Gejolak Global Boleh Mengguncang, Fiskal Indonesia Tidak Ikut Limbung

Oleh : Achmad R Perekonomian global saat ini masih dibayangi berbagai ketidakpastian yang muncul dari meningkatnya tensi geopolitik, fluktuasi harga energi, hingga perlambatan pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara besar. Konflik di beberapa kawasan strategis dunia serta dinamika kebijakan moneter negara maju membuat pasar keuangan global bergerak lebih volatil dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Kondisi tersebut tidak…

Read More

Fondasi Ekonomi Indonesia Kokoh di Tengah Dunia yang Bergejolak

Oleh : Nanda Cahyo Putra )* Di tengah dinamika global yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian, banyak negara menghadapi tekanan ekonomi, geopolitik, dan sosial yang tidak ringan. Konflik antarnegara, persaingan penguasaan sumber daya strategis, hingga pergeseran kebijakan moneter global telah menciptakan turbulensi yang memengaruhi stabilitas ekonomi dunia. Namun, di tengah dunia yang bergejolak tersebut, Indonesia masih…

Read More
Fondasi Fiskal Indonesia Masih Kuat dan Terkendali di Tengah Gejolak Geopolitik Global

Fondasi Fiskal Indonesia Masih Kuat dan Terkendali di Tengah Gejolak Geopolitik Global

Jakarta – Pemerintah memastikan bahwa fondasi fiskal Indonesia tetap berada dalam kondisi kuat dan terkendali meskipun dunia saat ini menghadapi berbagai ketidakpastian akibat meningkatnya tensi geopolitik global. Konflik antara sejumlah negara besar, termasuk Amerika Serikat dan Iran, dinilai berpotensi menimbulkan gejolak pada sektor ekonomi global, terutama melalui fluktuasi harga energi, tekanan terhadap pasar keuangan, serta…

Read More
Pemerintah Pastikan Fiskal Tetap Terjaga di Tengah Konflik Global

Pemerintah Pastikan Fiskal Tetap Terjaga di Tengah Konflik Global

Jakarta – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas fiskal nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global akibat berbagai konflik geopolitik yang masih berlangsung. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengatakan fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh di tengah meningkatnya ketidakpastian global, termasuk konflik geopolitik. “Fundamental ekonomi kita masih kuat dan resilient. Pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, inflasi…

Read More

Koperasi Merah Putih Bukti Ekonomi Kerakyatan Bukan Utopia

Oleh: Dewi Hesti*) Di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompetitif, penguatan ekonomiberbasis masyarakat menjadi salah satu strategi penting untuk memastikanpembangunan nasional berjalan secara inklusif dan berkeadilan. Pemerintah Indonesia menempatkan ekonomi kerakyatan sebagai fondasi utama dalam memperkuatkemandirian ekonomi nasional sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalamaktivitas ekonomi produktif. Dalam konteks tersebut, program Koperasi Merah Putih hadir sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran masyarakat sebagai pelakuutama pembangunan ekonomi. Penguatan koperasi menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk membangun sistemekonomi yang tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan, tetapi juga pada pemerataankesejahteraan. Melalui koperasi, masyarakat memiliki ruang yang lebih luas untukberpartisipasi secara kolektif dalam kegiatan ekonomi, mulai dari permodalan, produksi, hingga distribusi. Model ekonomi berbasis kebersamaan ini mampu memperkuat posisipelaku usaha mikro dan kecil sekaligus membuka peluang ekonomi baru di berbagaidaerah. Kehadiran Koperasi Merah Putih menunjukkan bahwa ekonomi kerakyatan memilikipotensi besar untuk berkembang secara nyata dalam sistem perekonomian nasional. Dengan pengelolaan yang profesional serta dukungan kebijakan yang konsisten daripemerintah, koperasi dapat menjadi instrumen strategis dalam memperkuatkemandirian ekonomi masyarakat dari tingkat desa hingga nasional sekaligusmendorong pemerataan kesejahteraan. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa program KoperasiDesa/Kelurahan Merah Putih merupakan implementasi nyata dari konseppembangunan ekonomi yang menempatkan rakyat sebagai pusat kegiatan ekonomi. Program ini diarahkan untuk memperkuat posisi masyarakat sebagai pemilik sekaliguspelaku utama dalam aktivitas ekonomi produktif melalui wadah koperasi yang dikelolasecara kolektif dan profesional. Penguatan koperasi juga dipandang sebagai langkah strategis untuk menghidupkankembali semangat ekonomi nasional yang berlandaskan pada amanat konstitusi. Dalam hal ini, Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 menegaskan bahwa perekonomiandisusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Melalui koperasi, nilai-nilai demokrasi ekonomi dapat diwujudkan secara nyata melalui partisipasimasyarakat dalam kepemilikan dan pengelolaan kegiatan ekonomi. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam prinsip koperasi yang menekankan kebersamaan, partisipasi anggota, serta pengelolaan usaha secara kolektif. Melalui Koperasi Merah Putih, masyarakat dapat menghimpun kekuatan bersama untuk meningkatkankapasitas usaha, memperkuat jaringan distribusi, serta menciptakan nilai tambah dariberbagai produk yang dihasilkan di tingkat lokal. Pola kerja kolektif ini sekaligusmemperkuat posisi pelaku usaha kecil dalam menghadapi dinamika pasar yang semakin berkembang. Komitmen pemerintah dalam memperkuat koperasi juga tercermin dari langkahpercepatan pembangunan kelembagaan serta infrastruktur pendukung di berbagaidaerah. Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Satuan Tugas KoperasiMerah Putih Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan pembangunansekitar 30 ribu bangunan fisik Koperasi Merah Putih dapat diselesaikan dalam waktudekat sebelum memasuki tahap operasional. Pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan mampu menghadirkan pusat-pusataktivitas ekonomi baru di tingkat desa dan kelurahan. Dengan adanya fasilitas yang memadai, koperasi dapat berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, mulai dari pengelolaan produksi, penguatan rantai pasok, hingga pemasaran produk-produk lokal yang memiliki potensi besar untuk berkembang. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat ekonomikerakyatan melalui pendekatan yang terstruktur dan berkelanjutan. Melaluipembangunan jaringan koperasi yang kuat di berbagai daerah, pemerintah berupayamemastikan bahwa masyarakat memiliki akses yang lebih luas terhadap peluangekonomi serta dukungan yang memadai untuk mengembangkan usaha produktif. Selain penguatan kelembagaan dan pembangunan infrastruktur, pemerintah juga mendorong koperasi desa agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa pemerintah siap memberikandukungan bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk memperluas aksespemasaran produk-produk unggulan daerah hingga ke pasar internasional. Melalui dukungan perwakilan dagang Indonesia di berbagai negara serta program business matching, koperasi desa diharapkan dapat membangun jaringan pemasaranyang lebih luas. Langkah ini membuka peluang bagi produk-produk lokal untuk bersaingdi pasar global sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi hasil produksi masyarakat di tingkat desa. Sinergi lintas kementerian dalam penguatan Koperasi Merah Putih menjadi faktorpenting dalam membangun ekosistem ekonomi berbasis masyarakat yang lebih kokoh. Koordinasi kebijakan yang terintegrasi diharapkan mampu memperkuat kapasitaspelaku usaha desa, meningkatkan daya saing produk lokal, serta memperluaskontribusi ekonomi desa terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam jangka panjang, keberadaan Koperasi Merah Putih diharapkan mampumemperkuat fondasi ekonomi nasional melalui pemberdayaan masyarakat di tingkatakar rumput. Dengan pengelolaan yang profesional, transparan, dan akuntabel, koperasi dapat berkembang menjadi lembaga ekonomi yang sehat dan berkelanjutanserta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pengembangankoperasi. Ketika masyarakat terlibat secara langsung dalam kepemilikan dan pengelolaan usaha, maka manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan secaralebih merata….

