admin

Ketahanan Pangan Lewat Produksi Lokal dan Perlindungan Lahan Sawah

Oleh: Bara Winatha*) Penguatan ketahanan pangan tidak cukup hanya bertumpu pada peningkatan produksi pertanian. Di tengah pertumbuhan penduduk, kebutuhan investasi, serta dinamika ekonomi nasional, perlindungan lahan sawah dan pengembangan produk pangan lokal menjadi dua strategi yang harus berjalan secara bersamaan. Upaya menjaga lahan produktif sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil pertanian menjadi fondasi penting agar Indonesia…

Read More

Scam Belanja Online dan Fake Call sebagai Ancaman Utama Nasabah Digital

Oleh: Bara Winatha*) Perkembangan ekosistem keuangan digital di Indonesia telah menghadirkan berbagai kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan transaksi sehari-hari. Di balik kemudahan tersebut, ancaman kejahatan siber juga berkembang semakin kompleks dengan berbagai modus yang terus mengalami perubahan. Dua bentuk penipuan yang kini menjadi ancaman paling dominan adalah scam transaksi belanja online dan impersonation atau fake call yang menyasar masyarakat melalui berbagai platform digital….

Read More

Menjaga Demokrasi Indonesia dari Manipulasi dan Polarisasi

Oleh: Yandi Arya Adinegara)* Demokrasi pada hakikatnya bukan sekadar memberikan ruang bagi setiap warganegara untuk menyampaikan pendapat. Demokrasi juga menuntut adanya tanggungjawab kolektif agar kebebasan tersebut tetap berpijak pada kepentingan bangsa, bukan berubah menjadi instrumen yang dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untukmencapai tujuan politik, ekonomi, maupun kepentingan asing. Ketika ruangdemokrasi mulai digunakan sebagai medium manipulasi, yang dipertaruhkan bukanhanya stabilitas nasional, tetapi juga kualitas demokrasi itu sendiri. Indonesia telah menunjukkan kematangan dalam menjalankan kehidupan demokrasiselama lebih dari dua dekade reformasi. Kebebasan berekspresi semakin terbuka, partisipasi publik terus berkembang, dan masyarakat semakin berani mengawasijalannya pemerintahan. Demonstrasi menjadi salah satu instrumen konstitusionalyang mencerminkan hidupnya demokrasi. Di dalam negara demokrasi, kritikbukanlah ancaman bagi pemerintah, melainkan mekanisme koreksi yang memungkinkan setiap kebijakan terus dievaluasi dan disempurnakan. Dalam konteks tersebut, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya menjagademokrasi dari berbagai bentuk pembajakan patut dipahami secara utuh. Pemerintah tetap membutuhkan kritik sebagai sarana evaluasi terhadappenyelenggaraan negara. Namun, demokrasi tidak boleh dikuasai oleh kekuatanpemodal maupun kepentingan asing yang memanfaatkan kebebasan untukmenciptakan perpecahan serta melemahkan persatuan nasional. Pesan tersebut sesungguhnya menunjukkan keseimbangan antara penghormatanterhadap kebebasan sipil dan kewajiban negara menjaga stabilitas. Demokrasi tidakakan berkembang apabila kritik dibungkam. Sebaliknya, demokrasi juga akankehilangan kualitas apabila ruang kebebasan dimanfaatkan untuk menyebarkandisinformasi, membangun polarisasi, atau menggerakkan massa demi kepentinganyang tidak lagi berpihak kepada masyarakat. Dalam situasi demikian, mahasiswa memiliki posisi yang sangat penting. Sejarah Indonesia mencatat bahwa mahasiswa selalu menjadi kekuatan moral dalam setiapfase perubahan bangsa. Gerakan mahasiswa memperoleh legitimasi bukan karenajumlah massanya, melainkan karena independensi berpikir, integritas akademik, dan keberpihakan terhadap kepentingan publik. Modal sosial tersebut merupakan asetdemokrasi yang tidak ternilai. Karena itu, menjaga kemurnian gerakan mahasiswa menjadi tanggung jawabbersama. Mahasiswa perlu tetap mempertahankan independensi intelektualnya agar tidak mudah disusupi kepentingan politik praktis. Pada saat yang sama, masyarakatjuga perlu membedakan antara gerakan yang benar-benar lahir dari idealismedengan aksi yang sejak awal telah diarahkan oleh kepentingan tertentu. Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, melihat bahwagerakan mahasiswa yang murni tetap menjadi bagian penting dalam demokrasiIndonesia. Namun, ia mengingatkan bahwa praktik demonstrasi yang melibatkanpendanaan kepada peserta justru menjadi ancaman bagi kredibilitas gerakanmahasiswa. Menurutnya, peringatan Presiden tidak diarahkan kepada mahasiswayang menyampaikan aspirasi secara tulus, melainkan kepada pihak-pihak yang memanfaatkan mahasiswa sebagai kendaraan politik untuk mencapai tujuantertentu. Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa substansi persoalan bukan terletakpada demonstrasi itu sendiri, melainkan pada upaya sistematis yang berpotensimengubah ruang demokrasi menjadi arena transaksi kepentingan. Apabila kondisitersebut dibiarkan, kepercayaan publik terhadap gerakan mahasiswa akan terusmenurun, padahal mahasiswa selama ini merupakan salah satu pilar penting dalamproses kontrol sosial terhadap penyelenggaraan negara. Di sisi lain, peran negara dalam menjaga demokrasi juga tidak dapat dipisahkan daripenegakan hukum. Presiden memberikan arahan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia agar menjamin hak masyarakat untuk menyampaikan pendapatsecara damai sekaligus memastikan keamanan dan ketertiban umum tetapterpelihara. Arahan tersebut mencerminkan prinsip bahwa perlindungan terhadapkebebasan sipil harus berjalan beriringan dengan kepastian hukum sehingga ruangdemokrasi tidak berubah menjadi ruang konflik maupun kekerasan. Dalam perspektif yang lebih luas, Pengamat Intelijen Wawan Purwanto menilaiadanya indikasi gerakan yang terorganisasi dalam sejumlah demonstrasi perludicermati secara serius. Menurutnya, dugaan keterlibatan aktor tertentu dalammenggerakkan massa menunjukkan bahwa ancaman terhadap demokrasi tidakselalu datang dalam bentuk kekerasan, tetapi juga melalui upaya membentukpersepsi publik secara sistematis untuk mendegradasi kepercayaan terhadappemerintah. Oleh karena itu, langkah pemerintah melakukan pemetaan terhadapaktor maupun pola gerakan dinilai sebagai bentuk antisipasi yang wajar dalammenjaga stabilitas nasional. Meski demikian, menjaga stabilitas tidak boleh dimaknai sebagai pembatasanterhadap kebebasan berpendapat. Justru stabilitas merupakan prasyarat agar demokrasi dapat berkembang secara sehat. Tanpa keamanan dan ketertiban, ruangdialog akan mudah digantikan oleh provokasi, disinformasi, serta polarisasi yang pada akhirnya merugikan masyarakat sendiri. Oleh sebab itu, menjaga kemurnian demokrasi harus menjadi agenda bersama. Pemerintah berkewajiban membuka ruang kritik yang luas, aparat memastikanpenegakan hukum berlangsung profesional, masyarakat meningkatkan literasipolitik, dan mahasiswa mempertahankan independensi moralnya sebagai penjaganurani bangsa.  Dengan demikian, demokrasi Indonesia tidak hanya tumbuh semakin terbuka, tetapijuga semakin berkualitas, berintegritas, dan tetap berpijak pada kepentingannasional. Demokrasi yang kuat bukanlah demokrasi yang paling gaduh, melainkandemokrasi yang mampu menjaga keseimbangan antara kebebasan, tanggungjawab, dan persatuan sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara. )* Penulis Merupakan Pengamat Sosial

