admin

Target Pertumbuhan Optimistis, RAPBN 2027 Perkuat Daya Tahan Ekonomi Nasional

JAKARTA – Pemerintah bersama DPR RI menunjukkan optimisme terhadap prospek perekonomian nasional melalui penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027. Dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8 hingga 6,5 persen, kebijakan fiskal tahun depan dirancang tidak hanya untuk menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga memperkuat daya tahan nasional di tengah ketidakpastian global sekaligus…

Read More

RAPBN 2027, Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi tanpa Abaikan Stabilitas Nasional

Jakarta – Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Wihadi Wiyanto menegaskan bahwa arah kebijakan fiskal dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2027 disusun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dalam menjaga stabilitas nasional. Kebijakan tersebut dirancang agar mampu mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan Anggaran…

Read More

RAPBN 2027 dan Jalan Transformasi Struktural Ekonomi Indonesia

Oleh Dinia Yuliarachmi )* Persetujuan pendahuluan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI menjadi penegasan bahwa negara sedang menyiapkan fondasi fiskal dan kebijakan pembangunan untuk menghadapi tahun 2027 dengan orientasi yang lebih strategis. Di tengah ketidakpastian global, RAPBN 2027 harus dipahami bukan hanya sebagai…

Read More

RAPBN 2027 Ekspansif, Terukur, dan Tetap Prudensial

Oleh: Nur Utunissa  Penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 menjadilangkah strategis untuk menjaga kesinambungan pembangunan di tengah ketidakpastianekonomi global. Perlambatan ekonomi dunia, dinamika geopolitik, fluktuasi harga komoditas, dan perubahan kebijakan moneter menuntut kebijakan fiskal yang mampu mendorongpertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional. Pemerintah bersama DPR RI telah mencapai kesepakatan atas hasil pembahasan RancanganAnggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027. Wakil Ketua Badan Anggaran DPR, Wihadi Wijanto, dalam Rapat ParipurnaDPR RI Ke-23 Masa Persidangan V di Jakarta, Kamis, menyampaikan bahwa hasilpembahasan tersebut akan menjadi landasan bagi pemerintah dalam menyusun RancanganUndang-Undang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta nota keuangannya. Kesepakatan tersebut menunjukkan sinergi antara pemerintah dan DPR dalam menyusunkebijakan fiskal yang mampu menjawab tantangan global sekaligus menjaga arahpembangunan nasional. Kebijakan pembangunan diarahkan untuk mempercepat pertumbuhanekonomi yang inklusif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penyusunan asumsidasar ekonomi makro juga dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global, perkembangan ekonomi dunia, serta kondisi perekonomian dalam negeri. Di sisi lain, arah kebijakan fiskal yang telah disepakati mengedepankan pendekatan ekspansifyang tetap terukur dan dijalankan secara prudensial sebagai respons terhadap ketidakpastianekonomi global yang masih berlangsung. Pendekatan tersebut mencerminkan upaya menjagakeseimbangan antara percepatan pertumbuhan ekonomi dengan keberlanjutan pengelolaankeuangan negara. Pendekatan fiskal yang ekspansif diwujudkan melalui penguatan investasi, peningkatanproduktivitas, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Namun, seluruh kebijakan tetap disusun dengan mempertimbangkan efektivitas belanja, kemampuanfiskal, serta keberlanjutan pengelolaan utang agar setiap alokasi anggaran memberikanmanfaat optimal bagi pembangunan. Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah menjelaskan bahwa pembahasanRAPBN 2027 mengacu pada asumsi makro yang telah disepakati di tingkat panitia kerja(Panja) Banggar DPR sekaligus telah disepakati untuk menjadi fondasi penyusunan Nota Keuangan RAPBN 2027 yang akan disampaikan Presiden pada bulan Agustus mendatang. Banggar dan pemerintah menyepakati target pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,8–6,5 persen dengan inflasi 1,5–3,5 persen. Selain itu, nilai tukar rupiah diproyeksikan berada pada rentang Rp16.800–Rp17.500 per dolar AS, sementara tingkat suku bunga Surat BerhargaNegara (SBN) tenor 10 tahun ditetapkan pada kisaran 6,5–7,3 persen. Asumsi tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga barang dan jasa, memperkuatiklim investasi, serta membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat. Di sisi lain, pemerintah juga menargetkan defisit anggaran tetap terkendali pada kisaran 1,8–2,4 persenterhadap produk domestik bruto (PDB) guna menjaga kesehatan fiskal negara. Di tengah kondisi global yang belum stabil, Indonesia memilih kebijakan fiskal yang tidakhanya berorientasi pada percepatan pertumbuhan, tetapi juga menjaga disiplin anggaran. Strategi tersebut memberikan ruang bagi pemerintah untuk tetap mendukung aktivitasekonomi tanpa mengabaikan keberlanjutan fiskal. Belanja negara diposisikan sebagai instrumen untuk meningkatkan produktivitas nasionalmelalui pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penguatan industri bernilai tambah, serta pengembangan sektor produktif. Langkah tersebutdiharapkan mampu menciptakan pertumbuhan yang lebih merata sekaligus meningkatkandaya saing ekonomi nasional. Pembangunan daerah juga menjadi bagian penting dari strategi tersebut melalui penguatantransfer ke daerah agar lebih efektif dan tepat sasaran. Dengan tata kelola yang semakin baik, pemerintah daerah diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan sehinggamanfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas. Pada sektor penerimaan negara, Banggar mendorong peningkatan rasio penerimaan secarabertahap melalui optimalisasi administrasi perpajakan, penguatan kepatuhan wajib pajak, serta perluasan basis perpajakan. Upaya tersebut menunjukkan bahwa penguatan fiskaldilakukan melalui perbaikan tata kelola dan efektivitas sistem perpajakan sehingga kapasitaspenerimaan negara dapat meningkat secara berkelanjutan. Transformasi ekonomi yang didukung RAPBN 2027 bertujuan menciptakan pertumbuhanyang inklusif melalui perluasan kesempatan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, penguatan daya beli, serta pengurangan kesenjangan antarwilayah. Karena itu, kebijakanfiskal diarahkan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata. Keberhasilan strategi tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah,…