Read More

Keberanian Negeri Mengoreksi Liberalisme Ekonomi Lewat Koperasi Merah Putih

Oleh : Gavin Asadit )* Di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompetitif dan cenderung liberal, Indonesia mulai menunjukkan langkah korektif dalam mengarahkan kembali pembangunan ekonominya. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah menegaskan pentingnya memperkuat ekonomi kerakyatan sebagai fondasi pembangunan nasional. Salah satu kebijakan yang menjadi simbol dari arah baru tersebut adalah program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program…

Read More
Kopdes Merah Putih, Senjata Ampuh Kembalikan Ekonomi ke Tangan Rakyat

Kopdes Merah Putih, Senjata Ampuh Kembalikan Ekonomi ke Tangan Rakyat

JAKARTA – Pemerintah terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Program ini digagas sebagai upaya strategis untuk mengembalikan peran rakyat sebagai pelaku utama perekonomian sekaligus memperkuat pusat pertumbuhan ekonomi di tingkat desa. Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan keberhasilan program Kopdes Merah Putih akan menjadi penentu masa depan koperasi di Indonesia….

Read More
Kopdes Merah Putih Perkuat Implementasi Pasal 33 di Tingkat Desa

Kopdes Merah Putih Perkuat Implementasi Pasal 33 di Tingkat Desa

Jakarta – Menteri Koperasi, Ferry Juliantono menegaskan bahwa keberhasilan program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih akan menjadi faktor penentu masa depan koperasi di Indonesia sekaligus menjadi langkah konkret dalam memperkuat implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 di tingkat desa. Ferry menegaskan bahwa pemerintah akan berupaya maksimal agar program strategis tersebut dapat berjalan dengan baik. Menurutnya,…

Read More
Beras Petani Indonesia Mulai Dikirim ke Tanah Suci, Swasembada Pangan Naik Kelas

Beras Petani Indonesia Mulai Dikirim ke Tanah Suci, Swasembada Pangan Naik Kelas

Jakarta – Pemerintah melalui Perum Bulog resmi mengekspor sebanyak 2.280 ton beras untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi pada tahun ini. Pengiriman ini menjadi tonggak penting karena beras yang dikirim merupakan hasil panen petani dalam negeri yang telah melalui proses penyerapan dan pengolahan sesuai standar mutu premium. Untuk pertama kalinya, beras petani…

Read More
Jakarta – Pemerintah melalui Perum Bulog resmi mengekspor sebanyak 2.280 ton beras untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi pada tahun ini. Pengiriman ini menjadi tonggak penting karena beras yang dikirim merupakan hasil panen petani dalam negeri yang telah melalui proses penyerapan dan pengolahan sesuai standar mutu premium. Untuk pertama kalinya, beras petani Indonesia secara khusus dipasok bagi konsumsi jemaah di Tanah Suci, menandai bahwa swasembada pangan nasional mulai naik kelas.

Swasembada Pangan Indonesia Naik Kelas Lewat Ekspor Beras Premium

Jakarta – Indonesia memasuki babak baru dalam perjalanan swasembada pangan setelah ekspor beras premium ke Arab Saudi resmi dimulai. Sebanyak 2.280 ton beras premium produksi petani dalam negeri diberangkatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia pada musim haji 2026. Ekspor beras premium tersebut dilepas dari Gudang Perum BULOG Jakarta sebagai bagian dari strategi pemerintah…

Read More