PP 20/2026, Penyesuaian Pajak PT dan CV Didorong demi Keadilan bagi UMKM

Jakarta – Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 Tahun 2026 sebagai langkah untuk memastikan kebijakan perpajakan yang lebih adil dan tepat sasaran bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui aturan tersebut, fasilitas Pajak Penghasilan (PPh) Final sebesar 0,5 persen tidak lagi diberikan kepada badan usaha berbentuk persekutuan komanditer (CV), firma, dan perseroan…

Read More

PP 20/2026 Mendorong Usaha Naik Kelas, Bukan Membebani PT dan CV

Jakarta, – Pemerintah terus memperkuat ekosistem usaha yang sehat dan berkeadilan melalui penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 Tahun 2026. Kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan fasilitas perpajakan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tepat sasaran sekaligus mendorong pelaku usaha untuk berkembang dan naik kelas. PP Nomor 20 Tahun 2026 merupakan revisi atas…

Read More

Langkah Koordinatif Ditempuh Untuk Jaga Stabilitas Rupiah

*) Oleh: Dinda Paramita Nilai tukar rupiah selalu menjadi salah satu indikator yang paling sensitif terhadapperubahan kondisi ekonomi global. Ketika ketidakpastian meningkat akibat gejolakgeopolitik, kebijakan moneter negara maju, maupun pergeseran arus modal internasional, tekanan terhadap mata uang negara berkembang hampir tidakterhindarkan. Dalam konteks tersebut, langkah cepat dan terkoordinasi yang dilakukan pemerintah bersama otoritas ekonomi menjadi faktor penting untuk menjagastabilitas dan membangun kepercayaan pasar. Karena itu, berbagai kebijakan yang saat ini ditempuh menunjukkan bahwa Indonesia tidak tinggal diam menghadapitantangan eksternal yang terus berkembang. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwapemerintah telah mengidentifikasi tekanan utama terhadap rupiah berasal daridinamika aliran modal global. Pelemahan nilai tukar bukan semata-mata dipengaruhifaktor domestik, melainkan juga merupakan konsekuensi dari perubahan perilakuinvestor internasional yang cenderung mencari instrumen yang dianggap lebih amandi tengah ketidakpastian dunia. Oleh sebab itu, kesepakatan koordinatif antarapemerintah, Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan untuk meredam capital outflow menjadi langkah tepat. Sinergi antarlembaga menjadi fondasi penting agar respons kebijakan berjalan efektif dan tidak bergerak sendiri-sendiri. Koordinasi tersebut mencerminkan kematangan tata kelola ekonomi nasional dalammenghadapi tekanan pasar. Pengalaman berbagai krisis sebelumnya menunjukkanbahwa stabilitas ekonomi tidak dapat dijaga hanya dengan satu instrumen kebijakan. Dibutuhkan harmonisasi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan agar mampu menciptakan efek penguatan yang saling melengkapi. Dalam situasi saat ini, langkah pemerintah memperkuat koordinasi justru mengirimkan sinyal positif bahwapengambil kebijakan memiliki kesamaan pandangan dalam menjaga stabilitasekonomi nasional. Di sisi lain, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa arusmasuk dana asing mulai terlihat di pasar domestik. Indikasi tersebut menjadi kabarbaik karena menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih memilikidaya tarik di mata investor global. Untuk memperkuat momentum tersebut, Bank Indonesia menyiapkan tujuh langkah strategis yang dirancang tidak hanya untukmenahan tekanan jangka pendek, tetapi juga menjaga kesehatan sistem keuangansecara menyeluruh. Kebijakan tersebut memperlihatkan bahwa otoritas moneterbergerak secara proaktif dan terukur dalam menjaga stabilitas rupiah. Intervensi pasar valuta asing yang dilakukan Bank Indonesia di berbagai pusatkeuangan global seperti Hong Kong, Singapura, London, dan New York menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga keseimbangan pasar. Langkah inimenunjukkan bahwa stabilitas rupiah tidak hanya dijaga di dalam negeri, tetapi juga melalui penguatan posisi Indonesia dalam pasar keuangan internasional. Bersamaandengan itu, optimalisasi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia atau SRBI menjadi strategi yang cerdas untuk menarik kembali aliran dana asing sehingga mampu menutuptekanan yang muncul akibat keluarnya modal dari pasar saham maupun Surat Berharga Negara. Selain itu, kebijakan pembelian Surat Berharga Negara di pasar sekundermemperlihatkan komitmen kuat Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas pasar keuangan. Nilai pembelian yang telah mencapai Rp123,1 triliun secara year to datemenunjukkan keberanian otoritas moneter untuk menjaga keseimbangan permintaandan penawaran di pasar obligasi. Pada saat yang sama, kondisi likuiditas perbankanyang tetap longgar memberikan ruang bagi sektor keuangan untuk terus menjalankanfungsi intermediasi secara optimal. Pertumbuhan uang primer yang mencapai 14,1 persen menjadi indikator bahwa sistem keuangan domestik masih berada dalamkondisi yang sehat dan terjaga. Sementara itu, kebijakan pembatasan pembelian dolar tanpa underlying dariUS$100.000 menjadi US$50.000 per orang per bulan merupakan langkah yang relevan untuk meredam aktivitas spekulatif. Kebijakan ini tidak ditujukan untukmembatasi kebutuhan riil masyarakat maupun pelaku usaha, melainkan untukmencegah perilaku yang berpotensi memperbesar volatilitas pasar….

