Perpanjangan Bantuan Beras, Mengutamakan Kebutuhan Dasar Rakyat

*) Oleh : Kevin Andrianto Pemerintah memutuskan memperpanjang program bantuan pangan beras hingga Desember 2026 sebagai langkah untuk menjaga kebutuhan dasar masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah. Kebijakan ini menjadi penting di tengah potensi tekanan terhadap produksi dan pasokan pangan akibat perubahan cuaca serta risiko El Nino. Melalui tambahan bantuan tersebut, pemerintah berupaya memastikan masyarakat tetap…

Read More

Arahan Presiden Prabowo, Bantuan Beras 10 Kg Berlanjut hingga Akhir Tahun

Jakarta — Pemerintah memastikan program bantuan pangan berupa beras tetap berlanjut hingga akhir 2026. Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI, Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan bahwa keputusan Presiden tersebut…

Read More

Presiden Prabowo Perpanjang Bantuan Beras hingga Desember 2026

Jakarta, – Pemerintah memperpanjang program bantuan pangan berupa beras hingga Desember 2026. Kebijakan tersebut memastikan masyarakat penerima manfaat tetap memperoleh bantuan beras sebanyak 10 kilogram (kg) per bulan untuk periode Oktober, November, dan Desember sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan masyarakat. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan perpanjangan program bantuan pangan tersebut merupakan…

Read More

Mengecam Kekerasan OPM di Jayawijaya yang Korbankan Warga Sipil Pelayan Publik

Oleh: Yohanes Wandikbo )* Kekerasan terhadap warga sipil kembali terjadi di Tanah Papua. Penembakan terhadap tigaaparatur sipil negara (ASN) di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Rabu, 9 September 2026, menjadi tragedi yang patut dikecam. Para korban bukankombatan, bukan pihak yang sedang berperang, melainkan aparatur yang tengah menjalankantugas pelayanan kepada masyarakat. Ketiga korban merupakan Willi Mbuik, CPNS Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya asalKupang, Nusa Tenggara Timur; drh. Alfonsius Albinus Mehan, Dokter Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya asal Sikka, Maumere; serta Aprida Rapi, Kepala BidangPeternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya asal Toraja, Sulawesi Selatan. Ketiganya menjalankan tugas yang memiliki hubungan langsung dengan kepentinganmasyarakat. Mereka hadir untuk memberikan pelayanan di bidang pertanian, peternakan, dan kesehatan hewan. Karena itu, tindakan kekerasan terhadap mereka tidak hanya merenggutnyawa warga sipil, tetapi juga mengancam keberlangsungan pelayanan publik yang seharusnya dapat dinikmati masyarakat Papua. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa kelompok bersenjata yang melakukan kekerasanmasih menjadi ancaman bagi masyarakat yang menjalankan aktivitas secara normal. Kekerasan semacam ini tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Perbedaanpandangan, persoalan politik, maupun kepentingan kelompok tidak pernah menjadi alasanyang sah untuk menghilangkan hak hidup seseorang. Kecaman kemudian disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena yang meminta aparat keamanan menangkap seluruh pelaku penembakan. Melki menilaipembunuhan terhadap manusia tidak dapat dibenarkan, terlebih ketiga korban sedangmenjalankan tugas kemanusiaan dan tugas negara untuk membantu masyarakat Papua memperoleh pelayanan serta bantuan pangan. Sikap tersebut memperlihatkan bahwa tragedi di Muliama bukan sekadar persoalankeamanan, melainkan juga persoalan kemanusiaan. Para ASN tersebut datang ke Papua untukbekerja dan mengabdi. Mereka menjalankan fungsi negara di tengah masyarakat dan tidakseharusnya diperlakukan sebagai sasaran oleh kelompok bersenjata. Negara memiliki kewajiban untuk memastikan setiap warga negara mendapatkanperlindungan. Aparatur yang bekerja di wilayah rawan sekalipun harus memperoleh jaminankeamanan sehingga dapat menjalankan tugas secara optimal. Keamanan bukan hanyadiperlukan untuk melindungi aparat, tetapi juga untuk memastikan masyarakat tetapmemperoleh pelayanan dasar tanpa rasa takut. Duka semakin terasa ketika jenazah Willi Mbuik dipulangkan ke Nusa Tenggara Timur. Pemerintah daerah dan masyarakat menyambut kepulangan korban yang selama inimengabdikan diri sebagai CPNS di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Willi merupakansalah satu dari dua…

