admin

Kecam Penembakan di Muliama, Tokoh Adat Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kedamaian

Oleh : Loa Murib )* Penembakan terhadap tiga warga sipil di Distrik Muliama, Papua Pegunungan, kembali mengingatkan bahwa keamanan dan keselamatan masyarakat harus menjadi kepentingan bersama. Kekerasan yang menyasar warga sipil tidak hanya menimbulkan korban dan trauma bagi keluarga, tetapi juga dapat mengganggu kehidupan sosial, aktivitas ekonomi, serta rasa aman masyarakat di lingkungan sekitarnya. Karena itu, kecaman terhadap aksi…

Read More

Pertumbuhan dan Pemerataan Menjadi Arah Ekonomi Prabowo Gibran Selama Dua Tahun

Oleh : Rahmat Mansur )* Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran RakabumingRaka menjadi periode penting dalam upaya memperkuat fondasi perekonomian nasional. Di tengah dinamika global yang ditandai ketidakpastian geopolitik, perubahan harga energi, serta gangguan rantai pasok, pemerintah dituntut mampu menjaga pertumbuhan sekaligusmemastikan manfaat pembangunan dirasakan secara lebih luas. Dalam konteks tersebut, pertumbuhan dan pemerataan menjadi dua arah yang saling melengkapi dalam kebijakanekonomi nasional. Ketahanan ekonomi Indonesia terlihat dari kinerja pertumbuhan yang tetap terjaga. Berdasarkan data yang menjadi rujukan pemerintah, perekonomian nasional tumbuh 5,61 persen pada kuartal I 2026 dan 5,29 persen pada kuartal II 2026. Capaian tersebutmemperlihatkan bahwa aktivitas ekonomi domestik tetap memiliki daya tahan meskipunperekonomian global menghadapi berbagai tekanan. Pertumbuhan yang relatif stabil juga menjadi modal penting untuk melanjutkan agenda pembangunan dalam jangka menengah. Pertumbuhan ekonomi tentu tidak cukup hanya diukur dari besarnya angka Produk DomestikBruto. Tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut menciptakankesempatan ekonomi yang lebih luas. Karena itu, kebijakan pemerintah selama dua tahunterakhir juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat, meningkatkan produktivitasdaerah, serta membuka akses yang lebih besar bagi pelaku UMKM, koperasi, petani, nelayan, dan kelompok masyarakat lainnya. Dalam perspektif kebijakan, pemerataan membutuhkan basis data yang akurat agar intervensipemerintah tidak berhenti pada besarnya anggaran, tetapi benar-benar sampai kepadakelompok yang membutuhkan. Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah Fithra Faisalmenekankan pentingnya pendekatan berbasis data presisi dalam pelaksanaan kebijakan sosialdan ekonomi. Pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional menjadi instrumenpenting untuk mengidentifikasi tingkat kesejahteraan masyarakat sehingga berbagai program pemerintah dapat diarahkan secara lebih tepat sasaran. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pemerataan tidak selalu berarti memberikanperlakuan yang sama kepada seluruh masyarakat. Pemerataan membutuhkan kebijakan yang mampu mengenali kebutuhan setiap kelompok dan wilayah. Dengan data yang semakinterintegrasi, pemerintah memiliki peluang lebih besar untuk menyusun intervensi yang sesuaidengan kondisi masyarakat, sekaligus mengurangi risiko tumpang tindih program maupunkesalahan sasaran. Penguatan ekonomi dari tingkat desa juga menjadi bagian penting dari agenda pemerataan. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dirancang untuk memperkuat kelembagaan ekonomimasyarakat sekaligus membangun ekosistem usaha di tingkat lokal. Program tersebut dapatmenjadi instrumen untuk memperpendek rantai distribusi, memperluas akses pasar, sertameningkatkan posisi pelaku usaha lokal dalam kegiatan ekonomi. Pakar Ekonomi Universitas Indonesia Prof. Telisa Aulia Falianty melihat penguatanekonomi bawah sebagai bagian penting dari pembangunan nasional. Integrasi KoperasiDesa/Kelurahan Merah Putih dengan BUMDes dan UMKM lokal, menurut pandangantersebut, dapat diperkuat melalui digitalisasi, pengembangan kapasitas kelembagaan, sertaperluasan akses pasar. Dengan demikian, aktivitas ekonomi di desa tidak hanya menjadipelengkap, tetapi dapat berkembang menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonominasional. Hal serupa terlihat dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Program ini memilikidimensi yang lebih luas daripada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Ketika pengadaanbahan pangan melibatkan petani, nelayan, peternak, UMKM, koperasi, dan pelaku usahalokal, program tersebut sekaligus menciptakan permintaan baru terhadap produksimasyarakat. Rantai pasok yang terbentuk dapat memberikan efek berganda bagiperekonomian daerah. Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat fondasi pembiayaan pembangunan melaluipengelolaan aset dan investasi negara. Kehadiran Badan Pengelola Investasi Daya AnagataNusantara atau Danantara menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan aset negara dan BUMN…

