Managing Volatility: Strategi Menjaga Stabilitas Rupiah di Tengah TekananGlobal

Oleh : Abdul Razak)* Ketidakpastian global kembali menjadi tantangan nyata bagi perekonomian dunia. Eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah, fluktuasi harga komoditas, hingga arah kebijakan moneter negara maju yang sulit diprediksi menciptakan tekanan berlapis terhadap pasar keuangan global. Dalam konteks ini, stabilitas nilai tukar rupiah tidak lagi sekadar persoalan teknis, melainkan menjadi indikator utama kepercayaan pasar terhadap…

Read More
Scaling Up Koperasi Merah Putih, Target 80 Ribu Unit Perkuat Ekonomi Nasional

Scaling Up Koperasi Merah Putih, Target 80 Ribu Unit Perkuat Ekonomi Nasional

Jakarta – Program Koperasi Desa Merah Putih ditargetkan mencapai 80 ribu unit di seluruh Indonesia sebagai upaya memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan. Inisiatif ini diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa sekaligus memperluas akses terhadap lapangan kerja produktif. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa revitalisasi koperasi menjadi agenda penting pemerintah untuk mengejar ketertinggalan sektor ini dibandingkan…

Read More
Pemerintah Targetkan 80 Ribu Koperasi Merah Putih, Fondasi Ekonomi Desa Diperkuat

Pemerintah Targetkan 80 Ribu Koperasi Merah Putih, Fondasi Ekonomi Desa Diperkuat

Jakarta – Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong percepatan penguatan ekonomi desa melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih yang ditargetkan mencapai lebih dari 80 ribu unit di seluruh Indonesia. Program ini dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun fondasi ekonomi kerakyatan yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan. Dalam keterangannya, Ferry menyampaikan bahwa saat…

