Revitalisasi 71.744 Sekolah Jadi Langkah Besar Perkuat Infrastruktur Pendidikan

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional dengan menaikkan target program revitalisasi sekolah pada 2026. Melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), jumlah sekolah yang akan direvitalisasi bertambah dari 11.744 menjadi 71.744 sekolah di seluruh Indonesia. Program ini tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki infrastruktur pendidikan, tetapi juga diproyeksikan mampu menyerap sekitar…

Read More

Kopdes Merah Putih Perkuat Distribusi Pangan Nasional Melalui Penyaluran BerasSPHP

Oleh: Agus Pakpahan Pemerintah terus memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/Kel Merah Putih) sebagai infrastruktur strategis dalam mendukung distribusi pangan nasional. Selain diproyeksikan menjadi simpul penyaluran berbagai bantuan pemerintah, koperasi juga didorong menjadi bagian penting dalam ekosistem pangan melalui penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta penyerapan hasil panen petani. Penguatan peran tersebut dilakukan melalui penyusunan regulasi operasional dan sinergilintas kementerian serta lembaga agar koperasi memiliki mekanisme kerja yang terintegrasidalam mendistribusikan bantuan pemerintah, menyalurkan barang bersubsidi, sekaligusmenjaga stabilitas harga pangan di tingkat masyarakat. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan pemerintah tengahmerampungkan Peraturan Presiden (Perpres) yang akan menjadi landasan operasionalKopdes/Kel Merah Putih. Regulasi tersebut disusun bersama Kementerian Koperasi dan Kementerian Desa untuk memastikan koperasi mampu menjalankan fungsi sebagaiinfrastruktur distribusi pemerintah hingga ke tingkat desa. Menurut Zulkifli, penyelesaian regulasi menjadi prioritas agar seluruh program yang telahdirancang dapat segera diimplementasikan secara optimal. Ia menegaskan koperasi akanmenjadi pintu utama penyaluran berbagai bantuan pemerintah, mulai dari bantuan pangan, minyak goreng, pupuk bersubsidi, hingga gas elpiji. Dengan pola tersebut, pemerintahberharap distribusi bantuan dan subsidi menjadi lebih tepat sasaran serta menjangkaumasyarakat hingga pelosok desa. Selain menjalankan fungsi distribusi, Kopdes/Kel Merah Putih juga dipersiapkan sebagai off-taker hasil pertanian dan perikanan. Kehadiran koperasi diharapkan mampu menyerap hasilpanen petani maupun hasil tangkapan nelayan ketika harga pasar mengalami penurunansehingga stabilitas harga tetap terjaga sekaligus melindungi pendapatan masyarakat. Zulkifli menegaskan koperasi tidak dirancang sebagai toko serba ada, melainkan sebagaiinfrastruktur pemerintah yang menjalankan fungsi distribusi program negara sekaligusmenjadi pembeli siaga bagi hasil produksi masyarakat. Pemerintah menargetkan sebanyak35.872 unit Kopdes/Kel Merah Putih mulai beroperasi secara bertahap pada Agustus hinggaSeptember 2026 disertai penguatan kapasitas organisasi dan penempatan tenaga kerja di berbagai daerah. Peran koperasi dalam ekosistem pangan juga mulai diperkuat oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui penyaluran beras program SPHP. Hingga 19 Juli 2026, realisasipenyaluran beras SPHP secara nasional telah mencapai 493.800 ton atau sekitar 59,6 persendari target 828.000 ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9.440 ton telah disalurkan melaluiKopdes/Kel Merah Putih sebagai bagian dari perluasan jaringan distribusi panganpemerintah. Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy menjelaskan penguatan peran koperasi memilikilandasan hukum melalui Instruksi Presiden Nomor 3 dan Nomor 4 Tahun 2026. Menurutnya, fokus pemerintah saat ini adalah memastikan implementasi regulasi tersebut berjalan efektifdi lapangan sehingga koperasi benar-benar menjadi bagian dari ekosistem pangan nasional. Ia menilai kesamaan pemahaman mengenai mekanisme kerja, pembagian peran, dan tata kelola antarlembaga menjadi faktor penting agar seluruh pemangku kepentingan dapatbergerak dalam arah yang sama. Sarwo juga menyebut perkembangan kelembagaanKopdes/Kel Merah Putih menunjukkan kesiapan yang semakin baik dalam mendukungdistribusi pangan nasional. Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (Simkopdes) per 15 Juli 2026, sebanyak 83.382 koperasi telah berbadan hukum. Dari jumlah tersebut, 79.707 koperasi telahmemiliki akun SIMKOPDES, sedangkan 60.779 koperasi telah mengantongi Nomor IndukBerusaha (NIB). Capaian tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memperluas perankoperasi sebagai jaringan distribusi pangan hingga ke berbagai daerah. Dalam skema tersebut, Kopdes/Kel Merah Putih dipersiapkan sebagai infrastrukturpemerintah untuk menyalurkan bantuan pangan, barang bersubsidi, hingga mendukungpelaksanaan operasi pasar. Pada saat yang sama, koperasi juga akan menjalankan fungsisebagai off-taker hasil panen petani sehingga mampu menjaga harga gabah ketika berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Penguatan ekosistem pangan melalui Kopdes/Kel Merah Putih juga didukung Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikanlembaganya siap mempercepat layanan perizinan obat dan makanan, memperkuatpendampingan pelaku UMKM, mengawasi mutu produk, serta memastikan ketersediaan obatbagi operasional apotek desa. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitasproduk yang dipasarkan melalui koperasi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadapproduk yang aman dan bermutu. Sinergi antara pemerintah, Bapanas, dan BPOM tersebut menunjukkan bahwa Kopdes/Kel Merah Putih tidak hanya diposisikan sebagai saluran distribusi bantuan pemerintah, tetapijuga sebagai penggerak ekosistem pangan nasional. Melalui penyaluran beras SPHP, penyerapan hasil panen petani, serta penguatan tata kelola distribusi hingga tingkat desa, koperasi diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligusmemperkuat kesejahteraan petani, UMKM,…

