Saatnya UMKM Benar-Benar Naik Kelas

Oleh: Laylatul Qadry *) Setiap tahun, pergerakan puluhan juta manusia menjelang hari raya selalu menjadi fenomena ekonomi yang luar biasa. Namun pertanyaan yang jarang kita ajukan adalah, seberapa besar manfaat perputaran uang itu benar-benar dirasakan oleh pelaku usaha kecil di daerah? Dan apakah geliat ekonomi musiman ini cukup untuk mendorong UMKM naik ke level berikutnya?…

Read More

UMKM Bangkit, Bukti Nyata Kebijakan Ekonomi Pemerintah Tepat Sasaran

Oleh: Ahmad Dante *) Hari raya telah berlalu, tetapi dampaknya masih terasa hingga kini. Geliat ekonomi yang tumbuh selama periode mudik tahun ini meninggalkan jejak yang menggembirakan, terutama bagi jutaan pelaku UMKM di seluruh penjuru negeri. Dan ini bukan kebetulan. Ini adalah hasil dari kebijakan ekonomi yang dirancang dengan serius dan dieksekusi dengan penuh tanggung…

Read More

Pemerintah Kebut Pembangunan Kopdes Merah Putih di Seluruh Wilayah

Pemerintah Indonesia terus mempercepat pembangunan puluhan ribu gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/Kel Merah Putih) di seluruh wilayah sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi desa. Hingga pertengahan Maret 2026, pembangunan telah menunjukkan progres signifikan dengan puluhan ribu unit dalam tahap pengerjaan dan ribuan di antaranya siap beroperasi. Program percepatan ini dijalankan oleh Kementerian Koperasi Republik…

Read More

Pembangunan Kopdes Merah Putih Dipacu, Dukungan Berbagai Pihak Menguat

Jakarta – Pemerintah terus mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan, dengan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari kementerian, BUMN, hingga organisasi masyarakat. Program ini ditargetkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa, membuka lapangan kerja, serta mengurangi ketimpangan pembangunan antarwilayah. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen mengembalikan koperasi sebagai…

Read More

Lebaran Jadi Penopang Utama Ekonomi Nasional 2026

Oleh : Aditya Akbar )* Arus mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah kembali membuktikan perannya sebagai motor penggerak paling vital bagi mesin ekonomi nasional pada awal tahun 2026. Fenomena mobilisasi jutaan penduduk tersebut memicu lonjakan konsumsi rumah tangga yang sangat masif, sekaligus menjadi benteng pertahanan ekonomi domestik di tengah terpaan ketidakpastian global yang kian…

Read More

Lebaran sebagai Mesin Penggerak Ekonomi Nasional

Oleh : Muhammad Zaki )* Arus mudik Lebaran 2026 kembali membuktikan kekuatannya sebagai mesin utama yang memutar roda perekonomian Indonesia hingga ke pelosok desa. Fenomena perpindahan manusia dalam skala masif tersebut tidak lagi sekadar ritual pertemuan keluarga, melainkan sebuah instrumen redistribusi kekayaan yang sangat efektif dari pusat ke daerah.  Pergerakan jutaan penduduk secara serentak memicu gelombang…

Read More

Lonjakan Konsumsi Lebaran 2026 Perkuat Daya Tahan Ekonomi Nasional

JAKARTA – Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 H menjadi katalisator utama yang memacu mesin ekonomi domestik melalui lonjakan konsumsi rumah tangga secara masif. Aktivitas belanja masyarakat selama periode tersebut terbukti efektif memperkokoh fundamental ekonomi nasional di tengah tantangan ketidakpastian global yang masih membayangi. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, menegaskan bahwa…

Read More

Lebaran 2026 Hidupkan UMKM, Perputaran Ekonomi Daerah Meningkat

JAKARTA – Momentum Idulfitri 1447 Hijriah memicu lonjakan aktivitas ekonomi lokal secara signifikan di berbagai penjuru daerah. Pergerakan jutaan pemudik tahun ini menjadi angin segar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mengandalkan peningkatan konsumsi rumah tangga untuk memperkuat struktur ekonomi kerakyatan. Anggota MPR RI, Aboe Bakar Alhabsyi, mendorong masyarakat luas agar memprioritaskan…