Read More

Mengawal Mahasiswa Jaga Demokrasi dari Kepentingan yang Memecah Bangsa

Oleh : Tri Novrianto *) Mahasiswa sejak lama menempati posisi strategis sebagai kekuatan moral yang turut membentukarah perjalanan demokrasi Indonesia. Di berbagai fase sejarah bangsa, suara mahasiswa hadirsebagai pengingat ketika penyelenggaraan negara membutuhkan koreksi, sekaligus menjadijembatan antara aspirasi masyarakat dengan proses pengambilan kebijakan publik. Oleh karenaitu, independensi gerakan mahasiswa merupakan nilai yang tidak boleh dikompromikan. Gerakan yang lahir dari kajian ilmiah, integritas, serta kepedulian terhadap kepentinganmasyarakat akan selalu memiliki legitimasi moral yang kuat. Sebaliknya, apabila ruangakademik mulai dipengaruhi kepentingan politik praktis, maka fungsi mahasiswa sebagai agenperubahan berisiko mengalami distorsi yang pada akhirnya merugikan kualitas demokrasi itusendiri. Dalam sistem demokrasi yang sehat, penyampaian pendapat melalui aksi demonstrasi merupakanhak konstitusional yang dilindungi. Hak tersebut menjadi bagian dari mekanisme kontrolterhadap penyelenggaraan pemerintahan sehingga kebijakan publik dapat terus dievaluasi secaraterbuka. Namun demikian, demokrasi tidak hanya membutuhkan kebebasan berekspresi, melainkan juga tanggung jawab moral dalam menggunakan kebebasan tersebut. Aksi mahasiswaakan memiliki makna yang lebih besar apabila dibangun di atas landasan argumentasi yang kuat, data yang akurat, serta tujuan yang benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat luas, bukan kepentingan kelompok tertentu yang berupaya memanfaatkan energi mahasiswa untukagenda politik praktis. Munculnya berbagai pengingat mengenai pentingnya menjaga kemurnian gerakan mahasiswapatut menjadi perhatian bersama. Dugaan adanya upaya mengarahkan demonstrasi melaluipemberian imbalan ataupun intervensi pihak luar merupakan persoalan serius apabila benarterjadi. Praktik semacam itu tidak hanya mencederai marwah gerakan mahasiswa, tetapi juga berpotensi mengikis kepercayaan publik terhadap independensi kampus sebagai ruangintelektual. Ketika idealisme dipertukarkan dengan kepentingan sesaat, substansi perjuanganakan bergeser dari kepentingan publik menuju kepentingan politik yang sempit. Kondisidemikian tentu bertentangan dengan semangat demokrasi yang menghendaki partisipasi warganegara secara bebas, kritis, dan bertanggung jawab. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mengingatkan bahwa gerakan mahasiswaharus tetap dijaga sebagai kekuatan moral yang independen dan tidak dimanfaatkan sebagaiinstrumen politik praktis. Menurutnya, mahasiswa berada pada fase pembentukan karakter, intelektualitas, serta integritas yang akan menjadi modal penting dalam menentukan masa depanbangsa. Karena itu, demonstrasi seharusnya lahir dari kesadaran dan aspirasi yang tulus, bukankarena dorongan kepentingan tertentu maupun iming-iming materi. Pandangan tersebutmenegaskan bahwa menjaga independensi mahasiswa merupakan tanggung jawab bersama demi memastikan ruang