Swasembada Pangan Naik Kelas: Dari Konsumsi Nasional ke Pasar Global

Oleh: Asep Faturahman *) Upaya Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan nasional terus menunjukkan perkembangan signifikan. Pemerintah melalui Perum Bulog resmi memulai pengiriman 2.280 ton beras premium ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah haji Indonesia pada musim haji 2026. Pelepasan ekspor tersebut dilakukan dari gudang Bulog di Kelapa Gading, Jakarta Utara, dan menjadi penanda penting bahwa swasembada…

Read More

Swasembada Pangan sebagai Bukti Kekuatan Agraris Indonesia

Oleh: Dhita Karuniawati )* Indonesia sejak lama dikenal sebagai negara agraris yang memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah serta lahan pertanian yang luas. Kondisi geografis yang didukung oleh iklim tropis membuat Indonesia memiliki potensi besar dalam memproduksi berbagai komoditas pangan. Dalam beberapa tahun terakhir, upaya mewujudkan swasembada pangan kembali menjadi fokus utama pemerintah sebagai bagian dari strategi…

Read More

THR dan Paket Stimulus Ramadan Disiapkan untuk Jaga Stabilitas Ekonomi

Jakarta — Pemerintah resmi mengumumkan kebijakan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan Bonus Hari Raya (BHR) Idulfitri 1447 H/2026 M pada Selasa (03/03/2026) di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta. Kebijakan THR dan BHR ini diproyeksikan menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah meningkatnya aktivitas konsumsi selama Ramadan dan menjelang Lebaran. “Hari…

Read More

Program Stimulus Ramadan Diluncurkan, Dari Diskon Transportasi hingga Subsidi Pupuk

Jakarta – Pemerintah resmi meluncurkan Program Stimulus Ramadan 2026 sebagai langkah strategis menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan stabilitas ekonomi nasional selama bulan suci hingga aLebaran. Kebijakan ini mencakup percepatan pencairan bantuan sosial, diskon tarif transportasi untuk arus mudik, hingga penguatan subsidi pupuk bagi petani. Presiden menegaskan bahwa Ramadan dan Idulfitri bukan hanya momentum keagamaan,…

Read More

Stimulus Terintegrasi Ramadan dan Strategi Ekonomi Musiman

Oleh: Bara Winatha*) Ramadan dan Idulfitri selalu menjadi momentum penting dalam siklus ekonomi nasional. Peningkatan konsumsi rumah tangga, lonjakan mobilitas masyarakat, serta kebutuhan sosial yang lebih tinggi menjadikan periode ini sebagai fase strategis yang memerlukan kebijakan fiskal dan sosial yang terukur. Pemerintah menghadirkan pendekatan yang terintegrasi melalui stimulus fiskal, perlindungan sosial, dan pengaturan mobilitas. Stimulus…