Read More

Koperasi Merah Putih sebagai Instrumen Penciptaan Kerja Berbasis Desa

Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Koperasi Merah Putih muncul sebagai salah satu terobosan kebijakan yang diarahkan untuk memperkuat ekonomi desa sekaligus menciptakan lapangan kerjabaru. Inisiatif ini menjadi relevan di tengah tantangan ketimpangan pembangunanantara wilayah perkotaan dan pedesaan yang masih menjadi pekerjaan rumahnasional. Dalam kerangka pembangunan inklusif, desa tidak lagi diposisikan sebagai objekpembangunan semata, melainkan sebagai subjek yang memiliki potensi besar untuktumbuh secara mandiri. Oleh karena itu, kehadiran Koperasi Merah Putih diharapkanmampu menjadi instrumen strategis dalam menggerakkan ekonomi berbasiskomunitas. Pemerintah menargetkan pembentukan koperasi desa dalam skala besar sebagaibagian dari agenda transformasi ekonomi. Langkah ini tidak hanya berorientasi pada penguatan kelembagaan, tetapi juga penciptaan ekosistem usaha yang mampumenyerap tenaga kerja lokal. Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Satgas Pembentukan KopdesMerah Putih, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa pemerintah membuka sekitar 30 ribu lowongan manajer koperasi desa. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan inimencerminkan keseriusan pemerintah dalam memastikan koperasi dikelola secaraprofesional dan mampu berkembang secara berkelanjutan. Pembukaan lapangan kerja tersebut menjadi sinyal kuat bahwa koperasi tidak lagidipandang sebagai entitas ekonomi tradisional. Sebaliknya, koperasi didorong untukbertransformasi menjadi lembaga bisnis modern yang berbasis pada prinsip gotong royong. Selain menciptakan posisi manajerial, keberadaan koperasi juga berpotensimembuka peluang kerja lain di sektor pendukung. Mulai dari administrasi, logistik, hingga pengolahan produk lokal, semua memiliki potensi untuk berkembang seiringdengan aktivitas koperasi. Pendekatan ini menunjukkan bahwa penciptaan kerja berbasis desa tidak harusselalu bergantung pada industrialisasi skala besar. Justru, penguatan ekonomi lokalmelalui koperasi dapat menjadi alternatif yang lebih berkelanjutan dan kontekstual. Di sisi lain, keberhasilan koperasi sangat bergantung pada kualitas sumber dayamanusia yang mengelolanya. Oleh karena itu, proses rekrutmen dan pelatihanmenjadi aspek penting yang tidak boleh diabaikan. Pemerintah menekankan bahwa manajer koperasi harus memiliki kompetensi yang memadai, baik dari sisi manajerial maupun pemahaman terhadap potensi lokal. Hal ini penting agar koperasi tidak hanya berdiri secara formal, tetapi juga mampuberoperasi secara efektif. Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai bahwa Koperasi Merah Putih memiliki potensi besar dalam mendorongtransformasi ekonomi desa. Ia mengungkapkan, koperasi dapat menjadi instrumenefektif jika didukung oleh tata kelola yang baik dan integrasi dengan kebijakanekonomi lainnya. Pandangan tersebut menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar solusi instan. Diperlukan pendekatan sistemik yang mencakup penguatan kelembagaan, aksespembiayaan, dan dukungan pasar. Selain itu, keberlanjutan program juga harus menjadi perhatian utama. Koperasiyang dibentuk tidak boleh hanya aktif di awal, tetapi harus mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pendampingan menjadi kunci penting. Pemerintah dan pemangkukepentingan lainnya perlu memastikan bahwa koperasi mendapatkan dukunganyang memadai, terutama pada fase awal operasional. Di sisi lain, partisipasi masyarakat menjadi elemen yang tidak kalah penting. Koperasi hanya akan berhasil jika didukung oleh keterlibatan aktif dari anggota dan komunitas setempat. Hal ini menuntut adanya kepercayaan terhadap pengelola koperasi. Transparansidan akuntabilitas menjadi faktor kunci dalam membangun kepercayaan tersebut. Koperasi Merah Putih juga memiliki potensi untuk mengurangi urbanisasi. Dengantersedianya lapangan kerja di desa, masyarakat tidak perlu lagi berpindah ke kotauntuk mencari penghidupan. Dampak sosial dari kebijakan ini juga cukup signifikan. Selain meningkatkanpendapatan, koperasi dapat memperkuat solidaritas dan kohesi sosial di tingkatdesa. Dalam jangka panjang, penguatan ekonomi desa akan berkontribusi terhadapstabilitas ekonomi nasional. Desa yang mandiri akan menjadi fondasi yang kuat bagipembangunan yang berkelanjutan. Namun demikian, evaluasi berkala tetap diperlukan. Langkah ini penting agar setiapkendala yang muncul dapat segera diatasi. Dengan pendekatan yang adaptif, program Koperasi Merah Putih dapat terus disempurnakan. Lebih dari sekadar program ekonomi, koperasi ini juga memiliki dimensi sosial yang kuat….

Read More

Koperasi Merah Putih dan Integrasi Ekonomi Desa Berkelanjutan

Oleh : Gavin Asadit )* Pemerintah Indonesia terus mempercepat penguatan ekonomi desa melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang kini menjadi salah satu prioritas utama nasional pada tahun 2026. Program ini dirancang sebagai strategi besar untuk membangun sistem ekonomi desa yang terintegrasi, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus menjawab tantangan ketimpangan ekonomi antara wilayah perkotaan dan…

Read More
Hadapi Dampak Global, Hilirisasi Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional

Hadapi Dampak Global, Hilirisasi Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional

Jakarta — Pemerintah terus memperkuat strategi hilirisasi sebagai langkah utama dalam menghadapi dinamika dan tekanan ekonomi global yang kian kompleks. Fluktuasi harga komoditas, perlambatan ekonomi dunia, serta ketegangan geopolitik mendorong perlunya fondasi ekonomi nasional yang lebih tangguh dan berdaya saing. Dalam konteks tersebut, hilirisasi menjadi instrumen penting untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus…

