Pemerintah Dorong Mangrove Jadi Sumber Ekonomi Hijau dan Lapangan Kerja Baru

Bali – Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat menegaskan bahwa rehabilitasi mangrove tidak hanya menjadi langkah penting dalam memulihkan ekosistem pesisir, tetapi juga membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi hijau melalui mekanisme perdagangan karbon internasional. Pemerintah menilai kekayaan ekosistem mangrove Indonesia dapat menjadi modal strategis untuk menciptakan sumber pendanaan baru,…

Read More

Terorisme Digital Makin Adaptif, Pemerintah Perkuat Kolaborasi Pencegahan Ekstremisme

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme seiring berkembangnya ancaman di ruang digital. Perubahan pola aksi kelompok teroris yang semakin memanfaatkan teknologi informasi menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE) 2026–2029. Melalui kolaborasi lintas kementerian,…

Read More

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital

Oleh: Dhita Karuniawati )* Perkembangan teknologi digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk cara kelompok teroris menyebarkan ideologi dan merekrut anggota baru. Jika dahulu proses radikalisasi identik dengan pertemuan tertutup atau jaringan organisasi tertentu, kini proses tersebut dapat berlangsung melalui media sosial, aplikasi percakapan, forum daring, hingga permainan (game) online. Kondisi ini menjadikan anak…

Read More

Negara Makin Bersiap Melawan Terorisme Digital

Oleh : Gavin Asadit )* Perkembangan teknologi digital telah membawa banyak manfaat bagi masyarakat, mulai dari kemudahan akses informasi hingga percepatan transformasi ekonomi. Namun, di balik berbagai peluang tersebut, ruang siber juga menghadirkan tantangan baru berupa penyebaran paham radikal, propaganda ekstremisme, rekrutmen anggota kelompok teror, hingga pendanaan terorisme melalui platform digital. Pemerintah memandang ancaman tersebut sebagai bentuk…

Read More

Pemerintah Mitigasi Terorisme Digital, 250 Anak Terpapar Ekstremisme Dibina dan Direhabilitasi

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah mitigasi terhadap ancaman terorisme yang semakin berkembang di era digital. Melalui sinergi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), aparat intelijen, dan aparat penegak hukum, berbagai upaya pencegahan, pembinaan, dan rehabilitasi dilakukan untuk melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari pengaruh paham ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme. Kepala BNPT Eddy…

Read More

Memperluas Rumah Subsidi, Memperkuat Ekonomi Daerah dan Lapangan Kerja

Oleh: Zhafran Goldwin)* Pembangunan sektor perumahan kini dipandang sebagai instrumen strategis untuk menggerakkan perekonomian nasional. Investasi di sektor ini menciptakan efek berganda karena melibatkan rantai pasok yang panjang, mulai dari industri bahan bangunan, jasa konstruksi, transportasi, hingga perdagangan dan usaha mikro di sekitar kawasan hunian. Di Indonesia, perluasan program rumah subsidi menjadi langkah yang berpotensi memperkuat…

Read More

Pemerintah Perkuat Akses Rumah Subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

JAKARTA — Pemerintah memperkuat kebijakan penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui berbagai langkah strategis yang mempermudah akses rumah subsidi, memperluas pembiayaan, menyederhanakan perizinan, hingga memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pengembang. Berbagai kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mempercepat realisasi Program 3 Juta Rumah sekaligus mengurangi backlog perumahan nasional…