Read More

Fokus Investasi Hingga Lapangan Kerja, Ekonom UI Apresiasi Arahan Ekonomi Prabowo-Gibran

JAKARTA — Pakar ekonomi menyoroti arah kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo-Gibran yang menempatkan investasi dan penciptaan lapangan kerja sebagai fokus utama di tengah dinamika global. Pakar Ekonomi UI, Prof. Telisa Falianty, menilai indikator makroekonomi nasional berada dalam kondisi yang baik. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi terjaga di atas 5 persen, inflasi terkendali di kisaran 3 persen, dan tingkat…

Read More

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Memperkokoh Fondasi Ekonomi di Tengah Dinamika Global

Oleh: Rizky Rehan *) Navigasi perekonomian Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden PrabowoSubianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka selama dua tahun terakhirmenunjukkan daya tahan yang mengagumkan. Di tengah gelombang guncangangeopolitik global, volatilitas harga energi, dan disrupsi rantai pasok dunia, ketangguhan ekonomi makro Indonesia tetap terjaga kokoh. Indikator utamamencatat pertumbuhan Produk Domestik Bruto berada pada level 5,61 persen padakuartal pertama dan 5,29 persen pada kuartal kedua tahun 2026. Capaian positif inimenjadi bukti riil bahwa arah kebijakan pembangunan nasional berada pada lintasanyang tepat, di mana rata-rata laju pertumbuhan tersebut mampu melampaui trenhistoris selama satu dekade terakhir. Ketangguhan makroekonomi nasional disokong oleh postur fiskal yang solid sertakebijakan moneter yang sangat terukur. Tingkat inflasi terjaga dengan baik padakisaran rendah, sementara cadangan devisa berada pada posisi yang sangatmemadai untuk menahan risiko eksternal. Di saat yang sama, kapasitas pendapatannegara mengalami pertumbuhan signifikan melampaui 20 persen *year-on-year*, memberikan ruang gerak fiskal yang amat memadai bagi pemerintah untukmendanai berbagai program prioritas tanpa mengorbankan stabilitas jangkapanjang. Keseimbangan antara kehati-hatian fiskal dan keberanian mengeksekusiagenda strategis inilah yang menjadi fondasi utama penopang kepercayaan publikserta pelaku pasar. Optimisme terhadap keberlanjutan pembangunan tidak hanya ditopang oleh deretanangka statistik makro, melainkan juga oleh artikulasi kebijakan yang berorientasipada pilar pertumbuhan, pemerataan, dan stabilitas nasional. Tenaga Ahli BadanKomunikasi Pemerintah, Fithra Faisal, menekankan bahwa kerangka pembangunanyang diusung oleh pemerintah berakar kuat pada filosofi ekonomi yang menyeimbangkan antara dorongan pertumbuhan tinggi dan asas keadilan sosial. Untuk menjamin agar setiap instrumen kebijakan dan bantuan pemerintah tepatsasaran, pemerintah secara konsisten menerapkan pendekatan berbasis data presisimelalui pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Pengelompokan tingkatkesejahteraan berbasis data terintegrasi ini menjadi instrumen vital gunameminimalkan risiko kesalahan sasaran serta menjamin skema perlindungan sosialyang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Sementara itu, akselerasi perekonomian di tingkat daerah terus dipacu melaluipenyempurnaan dan integrasi tata kelola program prioritas nasional. Pakar EkonomiUniversitas Indonesia, Prof. Telisa Aulia Falianty, menilai bahwa komitmenpemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi bawah terlihat nyata darirancangan strategis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program ini secaraberkelanjutan terus disempurnakan dengan membuka ruang partisipasi publik, memperjelas sinergi peran bersama BUMDes dan pelaku UMKM lokal, sertamemperkuat kapasitas kelembagaan melalui digitalisasi dan akses pasar yang lebihluas. Integrasi ekosistem pedesaan ini disiapkan agar koperasi mampu memotongrantai distribusi yang tidak efisien, menekan biaya logistik, sekaligus meningkatkannilai tambah secara langsung bagi para produsen di tingkat tapak. Langkah transformatif serupa tercermin pada pelaksanaan program Makan BergiziGratis yang mengusung mandat ganda: peningatan kualitas sumber daya manusiasejak dini dan penggerak roda ekonomi lokal. Pemerintah secara bertahap terusmembenahi mekanisme eksekusi di lapangan melalui skema yang lebih terfokuspada sasaran utama, seperti peserta didik dan kelompok rentan, sembari mendorongdiversifikasi kemitraan bersama kantin sekolah, pelaku usaha mikro, dan koperasisetempat. Pendekatan yang menghubungkan pemenuhan gizi anak bangsa denganrantai pasok bahan baku lokal ini terbukti menciptakan efek pengganda ekonomiyang meluas, menghidupkan sektor pertanian dan UMKM di berbagai wilayah. Pada ranah optimalisasi aset dan investasi negara, pembentukan Lembaga PengelolaInvestasi BPI Danantara menjadi batu pijakan penting dalam merestrukturisasi danmerasionalkan ekosistem BUMN agar lebih efisien dan berdaya saing global. Target kontribusi dividen yang signifikan serta pengelolaan portofolio aset yang profesionaldiharapkan mampu menjadi mesin pembiayaan alternatif untuk pembangunaninfrastruktur dan sektor produktif, tanpa harus membebankan anggaran belanjanegara secara berlebihan. Langkah penyempurnaan yang terus dilakukan pemerintah dari waktu ke waktumencerminkan gaya kepemimpinan yang adaptif, responsif, dan berbasis evaluasilapangan. Berbagai penyesuaian tata kelola, perbaikan standar operasional, hinggaketerbukaan terhadap masukan kritis masyarakat menjadi bukti nyata komitmenpemerintah untuk meningkatkan kualitas belanja publik. Upaya perbaikan yang berkelanjutan ini ditujukan agar setiap rupiah yang dialokasikan benar-benarmenghasilkan dampak ekonomis yang optimal dan dapat dirasakan langsung olehmasyarakat. Guna melengkapi capaian positif selama dua tahun pertama, percepatan reformasistruktural terus didorong untuk memperkuat daya saing nasional di arena internasional. Agenda strategis seperti pangkas birokrasi, digitalisasi perizinaninvestasi, penataan sistem logistik nasional, serta pergeseran menuju industribernilai tambah tinggi menjadi kunci utama penyerapan tenaga kerja formal. Langkah ini dipadukan dengan percepatan transisi energi terbarukan gunamembangun pertumbuhan ekonomi hijau yang berkelanjutan. Pemerintahan Prabowo-Gibran telah membuktikan bahwa kombinasi antara stabilitasmakroekonomi, kehati-hatian mengelola anggaran, serta penyempurnaanberkesinambungan pada program kerakyatan mampu membakar semangatoptimisme di tengah dinamika dunia. Dengan konsistensi reformasi dan kerja samaerat seluruh elemen bangsa, target pertumbuhan ekonomi yang agresif bukan lagisekadar harapan di atas kertas, melainkan jalan terang menuju terwujudnyakesejahteraan yang adil, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia. *) Pengamat Ekonomi

