admin

Mendukung Langkah Sinergis Pemerintah dalam Pembangunan Hunian Tetap Bagi Korban Bencana

Oleh: Syamsul Huda )* Pembangunan hunian tetap bagi korban bencana merupakan indikator penting kehadiran negara dalam menjamin hak dasar warga terdampak. Bencana banjir dan longsor di Sumatra tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga luka sosial yang membutuhkan pemulihan berkelanjutan. Dalam konteks ini, langkah sinergis pemerintah pusat dan daerah menjadi krusial agar proses rehabilitasi tidak terfragmentasi. Pendekatan…

Read More

Pemerintah Percepat Pemulihan Ekonomi Pascabanjir, Dorong 2,3 Juta UMKM Kembali Bergerak di Sumatera

Oleh: Nadira Citra Maheswari)* Pemulihan ekonomi pascabanjir di wilayah Sumatera menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat. Bencana banjir yang melanda sejumlah provinsi di Sumatera dalam beberapa waktu terakhir telah menimbulkan dampak luas, tidak hanya pada infrastruktur dan permukiman, tetapi juga terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor usaha mikro, kecil,…

Read More

Apresiasi Operasi Modifikasi Cuaca, Tekan Risiko Banjir Ekstrem Susulan di Aceh & Sumatra

Oleh : Lailani Yunzi Anggraini )* Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dijalankan pemerintah di wilayah Aceh dan sejumlah provinsi di Pulau Sumatra patut mendapat apresiasi luas sebagai langkah strategis dalam menekan risiko banjir ekstrem susulan. Di tengah dinamika cuaca yang masih berada pada puncak musim hujan, kebijakan ini menunjukkan kehadiran negara yang sigap, berbasis sains, serta mengedepankan keselamatan…

Read More

Pemerintah Terus Percepat Sertifikasi Dapur MBG, Dorong SPPG Berlabel Higienis

Jakarta — Pemerintah terus mempercepat proses sertifikasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari komitmen menjaga kualitas dan keamanan pangan nasional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh dapur yang terlibat dalam penyediaan makanan bagi masyarakat memenuhi standar higiene dan sanitasi yang ketat, sejalan dengan besarnya jumlah penerima…

Read More

Sertifikasi Higiene Jadi Standar Utama Program MBG, Pemerintah Pastikan Makanan Aman

Jakarta — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat sebagai kebijakan strategis nasional yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi, tetapi juga menjamin keamanan pangan bagi seluruh penerima manfaat. Pemerintah menegaskan bahwa sertifikasi higiene menjadi standar utama dalam pelaksanaan program MBG di seluruh wilayah Indonesia. Lebih dari 4.500 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau penyedia…

Read More

Program MBG Terus Diperkuat, Sertifikasi Higiene Jadi Garansi Keamanan Bagi Peneriman Manfaat 

Oleh: Yasir Gema Wirawan)* Pemerintah telah menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan dan peningkatan gizi bagi Masyarakat melalui program MBG, khususnya bagi 55,1 juta penerima manfaat setiap harinya. Angka ini merupakan lonjakan signifikan dari target awal yang hanya sebesar 6 juta orang.  Meningkatnya cakupan penerima manfaat MBG ini tidak terlepas dari upaya pemerintah dalam memastikan bahwa distribusi…

Read More

Mengapresiasi Komitmen Pemerintah Perkuat Standar Higienitas Dapur MBG

Oleh : Ricky Rinaldi Pemerintah terus memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menempatkan aspek higienitas dapur sebagai fondasi utama keberlanjutan program. Sertifikasi higienis dapur MBG dipandang bukan sekadar prosedur administratif, melainkan instrumen penting untuk memastikan keamanan pangan, menjaga kesehatan penerima manfaat, serta membangun kepercayaan publik terhadap program strategis nasional tersebut. Dalam konteks pelaksanaan di lapangan, pemerintah memastikan bahwa…

Read More

Porsi Nutrisi MBG untuk Lansia Diharapkan Tingkatkan Kualitas Hidup di Usia Senja

JAKARTA — Pemerintah terus memperkuat Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan kelompok rentan, terutama para lansia terlantar. Pemberian porsi nutrisi khusus bagi lansia dinilai dapat membantu menjaga kesehatan dan kualitas hidup mereka di usia senja. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, program MBG akan menyasar lansia terlantar berusia di atas…

Read More

Pemerintah Targetkan 82 Juta Penerima MBG: Lansia Termasuk Prioritas Perlindungan Pangan Nasional

Jakarta – Pemerintah menargetkan perluasan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga 82,9 juta orang pada akhir 2026 sebagai bagian dari penguatan perlindungan pangan nasional. Program ini tidak hanya menyasar anak-anak dan ibu hamil, tetapi juga menempatkan kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas sebagai prioritas utama dalam kebijakan sosial pemerintah. Presiden…