Read More

Rumah Subsidi dan Bukti Nyata Keberpihakan pada Rakyat Kecil

Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Memiliki rumah yang layak merupakan kebutuhan dasar sekaligus fondasi untukmeningkatkan kualitas hidup masyarakat. Bagi keluarga berpenghasilan rendah, kepemilikan rumah bukan hanya menghadirkan rasa aman, tetapi juga membukapeluang untuk membangun masa depan yang lebih baik melalui lingkungan yang sehat, stabil, dan produktif. Karena itu, penyediaan rumah subsidi tidak dapat dipandang semata sebagaiprogram pembangunan fisik. Kebijakan ini mencerminkan keberpihakan negara terhadap masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan dalam mengakseshunian akibat tingginya harga tanah, kenaikan biaya konstruksi, serta kemampuandaya beli yang belum sepenuhnya mampu mengimbangi perkembangan pasar properti. Pemerintah menjadikan penyediaan rumah subsidi sebagai salah satu prioritaspembangunan nasional. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemenuhankebutuhan papan diposisikan sejajar dengan kebutuhan dasar lainnya, sehinggamasyarakat berpenghasilan rendah memperoleh kesempatan yang lebih besar untukmemiliki rumah melalui skema pembiayaan yang terjangkau. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait atau Aramengatakan pemerintah terus mempercepat pelaksanaan Program Tiga Juta Rumah dengan menggandeng berbagai pemangku kepentingan, termasuk asosiasipengembang. Ia menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut diarahkan untukmemperbanyak pembangunan rumah berkualitas bagi masyarakat, sekaligusmemastikan proses pembangunan berlangsung lebih cepat dan menjangkau wilayah yang membutuhkan. Kolaborasi menjadi kunci karena tantangan penyediaan hunian tidak mungkindiselesaikan oleh pemerintah sendiri. Keterlibatan pengembang, lembagapembiayaan, pemerintah daerah, hingga sektor perbankan menjadi faktor pentingagar target pembangunan dapat diwujudkan tanpa mengurangi kualitas bangunanyang diterima masyarakat. Peningkatan kuota rumah subsidi juga memperlihatkan keseriusan pemerintahdalam memperluas akses kepemilikan rumah. Semakin besar jumlah rumah yang tersedia, semakin banyak keluarga yang memiliki kesempatan keluar dari persoalanbacklog perumahan yang selama bertahun-tahun menjadi tantangan pembangunannasional. Ara mengungkapkan bahwa kuota rumah subsidi tahun 2026 meningkat menjadi 350 ribu unit, jauh lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia juga menegaskan bahwa sejumlah daerah memperoleh tambahan alokasi secarasignifikan, termasuk Jawa Barat yang mendapatkan prioritas dengan peningkatankuota hingga sekitar 46 ribu unit sebagai respons atas tingginya kebutuhanmasyarakat terhadap rumah layak huni. Penambahan kuota tersebut memberikan dampak yang lebih luas daripada sekadarbertambahnya jumlah rumah yang dibangun. Kebijakan itu turut menggerakkansektor konstruksi, meningkatkan permintaan bahan bangunan, membuka lapangankerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah yang menjadi lokasipembangunan perumahan. Keberhasilan program rumah subsidi juga sangat ditentukan oleh sistempembiayaan yang mampu menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah. Harga rumah yang lebih terjangkau perlu didukung mekanisme kredit yang memberikankepastian, kemudahan, dan keberlanjutan bagi masyarakat dalam memenuhikewajiban pembayarannya. Peran pembiayaan tersebut dijalankan melalui skema Fasilitas LikuiditasPembiayaan Perumahan (FLPP) yang dikelola bersama berbagai lembaga. Kehadiran skema ini memungkinkan masyarakat memperoleh akses kredit pemilikanrumah dengan bunga yang ringan sehingga beban cicilan tetap sesuai dengankemampuan ekonomi keluarga. Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menjelaskan bahwa pelaksanaan akadmassal KPR subsidi menjadi bukti meningkatnya akses masyarakat terhadappembiayaan rumah. Ia menilai sinergi antara pemerintah, BP Tapera, perbankan, dan pengembang telah mempercepat penyaluran rumah subsidi sekaligusmemperluas kesempatan masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki hunianyang layak. Kemudahan akses pembiayaan menjadi salah satu faktor yang menentukankeberhasilan program rumah subsidi. Banyak keluarga yang sebelumnya kesulitanmengumpulkan dana untuk membeli rumah kini memiliki kesempatan mewujudkankepemilikan hunian melalui skema pembiayaan yang lebih ringan dan berjangkapanjang. Rumah yang layak juga membawa dampak sosial yang tidak kalah penting. Lingkungan tempat tinggal yang lebih baik akan mendukung kesehatan keluarga, meningkatkan kenyamanan anak dalam belajar, serta memperkuat produktivitasmasyarakat karena memiliki tempat tinggal yang aman dan permanen. Keberpihakan terhadap masyarakat kecil tidak cukup diwujudkan melalui bantuansosial yang bersifat jangka pendek. Penyediaan rumah memberikan manfaat yang jauh lebih berkelanjutan karena menciptakan aset produktif yang dapatmeningkatkan kesejahteraan keluarga dari satu generasi ke generasi berikutnya. Program rumah subsidi juga memperlihatkan bagaimana kebijakan publik dapatmenghadirkan pemerataan pembangunan. Ketika masyarakat berpenghasilanrendah memperoleh kesempatan yang sama untuk memiliki rumah, kesenjanganakses terhadap hunian yang layak dapat dikurangi secara bertahap. Ke depan, tantangan terbesar bukan hanya mempertahankan besarnya kuota rumahsubsidi, tetapi juga memastikan kualitas bangunan, ketepatan sasaran penerima, serta pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Pengawasan yang baik, kolaborasi antarlembaga, dan komitmen seluruh pemangku kepentingan akanmenentukan keberhasilan program ini dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Rumah subsidi telah menunjukkan bahwa pembangunan dapat berjalan seiringdengan keberpihakan kepada rakyat kecil. Ketika semakin banyak keluarga memilikirumah yang layak, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima program, tetapijuga memperkuat kualitas sumber daya manusia, menggerakkan perekonomian, dan membangun fondasi kesejahteraan yang lebih merata bagi Indonesia. )* Pemerhati isu sosial-ekonomi

Read More

Rumah Subsidi dan KUR Perumahan Didorong Percepat Program 3 Juta Rumah

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat upaya pemenuhan kebutuhan hunian masyarakat melalui optimalisasi program rumah subsidi dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan sebagai bagian dari percepatan Program 3 Juta Rumah. Kebijakan ini diharapkan mampu memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap hunian layak sekaligus mendorong pertumbuhan sektor properti dan industri pendukungnya. Menteri Perumahan dan Kawasan…

Read More

Langkah Tegas Zero Tolerance Korupsi MBG

Oleh Peter Aguan )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah yang dirancang untuk menjawab tantangan besar pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Program ini tidak sekadar menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa. MBG memiliki posisi penting dalam upaya memperkuat ketahanan gizi nasional…

Read More