Read More

Resmikan Biodiesel B50, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Swasembada Energi

Jawa Barat – Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat. Kebijakan ini menjadi tonggak baru dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan bahan bakar nabati berbasis minyak sawit. Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori Biodiesel B50. Menurutnya,…

Read More

Presiden Prabowo Resmikan Program B50, Indonesia Perkuat Kemandirian Energi

Jawa Barat – Pemerintah resmi meluncurkan Program Mandatori Biodiesel B50 sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia. Program yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat, menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang menerapkan biodiesel dengan campuran 50 persen bahan bakar nabati berbasis…

Read More

Presiden Prabowo Dorong Kemandirian Energi melalui Peluncuran Biodiesel B50

Oleh: Aryadi Hutama )* Peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi momentum penting dalam perjalanan Indonesia membangun sistem energi yang semakin mandiri dan berkelanjutan.  Kebijakan penggunaan bahan bakar dengan komposisi 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit dan 50 persen solar tersebut menandai peningkatan pemanfaatan energi terbarukan di tingkat nasional sekaligus memperlihatkan keseriusan pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil impor….

Read More

Peresmian BBM B50 Menjadi Tonggak Penguatan Transisi Energi Nasional

Oleh: Nurlita Prastiwi )* Peresmian Program Mandatori Biodiesel B50 oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (9/7) menandai babak baru dalam perjalanan Indonesia menuju sistem energi yang lebih mandiri, berkelanjutan, dan berdaya saing. Kebijakan yang mulai diterapkan pada 2026 tersebut tidak hanya menjadi pencapaian dalam pengembangan bahan bakar nabati, tetapi juga memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam mempercepat transisi energi nasional dengan memanfaatkan potensi sumber daya…

Read More

Presiden Prabowo Dorong Kerja Sama RI-India Lebih Konkret dan Berdampak

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kemitraan strategis dengan India melalui kerja sama yang lebih konkret, implementatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan 16 dokumen kerja sama strategis di berbagai sektor sekaligus penguatan kolaborasi di bidang kebudayaan, pendidikan, investasi, hingga teknologi. Dalam pertemuan bilateral…

Read More

Indonesia dan India Sepakati Sejumlah Kerja Sama Strategis, Kemitraan Komprehensif Makin Kuat

Jakarta — Pemerintah Indonesia dan India memperkuat hubungan bilateral melalui kesepakatan 15 kerja sama strategis di berbagai bidang sebagai bagian dari penguatan Kemitraan Strategis Komprehensif kedua negara. Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan bilateral Presiden RI, Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Republik India, Narendra Modi di Istana Merdeka, Jakarta. Kerja sama yang disepakati mencakup sektor…

Read More