Read More

Koperasi Merah Putih Menghadirkan Layanan Terpadu bagi Masyarakat Papua

Oleh : Yohanes Wandikbo )* Pembangunan Papua terus diarahkan agar tidak hanya menghadirkan pemerataaninfrastruktur, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap layanan ekonomi yang lebihmudah, terjangkau, dan berkelanjutan. Dalam kerangka tersebut, pemerintah menghadirkanKoperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai instrumen strategis untuk mengintegrasikanberbagai layanan yang selama ini tersebar ke dalam satu pusat pelayanan di tingkat kampung. Melalui pendekatan tersebut, koperasi tidak lagi sekadar menjadi lembaga ekonomi, melainkan berkembang sebagai simpul pelayanan publik yang mampu memperkuatkesejahteraan masyarakat Papua. Selama ini, karakteristik geografis Papua menghadirkan tantangan tersendiri dalampenyediaan berbagai kebutuhan masyarakat. Jarak antardaerah yang jauh, keterbatasan aksestransportasi, serta tingginya biaya distribusi menyebabkan masyarakat di sejumlah wilayah harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk memperoleh kebutuhan pokok maupun saranaproduksi. Pemerintah memahami kondisi tersebut sehingga menghadirkan solusi yang mampu mendekatkan layanan kepada masyarakat melalui Koperasi Desa Merah Putih. Konsep layanan terpadu yang diusung pemerintah menjadi salah satu pembeda utamaprogram ini. Koperasi tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi ekonomi, tetapimenjadi pusat distribusi berbagai program strategis pemerintah yang langsung menyentuhkebutuhan masyarakat. Dengan model seperti ini, masyarakat memperoleh akses yang lebihmudah terhadap berbagai layanan tanpa harus berpindah dari satu instansi ke instansi lainnya. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa pemerintahmenjadikan Koperasi Desa Merah Putih sebagai simpul utama berbagai layanan masyarakatdi Papua. Menurutnya, koperasi akan mengintegrasikan penyaluran bantuan sosial, bantuanpangan, pupuk bersubsidi, LPG 3 kilogram, bantuan alat dan mesin pertanian, hinggapenyerapan hasil pertanian dan perikanan. Kebijakan tersebut menunjukkan bahwapemerintah membangun sistem pelayanan yang lebih efektif sekaligus memperkuat fungsikoperasi sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa. Integrasi berbagai layanan tersebut memberikan manfaat yang sangat besar. Masyarakat tidaklagi menghadapi proses yang berbelit ketika membutuhkan bantuan pemerintah ataupunsarana produksi pertanian. Seluruh layanan dapat diakses melalui satu kelembagaan yang berada dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Pendekatan ini juga meningkatkanefisiensi penyaluran program pemerintah sehingga manfaatnya dapat diterima secara lebihcepat dan tepat sasaran. Kebijakan pemerintah yang menempatkan alat dan mesin pertanian di bawah pengelolaankoperasi juga merupakan langkah yang patut diapresiasi. Selama ini pemanfaatan alsintansering kali bergantung pada kelompok tani tertentu. Dengan pengelolaan koperasi, seluruhmasyarakat memiliki kesempatan yang lebih luas untuk memanfaatkan fasilitas tersebutsesuai mekanisme yang telah disepakati bersama. Langkah ini