Lebaran sebagai Mesin Penggerak Ekonomi Nasional

Oleh : Muhammad Zaki )* Arus mudik Lebaran 2026 kembali membuktikan kekuatannya sebagai mesin utama yang memutar roda perekonomian Indonesia hingga ke pelosok desa. Fenomena perpindahan manusia dalam skala masif tersebut tidak lagi sekadar ritual pertemuan keluarga, melainkan sebuah instrumen redistribusi kekayaan yang sangat efektif dari pusat ke daerah.  Pergerakan jutaan penduduk secara serentak memicu gelombang…

Read More

Lonjakan Konsumsi Lebaran 2026 Perkuat Daya Tahan Ekonomi Nasional

JAKARTA – Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 H menjadi katalisator utama yang memacu mesin ekonomi domestik melalui lonjakan konsumsi rumah tangga secara masif. Aktivitas belanja masyarakat selama periode tersebut terbukti efektif memperkokoh fundamental ekonomi nasional di tengah tantangan ketidakpastian global yang masih membayangi. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, menegaskan bahwa…

Read More

Lebaran 2026 Hidupkan UMKM, Perputaran Ekonomi Daerah Meningkat

JAKARTA – Momentum Idulfitri 1447 Hijriah memicu lonjakan aktivitas ekonomi lokal secara signifikan di berbagai penjuru daerah. Pergerakan jutaan pemudik tahun ini menjadi angin segar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mengandalkan peningkatan konsumsi rumah tangga untuk memperkuat struktur ekonomi kerakyatan. Anggota MPR RI, Aboe Bakar Alhabsyi, mendorong masyarakat luas agar memprioritaskan…

Read More

Pemerintah Tegaskan Kopdes Merah Putih untukTingkatkan Kesejahteraan Desa

Oleh: Dimas Arya Nugraha Pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong penguatan ekonomi desamelalui pengembangan Koperasi Desa Merah Putih sebagai salah satu program strategisnasional yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat akarrumput. Langkah ini bukan tanpa alasan. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal YandriSusanto menilai bahwa keberadaan Koperasi Desa Merah Putih merupakan solusi konkretdalam memperkuat struktur ekonomi desa yang selama ini masih menghadapi berbagaitantangan, mulai dari keterbatasan akses pasar hingga rendahnya nilai tambah produk lokal. Dalam pandangannya, program ini bukan sekadar inisiatif ekonomi biasa, melainkan bagiandari agenda besar negara yang membutuhkan dukungan lintas sektor dan partisipasi aktifseluruh elemen bangsa. Yandri Susanto menyampaikan bahwa pemerintah menginginkan koperasi desa tidak hanyamenjadi simbol, tetapi benar-benar berfungsi sebagai instrumen ekonomi yang memberikanmanfaat langsung kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa keuntungan yang dihasilkankoperasi akan sepenuhnya kembali ke desa, khususnya untuk kelompok masyarakatberpenghasilan rendah yang berada pada lapisan desil satu hingga lima. Dengan pendekatantersebut, koperasi diharapkan mampu menjadi alat redistribusi ekonomi yang adil danberkelanjutan. Lebih jauh, Yandri Susanto menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan regulasi yang mengatur kontribusi koperasi terhadap Pendapatan Asli Desa. Setidaknya 20 persen darikeuntungan yang diperoleh koperasi akan dialokasikan sebagai PAD, sehingga desa memilikisumber pembiayaan tambahan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Kebijakan ini merupakan turunan dari Peraturan Menteri Desa Nomor 10 Tahun 2025 yang merujuk pada Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, sebagai bentuk keseriusan pemerintahdalam memastikan keberlanjutan program. Yandri Susanto juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap ekosistem ekonomi desadari dominasi ritel modern. Menurutnya, kehadiran ritel besar yang tidak memberikankontribusi signifikan kepada masyarakat setempat berpotensi menggerus perputaran ekonomilokal. Oleh karena itu, pemerintah mendorong adanya pembatasan izin pendirian ritel modern di wilayah desa agar koperasi dapat berkembang secara optimal dan memberikan manfaatyang maksimal bagi masyarakat. Sementara itu, dari sisi implementasi, pemerintah terus mempercepat pembangunaninfrastruktur pendukung Koperasi Desa Merah Putih. Menteri Koperasi Ferry Juliantonomelakukan langkah konkret dengan menjalin koordinasi intensif bersama PT Agrinas PanganNusantara. Dalam pertemuannya dengan Direktur Utama Agrinas Joao Angelo De Sousa Mota di Jakarta, kedua pihak membahas percepatan pembangunan puluhan ribu geraikoperasi yang tersebar di berbagai wilayah. Ferry Juliantono menekankan bahwa sinergi antara Kementerian Koperasi dan Agrinasmenjadi kunci dalam memastikan target pembangunan dapat tercapai tepat waktu. Iamengungkapkan bahwa pemerintah akan terus mengintensifkan koordinasi melalui berbagairapat lanjutan guna mematangkan aspek operasional koperasi, termasuk sistem distribusi, tatakelola, serta integrasi dengan ekosistem logistik pangan nasional. Optimisme pun disampaikan bahwa dengan perencanaan yang matang, koperasi desa akan mampu beroperasisecara efektif setelah seluruh fasilitas pendukung selesai dibangun. Pembangunan gerai koperasi tersebut mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun2025 yang secara khusus mengatur percepatan pembangunan fisik, pergudangan, sertakelengkapan fasilitas koperasi. Dalam kebijakan ini, PT Agrinas Pangan Nusantara diberikanmandat untuk melaksanakan pembangunan dengan skema padat karya, sehingga tidak hanyamempercepat realisasi proyek, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Ferry Juliantono juga menyoroti pentingnya penyusunan standar operasional yang jelas untuksetiap unit usaha koperasi, termasuk gerai obat dan layanan klinik. Hal ini dinilai pentinguntuk menjaga kualitas layanan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadapkoperasi sebagai lembaga ekonomi yang profesional dan terpercaya. Di sisi lain, Direktur Utama Agrinas Joao Angelo De Sousa Mota melaporkan perkembanganpembangunan gerai koperasi yang menunjukkan progres signifikan. Hingga saat ini, puluhanribu unit gerai telah dibangun, dengan ribuan di antaranya telah selesai sepenuhnya. Iamenyampaikan optimisme bahwa dalam waktu dekat, jumlah gerai yang rampung akan terusbertambah secara signifikan seiring dengan percepatan pembangunan yang terus dilakukan. