admin

Presiden Prabowo Dorong Perbankan Patriotik Alirkan Likuiditas ke Ekonomi Nyata

Jakarta – Pemerintah terus mendorong sektor perbankan untuk memperkuat fungsi intermediasi melalui penyaluran likuiditas yang lebih besar kepada sektor-sektor produktif. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan akses pembiayaan bagi pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), industri manufaktur, serta sektor strategis nasional. Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya…

Read More

Perbankan Patriotik: Sinergi Himbara, BI, dan Danantara

Oleh : Rahmat Hidayat )* Di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan, Indonesia membutuhkan sektor keuangan yang tidak hanya kuat secara bisnis, tetapi juga memiliki keberpihakan terhadap kepentingan nasional. Dalam konteks tersebut, gagasan mengenai perbankan patriotik yang belakangan didorong pemerintah menjadi sebuah paradigma baru dalam pembangunan ekonomi. Konsep ini menempatkan perbankan sebagai motor…

Read More

Paradigma Perbankan Patriotik: Hadir bagi Ekonomi Rakyat Kecil

Oleh Tania Amira )* Perekonomian nasional yang kuat tidak hanya ditandai oleh tingginya pertumbuhan angka-angka makro, tetapi juga sejauh mana manfaat pertumbuhan tersebut dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Di Indonesia, upaya mewujudkan pemerataan ekonomi menjadi salah satu agenda strategis yang terus diperkuat pemerintah. Di tengah berbagai tantangan global yang masih berlangsung, munculnya…

Read More

Pemerintah Pastikan Restock Batubara PLTU Perkuat Sistem Kelistrikan Nasional

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah strategis untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional melalui percepatan pemenuhan pasokan batu bara bagi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di berbagai wilayah Indonesia. Upaya restock dilakukan untuk memastikan pasokan listrik tetap aman, stabil, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat serta sektor industri. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil…

Read More

Gangguan Listrik Ditangani, Pasokan Batubara PLN Kembali Lancar

Jakarta – Upaya pemulihan sistem kelistrikan di Pulau Jawa terus menunjukkan perkembangan yang positif. Setelah sempat terjadi gangguan teknis yang memengaruhi pasokan listrik di sejumlah wilayah, PT PLN (Persero) memastikan distribusi batu bara ke berbagai Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) kini kembali berjalan lancar. Kondisi ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat normalisasi sistem kelistrikan sekaligus…

Read More

Pemulihan Listrik dan Kesiapan Negara Menjaga Energi Prima

Oleh: Ricky Rinaldi )* Keandalan pasokan listrik merupakan salah satu fondasi utama dalam mendukung aktivitas masyarakat, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi nasional. Ketika terjadi gangguan pada sistem kelistrikan, dampaknya dapat dirasakan secara luas oleh berbagai sektor, mulai dari rumah tangga, dunia usaha, industri, hingga layanan pemerintahan. Oleh karena itu, kemampuan negara dalam melakukan pemulihan secara cepat…

Read More

Menutup Celah Gangguan Listrik lewat Tata Kelola Batubara yang Lebih Ketat

*) Oleh: Bayu Nugraha Keandalan pasokan listrik merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan aktivitas ekonomi, industri, hingga pelayanan publik. Gangguan pasokan energi primer, terutama batubara sebagai bahan bakar utama pembangkit listrik nasional, berpotensi memicu efek berantai terhadap produktivitas dan stabilitas ekonomi. Karena itu, pembenahan tata kelola sektor pertambangan tidak dapat lagi dipandang semata sebagai urusan administratif,…

Read More

Program MBG Perkuat SDM dan Gerakkan Ekonomi Nasional melalui Kolaborasi Besar

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan perannya sebagai salah satu program strategis nasional yang tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian hingga ke tingkat daerah. Dengan cakupan penerima manfaat yang terus bertambah, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, UMKM, koperasi, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menyukseskan program tersebut….

Read More

Kolaborasi Dapur MBG dan UMKM Lokal Perkuat Rantai Pasok Pangan Nasional

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat rantai pasok pangan nasional melalui keterlibatan petani, nelayan, pelaku UMKM, hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Aktivis 98, Ikhyar Velayati, mengatakan MBG merupakan investasi jangka panjang pemerintah dalam membangun sumber daya manusia unggul sekaligus menggerakkan perekonomian nasional. “Program…

Read More

MBG dan Pentingnya Kolaborasi Pentahelix untuk Desa

Oleh : Nancy Dora  Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjadi salah satu agenda strategis pemerintahdalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat, produktif, dan berkualitas. Program ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnyaanak-anak dan kelompok rentan, tetapi juga memiliki dampak yang jauh lebih luas terhadappembangunan ekonomi desa, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan kelembagaan lokal. Karena itu, keberhasilan MBG tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan melalui pendekatanpentahelix. Konsep pentahelix menempatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakatsebagai unsur utama yang saling bersinergi dalam menyelesaikan persoalan pembangunan. Dalam konteks MBG, pendekatan tersebut menjadi sangat relevan mengingat cakupan program yang besar, melibatkan jutaan penerima manfaat dan ribuan desa di seluruh Indonesia. Pelaksanaan yang efektif memerlukan dukungan lintas sektor agar manfaat yang dihasilkan dapatdirasakan secara merata. Dukungan sepuluh asosiasi desa terhadap program MBG dan Koperasi Desa Merah Putihmenunjukkan bahwa pemerintah desa memandang program tersebut sebagai peluang besar bagipeningkatan kesejahteraan masyarakat. Keterlibatan desa bukan hanya sebagai lokasipelaksanaan program, melainkan sebagai pelaku utama yang menjalankan rantai ekonomi di tingkat lokal. Desa dapat menjadi produsen bahan pangan, pengelola distribusi, hingga penyediatenaga kerja yang dibutuhkan dalam operasional program. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyampaikan bahwa MBG berpotensi melahirkan berbagai desa tematik berdasarkan komoditas unggulan lokal seperti desajagung, desa melon, desa beras, desa ikan nila, hingga sentra peternakan ayam petelur. Menurutnya, keterlibatan Badan Usaha Milik Desa sebagai mitra Badan Gizi Nasional akanmemperkuat ekonomi lokal dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru di pedesaan. Konsep desa tematik tersebut merupakan langkah strategis dalam mendorong kemandirianekonomi desa. Selama ini, banyak desa hanya berperan sebagai pemasok bahan mentah dengannilai tambah yang terbatas. Melalui MBG, komoditas lokal memperoleh pasar yang jelas danberkelanjutan sehingga petani, peternak, dan pelaku usaha desa memperoleh kepastian usaha. Kondisi tersebut dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasar luar sekaligus meningkatkanpendapatan masyarakat. Selain itu, kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di desa juga memberikan dampak sosialyang signifikan. Setiap unit pelayanan diperkirakan mampu menyerap puluhan tenaga kerjalokal. Kesempatan kerja tersebut sangat penting dalam mengurangi pengangguran di pedesaan, terutama bagi generasi muda yang selama ini cenderung berpindah ke kota karena terbatasnyalapangan pekerjaan di daerah asal. Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan menilai bahwa program MBG memiliki dampak pengganda yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, dana yang mengalir ke daerah akan mendorong pemerataan ekonomi dan menciptakan aktivitasekonomi baru di tingkat akar rumput. Ia juga optimistis bahwa pelaksanaan program akansemakin baik dalam enam bulan hingga satu tahun mendatang seiring dengan berbagaipenyempurnaan yang dilakukan pemerintah. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa MBG bukan semata program bantuan sosial, melainkaninstrumen pembangunan ekonomi yang memiliki efek berantai. Ketika anggaran pemerintahmasuk ke desa melalui pembelian bahan pangan, pembayaran tenaga kerja, dan operasionallayanan gizi, maka daya beli masyarakat meningkat. Aktivitas ekonomi desa pun bergerak lebihdinamis. Namun demikian, pelaksanaan program berskala besar tentu tidak terlepas dari berbagaitantangan. Distribusi, kesiapan sumber daya manusia, kualitas pelayanan, pengawasan, danefisiensi anggaran menjadi sejumlah aspek yang harus terus diperbaiki. Kritik dan masukan yang konstruktif perlu dipandang sebagai bagian dari proses penyempurnaan kebijakan, bukan sebagaialasan untuk menghentikan program yang memiliki tujuan mulia. Di sinilah pentingnya kolaborasi pentahelix. Pemerintah bertugas menyusun regulasi danmemastikan keberlanjutan program. Akademisi dapat memberikan kajian dan evaluasi berbasisdata. Dunia usaha mendukung rantai pasok dan investasi. Media berperan menyebarkaninformasi yang objektif dan edukatif. Sementara masyarakat menjadi pelaksana sekaliguspengawas di tingkat akar rumput. Media massa memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas informasi mengenai MBG. Penyampaian informasi yang berimbang dapat mencegah munculnya disinformasi danmemperkuat kepercayaan publik terhadap program. Di sisi lain, media juga dapat menjadisaluran aspirasi masyarakat sehingga berbagai persoalan di lapangan dapat segera diketahui dandiperbaiki. Ke depan, keberhasilan MBG akan sangat ditentukan oleh kemampuan seluruh elemen bangsadalam menjaga semangat gotong royong dan kolaborasi. Desa harus ditempatkan sebagai pusatpembangunan yang mampu menghasilkan pangan, menciptakan lapangan kerja, danmeningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pendekatan pentahelix menjadi fondasi penting agar program tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar menghadirkan manfaatnyata. MBG pada akhirnya merupakan investasi jangka panjang bagi Indonesia. Program inimembangun generasi yang sehat sekaligus memperkuat fondasi ekonomi desa. Dengandukungan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media, MBG berpotensi menjadisalah satu kebijakan strategis yang tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapijuga mendorong lahirnya desa-desa yang mandiri, produktif, dan sejahtera. *Penulis adalah Pengamat Ekonomi

Read More