Read More
Di Tengah Gejolak Global, Hilirisasi Jadi Andalan Ekonomi Indonesia

Di Tengah Gejolak Global, Hilirisasi Jadi Andalan Ekonomi Indonesia

Jakarta – Di tengah ketidakpastian global yang dipicu oleh konflik geopolitik, Indonesia terus menunjukkan ketahanan ekonomi yang solid melalui strategi yang terarah dan berkelanjutan. Salah satu pilar utama yang diperkuat pemerintah adalah hilirisasi industri, yang tidak hanya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, tetapi juga memperkuat struktur ekonomi nasional agar lebih mandiri dan berdaya saing…

Read More

Strategi Hilirisasi Diperkuat untuk Hadapi Dinamika Global

Oleh: Arya Nugraha Santoso Ada masa ketika kekayaan alam Indonesia lebih banyak keluar dalam bentuk mentah tanpa memberikan nilai tambah optimal di dalam negeri. Namun, arah pembangunan ekonomi kini mulai bergeser. Pemerintah bersama pelaku industri berupaya memperkuat strategi hilirisasi sebagai langkah untuk menahan, mengolah, dan meningkatkan nilai sumber daya alam di dalam negeri. Perubahan ini tidak…

Read More

Hilirisasi Jadi Strategi Utama Hadapi TantanganGlobal Saat Ini

Oleh: Fajar Aditya Kusuma Di tengah ketidakpastian global, terutama terkait pasokan energi dan fluktuasi harga minyakdunia, Indonesia dihadapkan pada kebutuhan untuk memperkuat strategi ekonominya. Salah satulangkah yang dinilai paling relevan adalah percepatan hilirisasi sumber daya alam, khususnyanikel, sebagai upaya membangun ketahanan energi sekaligus memperkuat posisi dalam rantaipasok global kendaraan listrik. Kondisi global yang tidak stabil justru membuka peluang bagi Indonesia untuk mengambil peranstrategis. Dengan cadangan nikel yang melimpah, Indonesia memiliki keunggulan penting dalampengembangan industri baterai kendaraan listrik. Komoditas ini menjadi kunci dalam transisienergi global, sehingga hilirisasi nikel menjadi langkah yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapijuga strategis dalam jangka panjang. Mordekhai Aruan sebagai Head of External Relations Forum Industri Nikel Indonesia menilaibahwa situasi global saat ini semakin menegaskan pentingnya pembangunan rantai pasokkendaraan listrik berbasis nikel di dalam negeri. Ia menyebut kebutuhan ini telah terasa sejakbeberapa tahun terakhir, sejalan dengan komitmen pemerintah menuju target Net Zero Emission 2060. Momentum ini, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global. Dalam beberapa tahun terakhir, industri nikel nasional menunjukkan perkembangan signifikan. Produk yang dihasilkan tidak lagi terbatas pada bahan mentah atau setengah jadi, melainkantelah berkembang ke produk bernilai tambah seperti mixed hydroxide precipitate, nickel sulphate, cobalt sulphate, hingga precursor cathode active material. Transformasi inimenunjukkan bahwa Indonesia mulai beralih dari eksportir bahan mentah menjadi pemain dalamrantai nilai global. Mordekhai Aruan melihat posisi Indonesia saat ini sangat strategis dalam ekosistem kendaraanlistrik dunia. Keunggulan tersebut tidak hanya berasal dari cadangan nikel, tetapi juga dariinvestasi teknologi pengolahan, termasuk smelter berbasis high pressure acid leach yang menjaditulang punggung produksi bahan baku baterai. Hal ini memperkuat peluang Indonesia menjadipusat produksi material baterai di kawasan. Kontribusi sektor industri juga terlihat dari peran PT QMB New Energy Materials yang mampumemproduksi mixed hydroxide precipitate dalam jumlah besar setiap tahun. Selain itu, perusahaan ini juga menghasilkan komponen penting lain seperti NCM sulfates dan prekursorkatoda. Integrasi produksi ini dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pasokan bahan bakudomestik sekaligus meningkatkan daya saing ekspor produk bernilai tambah. Namun, tantangan ke depan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fasilitas