admin

Stabilitas Pangan dan Energi Terjaga, Masyarakat Diimbau Bijak Konsumsi

JAKARTA – Momen perayaan Idulfitri 2026, pemerintah pusat dan daerah terus memperkuat berbagai langkah strategis guna memastikan stabilitas pasokan pangan dan energi tetap terjaga. Upaya tersebut dilakukan melalui pengendalian inflasi, penguatan distribusi bahan pokok, hingga penyediaan program pangan murah agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dengan harga terjangkau. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak…

Read More

Bijak Konsumsi untuk Menjaga Stabilitas Pangan dan Energi

Oleh: Nadira Citra Maheswari)* Bijak dalam mengonsumsi bukan sekadar pilihan gaya hidup, melainkan kebutuhan strategis dalam menjaga stabilitas pangan dan energi di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Perubahan iklim, gangguan rantai pasok, fluktuasi harga komoditas, serta peningkatan jumlah penduduk menjadi faktor yang terus menekan ketersediaan sumber daya. Dalam konteks ini, perilaku konsumsi masyarakat memiliki peran…

Read More

Stabilitas Pangan dan Energi Diperkuat lewat Bijak Konsumsi

Oleh Rianti Asmara )* Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, penguatan stabilitas pangan dan energi menjadi agenda strategis yang tidak bisa ditawar. Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah serta ketidakpastian ekonomi dunia telah memberikan sinyal kuat bahwa setiap negara, termasuk Indonesia, harus memperkuat ketahanan domestiknya. Oleh sebab itu, seruan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong bijak konsumsi energi…

Read More

Pemerintah Tingkatkan Sinergi untuk Jaga Kondusivitas Selama Perayaan Idulfitri 1447 H

Jakarta – Pemerintah pusat dan daerah terus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan situasi keamanan, ketertiban, serta pelayanan publik tetap berjalan optimal selama perayaan Idulfitri. Berbagai langkah strategis dilakukan mulai dari pengamanan wilayah, pengawasan aktivitas masyarakat, hingga kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan selama momentum hari raya. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen…

Read More

Pemerintah Jamin Stabilitas Keamanan Selama Perayaan Idulfitri 1447 H

JAKARTA — Pemerintah terus memperkuat langkah antisipasi guna memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat selama perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Melalui sinergi lintas lembaga, negara berupaya menghadirkan suasana yang aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat yang menjalankan ibadah Ramadan hingga merayakan Hari Raya Idulfitri. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang digelar secara…