Read More

Stimulus Ekonomi Ramadan sebagai Penggerak Konsumsi Nasional

Oleh : Rivka Mayangsari*) Pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi pada awal 2026 guna menjaga daya belimasyarakat sekaligus mengakselerasi konsumsi domestik, khususnya menjelang Ramadan danIdulfitri. Momentum musiman yang identik dengan lonjakan belanja rumah tangga ini diresponsnegara melalui berbagai instrumen fiskal, mulai dari bantuan pangan, diskon transportasi, hinggapencairan Tunjangan Hari Raya (THR). Langkah ini dirancang tidak hanya untuk meredamtekanan harga, tetapi juga untuk memastikan konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Konsumsi domestik selama ini menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto(PDB). Oleh karena itu, menjaga daya beli masyarakat pada periode dengan mobilitas dankebutuhan yang meningkat merupakan strategi krusial. Direktur Jenderal Strategi Ekonomi danFiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, menegaskan bahwa paket stimulus inimerupakan intervensi fiskal yang terukur dan tepat sasaran. Tujuannya jelas: menjaga daya belimasyarakat sekaligus memperkuat mobilitas ekonomi pada periode Ramadan dan Idulfitri. Salah satu instrumen utama dalam paket stimulus adalah penyaluran Bantuan Pangan kepada35,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Deputi Bidang Ketersediaan dan StabilisasiPangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan bahwa bantuanini menyasar masyarakat Desil 1-4 atau sekitar 40 persen penduduk terbawah berdasarkantingkat kesejahteraan. Dengan demikian, intervensi difokuskan pada kelompok yang paling rentan terhadap kenaikan harga pangan. Setiap keluarga penerima manfaat memperoleh 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng. Bantuan tersebut disalurkan sekaligus untuk dua bulan, yakni Februari dan Maret 2026, sehinggamasyarakat memiliki kepastian pasokan selama Ramadan. Skema penyaluran sekaligus inimemberikan efek psikologis positif berupa rasa tenang, karena kebutuhan pokok keluarga telahtercukupi untuk periode tertentu. Untuk mendukung program ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan anggaransebesar Rp14,09 triliun sebagaimana disampaikan dalam Konferensi Pers APBN Kita pada 26 Februari 2026. Anggaran tersebut menjadi bukti konkret peran APBN sebagai instrumenperlindungan sosial sekaligus pengendali inflasi pangan. Penyaluran bantuan secara masif danterstruktur diharapkan mampu menahan lonjakan permintaan di pasar, sehingga tekanan hargadapat diminimalkan. Dalam pelaksanaannya, Bapanas menugaskan Perum BULOG untuk mendistribusikan bantuanberas dan minyak goreng kepada seluruh penerima manfaat. Sistem pelaporan dilakukan melaluiaplikasi Bantuan Pangan dengan bukti Berita Acara Serah Terima (BAST), foto penerimabergeotagging, serta Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM). Sebelum pembayarandilakukan, APIP Bapanas dan/atau BPKP melakukan reviu guna memastikan akuntabilitas danketepatan sasaran. Pengawasan diperkuat melalui pembentukan Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, danMutu Pangan. Satgas ini melakukan monitoring di tingkat produsen, pedagang, hinggadistributor di seluruh Indonesia. Langkah tegas berupa tindakan atau pencabutan izin usahadiberlakukan bagi pihak yang melanggar ketentuan. Pendekatan ini menunjukkan bahwastimulus ekonomi tidak hanya soal distribusi bantuan, tetapi juga menjaga integritas tata niagapangan nasional. Distribusi yang terencana dengan baik juga melibatkan pemerintah daerah. Bersama BULOG, pemerintah daerah menyusun rencana penyaluran mulai dari persiapan, penjadwalan, hinggapenentuan titik pembagian. Kolaborasi pusat dan daerah menjadi kunci agar bantuan tiba tepatwaktu dan tepat sasaran. Bapanas memastikan stok dan pasokan pangan dalam kondisi amanserta mencukupi di seluruh wilayah Indonesia, khususnya menjelang Lebaran agar tidak terjadikekosongan barang di pasar maupun ritel. Selain memastikan pasokan, pemerintah juga mengajak masyarakat berbelanja secara bijak. Polakonsumsi yang rasional dinilai penting untuk mencegah panic buying dan lonjakan permintaanyang tidak wajar. Kepada pelaku usaha dan pedagang, pemerintah menegaskan agar tidakmengambil keuntungan berlebihan dan tetap mematuhi Harga Acuan maupun Harga EceranTertinggi (HET) yang telah ditetapkan. Stabilitas pangan adalah tanggung jawab bersama antarapemerintah, produsen, pedagang, dan konsumen. Di sisi lain, stimulus Ramadan tidak berhenti pada bantuan pangan. Diskon transportasi untukmendukung arus mudik serta pencairan THR bagi aparatur negara dan pekerja menjadi bagianintegral dari strategi menjaga konsumsi rumah tangga tetap kuat selama kuartal pertama 2026. Kombinasi kebijakan ini dirancang untuk memperkuat perputaran uang di daerah, meningkatkanaktivitas perdagangan, serta menopang sektor jasa dan transportasi. Di tengah ketidakpastian global, penguatan konsumsi domestik menjadi jangkar utama stabilitasekonomi nasional. Ketika pasar eksternal menghadapi tekanan, daya beli dalam negeri menjadibantalan penting. Paket stimulus Ramadan dan Idulfitri 2026 menegaskan bahwa negara hadiruntuk memastikan momentum musiman tidak berubah menjadi tekanan ekonomi, melainkanmenjadi peluang untuk memperkuat pertumbuhan yang inklusif. Melalui intervensi fiskal yang terukur, pengawasan distribusi yang ketat, serta kolaborasi lintassektor, pemerintah menunjukkan komitmennya menjaga stabilitas harga dan daya belimasyarakat. Stimulus ekonomi Ramadan bukan sekadar kebijakan jangka pendek, tetapi strategiterintegrasi untuk menggerakkan konsumsi nasional, menjaga inflasi tetap terkendali, danmemastikan manfaat pertumbuhan dirasakan hingga lapisan masyarakat paling bawah. *) Pemerhati ekonomi

Read More

Bonus Hari Raya Driver Ojol Digulirkan, Kolaborasi Platform dan Pemerintah Diperkuat

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pemerintah bersama perusahaan aplikator transportasi daring memperkuat kolaborasi untuk menyalurkan Bonus Hari Raya (BHR) bagi para pengemudi ojek online (ojol) dan kurir pada Idul Fitri 2026. Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah telah berkoordinasi secara intensif dengan perusahaan aplikator guna membahas mekanisme penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) ojol…