akan meningkatkanproduktivitas sektor pertanian sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalampengelolaan sarana produksi. Selain memperkuat layanan pertanian, pemerintah juga menyiapkan dukungan logistikberupa kendaraan operasional bagi setiap koperasi. Kebijakan ini memiliki arti penting bagiPapua yang memiliki tantangan geografis cukup kompleks. Kehadiran kendaraan operasionalakan memperlancar distribusi barang, mempercepat pelayanan kepada masyarakat, sertamenurunkan biaya logistik yang selama ini menjadi salah satu faktor tingginya hargakebutuhan pokok di sejumlah wilayah. Komitmen tersebut tidak berhenti pada tataran kebijakan. Di lapangan, pembangunan fisikgerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih terus menunjukkan kemajuan. Di KabupatenManokwari, pembangunan berlangsung secara bertahap dengan target penyelesaian seluruhgerai dalam waktu yang telah ditetapkan pemerintah.  Komandan Kodim 1801/Manokwari Letkol Inf Davit Sutrisno menjelaskan bahwa puluhangerai telah selesai dibangun, sementara sisanya terus dipercepat penyelesaiannya agar masyarakat segera memperoleh manfaat dari program tersebut. Ia juga menyampaikan bahwapemerintah pusat akan melengkapi gerai koperasi dengan berbagai fasilitas pendukung, termasuk perlengkapan toko dan kendaraan operasional. Meskipun distribusi menuju Papua membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan wilayah lain karena kondisi geografis, pemerintah tetap menunjukkan komitmen untuk memastikanseluruh fasilitas dapat segera tersedia. Kesungguhan tersebut mencerminkan perhatianpemerintah terhadap pemerataan pembangunan sehingga masyarakat Papua memperolehpelayanan yang setara dengan masyarakat di daerah lainnya. Lebih jauh lagi, manfaat Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya terbatas pada penyediaankebutuhan pokok. Koperasi juga dipersiapkan untuk menghadirkan layanan pembiayaandengan bunga rendah, apotek, klinik kesehatan, hingga pusat pemasaran hasil pertanian dan perikanan masyarakat. Kehadiran berbagai layanan dalam satu tempat akan menghematbiaya, waktu, dan tenaga masyarakat sehingga aktivitas ekonomi menjadi lebih produktif. Penguatan koperasi juga didukung melalui pemanfaatan Dana Desa sebagai sumberpembiayaan pembangunan dan operasional. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Manokwari Aswandi menjelaskan bahwa realisasi Dana Desa telah diarahkanuntuk mendukung pembangunan fisik gerai, penguatan kelembagaan koperasi, penyediaanmodal usaha, serta berbagai kebutuhan operasional lainnya. Dukungan tersebut menunjukkanbahwa pemerintah membangun koperasi secara komprehensif sehingga mampu berkembangmenjadi lembaga ekonomi yang sehat dan berkelanjutan. Koperasi Desa Merah Putih merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menghadirkanpelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat. Melalui integrasi berbagai program pemerintah dalam satu kelembagaan, masyarakat Papua memperoleh kemudahan mengakseslayanan yang sebelumnya tersebar di berbagai sektor. Dengan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan, Koperasi Desa Merah…