Read More

Pemerintah Tegaskan Kopdes Merah Putih untukTingkatkan Kesejahteraan Desa

Oleh: Dimas Arya Nugraha Pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong penguatan ekonomi desamelalui pengembangan Koperasi Desa Merah Putih sebagai salah satu program strategisnasional yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat akarrumput. Langkah ini bukan tanpa alasan. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal YandriSusanto menilai bahwa keberadaan Koperasi Desa Merah Putih merupakan solusi konkretdalam memperkuat struktur ekonomi desa yang selama ini masih menghadapi berbagaitantangan, mulai dari keterbatasan akses pasar hingga rendahnya nilai tambah produk lokal. Dalam pandangannya, program ini bukan sekadar inisiatif ekonomi biasa, melainkan bagiandari agenda besar negara yang membutuhkan dukungan lintas sektor dan partisipasi aktifseluruh elemen bangsa. Yandri Susanto menyampaikan bahwa pemerintah menginginkan koperasi desa tidak hanyamenjadi simbol, tetapi benar-benar berfungsi sebagai instrumen ekonomi yang memberikanmanfaat langsung kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa keuntungan yang dihasilkankoperasi akan sepenuhnya kembali ke desa, khususnya untuk kelompok masyarakatberpenghasilan rendah yang berada pada lapisan desil satu hingga lima. Dengan pendekatantersebut, koperasi diharapkan mampu menjadi alat redistribusi ekonomi yang adil danberkelanjutan. Lebih jauh, Yandri Susanto menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan regulasi yang mengatur kontribusi koperasi terhadap Pendapatan Asli Desa. Setidaknya 20 persen darikeuntungan yang diperoleh koperasi akan dialokasikan sebagai PAD, sehingga desa memilikisumber pembiayaan tambahan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Kebijakan ini merupakan turunan dari Peraturan Menteri Desa Nomor 10 Tahun 2025 yang merujuk pada Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, sebagai bentuk keseriusan pemerintahdalam memastikan keberlanjutan program. Yandri Susanto juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap ekosistem ekonomi desadari dominasi ritel modern. Menurutnya, kehadiran ritel besar yang tidak memberikankontribusi signifikan kepada masyarakat setempat berpotensi menggerus perputaran ekonomilokal. Oleh karena itu, pemerintah mendorong adanya pembatasan izin pendirian ritel modern di wilayah desa agar koperasi dapat berkembang secara optimal dan memberikan manfaatyang maksimal bagi masyarakat. Sementara itu, dari sisi implementasi, pemerintah terus mempercepat pembangunaninfrastruktur pendukung Koperasi Desa Merah Putih. Menteri Koperasi Ferry Juliantonomelakukan langkah konkret dengan menjalin koordinasi intensif bersama PT Agrinas PanganNusantara. Dalam pertemuannya dengan Direktur Utama Agrinas Joao Angelo De Sousa Mota di Jakarta, kedua pihak membahas percepatan pembangunan puluhan ribu geraikoperasi yang tersebar di berbagai wilayah. Ferry Juliantono menekankan bahwa sinergi antara Kementerian Koperasi dan Agrinasmenjadi kunci dalam memastikan target pembangunan dapat tercapai tepat waktu. Iamengungkapkan bahwa pemerintah akan terus mengintensifkan koordinasi melalui berbagairapat lanjutan guna mematangkan aspek operasional koperasi, termasuk sistem distribusi, tatakelola, serta integrasi dengan ekosistem logistik pangan nasional. Optimisme pun disampaikan bahwa dengan perencanaan yang matang, koperasi desa akan mampu beroperasisecara efektif setelah seluruh fasilitas pendukung selesai dibangun. Pembangunan gerai koperasi tersebut mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun2025 yang secara khusus mengatur percepatan pembangunan fisik, pergudangan, sertakelengkapan fasilitas koperasi. Dalam kebijakan ini, PT Agrinas Pangan Nusantara diberikanmandat untuk melaksanakan pembangunan dengan skema padat karya, sehingga tidak hanyamempercepat realisasi proyek, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Ferry Juliantono juga menyoroti pentingnya penyusunan standar operasional yang jelas untuksetiap unit usaha koperasi, termasuk gerai obat dan layanan klinik. Hal ini dinilai pentinguntuk menjaga kualitas layanan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadapkoperasi sebagai lembaga ekonomi yang profesional dan terpercaya. Di sisi lain, Direktur Utama Agrinas Joao Angelo De Sousa Mota melaporkan perkembanganpembangunan gerai koperasi yang menunjukkan progres signifikan. Hingga saat ini, puluhanribu unit gerai telah dibangun, dengan ribuan di antaranya telah selesai sepenuhnya. Iamenyampaikan optimisme bahwa dalam waktu dekat, jumlah gerai yang rampung akan terusbertambah secara signifikan seiring dengan percepatan pembangunan yang terus dilakukan. Joao Angelo De Sousa Mota juga mengungkapkan bahwa sistem pengelolaan koperasi akanmengadopsi praktik terbaik dari berbagai negara, seperti Spanyol dan Singapura, denganfokus pada digitalisasi dan transparansi. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkanefisiensi operasional sekaligus memastikan akuntabilitas dalam pengelolaan koperasi, sehingga mampu bersaing di era ekonomi modern. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah juga menunjukkan berbagai capaian signifikan dalampembangunan nasional, mulai dari penguatan infrastruktur desa, peningkatan aksespembiayaan bagi pelaku usaha mikro, hingga percepatan digitalisasi layanan publik yang semakin memudahkan masyarakat dalam beraktivitas ekonomi. Keberhasilan tersebutmenjadi modal penting dalam mendukung implementasi program Koperasi Desa Merah Putihagar dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraanmasyarakat. Pada akhirnya, Koperasi Desa Merah Putih bukan sekadar program, melainkan gerakanbersama untuk membangun kemandirian ekonomi desa. Seluruh pihak diharapkan dapatberkontribusi aktif dalam menyukseskan inisiatif ini, sehingga desa tidak hanya menjadiobjek pembangunan, tetapi juga subjek utama yang menentukan arah kemajuan bangsa. Dengan semangat gotong royong dan komitmen yang kuat, koperasi desa diyakini mampumenjadi jalan menuju kesejahteraan yang lebih merata dan berkelanjutan bagi seluruhmasyarakat Indonesia. *) Peneliti Ekonomi Kerakyatan