Read More

Upaya Bersama Diperlukan untuk Jaga Situasi Kondusif Saat Idul Fitri

Oleh: Hafidz Ramadhan Pratama Perayaan Hari Raya Idul Fitri yang selalu identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, dinamika sosial, serta potensi kerawanan keamanan, kebutuhan akan sinergi lintas sektor menjadisemakin mendesak untuk diwujudkan secara konkret. Stabilitas keamanan dan ketertibanmasyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan jugamemerlukan dukungan aktif dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga peran strategismedia sebagai penyampai informasi yang membentuk persepsi publik. Dalam konteks ini, menjaga suasana kondusif bukan sekadar upaya teknis, tetapi juga merupakan bagian darikomitmen kolektif dalam merawat persatuan di tengah keberagaman. Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasiantara kepolisian dan media melalui momentum buka puasa bersama insan pers yang tergabungdalam Pokja Polda Jatim. Kegiatan yang turut dihadiri Wakapolda Jatim Brigjen Pasma Royce serta jajaran pejabat utama tersebut menjadi simbol bahwa komunikasi yang terbuka dansinergitas yang solid merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah, khususnya saatada agenda nasional dan Idul Fitri. Dalam pandangannya, insan pers memiliki posisi strategissebagai mitra kepolisian dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepadamasyarakat, sehingga mampu mencegah berkembangnya informasi yang menyesatkan. Irjen Nanang Avianto juga melihat bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai penyampaiinformasi semata, tetapi juga berperan sebagai penyejuk di tengah dinamika sosial yang berkembang. Dalam situasi yang rawan terhadap provokasi dan penyebaran informasi yang tidakterverifikasi, media diharapkan mampu menghadirkan pemberitaan yang edukatif sertamembangun opini publik yang konstruktif. Dengan demikian, masyarakat tidak mudahterpengaruh oleh isu-isu yang dapat memicu keresahan atau konflik. Ia menekankan bahwaketerbukaan informasi publik merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkantransparansi dan akuntabilitas, yang pada akhirnya akan memperkuat kepercayaan masyarakatterhadap institusi negara. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Maluku melalui Wakil Gubernur Abdullah Vanath turutmengingatkan pentingnya menjaga harmoni dan memperkuat toleransi antarumat beragama, terutama karena perayaan Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi berlangsung dalam waktu yang berdekatan. Abdullah Vanath menilai bahwa masyarakat Maluku memiliki pengalaman panjangdalam menjaga kebersamaan, sehingga diharapkan mampu mempertahankan kondisi yang amandan damai. Ia menegaskan bahwa masyarakat saat ini telah menunjukkan kedewasaan dalamkehidupan sosial, sehingga tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya memecahbelah persatuan. Abdullah Vanath juga mengingatkan bahwa pengalaman masa lalu harus dijadikan pelajaran agar konflik serupa tidak kembali terulang. Menurutnya, tidak ada alasan bagi masyarakat untukkembali pada situasi yang pernah menimbulkan perpecahan. Justru, momentum perayaankeagamaan harus dimanfaatkan untuk memperkuat rasa persaudaraan dan saling menghormati. Dalam konteks ini, toleransi bukan hanya menjadi konsep normatif, tetapi harus diwujudkandalam sikap nyata, seperti menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing umat beragama. Langkah konkret juga ditunjukkan melalui koordinasi yang dilakukan Pemerintah ProvinsiMaluku dengan forum komunikasi pimpinan daerah, tokoh agama, serta aparat keamanan. Sinergi ini bertujuan memastikan bahwa seluruh potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini, sehingga perayaan hari besar keagamaan dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Pendekatankolaboratif ini menunjukkan bahwa stabilitas tidak dapat dicapai secara parsial, melainkanmelalui kerja sama yang terintegrasi. Hal senada juga disampaikan Kapolda Nusa Tenggara Barat Irjen Pol Edy Murbowo S.I.K. M.Si. yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan danketertiban wilayah saat perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam keterangannya, Irjen Edy Murbowo menekankan pentingnya menjagakebersamaan dan memperkuat nilai-nilai toleransi sebagai fondasi utama dalam menciptakanstabilitas keamanan. Ia menilai bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk hiduprukun, melainkan kekuatan yang dapat memperkokoh persatuan. Irjen Edy Murbowo juga melihat bahwa momentum perayaan dua hari besar keagamaan yang berdekatan dapat menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan antarumat beragama. Iamengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing agar tetapaman dan kondusif, sehingga seluruh rangkaian perayaan dapat berjalan dengan tertib dan penuhkedamaian. Seruan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keamanan bukan hanya tanggungjawab aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh warga. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah telah menunjukkan berbagai capaian signifikan dalammenjaga stabilitas nasional, mulai dari keberhasilan mengendalikan inflasi terutama saat haribesar keagamaan, peningkatan efektivitas pengamanan arus mudik melalui koordinasi lintasinstansi, hingga penguatan layanan publik berbasis digital yang semakin memudahkanmasyarakat dalam mengakses informasi dan layanan. Selain itu, upaya memperkuat moderasiberagama serta pendekatan humanis yang dilakukan aparat keamanan juga berkontribusi dalammenciptakan suasana yang lebih kondusif di berbagai daerah, sehingga kepercayaan publikterhadap pemerintah terus meningkat. Dengan melihat berbagai upaya yang telah dilakukan oleh aparat keamanan, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat, dapat disimpulkan bahwa menjaga situasi kondusif saat Idul Fitrimembutuhkan komitmen bersama yang berkelanjutan. Sinergi antara media, pemerintah, danmasyarakat harus terus diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa diajak untuk terus menjaga persatuan, meningkatkantoleransi, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai, sehinggamomentum Idul Fitri benar-benar menjadi ajang mempererat kebersamaan dan memperkuatharmoni sosial di Indonesia. *) Peneliti Keamanan Dalam Negeri dan Komunikasi Publik