demokrasi tetap sehat dan kritik yang disampaikan benar-benar berorientasipada kepentingan masyarakat. Pandangan serupa juga berkembang di kalangan organisasi kemahasiswaan. BEM Bersatu secaraterbuka menyatakan penolakan terhadap segala bentuk politisasi kampus maupun penunggangangerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Organisasi tersebut berpandangan bahwakualitas gerakan mahasiswa harus tetap didasarkan pada kajian ilmiah, argumentasi yang matang, dan substansi tuntutan yang jelas sehingga aspirasi yang disampaikan mampu memberikankontribusi nyata bagi penyempurnaan kebijakan publik. Sikap tersebut mencerminkan kesadaranbahwa kredibilitas mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh keberanian menyampaikan kritik, tetapi juga oleh kualitas analisis dan integritas dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat. Dalam konteks pembangunan nasional, mahasiswa memiliki peran yang jauh lebih luasdibanding sekadar menjadi kelompok yang menyampaikan kritik. Mahasiswa juga merupakanmitra strategis dalam memberikan masukan, melakukan pengawasan, serta menawarkan solusiterhadap berbagai tantangan pembangunan. Kritik yang berbasis data dan kajian ilmiah akanmemperkaya proses pengambilan keputusan sehingga kebijakan pemerintah dapat semakinefektif, tepat sasaran, dan akuntabel. Dengan demikian, hubungan antara pemerintah dan mahasiswa tidak seharusnya diposisikan sebagai hubungan yang selalu berhadap-hadapan, melainkan sebagai bagian dari mekanisme demokrasi yang saling melengkapi demi kepentinganbangsa. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Didi Mahardhika, menilai bahwa kampus merupakantempat pembentukan karakter, integritas, dan tanggung jawab sosial sehingga nilai-nilai tersebutharus dijaga agar mahasiswa tetap mampu menyampaikan kritik secara independen tanpadipengaruhi kepentingan politik praktis. Menurutnya, fungsi utama gerakan mahasiswa adalahmengawasi, memberikan masukan, serta mengevaluasi pelaksanaan program pemerintah agar semakin efektif dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, kritik yang disampaikan akan menjadi bagian dari proses penyempurnaan kebijakan publik dan bukansekadar membangun konfrontasi yang tidak menghasilkan solusi. Pada akhirnya, demokrasi Indonesia membutuhkan mahasiswa yang tetap teguh memegangidealisme, integritas, dan independensi sebagai fondasi utama perjuangannya. Kebebasanmenyampaikan pendapat harus selalu berjalan beriringan dengan tanggung jawab intelektual, etika akademik, serta komitmen terhadap kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok. Menolak segala bentuk politisasi kampus bukan berarti membatasi ruang kritik, melainkanmenjaga agar kritik tetap lahir dari nurani akademik dan kepedulian terhadap masyarakat. Dengan gerakan yang murni, objektif, dan berbasis kajian, mahasiswa akan terus menjadipenjaga demokrasi yang mampu memperkuat persatuan nasional sekaligus mengawalpembangunan menuju Indonesia yang semakin maju, adil, dan demokratis. *) Penulis adalah Pengamat Sosial