Read More

Koperasi Merah Putih Diperkuat sebagai Infrastruktur Distribusi Pangan Desa

JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai infrastruktur strategis distribusi pangan dan penggerak ekonomi desa. Penguatan tersebut diwujudkan melalui percepatan penyusunan regulasi operasional serta sinergi lintas kementerian dan lembaga guna memastikan distribusi bantuan pemerintah, penyerapan hasil produksi masyarakat, dan pengawasan mutu produk berjalan lebih efektif. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli…

Read More

Penguatan Koperasi Merah Putih Permudah Akses Kebutuhan Masyarakat Papua

JAYAPURA – Penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Papua terus diarahkan untuk menghadirkan layanan yang semakin dekat dengan masyarakat sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi di tingkat desa. Melalui konsep layanan terpadu, koperasi tidak hanya menjadi tempat memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi pusat distribusi berbagai program pemerintah yang mendukung kesejahteraan masyarakat. Langkah tersebut diharapkan mampu…

Read More

Mendorong Hilirisasi Terintegrasi untuk MemperkuatKetahanan Industri Nasional

Oleh: Sintari Dewi )* Hilirisasi terus menjadi strategi utama pemerintah dalam memperkuatstruktur ekonomi nasional melalui peningkatan nilai tambah sumber dayaalam. Kebijakan ini tidak hanya bertujuan mengurangi ketergantunganterhadap ekspor bahan mentah, tetapi juga mendorong tumbuhnyaindustri pengolahan yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperluas investasi, serta meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global. Perkembangan investasi pada kuartal II-2026 memperlihatkanbahwa agenda hilirisasi kini memasuki fase baru dengan cakupankomoditas yang semakin luas. Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi PenanamanModal (BKPM) menunjukkan investasi hilirisasi mencapai Rp152,7 triliunpada kuartal II-2026 atau meningkat 5,7 persen dibandingkan periodesebelumnya. Nilai itu memberikan kontribusi sekitar 29,8 persen terhadaptotal realisasi investasi nasional pada periode yang sama. Besarnyakontribusi tersebut memperlihatkan bahwa sektor hilirisasi semakinmenjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi Indonesia. Perubahan menarik terlihat pada komposisi investasi antarkomoditas. Untuk pertama kalinya, bauksit menjadi sektor dengan realisasi investasihilirisasi terbesar di Indonesia. Nilai investasi bauksit mencapai Rp40,1 triliun atau melonjak sekitar 193 persen dibandingkan kuartal I-2026 yang sebesar Rp13,7 triliun. Pencapaian ini menggeser posisi nikel yang selama bertahun-tahun menjadi tulang punggung investasi pada sektorpengolahan mineral. Posisi berikutnya ditempati investasi hilirisasi nikel sebesar Rp29,4 triliun. Sektor tembaga menyumbang Rp16,7 triliun, besi baja Rp13,2 triliun, pasir silika Rp4 triliun, sedangkan berbagai komoditas lain seperti timah, emas, perak, kobalt, mangan, batu bara, aspal Buton, dan logam tanahjarang membukukan investasi sekitar Rp4,7 triliun. Komposisi tersebutmenunjukkan bahwa pembangunan industri pengolahan mulaiberkembang lebih merata pada berbagai sumber daya strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani,menjelaskan bahwa perubahan komposisi investasi dipengaruhipercepatan pembangunan proyek pengolahan bauksit yang melibatkaninvestor dalam negeri maupun luar negeri. Menurutnya, peningkataninvestasi pada komoditas ini menunjukkan bahwa hilirisasi nasional tidaklagi bertumpu pada satu jenis mineral, melainkan berkembang menujudiversifikasi yang lebih kuat. Pemerintah juga terus memperluas cakupan hilirisasi pada berbagaikomoditas unggulan lain. Rosan menyampaikan bahwa pengembangantidak hanya difokuskan pada mineral, tetapi juga diarahkan pada sektorkelapa