Read More

Aparat Keamanan Pastikan Kejar OPM Pelaku Penembakan 3 ASN di Jayawijaya

JAYAWIJAYA — Aparat keamanan terus memburu pelaku penembakan tiga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang terjadi di Distrik Muliama, Rabu (9/9/2026). Polisi telah mengantongi ciri-ciri terduga pelaku berdasarkan keterangan saksi yang selamat dalam insiden tersebut. Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan penyidik telah memeriksa saksi…

Read More

Masyarakat Wanam Diminta Jaga dan Wariskan Nilai Adat Malind Maklew

MERAUKE – Ketua Adat Wanam, Yohanis Agabi Mahuze, mengajak masyarakat adat Malind Maklew untuk terus menjaga dan menjalankan nilai-nilai adat sebagai bagian dari identitas budaya yang perlu diwariskan kepada generasi mendatang. Pelestarian adat dinilai penting agar pengetahuan mengenai budaya, sejarah, serta hubungan kekerabatan tetap hidup di tengah perubahan zaman. Menurut Yohanis, keberadaan adat tidak cukup…

Read More

Isu September Hitam Jangan Sampai Mengikis Solidaritas Sesama Anak Bangsa

*) Oleh: Gavin Asadit Munculnya isu September Hitam 2026 perlu disikapi secara bijak agar tidakberkembang menjadi narasi yang mengikis solidaritas dan persatuan sesama anakbangsa. Refleksi terhadap berbagai catatan sejarah hak asasi manusia (HAM) tetappenting, tetapi penyikapannya perlu dilakukan dengan mengedepankan informasiyang benar, dialog, serta semangat menjaga keutuhan bangsa. Momentum September Hitam dapat menjadi ruang bagi masyarakat, khususnyagenerasi muda, untuk meningkatkan pemahaman mengenai sejarah, demokrasi, dan HAM. Refleksi tersebut sebaiknya tidak berhenti pada penyebaran informasi di media sosial, tetapi disertai upaya memahami konteks dan fakta secara utuh. Kepala Bakom Pemerintah Republik Indonesia Muhammad Qodari menekankanpentingnya komunikasi publik yang mampu menghadirkan informasi secara tepatkepada masyarakat. Dalam konteks ruang digital, kualitas informasi menjadi bagianpenting dalam menjaga kepercayaan dan mencegah berkembangnya narasi yang dapat memecah belah. Pesan tersebut relevan di tengah derasnya arus informasi digital. Setiap isu dapatmenyebar dengan cepat melalui media sosial dan membentuk persepsi publik dalamwaktu singkat. Karena itu, masyarakat perlu mampu membedakan informasi faktual, opini, maupun narasi yang sengaja dibuat untuk memancing emosi. Pemerintah terus mendorong peningkatan literasi digital di kalangan generasi muda. Kemampuan memeriksa informasi sebelum membagikannya merupakan salah satubentuk tanggung jawab warga negara di era digital. Informasi palsu, provokasi, ujarankebencian, dan narasi yang mempertajam perbedaan dapat merusak hubungan sosialapabila tidak disikapi dengan bijak. Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan Muhamad Mardiono mengajakmasyarakat memperkuat persatuan dengan membangun komunikasi dan silaturahim. Menurutnya, interaksi yang baik antarelemen masyarakat penting agar warga tidakmudah terpengaruh maupun terprovokasi oleh berbagai isu yang berkembang. Muhamad Mardiono juga mengingatkan pentingnya memperkuat silaturahim agar masyarakat dapat menghadapi perbedaan secara lebih tenang dan dewasa. Semangat tersebut menjadi relevan dalam menyikapi berbagai informasi yang berkembang selama momentum September Hitam 2026. Isu September Hitam tidak semestinya menjadi alasan masyarakat untuk salingberhadapan. Sebaliknya, momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuatkesadaran bahwa sejarah harus dipelajari secara objektif agar generasi berikutnyamampu mengambil pelajaran dan mencegah terulangnya berbagai persoalankemanusiaan. Aktivis pemuda dan mahasiswa M. Fad mengajak kalangan mahasiswa dan masyarakat luas lebih bijak menyikapi informasi yang beredar dalam momentum September Hitam 2026. Ia menekankan pentingnya menjaga solidaritas, persatuan, keamanan, dan ketertiban masyarakat. Menurut M. Fad, mahasiswa memiliki posisi penting dalam menjaga kualitas diskursuspublik. Sebagai kelompok yang dekat dengan tradisi intelektual dan gerakan sosial, mahasiswa diharapkan menyampaikan aspirasi berdasarkan pengetahuan dan data, bukan sekadar mengikuti arus informasi yang sedang ramai. Penyampaian aspirasi tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, aspirasi perlu disampaikan secara tertib dan bertanggung jawab agar tidakberubah menjadi konflik yang merugikan masyarakat. Ruang diskusi, edukasi, kajiansejarah, serta kegiatan sosial dapat menjadi sarana memperkuat solidaritas sekaligusmencegah konflik akibat kesalahpahaman informasi. Peran generasi muda semakin penting karena sebagian besar percakapan mengenaiSeptember Hitam berlangsung di ruang digital. Media sosial menjadi tempatmasyarakat memperoleh informasi, berdiskusi, sekaligus membentuk pandanganterhadap berbagai persoalan. Penggunaan media sosial tanpa kemampuan memilah informasi dapat menimbulkanpersoalan baru. Konten yang dipotong dari konteks, judul provokatif, hingga informasiyang belum terverifikasi dapat dengan mudah menyebar dan memengaruhi persepsimasyarakat. Dalam edukasi HAM,…