Read More

Menjaga Demokrasi Indonesia dari Manipulasi dan Polarisasi

Oleh: Yandi Arya Adinegara)* Demokrasi pada hakikatnya bukan sekadar memberikan ruang bagi setiap warganegara untuk menyampaikan pendapat. Demokrasi juga menuntut adanya tanggungjawab kolektif agar kebebasan tersebut tetap berpijak pada kepentingan bangsa, bukan berubah menjadi instrumen yang dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untukmencapai tujuan politik, ekonomi, maupun kepentingan asing. Ketika ruangdemokrasi mulai digunakan sebagai medium manipulasi, yang dipertaruhkan bukanhanya stabilitas nasional, tetapi juga kualitas demokrasi itu sendiri. Indonesia telah menunjukkan kematangan dalam menjalankan kehidupan demokrasiselama lebih dari dua dekade reformasi. Kebebasan berekspresi semakin terbuka, partisipasi publik terus berkembang, dan masyarakat semakin berani mengawasijalannya pemerintahan. Demonstrasi menjadi salah satu instrumen konstitusionalyang mencerminkan hidupnya demokrasi. Di dalam negara demokrasi, kritikbukanlah ancaman bagi pemerintah, melainkan mekanisme koreksi yang memungkinkan setiap kebijakan terus dievaluasi dan disempurnakan. Dalam konteks tersebut, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya menjagademokrasi dari berbagai bentuk pembajakan patut dipahami secara utuh. Pemerintah tetap membutuhkan kritik sebagai sarana evaluasi terhadappenyelenggaraan negara. Namun, demokrasi tidak boleh dikuasai oleh kekuatanpemodal maupun kepentingan asing yang memanfaatkan kebebasan untukmenciptakan perpecahan serta melemahkan persatuan nasional. Pesan tersebut sesungguhnya menunjukkan keseimbangan antara penghormatanterhadap kebebasan sipil dan kewajiban negara menjaga stabilitas. Demokrasi tidakakan berkembang apabila kritik dibungkam. Sebaliknya, demokrasi juga akankehilangan kualitas apabila ruang kebebasan dimanfaatkan untuk menyebarkandisinformasi, membangun polarisasi, atau menggerakkan massa demi kepentinganyang tidak lagi berpihak kepada masyarakat. Dalam situasi demikian, mahasiswa memiliki posisi yang sangat penting. Sejarah Indonesia mencatat bahwa mahasiswa selalu menjadi kekuatan moral dalam setiapfase perubahan bangsa. Gerakan mahasiswa memperoleh legitimasi bukan karenajumlah massanya, melainkan karena independensi berpikir, integritas akademik, dan keberpihakan terhadap kepentingan publik. Modal sosial tersebut merupakan asetdemokrasi yang tidak ternilai. Karena itu, menjaga kemurnian gerakan mahasiswa menjadi tanggung jawabbersama. Mahasiswa perlu tetap mempertahankan independensi intelektualnya agar tidak mudah disusupi kepentingan politik praktis. Pada saat yang sama, masyarakatjuga perlu membedakan antara gerakan yang benar-benar lahir dari idealismedengan aksi yang sejak awal telah diarahkan oleh kepentingan tertentu. Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, melihat bahwagerakan mahasiswa yang murni tetap menjadi bagian penting dalam demokrasiIndonesia. Namun, ia mengingatkan bahwa praktik demonstrasi yang melibatkanpendanaan kepada peserta justru menjadi ancaman bagi kredibilitas gerakanmahasiswa. Menurutnya, peringatan Presiden tidak diarahkan kepada mahasiswayang menyampaikan aspirasi secara tulus, melainkan kepada pihak-pihak yang memanfaatkan mahasiswa sebagai kendaraan politik untuk mencapai tujuantertentu. Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa substansi persoalan bukan terletakpada demonstrasi itu sendiri, melainkan pada upaya sistematis yang berpotensimengubah ruang demokrasi menjadi arena transaksi kepentingan. Apabila kondisitersebut dibiarkan, kepercayaan publik terhadap gerakan mahasiswa akan terusmenurun, padahal mahasiswa selama ini merupakan salah satu pilar penting dalamproses kontrol sosial terhadap penyelenggaraan negara. Di sisi lain, peran negara dalam menjaga demokrasi juga tidak dapat dipisahkan daripenegakan hukum. Presiden memberikan arahan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia agar menjamin hak masyarakat untuk menyampaikan pendapatsecara damai sekaligus memastikan keamanan dan ketertiban umum tetapterpelihara. Arahan tersebut mencerminkan prinsip bahwa perlindungan terhadapkebebasan sipil harus berjalan beriringan dengan kepastian hukum sehingga ruangdemokrasi tidak berubah menjadi ruang konflik maupun kekerasan. Dalam perspektif yang lebih luas, Pengamat Intelijen Wawan Purwanto menilaiadanya indikasi gerakan yang terorganisasi dalam sejumlah demonstrasi perludicermati secara serius. Menurutnya, dugaan keterlibatan aktor tertentu dalammenggerakkan massa menunjukkan bahwa ancaman terhadap demokrasi tidakselalu datang dalam bentuk kekerasan, tetapi juga melalui upaya membentukpersepsi publik secara sistematis untuk mendegradasi kepercayaan terhadappemerintah. Oleh karena itu, langkah pemerintah melakukan pemetaan terhadapaktor maupun pola gerakan dinilai sebagai bentuk antisipasi yang wajar dalammenjaga stabilitas nasional. Meski demikian, menjaga stabilitas tidak boleh dimaknai sebagai pembatasanterhadap kebebasan berpendapat. Justru stabilitas merupakan prasyarat agar demokrasi dapat berkembang secara sehat. Tanpa keamanan dan ketertiban, ruangdialog akan mudah digantikan oleh provokasi, disinformasi, serta polarisasi yang pada akhirnya merugikan masyarakat sendiri. Oleh sebab itu, menjaga kemurnian demokrasi harus menjadi agenda bersama. Pemerintah berkewajiban membuka ruang kritik yang luas, aparat memastikanpenegakan hukum berlangsung profesional, masyarakat meningkatkan literasipolitik, dan mahasiswa mempertahankan independensi moralnya sebagai penjaganurani bangsa.  Dengan demikian, demokrasi Indonesia tidak hanya tumbuh semakin terbuka, tetapijuga semakin berkualitas, berintegritas, dan tetap berpijak pada kepentingannasional. Demokrasi yang kuat bukanlah demokrasi yang paling gaduh, melainkandemokrasi yang mampu menjaga keseimbangan antara kebebasan, tanggungjawab, dan persatuan sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara. )* Penulis Merupakan Pengamat Sosial

