN menunjukkan adanya pergeseran paradigma kebijakan publik, dari pola reaktif menujupendekatan preventif dan promotif. Negara tidak lagi menunggu masyarakat jatuh dalam kondisigizi buruk atau stunting, tetapi hadir lebih awal untuk memutus mata rantai masalah kesehatansejak hulu.  Dalam konteks pembangunan nasional, kebijakan ini menjadi bagian dari strategi besarpenguatan kualitas SDM yang berkelanjutan. Ketika generasi muda tumbuh sehat, produktif, dan cerdas, maka daya saing bangsa juga meningkat. Inilah logika pembangunan jangka panjangyang sedang dibangun pemerintah: menyiapkan manusia Indonesia unggul sebagai fondasi utamakemajuan bangsa. Dari sisi implementasi daerah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Anggia Murni, mencatat ribuan warga kelompok 3B telah menerima layanan MBG. Fakta inimenunjukkan bahwa program tersebut tidak berhenti di tataran kebijakan, tetapi benar-benarhadir dalam praktik pelayanan publik. Implementasi di daerah menjadi bukti bahwa koordinasipusat dan daerah berjalan efektif, serta menunjukkan adanya keseriusan pemerintah dalammemastikan program prioritas nasional sampai ke tingkat akar rumput. Keberhasilan distribusilayanan MBG juga mencerminkan penguatan sistem pelayanan kesehatan primer yang semakinadaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dalam konteks desentralisasi, capaian inimemperlihatkan bahwa kebijakan nasional dapat diterjemahkan secara konkret melalui tata kelola daerah yang baik dan kolaboratif. Kebijakan MBG 3B juga relevan dengan agenda nasional penurunan stunting, penguatanketahanan pangan keluarga, serta peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak. Pemerintahsecara konsisten mendorong sinergi lintas sektor antara kesehatan, pangan, pendidikan, dan ekonomi untuk memastikan dampak kebijakan bersifat holistik. Program ini tidak berdiri sendiri, tetapi terhubung dengan berbagai kebijakan strategis lainnya seperti penguatan pangan lokal, stabilisasi harga bahan pokok, serta pemberdayaan UMKM. Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, pendekatan terintegrasi seperti ini menjadi bukti bahwa pemerintah tidakhanya fokus pada pertumbuhan ekonomi makro, tetapi juga pada kualitas hidup masyarakatsecara nyata. Lebih jauh, MBG 3B mencerminkan wajah negara yang hadir secara konkret dalam kehidupanrakyat. Negara tidak hanya hadir melalui regulasi, tetapi melalui layanan langsung yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Pendekatan ini memperkuat kepercayaan publikterhadap pemerintah, karena masyarakat merasakan langsung manfaat kebijakan. Kepercayaanpublik inilah yang menjadi modal sosial penting dalam menjaga stabilitas nasional dan memperkuat kohesi sosial. Dalam perspektif pembangunan, stabilitas sosial yang dibangunmelalui kebijakan kesejahteraan adalah fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan desain kebijakan yang terarah, implementasi yang nyata, serta dukungan lintas sektor, MBG 3B bukan sekadar program bantuan sosial, melainkan strategi pembangunan manusia yang komprehensif. Pemerintah sedang membangun fondasi generasi sehat yang akan menjadi tulangpunggung Indonesia di masa depan. Investasi pada gizi ibu dan anak hari ini adalah investasipada daya saing bangsa esok hari. Dengan langkah-langkah strategis ini, arah pembangunannasional semakin menunjukkan keberpihakan yang kuat pada kualitas manusia sebagai pusatpembangunan. Pemerintah tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membanguninfrastruktur manusia, yang menjadi kunci utama menuju Indonesia yang maju, kuat, dan berdaya saing global. *) Penulis merupakan Pengamat Sosial

Read More

1.000 Hari Pertama Kehidupan dan Urgensi MBG 3B

Oleh: Dhita Karuniawati )* Masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), terhitung sejak awal kehamilan hingga anak berusia dua tahun, merupakan periode emas yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Pada fase ini pertumbuhan otak berlangsung sangat cepat, fondasi sistem imun dibangun, serta perkembangan fisik dan kognitif mengalami lompatan signifikan. Kekurangan gizi pada periode ini dapat menimbulkan…

