admin

Pajak E-Commerce per 1 Juli Dipastikan Tak Rugikan UMKM

Jakarta – Pemerintah memastikan kebijakan pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 melalui platform e-commerce tidak akan menambah beban pelaku usaha, khususnya UMKM. Kebijakan yang berlandaskan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 37 Tahun 2025 ini dijadwalkan mengudara secara resmi pada 1 Juli 2026 mendatang. Skema baru tersebut justru dirancang untuk menyederhanakan administrasi perpajakan sekaligus meningkatkan kepatuhan…

Read More

Pemerintah Pastikan Penjual Online Kecil Tetap Bebas Pajak hingga Omzet Rp500 Juta

Jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa pelaku usaha mikro, termasuk penjual yang berjualan melalui platform e-commerce dan marketplace, tetap tidak dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) selama omzet usahanya tidak melebihi Rp500 juta per tahun. Penegasan ini sekaligus memberikan kepastian kepada jutaan pelaku UMKM agar dapat terus mengembangkan usahanya tanpa kekhawatiran terhadap informasi yang keliru mengenai kebijakan perpajakan….

Read More

Resiliensi Media Perkuat Pertahanan Semesta HadapiAncaman Disinformasi

Oleh: Nizam Ahmad )* Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalamkehidupan masyarakat. Di balik berbagai kemudahan yang ditawarkan, ruang digital juga menghadirkan tantangan baru berupa meningkatnyaancaman disinformasi, hoaks, pencurian data, hingga serangan siberyang dapat mengganggu stabilitas nasional. Kondisi tersebutmenempatkan resiliensi media sebagai salah satu pilar penting dalammemperkuat pertahanan semesta bangsa. Pemerintah menunjukkan komitmen kuat dalam menghadapi tantangantersebut melalui penguatan sistem keamanan siber nasional sekaligusmenjaga kualitas ekosistem informasi publik. Langkah ini menjadi bagiandari strategi nasional agar transformasi digital berjalan seiring denganterciptanya ruang informasi yang aman, sehat, dan produktif bagi seluruhmasyarakat. Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, menjelaskan bahwapemerintah melalui berbagai kementerian dan lembaga terusmeningkatkan koordinasi lintas sektor guna memperkuat sistemkeamanan siber nasional. Menurutnya, sinergi antarlembaga menjadifaktor utama agar setiap ancaman digital dapat ditangani secara cepat, terukur, dan terpadu sehingga tidak berkembang menjadi gangguanterhadap kepentingan nasional. Urgensi penguatan tersebut tercermin dari data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang mencatat sekitar 5,5 miliar serangan sibersepanjang 2025. Jumlah itu meningkat tajam hingga 714 persendibandingkan rata-rata tahunan pada periode 2020-2024. Tren tersebutjuga berlanjut pada awal 2026 dengan lebih dari 1,5 miliar serangan yang terjadi hanya dalam kurun Januari hingga pertengahan April. Berbagai ancaman tersebut tidak hanya berupa upaya peretasan sistempemerintahan, tetapi juga meliputi pencurian data pribadi, penipuandigital, penyebaran hoaks, hingga propaganda melalui media digital. Kondisi ini menunjukkan bahwa ancaman terhadap keamanan nasionalkini tidak hanya datang dari ruang fisik, tetapi juga dari ruang siber yang semakin kompleks. Dudung menilai pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapisituasi tersebut. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi bagianpenting dalam menjaga keamanan digital melalui peningkatan literasidigital, perlindungan data pribadi, serta penggunaan media sosial secarabertanggung jawab agar tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan. Penguatan ketahanan informasi juga memerlukan sistem keamanandigital yang kokoh. Karena itu, BSSN terus mendorong setiap daerahmenjadikan keamanan siber sebagai fondasi utama transformasi digital pemerintahan. Langkah tersebut diyakini mampu menghadirkan layananpublik yang lebih efektif, aman, dan terpercaya. Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan danPembangunan Manusia BSSN, Andri Pancoro, menjelaskan bahwadigitalisasi layanan publik tidak cukup hanya dengan membangun aplikasimaupun mendigitalisasi dokumen. Menurutnya, seluruh proses tersebutharus didukung sistem keamanan informasi yang kuat agar inovasi digital dapat berkembang tanpa mengorbankan perlindungan data masyarakat. BSSN mencatat sekitar 93 persen dari 5,5 miliar anomali trafik sibersepanjang 2025 merupakan aktivitas berbahaya yang berkaitan denganupaya pencurian data dan berbagai bentuk serangan digital lainnya. Faktatersebut menunjukkan bahwa ancaman siber terus berkembang danberpotensi mengganggu keberlangsungan layanan publik apabila tidakdiantisipasi secara sistematis. Untuk memperkuat kesiapsiagaan, BSSN memberikan asistensi kepadaaparatur pemerintah daerah melalui bimbingan teknis keamanan siber danpersandian. Program tersebut mencakup pengelolaan aset teknologiinformasi, manajemen risiko keamanan informasi, penyusunan SistemManajemen Keamanan Informasi, pembentukan Tim Tanggap InsidenSiber, hingga perlindungan data pribadi. Selain penguatan keamanan siber, pemerintah juga menaruh perhatianbesar terhadap ketahanan media sebagai benteng utama dalammenghadapi disinformasi. Di tengah derasnya arus informasi digital, keberadaan media profesional menjadi sangat penting untuk memastikanmasyarakat memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan dapatdipertanggungjawabkan. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menilai tantanganyang dihadapi industri media saat ini tidak lagi semata berkaitan dengankeberlangsungan bisnis perusahaan pers. Menurutnya, melemahnyamedia arus utama dapat berdampak langsung terhadap kualitas informasipublik dan kesehatan demokrasi digital. Disrupsi teknologi telah mengubah pola distribusi informasi sekaligusmenggeser pendapatan media ke platform digital. Kehadiran kecerdasanartifisial juga memperbesar tekanan terhadap industri media melaluipenurunan trafik yang berimbas pada berkurangnya pendapatanperusahaan pers. Nezar mengungkapkan laporan Asosiasi Media Siber Indonesia menunjukkan penggunaan fitur AI pada mesin pencari menyebabkan trafiksejumlah media turun hingga sepuluh kali lipat. Kondisi tersebut memicuefisiensi di berbagai perusahaan media, termasuk media lokal yang selama ini menjadi sumber informasi penting bagi masyarakat di daerah. Meski demikian, pemerintah memandang persoalan yang lebih mendasaradalah menjaga kualitas informasi publik. Menurut Nezar, ruang informasitidak boleh didominasi oleh sumber-sumber yang menyebarkan informasimanipulatif maupun tidak dapat dipertanggungjawabkan karenaberpotensi memperbesar penyebaran disinformasi. Atas dasar itu, pemerintah terus memperkuat ekosistem media melaluiberbagai bentuk kolaborasi. Salah satunya dengan mendorongimplementasi Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2024 tentangTanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk MendukungJurnalisme Berkualitas atau Publisher Rights. Kebijakan tersebutbertujuan menciptakan hubungan yang lebih seimbang antara perusahaanmedia dengan platform digital global sehingga keberlangsunganjurnalisme berkualitas tetap terjaga. Kolaborasi antara pemerintah, media, lembaga keamanan siber, danmasyarakat menjadi fondasi penting dalam menghadapi ancamandisinformasi yang terus berkembang. Sinergi tersebut akan memperkuatpertahanan semesta bangsa karena keamanan nasional pada era digital tidak hanya ditentukan oleh kekuatan fisik, tetapi juga oleh kemampuanmenjaga ruang informasi tetap aman, kredibel, dan berorientasi padakepentingan publik. .*) Pemerhati Literasi Digital Dan Ketahanan Informasi

