Danantara Menopang Transformasi Ekonomi melalui Proyek Hilirisasi

Oleh: Bara Winatha*) Transformasi ekonomi Indonesia memasuki fase baru melalui penguatan agenda hilirisasi yang digerakkan secara terstruktur dan masif. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara hadir sebagai salah satu instrumen strategis negara untuk memastikan sumber daya alam tidak lagi diekspor dalam bentuk mentah, melainkan diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi. Melalui serangkaian proyek strategis, Danantara diarahkan menjadi motor…

Read More
Menopang Ketahanan Energi Hijau melalui Pengembangan Biorefinery dan Bioethanol

Menopang Ketahanan Energi Hijau melalui Pengembangan Biorefinery dan Bioethanol

Oleh : Ricky Rinaldi* Ketahanan energi nasional kini semakin ditopang oleh kemampuan Indonesia membangun sistem energi bersih, berkelanjutan, dan kompetitif. Pemerintah secarastrategis menempatkan pengembangan biorefinery dan bioetanol sebagai bagianintegral dari agenda transisi energi nasional, sekaligus fondasi penting dalammemperkuat ketahanan energi hijau jangka panjang. Energi terbarukan dipandang sebagai pilar utama pembangunan energi masa depan. Pengembangan biorefinery dan bioetanol menjadi langkah konkret untukmemperkuat kemandirian energi berbasis sumber daya domestik, meningkatkan nilaitambah sektor pertanian dan industri, serta mendorong pengurangan emisi karbonsecara progresif. Kebijakan ini mencerminkan visi pemerintah dalam membangunsistem energi nasional yang modern, ramah lingkungan, dan tetap mendorongpertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa transisi energi harus menjadiagenda nasional yang berorientasi pada kedaulatan, keberlanjutan, dan keadilanantargenerasi. Arah kebijakan ini menunjukkan bahwa pembangunan energi bersihtidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan energi hari ini, tetapi juga menjaga hakgenerasi mendatang atas lingkungan hidup yang sehat dan sumber daya yang lestari. Pengembangan biorefinery dan bioethanol membuka ruang transformasi strukturaldalam sektor energi. Biorefinery memungkinkan pengolahan bahan baku hayatimenjadi berbagai produk bernilai tambah, mulai dari bahan bakar nabati, bahankimia hijau, hingga produk turunan industri lainnya. Sementara itu, bioethanol berperan sebagai substitusi bahan bakar fosil yang lebih ramah lingkungan, sekaligus memperluas portofolio energi nasional berbasis sumber daya terbarukan. Peran strategis Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menjadipenguat arah kebijakan negara dalam mempercepat pengembangan energi hijau. Pemerintah mendorong percepatan pembangunan fasilitas biorefinery dan peningkatan kapasitas produksi bioethanol sebagai bagian dari upaya sistematisuntuk membangun kemandirian energi nasional. Pendekatan ini memastikan bahwatransisi energi tidak bersifat simbolik, tetapi diwujudkan melalui langkah-langkahkonkret dan terukur. Pengembangan biorefinery dan bioethanol juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Sektor ini membuka peluang investasi baru, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat basis industri nasional. Pemerintah memandang bahwatransformasi energi hijau harus berjalan seiring dengan penguatan ekonomidomestik, sehingga manfaat transisi energi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya di daerah-daerah penghasil bahan baku hayati. Selain itu, kebijakan ini memperkuat peran petani dan pelaku usaha lokal dalamrantai pasok energi nasional. Bahan baku bioethanol dan biorefinery yang bersumber dari hasil pertanian, perkebunan, dan kehutanan memberikan nilaitambah bagi sektor primer, sekaligus mendorong pemerataan ekonomi. Negara memastikan bahwa transisi energi hijau tidak meninggalkan kelompok masyarakattertentu, tetapi justru menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi rakyat. Dalam konteks global, pengembangan biorefinery dan bioethanol memperkuat posisiIndonesia sebagai negara yang berkomitmen terhadap agenda transisi energi dan pembangunan berkelanjutan. Pemerintah memandang bahwa kemandirian energiberbasis sumber daya terbarukan akan meningkatkan daya tawar Indonesia di forum internasional, sekaligus memperkuat reputasi negara sebagai mitra strategis dalamupaya global menurunkan emisi karbon. Pemerintah juga menempatkan aspek keberlanjutan lingkungan sebagai prinsiputama dalam pengembangan energi hijau. Pengelolaan bahan baku dilakukandengan pendekatan berkelanjutan, menghindari deforestasi, serta menjagakeseimbangan ekosistem. Dengan demikian, pembangunan biorefinery dan bioethanol tidak hanya menghasilkan energi bersih, tetapi juga menjaga kelestarianlingkungan hidup dalam jangka panjang. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan sektor swastamenjadi kunci keberhasilan pengembangan energi hijau nasional. Pemerintahmemperkuat regulasi, insentif, serta kerangka pembiayaan untuk mendorongpercepatan investasi di sektor biorefinery dan bioethanol. Pola kolaboratif inimemastikan bahwa transisi energi berjalan secara terkoordinasi, terukur, dan berorientasi pada hasil nyata. Kebijakan pengembangan biorefinery dan bioethanol juga diarahkan untukmemperkuat ketahanan nasional dalam menghadapi volatilitas pasar energi global. Dengan memperbesar porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional, pemerintah mengurangi kerentanan terhadap fluktuasi harga minyak dunia dan gangguan pasokan energi internasional….