Read More

Pakar Ekonomi UI: Apresiasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Perlu Penguatan Pengawasan Program di Lapangan

Jakarta – Pakar Ekonomi UI Prof Telisa Falianty mengatakan kinerja pemerintahan Prabowo – Gibran sekitar dua tahun ini patut diapresiasi namun agar lebih maksimal lagi perlu diperkuat pengawasan program – program dilapangan. “Program – program pemerintah untuk masyarakat khususnya kalangan menengah dan menengah kebawah sudah baik namun perlu ada penguatan pengawasan dilapangan agar lebih terarah…

Read More

Jelang Dua Tahun Prabowo-Gibran, Bakom RI Soroti Pertumbuhan Ekonomi yang Semakin Merata

JAKARTA – Pemerintah dinilai mampu menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berada di atas 5% di tengah ketidakpastian ekonomi global. Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut semakin dirasakan masyarakat secara luas. Tenaga Ahli Bakom RI, Fithra Faisal, mengatakan struktur pertumbuhan ekonomi mulai menunjukkan…

Read More

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Guru Besar UI Soroti Penguatan Ekonomi Inklusif

Jakarta – Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia Profesor Telisa Falianty menilai fondasi ekonomi nasional tetap terjaga. Namun, ia mengingatkan pertumbuhan harus semakin terasa melalui pekerjaan, harga kebutuhan yang terjangkau, dan peluang usaha. “Kita cukup apresiasi pemerintah bisa menjaga itu bahkan lebih dari…

Read More

Jelang Dua Tahun Pemerintahan Pragib, Capaian Ekonomi Indonesia Dinilai Sudah Tepat

Jakarta, Menjelang 2 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran (Pragib), arah kebijakan ekonomi nasional di bawah pemerintahan Pragib dinilai sudah berada di jalur yang tepat untuk membangun optimisme ekonomi Indonesia. Pakar Ekonomi UI, Prof. Telisa Falianty dan Tenaga Ahli Bakom RI, Fithra Faisal, Ph.D. mengungkapkan hal ini dalam diskusi bertema ”Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Bangun Optimisme Ekonomi Indonesia”….

Read More

Jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran, Pakar Ekonomi UI: Arah Kebijakan Pemerintah Sudah Dirasakan Masyarakat

Jakarta – Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, arah kebijakan ekonomi pemerintah dinilai sudah dirasakan masyarakat. Pakar Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Prof. Telisa Falianty mengatakan, sejumlah kebijakan pemerintah telah diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong investasi dan kesinambungan program prioritas. Hal itu disampaikan Telisa saat menjadi…

Read More

BAKOM RI: Capaian Pemerintah Prabowo-Gibran Perkuat Kepercayaan Investasi Global

JAKARTA – Capaian dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan arah transformasi ekonomi yang semakin bertumpu pada investasi produktif. Stabilitas ekonomi yang tetap terjaga di tengah tekanan global dinilai menjadi modal untuk menarik investasi sekaligus memperluas kapasitas produksi nasional. Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (BAKOM) RI Fithra Faisal…

Read More