sawit, karet, kayu, hingga pasir silika. Pendekatan tersebutbertujuan memaksimalkan potensi sumber daya alam Indonesia melaluiproses pengolahan yang menghasilkan nilai ekonomi lebih tinggi. Komitmen mempercepat pembangunan industri pengolahan juga terlihatdari pembangunan fasilitas smelter. Kementerian Energi dan SumberDaya Mineral melaporkan bahwa hingga awal 2026 terdapat 14 proyeksmelter mineral terintegrasi dengan nilai investasi sekitar US$8,69 miliar. Enam proyek di antaranya merupakan smelter bauksit terintegrasi dengantotal investasi mencapai US$2,18 miliar. Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi),Sudirman Widhy Hartono, menilai peningkatan investasi hilirisasi bauksitmerupakan perkembangan yang wajar. Menurutnya, kondisi itu tidakmencerminkan melemahnya industri nikel, melainkan menunjukkan bahwasektor nikel telah memasuki fase kedewasaan setelah berkembangselama enam hingga tujuh tahun sejak kebijakan larangan ekspor bijihmentah diterapkan pemerintah. Sudirman menjelaskan bahwa proyek hilirisasi bauksit baru memasukitahap ekspansi berskala besar. Momentum itu ditandai dengan dimulainyapembangunan berbagai proyek strategis, termasuk pengembangankawasan pengolahan bauksit, alumina, dan aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat. Kehadiran proyek tersebut diharapkan mampumemperkuat industri aluminium nasional dari hulu hingga hilir. Sudirman juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan dalampengembangan investasi. Pengalaman pada industri nikel menunjukkanbahwa pertumbuhan fasilitas pengolahan yang terlalu cepat dapatmemunculkan kelebihan kapasitas, menekan harga komoditas, sertamenghadirkan tantangan dalam tata kelola industri. Pengembanganhilirisasi bauksit dinilai perlu dilakukan secara terukur agar manfaatekonominya dapat berlangsung dalam jangka panjang. Aspek keberlanjutan juga menjadi perhatian penting. Sudirman menilaipengembangan investasi harus tetap memperhatikan ketahanancadangan mineral serta kelestarian lingkungan. Tata kelola yang baikakan memastikan bahwa manfaat hilirisasi tidak hanya dirasakan dalamjangka pendek, tetapi juga mampu menjaga keberlangsungan industrinasional pada masa mendatang. Ketua Umum Asosiasi Bauksit Indonesia (ABI), Ronald Sulistyanto,menilai meningkatnya investasi hilirisasi bauksit turut dipengaruhipesatnya perkembangan industri kendaraan listrik dan manufaktur bateraiglobal. Permintaan terhadap aluminium diperkirakan terus meningkatkarena material tersebut menjadi bagian penting dalam pembangunanekosistem energi bersih. Ronald menjelaskan bahwa Indonesia memiliki keunggulan kompetitifkarena menguasai empat dari enam bahan baku utama dalam ekosistembaterai kendaraan listrik, yaitu nikel, bauksit, mangan, dan tembaga. Keunggulan tersebut memberikan peluang besar bagi Indonesia untukmembangun rantai pasok industri baterai secara lebih terintegrasi. Nilai tambah menjadi alasan utama mengapa hilirisasi perlu terusdipercepat. Ronald menilai pengolahan bauksit hingga menjadi aluminiummampu meningkatkan nilai ekonomi komoditas sekitar 10 hingga 15 kali lipat dibandingkan apabila dijual dalam bentuk bahan mentah.  Arah pembangunan hilirisasi yang semakin terintegrasi menunjukkanbahwa Indonesia tidak hanya mengejar peningkatan investasi, tetapi juga membangun fondasi industri yang lebih kokoh. Diversifikasi komoditas, penguatan rantai pasok, pembangunan smelter, serta pengembanganindustri bernilai tambah menjadi langkah penting untuk memperkuatketahanan industri nasional.  Melalui kebijakan yang terukur dan berkelanjutan, hilirisasi diharapkanmampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi sekaligusmeningkatkan posisi Indonesia dalam rantai nilai industri global. *) Konsultan Kebijakan Ekonomi – Forum Ekonomi Rakyat

