*) Oleh : Deva Baruna Pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 mendapat banyak apresiasi dari para jemaahIndonesia maupun berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraannya. Berbagaipembenahan layanan yang dilakukan sejak awal keberangkatan hingga kepulangandinilai memberikan kenyamanan yang lebih baik. Tidak sedikit jemaah yang mengakumerasa lebih tenang karena sistem pelayanan yang semakin tertata dan responsif. Mulai dari proses pemberangkatan di embarkasi, pendampingan selama di Tanah Suci, hingga layanan kesehatan dan konsumsi, semuanya berjalan dengan lebih baikdibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Situasi ini menjadi gambaran bahwa upayapeningkatan kualitas pelayanan haji terus menunjukkan hasil positif. Salah satu aspek yang paling banyak mendapat perhatian adalah peningkatanpelayanan transportasi dan akomodasi. Jemaah merasakan kemudahan saatperpindahan dari satu lokasi ibadah ke lokasi lainnya karena koordinasi petugas dinilailebih sigap dan terorganisasi. Bus antarjemput yang tersedia lebih teratur sehinggamampu mengurangi kepadatan dan antrean panjang, terutama saat puncakpelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Selain itu, fasilitas penginapanjuga dianggap semakin nyaman dengan kebersihan yang lebih terjaga serta jarak hotel yang relatif dekat dengan pusat kegiatan ibadah. Kondisi ini membuat jemaah, khususnya lanjut usia, merasa lebih terbantu dalam menjalankan rangkaian ibadah haji yang cukup menguras tenaga. Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Saan Mustopa, melakukan peninjauandan memberikan pengarahan langsung kepada jemaah haji Indonesia di pemondokanMakkah menjelang fase puncak ibadah haji (Armuzna). Dalam kunjungannya, Saan menyoroti peningkatan kualitas pelayanan haji tahun ini, khususnya terkait sistempendataan, serta mengimbau jemaah untuk menjaga kesehatan dan ketertiban. Banyak jemaah mengaku merasa terbantu karena petugas tidak hanya menjalankan tugasadministratif, tetapi juga memberikan perhatian secara emosional kepada para pesertahaji. Dalam berbagai kondisi, petugas terlihat aktif membantu jemaah yang mengalamikesulitan, baik terkait kesehatan, bahasa, maupun arah perjalanan. Sikap ramah dan cepat tanggap dari para petugas menjadi salah satu faktor yang membuat jemaahmerasa aman selama berada di Tanah Suci. Kehadiran petugas yang siaga selama 24 jam turut memberikan rasa nyaman, terutama bagi jemaah yang baru pertama kali menunaikan ibadah haji. Kepala Perwakilan Ombudsman Sumatera Selatan, M. Adrian Agustiansyah juga mengapresiasi peningkatan tata kelola dan kualitas pelayanan ibadah haji tahun 2026, yang kini dikelola…