Read More

Aparat dan Warga Bersinergi Jaga Situasi Kondusif Saat Idul Fitri

Oleh: Naufal Ghifari Akbar Momentum Idul Fitri selalu menghadirkan lonjakan mobilitas masyarakat yang berimplikasipada meningkatnya potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Dalam konteks ini, kolaborasiantara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi fondasi utama untukmenjaga situasi tetap kondusif. Upaya pengamanan yang terintegrasi tidak hanya memastikankelancaran arus mudik, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menjalankanibadah serta merayakan hari kemenangan bersama keluarga. Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Utara Muhammad Nasir S.Pi. M.M. menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparat yang terlibat dalam pengamanan arus mudik danperayaan Idul Fitri melalui Operasi Ketupat Kayan 2026. Ia menilai dedikasi aparat keamananpatut diapresiasi karena tetap menjalankan tugas menjaga stabilitas keamanan dan ketertibanmasyarakat di tengah suasana Lebaran. Dalam pandangannya, pengabdian aparat yang tetapsiaga ketika masyarakat menikmati waktu bersama keluarga merupakan bentuk tanggung jawabbesar yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Menurut Muhammad Nasir, keberhasilan menjaga kondusivitas selama Idul Fitri tidak dapatdilepaskan dari sinergi antara berbagai pihak. Aparat keamanan, pemerintah daerah, sertamasyarakat memiliki peran yang saling melengkapi dalam menciptakan suasana yang aman dantertib. Ia menekankan bahwa tanpa adanya kerja sama yang solid, potensi gangguan keamananakan lebih sulit dikendalikan, terutama di tengah tingginya mobilitas masyarakat saat mudik. Ia juga mengingatkan masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik agar mengutamakanaspek keselamatan, khususnya bagi pengguna transportasi laut. Kesadaran untuk menggunakanmoda transportasi yang memiliki izin resmi dan tidak melebihi kapasitas menjadi faktor pentingdalam mencegah terjadinya kecelakaan. Selain itu, kepatuhan terhadap aturan perjalanan sertaarahan petugas di lapangan dinilai sebagai bentuk kontribusi nyata masyarakat dalammendukung kelancaran arus mudik. Sementara itu, Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar menyoroti berbagai potensi gangguankeamanan dan ketertiban masyarakat yang kerap muncul saat Idul Fitri. Ia menyebutkansejumlah ancaman seperti peredaran narkoba, penyakit masyarakat, kejahatan jalanan, hinggakejahatan berbasis digital seperti penipuan online. Menurutnya, kompleksitas tantangan tersebutmenuntut adanya sinergi yang kuat antara seluruh unsur pemerintah dan aparat keamanan. Irjen Pol Krisno H Siregar menegaskan bahwa pengamanan Idul Fitri setiap tahun dilaksanakanmelalui Operasi Ketupat yang tidak hanya berfokus pada kelancaran arus mudik, tetapi jugamenjamin masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan khidmat. Operasi ini menjadisimbol kesiapsiagaan negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, sekaligusmemastikan seluruh rangkaian ibadah Ramadan hingga Idul Fitri dapat berlangsung dengannyaman. Berbagai persiapan telah dilakukan oleh Polri dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, mulai dari rapat koordinasi lintas sektoral di tingkat Mabes Polri hingga latihan pra operasi di tingkat daerah. Di Provinsi Jambi, Polda Jambi telah mendirikan puluhan pos pengamanan, pospelayanan, serta pos terpadu yang tersebar di sejumlah titik strategis. Keberadaan pos-postersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat sekaligusmempercepat respons terhadap potensi gangguan keamanan. Di sisi lain, Pemerintah Kota Surabaya juga mengambil langkah konkret dalam memperkuatpengamanan saat Idul Fitri 2026. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M Fiksermenegaskan bahwa keamanan tidak bisa hanya dibebankan kepada satu pihak. Menurutnya, peran aktif masyarakat menjadi elemen kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman dankondusif. M Fikser mengajak masyarakat untuk berani melapor apabila menemukan potensi tindakkriminal, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan barang dan kendaraanpribadi. Partisipasi aktif masyarakat dinilai mampu menjadi garda terdepan dalam mencegahterjadinya tindak kejahatan, terutama di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Sebagai bagian dari upaya pencegahan, Pemkot Surabaya terus memperluas pemasangan kamerapengawas atau CCTV di berbagai titik. Keberadaan CCTV tidak hanya membantu proses pengungkapan kasus secara cepat, tetapi juga berfungsi sebagai deterrent effect yang mampumenekan niat pelaku kejahatan. Selain itu, penerapan sistem satu pintu atau one gate system di kawasan permukiman turut diperkuat melalui pembangunan portal lingkungan yang dikoordinasikan bersama pengurus RT dan RW. Pengamanan lingkungan juga didorong melalui pengaktifan kembali sistem keamananlingkungan atau siskamling, terutama saat musim mudik ketika banyak rumah ditinggalkanpemiliknya. Dengan adanya siskamling, masyarakat yang tidak mudik dapat berperan aktifdalam menjaga keamanan lingkungan secara kolektif. Langkah ini menunjukkan bahwakeamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan tanggung jawab bersama seluruhelemen masyarakat. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah juga mencatat berbagai keberhasilan dalam memperkuatsistem keamanan dan pelayanan publik, mulai dari peningkatan infrastruktur pengawasanberbasis teknologi, penguatan koordinasi lintas sektoral, hingga peningkatan respons cepatterhadap laporan masyarakat. Keberhasilan ini tidak hanya berdampak pada menurunnya angkakriminalitas di sejumlah daerah, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerjapemerintah dan aparat keamanan. Pada akhirnya, menjaga situasi kondusif selama Idul Fitri bukanlah tugas yang dapatdiselesaikan oleh satu pihak saja. Sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat menjadikunci utama dalam menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan penuh kebersamaan. Momentum Idul Fitri seharusnya menjadi ajang untuk memperkuat solidaritas sosial, bukanjustru membuka celah bagi munculnya gangguan keamanan. Oleh karena itu, partisipasi aktifseluruh elemen masyarakat perlu terus didorong agar tercipta lingkungan yang harmonis dankondusif, sehingga perayaan Idul Fitri dapat dirasakan dengan penuh kedamaian dan keberkahanoleh semua pihak. Pengamat Komunikasi Publik dan Keamanan Sosial