Read More
Peran Danantara Menguat dalam Restrukturisasi BUMN, Antam dan PTBA Kembali Berstatus Persero

Peran Danantara Menguat dalam Restrukturisasi BUMN, Antam dan PTBA Kembali Berstatus Persero

Jakarta – Peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) kian menguat dalam proses restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menyusul dikembalikannya status Persero kepada PT Aneka Tambang Tbk dan PT Bukit Asam Tbk. Perubahan tersebut dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang BUMN dan ditegaskan tidak memengaruhi operasional maupun…

Read More
Danantara Dorong Hilirisasi Peternakan untuk Stabilkan Harga di Indonesia

Danantara Dorong Hilirisasi Peternakan untuk Stabilkan Harga di Indonesia

Jakarta – Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) terus memperkuat program hilirisasi peternakan ayam terintegrasi sebagai langkah strategis guna menjaga kestabilan harga komoditas unggas di Indonesia. Program ini tidak hanya diarahkan untuk menekan fluktuasi harga, tetapi juga ditujukan untuk memperkuat pasokan daging ayam dan telur, sekaligus mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi…

Read More

Danantara Perkuat Hilirisasi untuk Tingkatkan Nilai TambahIndustri Nasional

Oleh: Yoga Pranata Langkah pemerintah melalui penguatan hilirisasi kembali menunjukkan arah kebijakan ekonomiyang menempatkan nilai tambah sebagai prioritas utama, seiring dimulainya pembangunansejumlah proyek strategis Danantara yang diyakini akan mengubah struktur industri nasional dariberbasis komoditas mentah menjadi produk bernilai tinggi dan berdaya saing global. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Anindya Bakrie menilai peletakan batupertama enam proyek hilirisasi tahap awal dari total 18 proyek Danantara merupakan sinyal kuatbahwa Indonesia serius mengakselerasi transformasi ekonomi. Menurutnya, hilirisasi bukansekadar jargon kebijakan, melainkan instrumen nyata untuk menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, serta memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan internasional. Denganpengolahan di dalam negeri, sumber daya alam tidak lagi dilepas dalam bentuk mentah, tetapidiubah menjadi produk bernilai tambah tinggi yang memberi manfaat berlipat bagiperekonomian nasional. Anindya Bakrie menegaskan bahwa selama ini ekspor Indonesia masih terlalu bergantung padakomoditas primer seperti crude palm oil dan batu bara. Pola ini membuat nilai ekonomi yang dinikmati di dalam negeri relatif terbatas. Melalui hilirisasi, Indonesia didorong untukmengekspor produk turunan yang lebih kompleks, sehingga keuntungan tidak hanya dinikmatioleh pasar luar negeri, tetapi juga mengalir ke sektor industri, tenaga kerja, dan pelaku usahanasional. Ia memandang pergeseran struktur ekspor sebagai keniscayaan agar Indonesia tidakterjebak sebagai pemasok bahan baku semata. Lebih jauh, Anindya Bakrie menyoroti peran penguasaan teknologi sebagai fondasi keberhasilanhilirisasi. Ia mencontohkan potensi pengolahan silika menjadi wafer silikon yang dibutuhkanindustri semikonduktor. Jika mampu menguasai rantai produksi tersebut, Indonesia berpeluangnaik kelas dalam rantai nilai global dan tidak lagi berada di posisi bawah. Hilirisasi, menurutnya, harus berjalan seiring dengan transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusiaagar manfaatnya berkelanjutan. Optimisme terhadap hilirisasi Danantara juga tercermin dari ragam proyek yang mulai digarap. Proyek bauksit menjadi alumina dan aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat, dengan nilaiinvestasi besar, diproyeksikan