Read More

Penguatan Resiliensi Media Dukung Ketahanan Nasional di Ruang Digital

Oleh: Nazira Billa Putri )* Transformasi digital telah membuka peluang besar bagi masyarakat untukmemperoleh informasi secara cepat dan luas. Di sisi lain, perkembangantersebut juga memunculkan tantangan berupa penyebaran hoaks, misinformasi, dan disinformasi yang semakin sulit dibedakan dariinformasi yang benar. Dalam situasi seperti ini, penguatan resiliensi media menjadi faktor penting untuk mendukung ketahanan nasional di ruangdigital sekaligus menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat. Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam membangunekosistem informasi yang sehat melalui penguatan peran media danpeningkatan kualitas layanan digital. Langkah tersebut menjadi bagiandari strategi nasional untuk memastikan ruang digital Indonesia tetapmenjadi sarana yang aman, produktif, dan mampu memperkuat persatuanbangsa di tengah derasnya arus informasi global. Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasidan Digital, Fifi Aleyda Yahya, menegaskan bahwa pers memiliki posisistrategis sebagai benteng pertahanan dalam menghadapi hoaks dandisinformasi. Menurutnya, media yang menjalankan fungsi jurnalistiksecara profesional menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitasinformasi yang beredar di tengah masyarakat. Fifi menilai kecepatan perkembangan teknologi tidak boleh mengurangikomitmen terhadap akurasi informasi. Karena itu, pemerintah bersamainsan pers memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan setiapproduk jurnalistik tetap mengedepankan kepentingan publik sertamemberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Pendekatan tersebutmenjadi semakin penting ketika ruang digital dipenuhi arus informasi yang bergerak sangat cepat dan tidak seluruhnya melalui proses verifikasi. Pandangan serupa disampaikan Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat,yang menilai pers tetap menjadi kebutuhan penting masyarakat di tengahledakan informasi digital. Menurutnya, informasi kini telah menjadikebutuhan mendasar sehingga masyarakat membutuhkan sumberinformasi yang dapat dipercaya sebagai rujukan dalam memahamiberbagai peristiwa. Di tengah meningkatnya volume informasi, keberadaan media profesionalmenjadi penentu kualitas ruang publik. Media yang mengedepankanprinsip verifikasi, keberimbangan, dan tanggung jawab sosial akanmemperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mengurangi ruang bagiberkembangnya informasi yang menyesatkan. Upaya memperkuat ketahanan informasi juga didukung melalui berbagaiinovasi digital yang dikembangkan pemerintah. Pengakuan internasionalterhadap tiga inovasi Indonesia dalam ajang World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 menjadi bukti bahwa transformasidigital nasional semakin mampu menghadirkan solusi yang bermanfaatbagi masyarakat. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menilai pencapaiantersebut menunjukkan kualitas inovasi digital Indonesia terus mengalamipeningkatan. Menurutnya, keberhasilan sejumlah program masuk dalamjajaran WSIS Champions mencerminkan kemajuan pemanfaatanteknologi digital untuk mendukung pelayanan publik yang lebih efektif daninklusif. Tiga inovasi yang memperoleh pengakuan internasional meliputi Jakarta Lawan Hoaks (Jalahoaks), Rumah Pendidikan, dan Anugerah Bug Bounty. Ketiganya menghadirkan solusi yang berbeda, namun memilikitujuan yang sama, yaitu memperkuat kualitas layanan publik sekaligusmeningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi tantangan era digital. Nezar menjelaskan bahwa berbagai inovasi tersebut memiliki manfaatnyata karena mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung. Selain mempercepat transformasi digital, keberhasilan itu juga dapatmenjadi inspirasi bagi kementerian, lembaga, dan pemerintah daerahuntuk terus menghadirkan layanan publik berbasis teknologi yang mudahdiakses dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Salah satu inovasi yang mendapat perhatian khusus adalah Jakarta Lawan Hoaks. Platform tersebut dinilai semakin relevan mengingatperkembangan kecerdasan artifisial generatif membuat informasi palsusemakin menyerupai informasi autentik sehingga semakin sulit dikenalioleh masyarakat umum. Dalam pandangan Nezar, perkembangan teknologi tersebut menuntuthadirnya sistem verifikasi informasi yang semakin kuat. Platform sepertiJalahoaks dinilai mampu meningkatkan kemampuan masyarakat dalammengenali informasi yang benar sekaligus mempersempit ruangpenyebaran hoaks di ruang digital. Penguatan ketahanan nasional juga didukung melalui inovasi AnugerahBug Bounty yang berfokus pada keamanan siber. Program tersebut dinilaiberhasil mendorong keterlibatan komunitas teknologi untuk membantumengidentifikasi kerentanan sistem sekaligus mengembangkan budayakeamanan digital yang lebih kuat. Melalui pendekatan tersebut, kemampuan digital generasi mudadiarahkan pada aktivitas yang produktif dan memberikan manfaat bagikepentingan nasional. Kolaborasi antara pemerintah dan komunitasteknologi memperlihatkan bahwa pembangunan ekosistem digital tidakhanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga pada partisipasimasyarakat dalam menjaga keamanan ruang siber. Sementara itu, Rumah Pendidikan menjadi salah satu contohkeberhasilan transformasi digital di sektor pendidikan. Platform tersebutmemperluas akses layanan pendidikan melalui sistem yang terintegrasisehingga masyarakat di berbagai daerah dapat memperoleh layananpendidikan secara lebih mudah dan merata. Keberhasilan ketiga inovasi tersebut memperlihatkan bahwa transformasidigital Indonesia berjalan seiring dengan upaya memperkuat kualitaslayanan publik. Pemerintah tidak hanya berfokus pada pengembanganteknologi, tetapi juga memastikan teknologi tersebut memberikan dampaknyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Nezar menilai capaian Indonesia di ajang WSIS Prizes 2026 menjadi buktibahwa adopsi teknologi digital telah berkembang di berbagai sektorstrategis. Menurutnya, keberhasilan tersebut diharapkan menjadipenyemangat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terusmenghadirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat daya saing nasional. Di tengah meningkatnya ancaman disinformasi, resiliensi media menjadielemen yang tidak terpisahkan dari ketahanan nasional. Media…

Read More

Resiliensi Media Kunci Menjaga Persatuan di Tengah Perang Informasi

Resiliensi media menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga persatuan bangsa di tengah meningkatnya ancaman hoaks, disinformasi, dan perkembangan teknologi digital yang membuat penyebaran informasi palsu semakin sulit dikenali. Di tengah derasnya arus informasi, media yang profesional dan kredibel dinilai memiliki peran strategis dalam memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat. Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan…

Read More

Media Berkualitas Menjadi Garda Depan Pertahanan Semesta Bangsa

Jakarta – Media berkualitas semakin memegang peran strategis sebagai garda depan pertahanan semesta bangsa di tengah meningkatnya ancaman siber dan perang informasi. Arus disinformasi, hoaks, hingga propaganda digital tidak hanya mengancam keamanan ruang siber, tetapi juga berpotensi menggerus persatuan nasional apabila tidak diimbangi dengan penyebaran informasi yang akurat dan bertanggung jawab. Kepala Staf Kepresidenan, Dudung…

Read More

Persatuan Papua Kunci Percepatan Pembangunan di Tanah Cenderawasih

Oleh : Loa Murib Persatuan merupakan modal sosial paling berharga dalam mendorong percepatanpembangunan di Tanah Cenderawasih. Di tengah berbagai agenda pembangunan yang terus berlangsung, Papua membutuhkan semangat kebersamaan yang mampumenyatukan seluruh daerah, tokoh adat, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakatdalam satu tujuan yang sama, yakni mewujudkan kesejahteraan bagi Orang Asli Papua dan seluruh masyarakat Papua. Pembangunan yang berkelanjutan hanya dapatterwujud apabila stabilitas, keamanan, dan solidaritas sosial tetap terjaga. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah pusat terus menunjukkan komitmen dalammempercepat pembangunan Papua melalui berbagai kebijakan strategis, termasukpenguatan otonomi khusus, pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan layananpendidikan dan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Berbagai upayatersebut akan memberikan hasil optimal apabila didukung oleh kondisi sosial yang kondusif dan semangat kebersamaan antardaerah di seluruh Tanah Papua. Forum Strategis Percepatan Pembangunan Papua 2026 yang diselenggarakan di Kabupaten Mimika menjadi momentum penting bagi seluruh kepala daerah di Papua untuk menyatukan visi pembangunan. Gubernur Papua Tengah sekaligus KetuaAsosiasi Kepala Daerah se-Tanah Papua, Meki Nawipa, menegaskan bahwakeberadaan enam provinsi tidak boleh melahirkan sekat-sekat baru yang justrumenghambat kemajuan. Semangat satu Papua harus tetap menjadi landasan utamadalam merumuskan kebijakan dan program pembangunan. Pandangan tersebut memiliki arti yang sangat strategis. Pemekaran daerah pada dasarnya bertujuan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dan mempercepatpembangunan. Namun apabila setiap daerah berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasidan sinergi, maka berbagai potensi pembangunan tidak akan berkembang secaramaksimal. Persatuan menjadi modal sosial yang mampu menyatukan berbagaikepentingan menuju tujuan bersama, yaitu kesejahteraan masyarakat Papua. Meki Nawipa juga menyoroti tantangan pembangunan yang masih dihadapi Papua, mulai dari keterbatasan data pembangunan hingga lemahnya kolaborasi antardaerah. Permasalahan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan Papua memerlukanpendekatan yang terintegrasi. Setiap provinsi memiliki potensi dan keunggulan masing-masing yang dapat saling melengkapi apabila dibangun dalam kerangka kerja samayang kuat. Papua membutuhkan perencanaan pembangunan yang berbasis data, sinkronisasiprogram antarpemerintah daerah, serta koordinasi yang berkelanjutan denganpemerintah pusat. Langkah tersebut penting agar pembangunan tidak berjalan parsialdan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat. Oleh karena itu, forum koordinasiantardaerah harus terus diperkuat sebagai wadah untuk menyusun prioritaspembangunan secara bersama. Persatuan masyarakat juga menjadi fondasi utama dalam menciptakan stabilitaskeamanan. Sejumlah tokoh adat Papua menegaskan bahwa keamanan dan kedamaianmerupakan prasyarat penting bagi pembangunan. Kepala Suku Mee Kabupaten Nabire, Yakonias Adii, mengajak masyarakat untuk menjaga keamanan serta tidak mudahterprovokasi oleh berbagai informasi yang dapat memecah belah persatuan. Menurutnya, kondisi yang aman memungkinkan masyarakat menjalankan aktivitasekonomi, pendidikan, dan sosial secara normal. Pernyataan tersebut mencerminkan realitas bahwa pembangunan hanya dapat berjalandalam situasi yang kondusif. Pedagang dapat berusaha dengan tenang, petani dapatberkebun secara produktif, dan anak-anak dapat memperoleh pendidikan yang layakapabila keamanan tetap terjaga. Sebaliknya, konflik sosial dan tindakan kekerasanhanya akan menghambat pembangunan dan merugikan masyarakat luas. Penolakan terhadap tindakan perusakan fasilitas publik yang disampaikan para tokohadat juga menjadi pesan penting. Infrastruktur pendidikan, kesehatan, dan pelayananpublik dibangun untuk kepentingan masyarakat. Kerusakan terhadap fasilitas tersebutbukan hanya menghambat pelayanan, tetapi juga memperlambat upaya peningkatankualitas hidup masyarakat Papua. Ketua Kamar Adat Pengusaha Papua, Esau Saweri, turut mengajak pengusaha asliPapua, tokoh intelektual, dan tokoh masyarakat untuk memperkuat sinergi dalammengawal berbagai program pembangunan. Pandangan tersebut menegaskan bahwapembangunan Papua bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggungjawab bersama seluruh elemen masyarakat. Dunia usaha memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorongpertumbuhan ekonomi. Akademisi berkontribusi melalui penelitian dan inovasi. Tokohadat menjaga nilai-nilai budaya dan persatuan masyarakat. Sementara pemerintahberperan sebagai penggerak kebijakan pembangunan. Kolaborasi seluruh elementersebut akan menciptakan ekosistem pembangunan yang berkelanjutan. Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat juga dituntut untuk lebih bijaksanadalam menyikapi berbagai isu yang berkembang. Informasi yang tidak terverifikasiberpotensi memicu konflik dan memperlemah persatuan. Oleh karena itu, literasiinformasi dan penguatan dialog menjadi langkah penting untuk menjaga keharmonisansosial di Papua. Papua memiliki kekayaan sumber daya alam, budaya, dan potensi sumber dayamanusia yang sangat besar. Seluruh potensi tersebut hanya dapat berkembang secaraoptimal apabila dibangun di atas fondasi persatuan. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan para kepala daerah, tokoh adat, pelaku usaha, dan masyarakat menjadimodal berharga untuk mewujudkan Papua yang maju dan sejahtera….