Read More

Penyaluran Zakat Kian Mantap, Tata Kelola Dana Umat Dikawal Transparan

Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) melakukan pengawasan terhadap pengelolaan zakat fitrah pada momen Hari Raya Idulfitri 2026. Pengawasan ini mencakup seluruh tahapan, mulai dari penghimpunan hingga penyaluran zakat, guna memastikan proses berjalan sesuai ketentuan serta menjaga akuntabilitas pengelolaan dana umat. Pengawasan dilakukan sejak tahap awal, yakni saat muzaki menyerahkan zakat kepada amil. Penyelenggara Zakat dan…

Read More

Apresiasi Kolaborasi Lembaga Zakat Perluas Manfaat Dana Umat

Jakarta – Dalam mengoptimalkan pemanfaatan dana umat agar dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat, diperlukan kolaborasi yang kuat antar lembaga zakat. Sinergi ini memungkinkan peningkatan efektivitas penghimpunan sekaligus memperluas cakupan program pemberdayaan yang berkelanjutan. Melalui kerja sama yang terarah dan terintegrasi, penyaluran dana dapat dilakukan secara lebih efisien dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya dapat dirasakan…

Read More

Negara dan Zakat: Komitmen Pemerintah Dalam Tata Kelola Dana Umat

Oleh: Dhita Karuniawati )* Peran negara dalam mengelola zakat semakin menunjukkan arah yang progresif dan strategis. Di tengah upaya memperkuat ekonomi umat, pemerintah tidak hanya hadir sebagai regulator, tetapi juga sebagai fasilitator yang mendorong tata kelola zakat menjadi lebih profesional, transparan, dan berdampak luas. Komitmen ini tercermin dari berbagai langkah konkret, mulai dari keteladanan pimpinan…

Read More