memperkuat industri logam nasional sekaligus mendukungpeningkatan kapasitas produksi di Kuala Tanjung, Sumatera Utara. Di sektor energi terbarukan, proyek bioetanol di Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur, serta proyek biorefinery di Cilacap, Jawa Tengah, menjadi penanda keseriusan pemerintah mendorong energi berbasis sumber dayadomestik. Sementara itu, pembangunan fasilitas integrated poultry di berbagai daerah dan pabrikgaram dengan teknologi mechanical vapor recompression menunjukkan bahwa hilirisasi tidakhanya menyasar industri berat, tetapi juga sektor pangan strategis. Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan turut menegaskan bahwa hilirisasimerupakan pilar penting pembangunan ekonomi ke depan. Dalam forum bisnis bersama US Chamber of Commerce di Washington, D.C., Prabowo Subianto menyampaikan komitmenIndonesia untuk memperdalam kerja sama ekonomi dengan Amerika Serikat melalui perjanjianperdagangan yang memberikan kepastian bagi investor. Ia mengajak pelaku usaha Amerika untuk menjalin kemitraan jangka panjang dan melihat Indonesia bukan sekadar sebagai pasar, tetapi sebagai basis produksi yang menjanjikan. Dalam konteks ini, Danantara diposisikansebagai mesin utama yang akan menggerakkan proyek-proyek hilirisasi dan menjadi mitrastrategis investor global. Prabowo Subianto menilai kondisi fundamental ekonomi Indonesia berada pada jalur yang solid. Pertumbuhan ekonomi yang konsisten di atas lima persen, inflasi yang terkendali, serta disiplinfiskal yang terjaga menjadi modal penting dalam menarik investasi asing. Capaian investasilangsung asing yang tinggi mencerminkan kepercayaan dunia usaha terhadap stabilitas politikdan arah kebijakan pemerintah. Meski demikian, ia tidak menutup mata terhadap tantanganseperti korupsi, penyelundupan, dan aktivitas ekonomi ilegal yang masih harus diberantas secarategas demi menciptakan iklim usaha yang sehat. Dari sektor pangan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa hilirisasipeternakan unggas yang dijalankan Danantara memiliki tujuan strategis menjaga stabilitas harga. Menurutnya, fluktuasi harga ayam dan telur kerap bersumber dari persoalan di sektor hulu, mulaidari pakan, vaksin, hingga bibit ayam. Dengan melibatkan BUMN untuk bergerak langsung di hulu, pemerintah berupaya menjamin pasokan yang berkelanjutan dan melindungi peternak kecil. Ia menilai langkah ini penting agar kepentingan produsen dan konsumen dapat dijembatanisecara adil. Dalam setahun terakhir, pemerintah juga mencatat berbagai keberhasilan yang memperkuatfondasi kebijakan hilirisasi, mulai dari pengendalian inflasi pangan, peningkatan realisasiinvestasi, hingga penguatan ketahanan energi dan pangan. Keberhasilan menjaga stabilitasekonomi di tengah ketidakpastian global menjadi bukti bahwa arah kebijakan yang ditempuhberada di jalur yang tepat dan memberi ruang bagi implementasi proyek-proyek strategis sepertiDanantara. Pada akhirnya, hilirisasi yang diperkuat melalui Danantara bukan hanya soal membangun pabrikatau menambah kapasitas produksi, tetapi tentang keberanian mengubah paradigmapembangunan ekonomi. Dengan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan investor, Indonesia memiliki peluang besar untuk keluar dari jebakan ekonomi berbasis komoditas mentah danmelangkah menuju industri bernilai tambah tinggi. Tantangan tentu masih ada, namun dengankonsistensi kebijakan dan pengawasan yang kuat, hilirisasi dapat menjadi jalan menujukemandirian ekonomi dan kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh rakyat Indonesia. *) Analis Transformasi Ekonomi Indonesia

Read More

Peran Danantara dalam Mendorong Inovasi danInvestasi Sektor Prioritas

Oleh: Arga Wibisana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia mulaimenunjukkan peran strategisnya dalam mendorong investasi nasional yang berdampak langsungpada pembangunan ekonomi. Di tengah tantangan global dan kebutuhan percepatan transformasiekonomi, Danantara hadir sebagai instrumen penting untuk memperkuat sektor prioritas, meningkatkan daya saing, serta membuka peluang kerja yang lebih luas. Peran ini tidak hanyadilihat dari besarnya nilai investasi, tetapi juga dari arah kebijakan yang menekankan inovasi, hilirisasi, serta pembangunan yang merata. Pada tahun 2026, Danantara Indonesia bersiap menanamkan investasi pada empat proyekprioritas dengan total nilai mencapai Rp202,4 triliun. Keempat proyek tersebut adalah ProyekWamena, Proyek Cordova, Proyek Fukuoka, dan Proyek Johor. Rencana ini disampaikan olehCEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta. Menurut Rosan Roeslani, investasi tersebut tidak hanya mencakupproyek hilirisasi, tetapi juga merambah sektor pengolahan sampah menjadi energi, penguatanindustri kimia, pengembangan data center, hingga platform kerja sama global operator sertainvestasi luar negeri seperti di Australia. Proyek Wamena menjadi salah satu yang terbesar dengan fokus pada pengembangan fasilitasWaste to Energy yang tersebar di 33 kota. Proyek ini membutuhkan investasi Rp84 triliun danditargetkan menciptakan multiplier effect hingga sepuluh kali lipat. Langkah ini dianggapstrategis karena dapat menjawab persoalan lingkungan sekaligus menghasilkan energi baru yang bernilai ekonomi. Selain itu, proyek ini diperkirakan mampu menghidupkan sektor pendukung di berbagai daerah. Selanjutnya, Proyek Cordova difokuskan pada pengembangan fasilitas caustic soda dengan nilaiinvestasi Rp13,4 triliun. Proyek ini diarahkan untuk mendukung hilirisasi industri nasional danditargetkan menghasilkan multiplier effect lima kali lipat. Keberadaan fasilitas ini diharapkanmemperkuat industri dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan impor bahan bakukimia yang selama ini menjadi kebutuhan penting sektor manufaktur. Sektor digital juga menjadi perhatian melalui Proyek Fukuoka yang mengembangkan Data Center Platform bersama global operator. Proyek ini membutuhkan investasi Rp21 triliun dengantarget multiplier effect enam kali lipat. Di era ekonomi digital, pembangunan data center menjadikebutuhan mendesak karena menjadi fondasi infrastruktur teknologi informasi, mendukungkeamanan data, dan memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional. Sementara itu, Proyek Johor menyasar bidang agrikultur dengan nilai investasi Rp84 triliun dantarget multiplier effect dua kali lipat. Investasi ini menegaskan bahwa sektor pertanian tetapmenjadi salah satu prioritas penting dalam menjaga ketahanan pangan dan memperkuat ekonomirakyat. Dengan dukungan investasi besar, sektor agrikultur diharapkan mampu meningkatkanproduktivitas, memperluas pasar, dan mendorong kesejahteraan petani. Selain empat proyek tersebut, Danantara Indonesia juga telah memulai langkah konkret melaluipeletakan batu pertama enam proyek hilirisasi fase pertama pada 6 Februari 2026. Total investasiproyek ini mencapai 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp110 triliun yang tersebar di 13 daerah. Rosan Roeslani menilai proyek-proyek hilirisasi ini akan menjadi pengungkit pertumbuhanekonomi nasional, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat ekonomi daerah. Iamenekankan bahwa investasi tersebut bukan hanya soal pembangunan industri, tetapi jugamembawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Proyek hilirisasi fase pertama meliputi pembangunan dua proyek hilirisasi bauksit dengan nilaisekitar 3 miliar dolar AS, pengembangan bioavtur, bioetanol, industri garam, serta integrated poultry atau peternakan ayam terpadu. Proyek-proyek ini dipandang mampu mendukungprogram prioritas pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan industri dan mendorongnilai tambah produk dalam negeri. Dalam setahun terakhir, pemerintah juga mencatat sejumlah keberhasilan penting yang memperkuat iklim investasi nasional. Stabilitas ekonomi makro relatif terjaga, pembangunaninfrastruktur strategis terus berjalan, serta berbagai kebijakan penguatan hilirisasi mulaimenunjukkan hasil. Upaya menjaga inflasi dan meningkatkan realisasi investasi menjadi buktibahwa pemerintah mampu menjaga kepercayaan investor sekaligus memperkuat fondasipertumbuhan ekonomi. Peran Danantara juga tampak pada sektor sosial dan pemulihan daerah terdampak bencana. Danantara memulai pembangunan hunian tetap di Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Groundbreaking dilakukan sebagai bagian dari percepatan pemulihanpascabencana dan mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat setempat. Pembangunan huniantetap tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga diharapkan menjadi simbol pemulihansosial dan ekonomi. Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria menegaskan bahwa pembangunan hunian tetapmemiliki makna luas. Ia menyebut hunian tersebut sebagai simbol kebangkitan mental danekonomi, mengingat kondisi pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat berada di kisaran 3,5 persendengan inflasi mencapai 6 persen. Menurut Dony Oskaria, situasi ini harus ditangani cepat agar tidak memicu persoalan sosial yang lebih besar. Danantara juga mendorong penguatan pendidikan melalui rencana pembangunan Sekolah Rakyat yang akan menampung sekitar 3.000 siswa dengan pendidikan gratis dan berkualitas, mulai SD hingga SMA lengkap dengan asrama. Hunian tetap ditargetkan rampung dalam tiga hingga empatbulan agar segera dapat dihuni. Bupati Tanah Datar Eka Putra menyatakan pemerintah daerah siap mendukung penuh denganmenyiapkan lahan 1,8 hektare serta cadangan 4 hektare untuk pengembangan. Pemerintah daerahjuga menyiapkan program pemberdayaan ekonomi seperti pembentukan kelompok tani danpenyediaan mesin jahit untuk mendukung usaha warga. Melalui investasi besar di sektor prioritas dan dukungan pemulihan daerah, Danantara semakinmenegaskan posisinya sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan sinergi antarapemerintah, Danantara, dan berbagai pihak, investasi ini diharapkan mampu mempercepatpembangunan, memperluas kesejahteraan, serta membawa Indonesia menuju masa depanekonomi yang lebih kuat dan berdaya saing. *) Peneliti Ekonomi Pembangunan