Read More
Pemerintah Buka Peluang MBG Disalurkan saat Sahur di Pesantren Selama Ramadan

Pemerintah Buka Peluang MBG Disalurkan saat Sahur di Pesantren Selama Ramadan

Jakarta – Pemerintah membuka peluang penyesuaian penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di pesantren selama Ramadan 1447 Hijriah, termasuk kemungkinan distribusi untuk sahur, guna memastikan program tetap berjalan tanpa mengganggu ibadah puasa. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan penyesuaian teknis tersebut diputuskan melalui rapat koordinasi terbatas untuk memperkuat implementasi Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun…

Read More
Selama Bulan Puasa, Penyaluran MBG Diadaptasi agar Tetap Tepat Sasaran

Selama Bulan Puasa, Penyaluran MBG Diadaptasi agar Tetap Tepat Sasaran

Jakarta – Selama bulan suci Ramadan, mekanisme penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami sejumlah penyesuaian guna memastikan manfaatnya tetap tepat sasaran dan selaras dengan kebutuhan masyarakat yang menjalankan ibadah puasa. Adaptasi ini dilakukan tanpa mengurangi tujuan utama program, yakni meningkatkan asupan gizi kelompok penerima manfaat, khususnya anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui. Kepala…

Read More
MBG di Bulan Ramadan dan Upaya Menjaga Asupan Gizi Anak

MBG di Bulan Ramadan dan Upaya Menjaga Asupan Gizi Anak

Oleh: Nur Utunissa Bulan Ramadan merupakan periode penting dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat Indonesia. Di tengah perubahan pola aktivitas harian akibat ibadah puasa, perhatian terhadap pemenuhan gizi anak menjadi isu yang tidak boleh terabaikan. Anak-anak, terutama usia sekolah, berada pada fase pertumbuhan yang membutuhkan asupan gizi seimbang untuk menunjang perkembangan fisik, kognitif, dan daya tahan…

Read More
Menjaga Gizi di Bulan Puasa lewat Keberlanjutan Program MBG

Menjaga Gizi di Bulan Puasa lewat Keberlanjutan Program MBG

Oleh: Saipul Bahri *) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi tanda nyata bagaimana negara hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Diluncurkan awal 2025 dan dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bagian dari mandat pemenuhan gizi nasional, MBG dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui jaminan asupan gizi yang tepat, terutama bagi kelompok rentan…

Read More
Ramadan, Pemerintah Tegaskan Sanksi Pidana bagi Praktik Curang Pangan

Ramadan, Pemerintah Tegaskan Sanksi Pidana bagi Praktik Curang Pangan

Jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa setiap praktik kecurangan pangan menjelang dan selama Ramadan akan dikenakan sanksi pidana, seiring upaya menjaga ketersediaan, keamanan, dan keterjangkauan bahan pokok bagi masyarakat. Penegasan ini disertai langkah pengawasan lapangan yang lebih intensif, koordinasi pusat dan daerah yang solid, serta keterlibatan seluruh pelaku rantai pasok. Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengatakan pihaknya…

Read More
Jelang Ramadan, Pemerintah Jaga Stabilitas Harga dan Stok Pangan

Jelang Ramadan, Pemerintah Jaga Stabilitas Harga dan Stok Pangan

Yogyakarta – Pemerintah memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan tetap terjaga menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Langkah terpadu lintas lembaga dilakukan melalui pemantauan harga, penguatan stok, hingga operasi pasar untuk memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional, Nita…

Read More
Mengawal Harga dan Stok Pangan demi Ramadan yang Tenang

Mengawal Harga dan Stok Pangan demi Ramadan yang Tenang

Oleh : Ravisya Darasya )* Menjelang bulan suci Ramadan, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok kembali menjadi perhatian utama pemerintah. Setiap tahun, momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) kerap diikuti lonjakan permintaan yang berpotensi mendorong kenaikan harga. Untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa dibayangi gejolak pangan, pemerintah bersama aparat penegak hukum memperkuat koordinasi dan…