Read More

Saat Pemerintah dan BI Bersinergi Menjaga Rupiah

Oleh : Ricky Rinaldi  Stabilitas nilai tukar rupiah memiliki peran penting dalam menjaga ketahananekonomi nasional. Di tengah dinamika ekonomi global yang dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik, perubahan kebijakan moneter negara maju, serta fluktuasipasar keuangan internasional, nilai tukar menjadi salah satu indikator yang mencerminkan kepercayaan terhadap perekonomian suatu negara. Dalam situasitersebut, sinergi antara pemerintah dan Bank Indonesia menjadi faktor kunci dalammenjaga stabilitas rupiah sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional. Nilai tukar tidak hanya berkaitan dengan transaksi perdagangan internasional, tetapijuga berpengaruh terhadap inflasi, investasi, dan daya beli masyarakat. Ketika rupiah berada dalam kondisi stabil, pelaku usaha dapat melakukan perencanaanbisnis dengan lebih baik dan masyarakat memiliki kepastian yang lebih besar dalammenjalankan aktivitas ekonomi. Karena itu, stabilitas rupiah menjadi kepentinganbersama yang perlu dijaga secara berkelanjutan. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa stabilitasekonomi merupakan prasyarat penting bagi keberhasilan pembangunan nasional. Dalam menghadapi tantangan global yang terus berkembang, pemerintahberkomitmen menjaga kepercayaan pasar melalui kebijakan yang terukur dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang. Stabilitas rupiah menjadi bagian dariupaya menciptakan iklim ekonomi yang sehat dan kondusif. Pemerintah memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi melaluikebijakan fiskal yang disiplin dan berkelanjutan. Pengelolaan Anggaran Pendapatandan Belanja Negara yang sehat memberikan sinyal positif kepada pasar bahwaperekonomian nasional berada dalam kondisi yang terkendali. Ketika kebijakan fiskalberjalan secara kredibel, tekanan terhadap nilai tukar dapat diminimalkan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa koordinasi kebijakanmenjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai risiko ekonomi global. Menurutnya, pengelolaan fiskal yang prudent perlu berjalan seiring dengankebijakan moneter yang responsif agar stabilitas ekonomi dapat tetap terjaga. Pendekatan yang terintegrasi akan memperkuat kemampuan Indonesia menghadapiberbagai tekanan eksternal. Di sisi lain, Bank Indonesia memiliki mandat untuk menjaga stabilitas nilai rupiah melalui berbagai instrumen kebijakan moneter. Pengelolaan suku bunga, stabilisasipasar valuta asing, serta penguatan cadangan devisa menjadi bagian dari langkahyang dilakukan untuk menjaga keseimbangan pasar. Kebijakan yang tepat waktudan terukur membantu meredam volatilitas yang berlebihan. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan bahwa stabilitas nilai tukarmerupakan bagian penting dari upaya menjaga stabilitas ekonomi secarakeseluruhan. Menurutnya, koordinasi yang erat antara otoritas fiskal dan monetermemungkinkan respons kebijakan yang lebih efektif terhadap perubahan kondisiglobal. Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat ketahananekonomi nasional. Keberhasilan menjaga rupiah tidak hanya bergantung pada kebijakan jangkapendek, tetapi juga pada kekuatan fundamental ekonomi. Pertumbuhan ekonomiyang terjaga, inflasi yang terkendali, serta neraca perdagangan yang sehatmemberikan dukungan terhadap stabilitas nilai tukar. Oleh karena itu, berbagaikebijakan pembangunan ekonomi memiliki kontribusi langsung terhadap penguatanrupiah. Investasi juga menjadi faktor penting dalam mendukung stabilitas nilai tukar. Ketika investor memiliki kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia, arus modal yang masuk akan membantu memperkuat pasar keuangan domestik. Dalam konteksini, kepastian kebijakan dan iklim usaha yang kondusif menjadi faktor yang sangat menentukan. Selain itu, penguatan sektor riil melalui hilirisasi industri dan peningkatan daya saingekspor turut berkontribusi dalam menjaga ketahanan rupiah. Semakin besarkemampuan ekonomi menghasilkan nilai tambah dan devisa, semakin kuat pula fondasi yang menopang stabilitas nilai tukar. Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional. Di tengah ketidakpastian global, koordinasi antarotoritas menjadi semakin penting. Pemerintah dan Bank Indonesia terus memperkuat komunikasi kebijakan agar pasar memperoleh kepastian dan kepercayaan terhadap arah pengelolaan ekonominasional. Konsistensi kebijakan membantu mengurangi spekulasi yang berpotensimenimbulkan tekanan terhadap rupiah. Partisipasi dunia usaha dan masyarakat juga memiliki peran dalam menjagastabilitas ekonomi. Kepercayaan terhadap perekonomian nasional akan memperkuatketahanan pasar domestik dan mendukung efektivitas kebijakan yang dijalankanpemerintah maupun Bank Indonesia. Stabilitas ekonomi pada akhirnya merupakanhasil dari kerja bersama seluruh elemen bangsa. Dalam jangka panjang, sinergi antara pemerintah dan Bank Indonesia menjadifondasi penting dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi global. Hubunganyang kuat antara kebijakan fiskal dan moneter memungkinkan Indonesia memilikiruang yang lebih besar untuk merespons perubahan kondisi ekonomi internasionalsecara cepat dan efektif. Selain menjaga stabilitas rupiah, koordinasi yang baik juga memberikan manfaatterhadap penciptaan lapangan kerja, pengendalian inflasi, dan peningkatankesejahteraan masyarakat. Ketika stabilitas ekonomi terjaga, aktivitas investasi dan konsumsi dapat tumbuh secara lebih sehat sehingga mendorong pertumbuhanekonomi yang berkelanjutan. Pada akhirnya, menjaga rupiah bukan hanya tentang mempertahankan nilai tukar, tetapi juga tentang menjaga kepercayaan terhadap perekonomian nasional. Sinergiantara pemerintah dan Bank Indonesia menunjukkan bahwa stabilitas ekonomimemerlukan koordinasi yang kuat, kebijakan yang konsisten, serta komitmen jangkapanjang. Dengan fondasi ekonomi yang semakin kokoh, Indonesia memilikikemampuan yang lebih besar untuk menghadapi gejolak global sekaligusmelanjutkan agenda pembangunan nasional secara berkelanjutan. *)Pengamat Isu Strategis