Read More
Sekolah Garuda Terapkan Kurikulum Perkuat Talenta Sains dan Tekonologi

Sekolah Garuda Terapkan Kurikulum Perkuat Talenta Sains dan Tekonologi

Jakarta – Direktur Jenderal Sains dan Teknologi (Dirjen Saintek), Ahmad Najib Burhani mengatakan Sekolah Garuda memiliki motivasi untuk memperkuat talenta-talenta terbaik bangsa dalam bidang STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika), yang harapannya dapat meningkatkan minat, memenuhi kebutuhan industri, serta menghadirkan ahli-ahli di bidang STEM. Menurut Najib, penguatan STEM menjadi salah satu alasan utama pendirian Sekolah…

Read More
Sekolah Garuda Hadir dengan Skema Beasiswa Penuh di Tahun Pertama

Sekolah Garuda Hadir dengan Skema Beasiswa Penuh di Tahun Pertama

Jakarta – Pemerintah resmi menghadirkan Sekolah Garuda atau SMA Unggul Garuda Baru sebagai bagian dari strategi memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Pada tahun pertama penyelenggaraannya, Sekolah Garuda memberikan beasiswa penuh atau 100 persen kepada seluruh murid yang diterima. Kebijakan ini diharapkan membuka akses seluas-luasnya bagi talenta muda terbaik bangsa untuk memperoleh pendidikan menengah berkualitas…

Read More

Sekolah Garuda Kuatkan Pemerataan Pendidikan Unggul

Oleh: Bara Winatha*) Program Sekolah Garuda atau SMA Unggul Garuda Baru menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat pemerataan pendidikan unggul di Indonesia. Inisiatif yang digagas sebagai bagian dari prioritas pembangunan sumber daya manusia ini dirancang untuk membuka akses seluas-luasnya bagi talenta muda terbaik dari berbagai daerah, termasuk wilayah yang selama ini belum tersentuh…

Read More

Sekolah Garuda Usung Arah Baru Pendidikan Talenta Sains Nasional

Oleh : Antonius Googie)* Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memastikan empat SMA Unggul Garuda baru akan mulai beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027 atau Juni mendatang. Program ini digadang sebagai lompatan strategis dalam membangun ekosistem talenta sains dan teknologi nasional sekaligus memperluas akses pendidikan unggul ke luar Pulau Jawa. Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek,…

Read More