Read More
Mendukung Pangan Terkelola Baik untuk Ramadan yang Khusyuk

Mendukung Pangan Terkelola Baik untuk Ramadan yang Khusyuk

Oleh : Aulia Rachma* Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Indonesia sudah bergerak cepatmemastikan ketersediaan dan pengelolaan pangan nasional berjalan optimal. Antisipasiini menjadi sangat penting karena Ramadan bukan hanya momen spiritual tetapi juga fase di mana permintaan kebutuhan pokok meningkat signifikan di masyarakat. Pemerintah bersama berbagai pemangku kebijakan padu dalam menyusun strategi agar stok pangan aman, harga terjangkau, dan kualitas pangan terjaga sehingga umatMuslim dapat menjalankan ibadah puasa dan tradisi halal bihalal dengan tenang. Dari data proyeksi neraca pangan nasional yang dirilis pemerintah, terlihat bahwaketersediaan berbagai komoditas strategis seperti beras, jagung, kedelai, daging sapidan kerbau, daging ayam, telur, bawang merah dan putih, minyak goreng, gula konsumsi, serta cabai berada dalam kondisi aman hingga menjelang akhir Maret 2026. Bahkan sebagian komoditas menunjukkan surplus yang cukup besar dibandingkebutuhan konsumsi selama periode Ramadan dan Idulfitri. Hal ini menunjukkan bahwanegara tidak hanya fokus pada jumlah stok, tetapi juga distribusi yang merata dan pengawasan yang ketat dari hulu hingga hilir. Kesiapan stok pangan ini juga ditegaskan oleh pejabat tinggi pemerintah, termasukMenteri Perdagangan Budi Santoso yang menegaskan bahwa harga dan pasokanbahan pokok umumnya stabil menjelang Ramadan. Dalam kunjungannya ke pasar tradisional di Sukoharjo, Jawa Tengah, ia menyampaikan bahwa harga gula, ayam, telur, hingga minyak goreng berada di bawah atau sesuai batas harga acuan, denganpasokan yang memadai bagi konsumen yang mulai menyiapkan kebutuhan Ramadan. Namun meskipun kondisinya mayoritas stabil, beberapa komoditas seperti berasmedium dan cabai merah masih memerlukan perhatian dalam hal harga agar tetapterjangkau oleh semua kalangan masyarakat. Dalam konteks yang sama, langkah-langkah konkret untuk memperkuat ketahananpangan tidak hanya datang dari pemerintah pusat. Holding BUMN pangan seperti ID FOOD juga memainkan peran kunci dengan menyiapkan persediaan sejumlahkomoditas strategis yang tersebar dari Aceh hingga Papua. ID FOOD telah menyiapkanribuan ton gula, minyak goreng, daging ayam, serta stok daging ruminansia dan telurayam sebagai buffer stock guna menjaga agar kebutuhan pangan tetap terpenuhimeskipun permintaan meningkat selama Ramadan dan Idulfitri. Pendekatan inimenunjukkan sinergi yang kuat antara korporasi pangan milik negara dengan kebijakanpemerintah dalam pengendalian ketersediaan pasokan pangan secara nasional. Tak kalah pentingnya adalah peran aparat keamanan dalam mendukung pengelolaanpangan yang baik. Satgas Pangan Polres Tanjungperak memastikan bahwa stok bahanpokok aman menjelang Ramadan, sambil memantau dan mencegah potensi tindakanspekulatif atau penimbunan yang bisa berdampak pada kenaikan harga mendadak di pasar lokal. Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjungperak, Iptu Suroto mengatakanpraktik pengawasan seperti ini membantu menjaga stabilitas pasar tradisional yang menjadi pusat transaksi pangan sehari-hari bagi mayoritas masyarakat Indonesia. Berbagai daerah di Indonesia memberikan kabar positif terkait stok pangan. Di Sumatera Utara, misalnya, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif memastikan bahwa stok berbagai bahan pokok telah surplus menjelang Ramadan dan Idulfitri, menciptakan rasa aman bagi warga setempat atas kebutuhan dasar merekaselama bulan suci. Sementara itu, di Jawa Tengah, pemerintah provinsi menyatakanbahwa stok pangan tetap aman meskipun sempat terdampak banjir dan longsor di beberapa wilayah, menunjukkan ketangguhan sistem distribusi dan manajemen stok di tengah tantangan alam. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwaPemerintah akan menyalurkan bantuan pangan senilai Rp11,92 triliun untukmendukung kebutuhan masyarakat jelang Ramadhan dan Idul Fitri…

Read More