Read More

Pemerintah dan Bank Indonesia Perkuat Langkah Menjaga Stabilitas Rupiah

Jakarta – Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) terus memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan pasar sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal yang dipicu konflik geopolitik dan dinamika pasar keuangan internasional. “Sebagaimana disampaikan Bapak Gubernur Bank Indonesia pada…

Read More

Rupiah Dijaga melalui Langkah Terukur dan Penguatan Fundamental Ekonomi

Jakarta – Pemerintah bersama Bank Indonesia terus memperkuat berbagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Tekanan eksternal yang berasal dari konflik geopolitik, tingginya suku bunga global, serta volatilitas pasar keuangan internasional dinilai menjadi tantangan yang harus dihadapi secara terukur tanpa mengganggu momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah menegaskan…

Read More

Program Ketahanan Pangan Papua Dorong Kemandirian Ekonomi Bagi Petani Lokal

JAYAPURA – Pemerintah terus memperkuat sektor pertanian melalui pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun Anggaran 2026. Program tersebut menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya petani lokal dan masyarakat adat di Papua. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Kerja dan Komitmen Pelaksana Konstruksi Program…

Read More

Optimalisasi Program 3T Irigasi Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi program irigasi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Langkah tersebut dilakukan dengan memperluas layanan jaringan irigasi, mempercepat rehabilitasi saluran tersier, serta meningkatkan pembangunan infrastruktur sumber daya air yang mendukung produktivitas pertanian. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT)…