Read More

Transformasi Hilirisasi Perkuat Ekosistem Industri BernilaiTambah di Indonesia

Oleh: Surya Darma )* Transformasi hilirisasi terus menjadi salah satu strategi utama pemerintahdalam memperkuat fondasi industri nasional. Kebijakan ini diarahkanuntuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam melaluipeningkatan kapasitas pengolahan di dalam negeri sehingga komoditastidak lagi bergantung pada ekspor bahan mentah. Pendekatan tersebutsekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya investasi, pengembanganindustri lanjutan, serta penciptaan lapangan kerja yang lebih luas. Perkembangan terbaru memperlihatkan bahwa arah hilirisasi nasionalsemakin beragam. Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi hilirisasibauksit untuk pertama kalinya menjadi yang terbesar di Indonesia pada kuartal II-2026. Realisasi investasi komoditas tersebut mencapai Rp40,1 triliun atau meningkat sekitar 193 persen dibandingkan kuartal I-2026 yang sebesar Rp13,7 triliun. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwaproyek-proyek hilirisasi mampu memperkuat posisi Indonesia dalam rantaipasok global. Menurutnya, pembangunan industri berbasis sumber dayaalam menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi sekaligus memperluasmanfaat ekonomi bagi masyarakat. Rosan menilai proyek hilirisasi yang dikembangkan PT Vale Indonesia menjadi contoh bagaimana kolaborasi investasi dapat mendukungkepentingan nasional. Pengembangan industri tidak hanya berorientasipada peningkatan produksi, tetapi juga diarahkan untuk memperkuatkedaulatan pengelolaan sumber daya alam, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung agenda transisi menuju ekonomi rendah karbon melaluipengembangan industri yang bernilai tambah. Pengembangan kawasan industri berbasis hilirisasi juga dipandangsebagai bagian dari strategi membangun ekosistem kendaraan listriknasional. Rosan menjelaskan bahwa pembangunan kawasan industriakan memperkuat kemandirian sektor manufaktur sekaligus mempercepatterbentuknya rantai pasok yang lebih lengkap di dalam negeri. Kawasan penghasil nikel seperti Sulawesi Tengah diperkirakanmemperoleh dampak ekonomi yang lebih besar melalui bertambahnyakesempatan kerja, meningkatnya permintaan jasa pendukung, sertatumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah di sekitar kawasan industri. Penguatan ekosistem kendaraan listrik menjadi salah satu tujuan utamapercepatan hilirisasi mineral. Kebutuhan bahan baku baterai yang terusmeningkat mendorong pembangunan fasilitas pengolahan denganteknologi yang semakin maju. Proses tersebut diharapkan mampumeningkatkan daya saing Indonesia dalam memenuhi kebutuhan industrikendaraan listrik dunia. Kemajuan pembangunan fasilitas High Pressure Acid Leaching (HPAL) Sambalagi milik PT Vale Indonesia di Morowali, Sulawesi Tengah, menjadisalah satu indikator percepatan tersebut. Fasilitas yang merupakanbagian dari Indonesia Growth Project Morowali itu memiliki nilai investasisekitar 2 miliar dolar AS dan telah memasuki tahapan penting setelahkedatangan komponen utama autoclave. Pembangunan tiga jalur produksipada proyek tersebut ditargetkan mencapai tahap first mechanical completion pada akhir 2026. Pengamat tambang dan energi, Ferdy Hasiman, menilai pembangunanfasilitas HPAL kini menjadi kebutuhan strategis bagi industri nikel. Menurutnya, perusahaan yang mampu mengembangkan teknologipengolahan mineral akan memiliki daya saing yang lebih tinggidibandingkan perusahaan yang masih mengandalkan ekspor bahanmentah atau produk dengan tingkat pengolahan rendah. Ferdy menjelaskan bahwa belanja modal perusahaan tambang saat inibanyak diarahkan untuk pembangunan fasilitas HPAL karena teknologitersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan ekosistemkendaraan listrik. Ia menilai langkah MIND ID melalui PT Vale Indonesia menunjukkan komitmen yang kuat dalam mempercepat pembangunanproyek hilirisasi berskala besar. Dukungan pemerintah bersama Danantara Indonesia juga dinilaimemperkuat keberlanjutan agenda hilirisasi nasional. Ferdyberpandangan bahwa konsistensi investasi pada proyek-proyek strategismenjadi faktor penting untuk menjaga daya saing Indonesia di tengahmeningkatnya persaingan global dalam industri baterai dan kendaraanlistrik. Keberlanjutan pembangunan fasilitas pengolahan dinilai mampumenjaga momentum investasi sekaligus memperluas peluangpertumbuhan industri nasional. Dampak ekonomi hilirisasi juga diperkirakan semakin luas karena aktivitasindustri akan menciptakan permintaan terhadap berbagai sektorpendukung. Pertumbuhan jasa logistik, konstruksi, transportasi, perdagangan, hingga penyediaan barang dan jasa lokal akan berkembangseiring meningkatnya kegiatan produksi di kawasan industri. Kondisitersebut memperkuat keterlibatan pelaku usaha domestik dalam rantaipasok nasional. Keberhasilan transformasi hilirisasi tetap memerlukan penyelesaianberbagai proyek yang masih berjalan. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Tri Winarno, sebelumnya mengungkapkan masih terdapat tujuh proyek smelter bauksityang progres pembangunannya berada di bawah 60 persen. Kondisi itumenunjukkan bahwa percepatan penyelesaian proyek masih menjadipekerjaan penting untuk memperkuat kapasitas pengolahan mineral nasional. Fasilitas yang masih dalam tahap pembangunan tersebar di sejumlahwilayah, terutama Kalimantan…