Read More

Transparansi dan Profesionalisme Jadi KunciKopdes Merah Putih Dongkrak Ekonomi Desa

Oleh: Yusuf Maulana Di tengah dorongan besar pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi dari tingkat paling bawah, kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih muncul sebagai salah satu taruhankebijakan yang paling serius. Program ini tidak hanya dimaksudkan sebagai instrumenekonomi biasa, melainkan sebagai jalan untuk memastikan bahwa perputaran usaha di desatidak terus mengalir keluar, melainkan kembali menjadi sumber kesejahteraan warga. Di sinilah transparansi dan profesionalisme menjadi dua kata kunci yang menentukan apakahKopdes Merah Putih benar-benar mampu menjadi mesin baru Pendapatan Asli Desa atausekadar berhenti sebagai proyek ambisius di atas kertas. Pemerintah kini bergerak cepat mengakselerasi pembangunan dan operasional Kopdes MerahPutih di berbagai daerah. Langkah ini menunjukkan bahwa desa tidak lagi diposisikan hanyasebagai objek pembangunan, melainkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. MenteriDesa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menegaskan bahwa KopdesMerah Putih merupakan program strategis nasional yang patut disukseskan secara bersama-sama. Penegasan itu menggambarkan bahwa pemerintah melihat koperasi desa bukan sekadarpelengkap kebijakan, tetapi sebagai instrumen utama untuk memperkuat ekonomi lokal, termasuk dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa. Menurut Yandri Susanto, skema yang disusun dalam program ini memberi ruang bagi desauntuk memperoleh manfaat langsung dari aktivitas usaha koperasi. Minimal 20 persen darikeuntungan Kopdes akan masuk ke Pendapatan Asli Desa, sebagaimana diatur dalamPermendes PDT Nomor 10 Tahun 2025. Lebih jauh lagi, sisa hasil usaha sepenuhnyadikembalikan kepada masyarakat desa, terutama warga berpendapatan rendah pada desil 1 hingga desil 5. Gagasan ini memberi pesan yang jelas bahwa koperasi dirancang bukan untukmemperkaya segelintir pihak, melainkan untuk menjadi alat distribusi manfaat ekonomi yang lebih adil di level desa. Dari sisi bisnis, Kopdes Merah Putih bertumpu pada model usaha yang cukup realistis, yaknisektor ritel kebutuhan pokok dan penyerapan hasil produksi desa. Model ini relevan dengankebutuhan masyarakat sekaligus memberi ruang bagi produk-produk lokal untuk terserapdalam rantai usaha yang lebih teratur. Bila dikelola dengan baik, koperasi tidak hanya akanmenjadi tempat transaksi ekonomi, tetapi juga simpul yang menghubungkan petani, pelakuUMKM, konsumen, dan pemerintah desa dalam satu ekosistem yang saling menguatkan. Dengan kata lain, koperasi dapat menjadi pusat sirkulasi ekonomi desa yang selama ini seringterfragmentasi. Menteri Koperasi Ferry Juliantono memandang percepatan pembangunan sebagai faktorpenting agar koperasi segera mencapai skala ekonomi yang memadai. Ia menilai bahwa jikaproses pengerjaan di lahan-lahan baru dapat dipercepat, maka progres signifikan bisa terlihatpada September mendatang. Pernyataan Ferry Juliantono menunjukkan