Read More

Pemerintah Jamin Hak Warga Menyampaikan Pendapat Secara Damai

Surabaya – Pemerintah menyatakan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak setiap warga negara yang dijamin oleh konstitusi. Pemerintah menegaskan bahwa penyampaian aspirasi di ruang publik perlu dilakukan secara damai, tertib, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Sejumlah elemen masyarakat juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara hak menyampaikan pendapat dan tanggung jawab sebagai warga negara. Ketua…

Read More

Pemerintah Tegaskan Perbedaan Pendapat Bagian dari Demokrasi Indonesia

Jakarta — Pemerintah menegaskan bahwa perbedaan pendapat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi di Indonesia. Dalam sistem demokrasi yang berlandaskan konstitusi, setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pandangan, kritik, maupun aspirasi secara bebas dan bertanggung jawab sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah menghormati kritik sebagai bagian penting dari kehidupan…

Read More

Membangun Resiliensi: Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Jawaban atas Online Scam Keuangan

*) Oleh: Arga Prasetya Transformasi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakatIndonesia. Berbagai layanan keuangan kini semakin mudah diakses, transaksiberlangsung lebih cepat, dan inklusi keuangan terus meningkat seiringberkembangnya teknologi. Namun, kemajuan tersebut juga menghadirkan tantanganbaru berupa meningkatnya ancaman online scam yang semakin canggih dan sulitdideteksi. Dalam konteks inilah, upaya pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan(OJK) untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor menjadi langkah strategis yang layak didukung demi menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus melindungimasyarakat dari kejahatan digital. Lebih jauh, peringatan OJK mengenai semakin kompleksnya online scam menunjukkan bahwa ancaman tersebut tidak lagi sekadar berupa penipuankonvensional yang menyasar individu. Kejahatan digital kini berkembang menjadijaringan kriminal terorganisasi yang berkaitan erat dengan pencucian uang, pemanfaatan rekening penampung, hingga operasi lintas negara. Situasi tersebutmenuntut pendekatan yang lebih komprehensif karena setiap transaksi ilegal dapatmenjadi bagian dari rantai kejahatan keuangan yang lebih besar. Oleh sebab itu, pemberantasan online scam harus ditempatkan sebagai agenda strategis dalammemperkuat ketahanan ekonomi nasional. Dalam kerangka tersebut, penyelenggaraan Regional Expert Group Meeting on Online Scams bertajuk Strengthening Financial Intelligence, AML/CFT Regulation, and Law Enforcement Cooperation in Southeast Asia di Jakarta merupakan langkahpenting yang mencerminkan keseriusan pemerintah Indonesia. Forum yang mempertemukan regulator sektor keuangan, unit intelijen keuangan, aparat penegakhukum, bank sentral, kejaksaan, lembaga jasa keuangan, anti-scam center, organisasiinternasional, serta perwakilan dari Indonesia dan 12 negara mitra memperlihatkanbahwa ancaman lintas batas hanya dapat dijawab melalui sinergi lintas sektor dan lintas yurisdiksi. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan juga memperkuat fondasikerja sama dalam membangun sistem deteksi, pencegahan, dan penindakan yang lebih efektif. Dengan demikian, forum tersebut menjadi investasi penting bagiterciptanya ekosistem keuangan digital yang aman dan terpercaya. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menegaskan bahwa digitalisasimemang memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan, tetapi pada saat yang sama membuka ruang baru bagi pelaku kejahatan. Pandangan tersebutmenggambarkan bahwa perkembangan teknologi harus selalu diiringi denganpenguatan tata kelola, pengawasan, dan edukasi publik. Dicky juga menjelaskanbahwa online scam saat ini memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas keuangan ilegaldan tindak pidana pencucian uang sehingga tidak lagi dapat dipandang sebagai kasuspenipuan yang berdiri sendiri. Perspektif tersebut memperkuat urgensi membangunresiliensi nasional melalui kolaborasi antarlembaga agar rantai kejahatan dapatdiputus sejak tahap awal. Lebih rinci, berbagai modus seperti investasi bodong, impersonation, phishing, social engineering,…