Read More

Papua Perkuat Fondasi Ekonomi Melalui Program Ketahanan Pangan

Oleh: Loa Murib Upaya memperkuat fondasi ekonomi daerah tidak dapat dilepaskan dari kemampuan suatuwilayah dalam membangun kemandirian pangan. Dalam konteks Papua, langkah pemerintahmempercepat pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun Anggaran 2026 menjadisalah satu strategi penting yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Program tersebut menunjukkan bahwa pembangunan sektor pertanian kini ditempatkan sebagai salah satuinstrumen utama untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus mengurangiketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah. Papua memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar. Selama ini, pembahasan mengenaipembangunan ekonomi Papua lebih banyak berfokus pada sektor pertambangan, infrastruktur, dan eksploitasi sumber daya alam lainnya. Padahal, sektor pertanian menyimpan peluang yang tidak kalah strategis untuk menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Ketersediaan lahan yang luas, dukungan iklim yang mendukung, serta meningkatnya perhatian pemerintah terhadappengembangan pertanian menjadikan Papua memiliki modal yang cukup kuat untuk berkembangsebagai salah satu lumbung pangan baru di Indonesia. Pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat menjadi bukti bahwa pemerintah berupayamenghadirkan pembangunan yang lebih inklusif. Program ini tidak hanya membuka lahanpertanian baru, tetapi juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk terlibat secaralangsung dalam proses pembangunan ekonomi. Keterlibatan petani lokal, kelompok tani, sertamasyarakat adat menunjukkan adanya pendekatan pembangunan yang lebih partisipatif. Model pembangunan seperti ini penting karena mampu menciptakan rasa memiliki terhadap program yang dijalankan sekaligus meningkatkan peluang keberlanjutan hasil pembangunan dalam jangkapanjang. Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Hermanto, menegaskanbahwa keberhasilan Program Cetak Sawah Rakyat tidak hanya diukur dari luas lahan yang berhasil dibuka, tetapi juga dari kualitas pelaksanaan dan keterlibatan aktif masyarakat lokaldalam setiap tahapan program. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan pertanianmodern tidak lagi sekadar berfokus pada pencapaian target fisik, melainkan juga padapemberdayaan sumber daya manusia yang menjadi pelaku utama sektor pertanian. Di sisi lain, komitmen Pemerintah Provinsi Papua dalam mendukung program tersebutmemberikan sinyal positif bagi masa depan pembangunan ekonomi daerah. Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, menilai Program Cetak Sawah Rakyat merupakan bagian dari program strategis nasional yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkankesejahteraan masyarakat. Pandangan tersebut mencerminkan kesadaran bahwa sektor pertanianmemiliki peran penting dalam menciptakan stabilitas ekonomi daerah di tengah berbagaitantangan global yang memengaruhi rantai pasok pangan dan harga komoditas. Komitmen Pemerintah Provinsi Papua terhadap penguatan sektor pertanian tercermin daripandangan Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, yang menempatkan Program Cetak SawahRakyat sebagai bagian penting dari agenda pembangunan daerah dan nasional. Menurutnya, dimulainya pekerjaan konstruksi di lapangan menjadi bukti bahwa program ketahanan panganyang dicanangkan pemerintah pusat benar-benar diwujudkan secara nyata di Papua. Gubernurjuga menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat asli Papua dalam pelaksanaan program tersebut agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat setempat. Selain itu, ia berharap Papua dapat menjadi contoh keberhasilan pengembangan sawah rakyat di Indonesia dengan tetap menjunjung tinggi penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat sertakearifan lokal yang selama ini menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakatPapua. Yang tidak kalah penting adalah komitmen pemerintah untuk tetap menghormati hak-hakmasyarakat adat dan mengedepankan kearifan lokal dalam pelaksanaan program. Pendekatan inimenjadi kunci keberhasilan pembangunan di Papua. Pengalaman menunjukkan bahwa berbagaiprogram pembangunan akan lebih efektif apabila dilaksanakan dengan melibatkan masyarakatsebagai subjek utama, bukan sekadar objek pembangunan. Dengan menghormati nilai-nilaibudaya dan struktur sosial yang telah hidup di tengah masyarakat Papua, program pertaniandapat berjalan lebih harmonis dan memperoleh dukungan yang lebih luas. Peran pemerintah daerah hingga tingkat kampung juga menjadi faktor penting dalammenyukseskan program tersebut. Sosialisasi yang berkelanjutan diperlukan agar masyarakatmemahami bahwa sektor pertanian bukan lagi pekerjaan tradisional yang identik denganketerbatasan ekonomi, melainkan sektor produktif yang mampu memberikan pendapatan dankesejahteraan. Perubahan pola pikir masyarakat terhadap pertanian akan menjadi modal sosialyang sangat berharga dalam mempercepat transformasi ekonomi Papua. Ke depan, keberhasilan Program Cetak Sawah Rakyat di Papua tidak hanya akan memberikanmanfaat bagi masyarakat setempat, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan pangannasional. Jika program ini berjalan sesuai harapan, Papua berpotensi menjadi contohkeberhasilan pembangunan pertanian yang menggabungkan produktivitas ekonomi, pemberdayaan masyarakat, serta penghormatan terhadap masyarakat adat. Dengan dukunganpemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat adat, dan para petani lokal, program ketahananpangan dapat menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya Papua yang lebih mandiri, sejahtera, danberdaya saing. Pada akhirnya, penguatan sektor pertanian bukan sekadar upaya memenuhikebutuhan pangan, melainkan langkah strategis untuk membangun fondasi ekonomi Papua yang kokoh dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. *Penulis adalah Mahasiswa Papua di Surabaya

Read More

Modernisasi Infrastruktur Irigasi Melalui Pendekatan 3T Perkuat Sektor Pertanian

Oleh: Krisna Wiguna )* Modernisasi infrastruktur irigasi menjadi salah satu langkah strategis yang terus dilakukan pemerintah untuk memperkuat sektor pertanian nasional. Upaya tersebut tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik jaringan irigasi, tetapi juga diarahkan pada penerapan pendekatan yang tepat guna, tepat sasaran, dan tepat waktu atau dikenal sebagai pendekatan 3T. Pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap infrastruktur yang…

Read More