bahwa tantanganprogram ini bukan hanya pada aspek gagasan, melainkan pada kecepatan eksekusi dankemampuan mengubah pembangunan fisik menjadi kinerja ekonomi nyata. Sebab, koperasitidak akan menghasilkan dampak berarti hanya dengan berdirinya bangunan, melainkan darikemampuannya beroperasi secara efektif, konsisten, dan dipercaya masyarakat. Pandangan serupa juga terlihat dari penekanan Ferry Juliantono terhadap pentingnyapenguatan sistem distribusi, operasional, serta integrasi logistik pangan. Pemerintah saat inimasih berkonsentrasi pada pematangan ekosistem sebelum seluruh gerai beroperasi penuh. Termasuk di dalamnya memastikan standar layanan pada unit-unit usaha seperti gerai obatdan klinik. Ini menunjukkan bahwa Kopdes Merah Putih tidak dirancang sebagai koperasikonvensional yang bergerak tanpa standar, tetapi sebagai lembaga ekonomi desa yang diharapkan mampu menghadirkan layanan profesional dengan jangkauan luas. Dari perspektif akademis, pengamat sosial dari Universitas Syiah Kuala Banda Aceh FirdausMirza melihat kehadiran koperasi desa sebagai upaya menghidupkan kembali tradisi ekonomikolektif yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat desa. Ia menilai bahwanilai-nilai seperti gotong royong dan solidaritas sosial merupakan modal penting yang dapatdioptimalkan melalui koperasi. Dengan pendekatan yang tepat, koperasi dapat menjadiwadah yang mengubah kekuatan sosial tersebut menjadi aktivitas ekonomi yang produktif. Firdaus Mirza juga menekankan bahwa keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan olehkebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kekuatan modal sosial masyarakat. Kepercayaan, partisipasi aktif, dan rasa memiliki menjadi faktor utama dalam menjaga keberlanjutankoperasi. Tanpa keterlibatan masyarakat, koperasi berisiko kehilangan legitimasi dan gagalmencapai tujuan yang diharapkan. Selama satu tahun terakhir, pemerintah dinilai telah menunjukkan sejumlah capaian dalammendorong pembangunan ekonomi desa, mulai dari percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, hingga penguatan program pemberdayaan masyarakat yang semakin terintegrasi. Berbagai langkah tersebutmemperlihatkan komitmen pemerintah dalam menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhanekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan. Pada akhirnya, Kopdes Merah Putih adalah peluang besar yang tidak boleh disia-siakan. Program ini dapat menjadi tonggak penting bagi kemandirian desa bila dijalankan secarajujur, profesional, dan melibatkan masyarakat sebagai pemilik sesungguhnya. Karena itu, semua pihak, dari pemerintah pusat, pemerintah desa, pengelola koperasi, hingga warga, perlu menjaga semangat transparansi dan partisipasi agar koperasi benar-benar menjadi alatperjuangan ekonomi rakyat. Jika fondasi ini dijaga, maka Kopdes Merah Putih bukan hanyaakan mendongkrak ekonomi desa, tetapi juga mempertegas bahwa masa depan pembangunanIndonesia bertumpu pada desa yang kuat, mandiri, dan sejahtera. *) Praktisi Koperasi dan UMKM

Read More