Read More

Koperasi Desa Merah Putih di Papua Strategi Pemerintah Perkuat Fondasi Ekonomi Desa

Oleh : Fransiskus Nawipa )* Pembangunan ekonomi Papua memerlukan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga menempatkan masyarakat kampung sebagai subjek utama pembangunan. Selama bertahun-tahun, tantangan geografis, keterbatasan akses pasar, dan tingginya biaya distribusi menjadi hambatan yang menyebabkan potensi ekonomi kampung belum berkembang secara optimal. Dalam konteks tersebut, kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi…

Read More

Langkah Nyata Pemerintah Hadirkan Pendidikan Berkualitas dan Layanan Kesehatan Meratadi Papua

Oleh : Yohanes Wandikbo )* Pembangunan Papua terus menunjukkan kemajuan melalui penguatan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Pemerintah tidakhanya berfokus membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memastikan masyarakat Papua memperoleh akses yang setara terhadap layanan pendidikan dan kesehatan. Berbagai program yang dijalankan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah menjadi bukti nyata komitmenmenghadirkan kesejahteraan sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah timur Indonesia. Di sektor pendidikan, pemerintah terus memperluas kesempatan belajar bagi masyarakatPapua melalui berbagai kebijakan afirmatif. Langkah tersebut menjadi jawaban atastantangan geografis, keterbatasan fasilitas, dan kondisi ekonomi yang selama ini menghambatakses pendidikan. Dengan semakin terbukanya kesempatan memperoleh pendidikanberkualitas, generasi muda Papua diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Salah satu program strategis yang tengah dijalankan adalah pembangunan Sekolah Rakyat oleh Kementerian Sosial. Program ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem agar memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik sekaligus memutusrantai kemiskinan melalui pendidikan. Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional VI Papua Kementerian Sosial RI, John Herman Mampioper, menjelaskan bahwa empat SekolahRakyat permanen akan dibangun di Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Sarmi, Kota Jayapura, dan Kabupaten Jayapura. Menurutnya, pembangunan tersebut akan meningkatkankapasitas pendidikan sehingga lebih banyak anak Papua dapat menikmati layanan pendidikanyang layak. Pemerintah juga menyiapkan perluasan program ke sejumlah daerah lain sebagaibagian dari pemerataan pendidikan di Papua. Komitmen pemerintah juga terlihat melalui kebijakan pendidikan gratis yang diterapkanPemerintah Provinsi Papua Tengah. Kebijakan tersebut memberikan kesempatan kepadaanak-anak Papua untuk menempuh pendidikan mulai jenjang SMP, SMA/SMK hinggaperguruan tinggi tanpa dibebani biaya pendidikan. Program ini menjadi langkah pentingdalam membuka akses pendidikan bagi masyarakat yang selama ini terkendala faktorekonomi. Tokoh masyarakat Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya, Yeri Murib, menilai kebijakanpendidikan gratis telah memberikan dampak positif bagi masyarakat. Menurutnya, bebanekonomi keluarga berkurang sehingga orang tua lebih tenang menyekolahkan anak-anakmereka. Ia juga melihat semangat belajar generasi muda meningkat dan masyarakat semakinoptimistis bahwa pendidikan akan melahirkan pemimpin serta tenaga profesional yang mampu membangun Papua. Upaya peningkatan kualitas pendidikan juga diperkuat melalui Program Papua PACE (PelajarCerdas) dan MACE (Mahasiswa Cerdas) yang didukung Dana Otonomi Khusus. Program tersebut memberikan beasiswa kepada pelajar berprestasi, mahasiswa, mahasiswakedokteran, dokter spesialis Orang…

Read More

Pembangunan Jalan dan Listrik Percepat Transformasi Papua yang Maju dan Sejahtera

Oleh: Elia Kogoya* Pembangunan infrastruktur di Tanah Papua terus menunjukkan kemajuan yang signifikan sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan nasional. Berbagai program strategis yang dijalankan, mulai dari pembangunan jalan hingga penyediaan akses air bersih dan listrik melalui Program Papua Terang, menjadi bukti nyata bahwa Papua semakin mendapatkan perhatian besar dalam agenda pembangunan…

Read More