Read More

Ekspansi Hilirisasi Dorong Nilai Tambah SDA dan Perluas Peluang Investasi

Jakarta – Ekspansi program hilirisasi terus memperkuat transformasi industri berbasis sumber daya alam di Indonesia. Selain meningkatkan nilai tambah komoditas mineral, percepatan hilirisasi juga dinilai mampu memperluas peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan investasi hilirisasi bauksit untuk pertama…

Read More

Dari Nikel hingga Bauksit, Hilirisasi Indonesia Masuki Babak Baru

Jakarta – Investasi hilirisasi mineral Indonesia memasuki babak baru pada kuartal II-2026. Untuk pertama kalinya, investasi hilirisasi bauksit menjadi yang terbesar dan berhasil melampaui nikel yang selama ini mendominasi sektor pengolahan mineral. Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi hilirisasi bauksit mencapai Rp40,1 triliun pada kuartal II-2026 atau melonjak 193…

Read More

Pemerintah Percepat Perluasan Jangkauan MBG di Papua Barat Daya

SORONG – Upaya memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua Barat Daya terus didorong agar manfaat pemenuhan gizi dapat dirasakan secara lebih merata, termasuk oleh masyarakat yang tinggal di wilayah dengan akses geografis yang menantang. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat operasional layanan sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan di kawasan timur Indonesia. Tim Satuan…

Read More