industri. Mordekhai Aruan menekankan pentingnya mendorong investasi lanjutan untuk menciptakanekosistem pengolahan nikel yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Tanpa keberlanjutan investasi, potensi besar yang dimiliki Indonesia dikhawatirkan tidak akan optimal. Selain itu, penguatan sumber daya manusia menjadi faktor kunci dalam keberhasilan hilirisasi. Berbagai inisiatif telah dilakukan untuk mengembangkan talenta lokal, termasuk program beasiswa dan kerja sama dengan lembaga pendidikan dalam dan luar negeri. Langkah inimenunjukkan bahwa hilirisasi tidak hanya berfokus pada industri, tetapi juga pada pembangunankapasitas manusia. Sebanyak ratusan talenta Indonesia saat ini tengah dipersiapkan untuk mendukung industri energibaru dan hilirisasi nikel. Program ini menjadi bagian dari upaya menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan mampu mengikuti perkembangan teknologi industri yang terus berubah. Pandangan mengenai pentingnya SDM juga disampaikan oleh Mohammad Zaki Mubaroksebagai Guru Besar Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB. Ia menilai bahwa penguatanSDM harus diiringi dengan pembangunan ekosistem inovasi yang terintegrasi. Pembelajaranberbasis praktik dinilai menjadi kunci untuk menghasilkan talenta yang adaptif terhadapkebutuhan industri. Mohammad Zaki Mubarok juga menekankan pentingnya kolaborasi antara industri dan lembagapendidikan melalui pembangunan pusat riset bersama. Inisiatif ini dinilai mampu mempercepattransfer teknologi serta meningkatkan kapasitas nasional. Selain itu, pembangunan fasilitas pilot plant yang terhubung dengan industri juga menjadi langkah penting dalam mendukung inovasi. Dari sisi ekonomi, penguatan SDM diyakini akan memberikan dampak luas. Pengembangantalenta teknis dan manajerial dapat meningkatkan produktivitas industri, menciptakan lapangankerja, serta memperkuat daya saing Indonesia dalam rantai nilai global, khususnya di sektorkendaraan listrik. Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa tingginya konsumsi energiberbasis fosil mendorong pemerintah untuk mempercepat transisi menuju energi bersih. Pembangunan ekosistem kendaraan listrik nasional dinilai sebagai langkah strategis untukmengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus memperkuat kemandirian energi. Bahlil Lahadalia menyebut pemerintah telah menyiapkan berbagai kebijakan untuk mendukungpercepatan tersebut, mulai dari penguatan industri, pembangunan infrastruktur, hinggapemberian insentif untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik. Pendekatan ini dilakukansecara terintegrasi agar mampu menciptakan ekosistem yang berkelanjutan. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah mencatat sejumlah capaian penting, antara lain peningkatan jumlah smelter yang beroperasi, bertambahnya investasi di sektor baterai kendaraanlistrik, serta pengembangan infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian daya. Kebijakaninsentif juga berhasil mendorong minat masyarakat terhadap kendaraan listrik, sehinggamempercepat pertumbuhan ekosistem industri dalam negeri. Secara keseluruhan, hilirisasi nikel menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi jugamendesak untuk terus diperkuat. Tantangan global…

Read More

MBG dan Perannya dalam Perluasan Lapangan Kerja

Oleh: Asep Faturahman)* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin menunjukkan peran strategisnya, tidak hanya dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga sebagai penggerak utama dalam perluasan lapangan kerja. Dengan skema yang melibatkan berbagai sektor, mulai dari produksi pangan hingga distribusi, MBG menghadirkan efek berantai yang signifikan terhadap penciptaan peluang kerja baru di berbagai daerah. Menteri Keuangan, Purbaya…

Read More