Read More

MBG Plus Pendampingan Jadi Terobosan Pemerintah Tingkatkan Gizi Lansia

Oleh: Lilis Anggina Sari* Pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam membangun kesejahteraansosial yang inklusif melalui penyiapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilengkapi dengan pendampingan bagi lansia. Kebijakan ini menjadi bukti nyata bahwanegara hadir secara utuh dalam menjawab tantangan peningkatan kualitas hidup wargalanjut usia, khususnya mereka yang berada dalam kondisi rentan. Di tengahmeningkatnya jumlah penduduk lansia, langkah pemerintah ini menunjukkankeberpihakan yang jelas terhadap kelompok usia lanjut sebagai bagian penting daripembangunan nasional yang berkeadilan. Program MBG bagi lansia bukan sekadar perluasan sasaran bantuan pangan, melainkan sebuah transformasi kebijakan sosial yang berorientasi pada peningkatankualitas hidup secara menyeluruh. Pemerintah memahami bahwa persoalan lansia tidakhanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan makan, tetapi juga menyangkut aspekkesehatan, perawatan, dan keberlanjutan hidup sehari-hari. Oleh karena itu, kehadiranpendamping atau caregiver dalam skema baru MBG menjadi terobosan penting yang menempatkan aspek kemanusiaan sebagai fondasi kebijakan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa MBG bagi lansia terlantar berusia di atas 75 tahun dan penyandang disabilitas telah memperoleh persetujuan PresidenPrabowo Subianto dan ditargetkan menjangkau lebih dari 100 ribu penerima manfaat. Dukungan penuh dari Presiden menunjukkan bahwa program ini merupakan prioritasnasional yang dirancang secara serius dan berjangka panjang. Dengan jaminanmakanan bergizi dua kali sehari, pemerintah berupaya memastikan bahwa lansia tetapmendapatkan asupan nutrisi yang memadai untuk menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan di usia lanjut. Pendekatan yang dilakukan Kementerian Sosial melalui MBG plus pendampinganmencerminkan perubahan paradigma dalam kebijakan sosial. Program permakananyang sebelumnya telah berjalan kini ditingkatkan menjadi layanan yang lebihkomprehensif dengan standar yang disesuaikan dengan kebutuhan lansia. Pendampingan harian oleh caregiver tidak hanya membantu dalam hal perawatan fisik, tetapi juga memberikan rasa aman, perhatian, dan kepedulian sosial yang sangat dibutuhkan oleh lansia yang hidup sendiri. Dengan demikian, negara hadir tidak hanyasebagai penyedia bantuan, tetapi sebagai mitra kehidupan bagi warganya. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memasuki fasepenajaman dan perluasan dampak kebijakan sosial pada 2026. Kementerian Sosialmenempatkan MBG lansia dan disabilitas sebagai agenda baru yang melengkapiberbagai transformasi kebijakan lainnya, mulai dari penguatan bantuan sosialberkelanjutan, revitalisasi pusat kesejahteraan sosial, hingga pengembangan care economy. Seluruh kebijakan tersebut dirancang untuk saling terhubung dan memperkuat satu sama lain dalam menciptakan sistem perlindungan sosial yang tangguh. Pemerintah juga menunjukkan keterbukaan dan sikap responsif terhadap masukanpublik dalam penyempurnaan program MBG. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakatuntuk memberikan saran dan catatan terkait pelaksanaan program-program sosial. Sikap ini mencerminkan tata kelola pemerintahan yang partisipatif dan adaptif, di mana kebijakan tidak berjalan secara sepihak, melainkan terus disempurnakan berdasarkankebutuhan nyata di lapangan. Perluasan cakupan MBG yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 semakin menegaskan keseriusan pemerintah dalam memastikan pemenuhan gizi bagiseluruh kelompok rentan. Selain lansia dan penyandang disabilitas, anak usia sekolahyang putus sekolah juga resmi masuk dalam daftar penerima manfaat. Kebijakan inimemperlihatkan keberanian pemerintah untuk menutup celah-celah perlindungan sosialdan memastikan tidak ada warga negara yang tertinggal dalam pemenuhan kebutuhandasar. Dalam konteks pelaksanaan di daerah, koordinasi lintas lembaga terus diperkuat untukmemastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran. Pemerintah pusat mendorongsinergi antara Kementerian Sosial, Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, sertasatuan pelayanan pemenuhan gizi. Pendekatan berbasis data dan keterlibatan tenagaahli gizi menjadi landasan penting agar makanan yang diberikan sesuai dengankebutuhan spesifik lansia dan penyandang disabilitas, sekaligus menjaga standarkualitas layanan. Program MBG plus pendampingan bagi lansia juga memiliki dampak strategis dalamjangka panjang. Dengan menjaga kondisi gizi dan kesehatan lansia sejak dini, pemerintah turut berkontribusi dalam menekan risiko penyakit kronis dan ketergantungan layanan kesehatan yang lebih mahal di kemudian hari. Investasi sosialini tidak hanya berdampak pada individu penerima manfaat, tetapi juga pada ketahanansistem kesehatan nasional dan kesejahteraan keluarga secara luas. Secara keseluruhan, kebijakan Pemerintah Menyiapkan MBG Plus Pendampinganuntuk Lansia merupakan langkah progresif yang patut diapresiasi. Program inimenegaskan bahwa pembangunan nasional tidak semata-mata berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup manusia di setiaptahap usia. Dengan pendekatan yang inklusif, terencana, dan berkelanjutan, MBG lansia menjadi simbol kehadiran negara…

Read More