Read More

Bonus Hari Raya Disiapkan untuk Ratusan Ribu Driver Ojol

Jakarta – Pemerintah memastikan pengemudi ojek online (ojol) akan menerima Bonus Hari Raya (BHR) pada Lebaran 2026. Kebijakan ini menjadi bentuk afirmasi negara terhadap kontribusi ratusan ribu mitra pengemudi dalam menopang ekonomi digital nasional. Di tengah dinamika global, langkah tersebut dinilai sebagai terobosan progresif yang memperkuat perlindungan sosial berbasis kemitraan. Pemerintah menegaskan bahwa skema ini…

Read More

Bonus Hari Raya Ojol, Kesejahteraan Bagi Gig Worker

Oleh: Alexander Royce*) Transformasi ekonomi digital Indonesia dalam satu dekade terakhir telah melahirkan jutaanpekerja sektor informal berbasis aplikasi atau gig worker. Di antara mereka, pengemudi ojek online (ojol) menjadi tulang punggung mobilitas dan distribusi barang, terutama di momen-momen krusial seperti Ramadan dan Idulfitri. Tahun ini, kabar mengenai pencairan Bonus Hari Raya (BHR) bagi para pengemudi ojol menjadi angin segar yang tidak hanya berdampak pada kesejahteraan pekerja, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi nasional. Langkah pemerintah memastikan kembali pemberian Bonus Hari Raya bagi pengemuditransportasi daring menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap pekerja sektor informal digital. Kebijakan ini relevan dengan situasi terkini, di mana daya beli masyarakat menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas ekonomi menjelang Lebaran 2026. Dengan lebih dari 850 ribupengemudi yang dipastikan menerima bonus tahun ini, dampaknya tidak bisa dipandang sebelahmata. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, memastikan bahwa para pengemudi ojol kembalimendapatkan Bonus Hari Raya setelah adanya kesepakatan dengan para operator platform digital. Ia menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong terciptanya hubungan kerja yang adildan berkelanjutan di sektor ekonomi digital. Menurutnya, pemberian bonus ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kontribusi para pengemudi dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional, terutamasaat aktivitas ekonomi meningkat tajam menjelang Lebaran. Ia juga menekankan bahwa dialog antara pemerintah dan aplikator menjadi kunci agar kebijakan ini berjalan tanpa menggangguekosistem usaha. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyorotidimensi makroekonomi dari kebijakan ini. Ia menyampaikan bahwa sekitar 850 ribu pengemudiojol dipastikan menerima bonus tahun ini, yang secara langsung akan memperkuat konsumsirumah tangga sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.  Dalam pandangannya, insentif semacam ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan bagian daristrategi menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika global yang masih penuhketidakpastian. Airlangga menilai, keberpihakan pada pekerja informal digital juga menjadi buktibahwa pemerintah adaptif terhadap perubahan struktur ketenagakerjaan di era ekonomi berbasisplatform. Dari sisi pelaku industri, Group CEO & Co-Founder Grab, Anthony Tan, menyampaikan bahwapihaknya mendukung penuh kebijakan pemberian bonus Lebaran bagi mitra pengemudi. Iamenjelaskan bahwa bonus tersebut diberikan dengan mempertimbangkan tingkat keaktifan, kinerja, serta kepatuhan terhadap standar layanan dan keselamatan.  Menurutnya, mitra pengemudi merupakan bagian penting dari ekosistem Grab, sehinggakesejahteraan mereka menjadi prioritas perusahaan. Anthony juga menekankan pentingnyakolaborasi erat antara pemerintah dan platform digital untuk memastikan kebijakan berjalan tepatsasaran sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis. Kebijakan Bonus Hari Raya ini tidak berdiri sendiri. Dalam beberapa waktu terakhir, pemerintahjuga meluncurkan berbagai stimulus ekonomi Ramadan dan Lebaran, mulai dari diskontransportasi, stabilisasi harga bahan pokok, hingga subsidi pupuk untuk mendukung sektorpertanian. Sinergi kebijakan tersebut menunjukkan pendekatan komprehensif: menjaga daya belimasyarakat, mendukung pelaku usaha, dan memastikan distribusi logistik tetap lancar. Bagi para pengemudi ojol, bonus ini memiliki arti yang sangat konkret….

Read More

BHR Ojol dan Arah Baru Perlindungan Pekerja Platform di Indonesia

Oleh: Asep Faturahman)* Kebijakan Bonus Hari Raya (BHR) bagi mitra pengemudi ojek online tidak hanya menjadi kabar baik menjelang Idulfitri, tetapi juga mencerminkan babak baru dalam evolusi perlindungan pekerja platform di Indonesia. Peningkatan nilai BHR, percepatan waktu pencairan, serta penyusunan regulasi khusus pekerja platformmenunjukkan bahwa negara semakin adaptif dalam merespons perubahan lanskap ketenagakerjaan di era digital. Momentum ini sekaligus menegaskan…

Read More