Read More

Mengawal Penyempurnaan Koperasi Merah Putih

Oleh : Rivka Mayangsari*) Pemerintah terus memperkuat upaya membangun ekonomi kerakyatan melalui Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program yang menjadi salah satu strategi nasional dalam memperkuat perekonomian desa ini tidak hanya berfokus pada pembentukan kelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan agar koperasi mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang produktif, profesional, dan berkelanjutan. Untuk mewujudkan…

Read More

Koperasi Merah Putih dan Semangat Partisipasi Desa

Oleh: Adnan Ramdani )* Pembangunan desa merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomiyang inklusif dan berkelanjutan. Ketika desa memiliki kapasitas ekonomi yang kuat, kesejahteraan masyarakat akan meningkat secara merata dan ketimpangan antarwilayah dapatditekan. Berangkat dari semangat tersebut, pemerintah menghadirkan Program KoperasiDesa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai strategi memperkuat ekonomi kerakyatanberbasis gotong royong. Program ini tidak hanya bertujuan membentuk kelembagaanekonomi di tingkat desa, tetapi juga membangun partisipasi aktif masyarakat agar menjadipelaku utama pembangunan ekonomi di lingkungannya sendiri. Semangat kebersamaan yang menjadi ruh koperasi diharapkan mampu menghidupkan kembali nilai-nilai kolektif yang selama ini menjadi kekuatan utama masyarakat Indonesia. KDMP hadir dengan pendekatan yang berbeda. Pemerintah tidak sekadar membentukkoperasi sebagai badan usaha, tetapi juga mendorong pengelolaan yang profesional, transparan, dan berbasis potensi lokal. Melalui koperasi, masyarakat desa diharapkanmemperoleh akses yang lebih luas terhadap pembiayaan, distribusi hasil produksi, pengadaankebutuhan pokok, hingga pengembangan usaha mikro dan kecil. Dengan demikian, koperasitidak hanya menjadi tempat berhimpun anggota, tetapi berkembang menjadi pusat aktivitasekonomi desa yang mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa KDMP merupakanbagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat ekonomi desa sekaligusmemperpendek rantai distribusi kebutuhan masyarakat. Menurutnya, koperasi akan menjadiinstrumen yang menghubungkan petani, nelayan, peternak, pelaku UMKM, hingga konsumendalam satu ekosistem ekonomi yang lebih efisien. Ia menyampaikan bahwa keberhasilanprogram ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat desa, karena koperasi pada hakikatnya dibangun dari, oleh, dan untuk masyarakat. Dengan semakin luasnya partisipasiwarga, koperasi diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan. Zulkifli Hasan juga menjelaskan bahwa pemerintah terus memperkuat sinergiantarkementerian, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan agar operasionalKDMP berjalan optimal. Menurutnya, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembagaekonomi, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat yang mampu meningkatkanproduktivitas desa, menjaga stabilitas pasokan pangan, serta membuka peluang usaha barubagi generasi muda. Oleh karena itu, pemerintah mendorong setiap desa untuk memanfaatkanpotensi unggulannya sehingga koperasi dapat berkembang sesuai karakteristik ekonomi lokal. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto menilai bahwa KDMPmenjadi momentum penting untuk membangkitkan semangat partisipasi masyarakat desadalam pembangunan. Menurutnya, desa tidak lagi diposisikan sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai subjek yang memiliki kemampuan mengelola sumber daya dan menentukan arah kemajuan ekonominya sendiri. Ia menekankan bahwa keberhasilan koperasisangat ditentukan oleh keterlibatan warga dalam proses perencanaan, pengelolaan, hinggapengawasan, sehingga seluruh manfaat ekonomi dapat dirasakan secara adil oleh masyarakat. Yandri menjelaskan bahwa pemerintah terus mendampingi desa melalui penguatan kapasitassumber daya manusia, peningkatan tata kelola kelembagaan, serta pemanfaatan teknologidigital dalam pengelolaan koperasi. Langkah tersebut bertujuan menciptakan koperasi yang sehat, profesional, dan mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi modern. Menurutnya, ketika masyarakat merasa memiliki koperasi, maka rasa tanggung jawab untukmengembangkan usaha bersama akan tumbuh secara alami. Inilah yang menjadi kekuatanutama koperasi sebagai model pembangunan ekonomi berbasis partisipasi. Semangat partisipasi desa yang tumbuh melalui KDMP juga mencerminkan nilai gotong royong yang telah lama menjadi identitas bangsa Indonesia. Dalam praktiknya, koperasimembuka ruang bagi seluruh elemen masyarakat untuk berkontribusi sesuai kapasitasmasing-masing, mulai dari petani, pelaku UMKM, perempuan, pemuda, hingga kelompokrentan. Keterlibatan yang luas tersebut akan memperkuat modal sosial desa sekaligusmeningkatkan daya tahan ekonomi masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan, baikakibat perubahan pasar maupun dinamika ekonomi global. Lebih jauh, keberadaan koperasi diharapkan mampu mempercepat transformasi ekonomidesa melalui pengembangan usaha produktif yang berbasis potensi lokal. Produk pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, kerajinan, hingga sektor jasa dapat dikelola secarakolektif sehingga memiliki daya saing yang lebih tinggi. Dengan dukungan aksespembiayaan, pemasaran, dan digitalisasi, koperasi dapat menjadi simpul penting dalammemperkuat rantai nilai ekonomi desa sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat secaraberkelanjutan. KDMP bukan sekadar program pembentukan lembaga ekonomi, melainkan gerakan nasionaluntuk membangun kemandirian desa melalui partisipasi masyarakat. Ketika pemerintahmenghadirkan regulasi, pendampingan, dan dukungan pembiayaan, masyarakatmenghadirkan semangat gotong royong, kepercayaan, serta komitmen untuk maju bersama. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan desa yang produktif, mandiri, dan sejahtera. Dengan partisipasi yang semakin kuat dari seluruh elemen masyarakat, KDMP berpotensi menjadi tonggak baru kebangkitan ekonomi kerakyatan sekaligus memperkuat visiIndonesia menuju pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. Keberhasilan KDMP pada akhirnya akan menjadi cerminan kuatnya kolaborasi antarapemerintah dan masyarakat desa dalam membangun ekonomi nasional dari akar rumput, sekaligus memperkuat ketahanan sosial, memperluas pemerataan kesejahteraan, dan mewujudkan Indonesia yang semakin maju, mandiri, serta berdaya saing. )* Pengamat Ekonomi

Read More