Read More

Persatuan Bangsa Lebih Penting daripada Terjebak Provokasi September Hitam

Oleh: Dhita Karuniawati )* Momentum September Hitam semestinya menjadi ruang refleksi untuk memahami persoalan hak asasi manusia bukan pintu masuk bagi provokasi yang memperlebar jarak antarkelompok. Ketika isu sejarah, ketidakadilan, dan kritik terhadap negara beredar di media sosial, masyarakat membutuhkan sikap kritis untuk membedakan informasi, opini, propaganda, dan hoaks. Persatuan bangsa tidak berarti menutup ruang kritik,…

Read More

Aktivis Pemuda Ajak Mahasiswa Bijak Sikapi Informasi September Hitam

Jakarta – Aktivis pemuda dan mahasiswa mengajak generasi muda untuk menyikapi secara bijak berbagai informasi yang beredar di tengah mencuatnya isu September Hitam 2026. Sikap kritis dan kemampuan memverifikasi informasi dinilai penting agar mahasiswa tidak mudah terprovokasi oleh konten yang belum terjamin kebenarannya. Ketua Umum HMI Komisariat Hukum Universitas Jenderal Soedirman, Mizar Hilman, mengatakan perkembangan…

Read More

Refleksi September Hitam, Pemuda Ajak Mahasiswa Jaga Persatuan

JAKARTA – Mencuatnya isu September Hitam 2026 di ruang publik menjadi momentum bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk meningkatkan kepedulian terhadap persoalan hak asasi manusia (HAM) sekaligus menjaga persatuan dan ketertiban masyarakat. Mahasiswa dinilai memiliki posisi strategis untuk menjadi agen perubahan yang mampu menyampaikan aspirasi secara kritis, namun tetap mengedepankan sikap bijak dan bertanggung jawab….

Read More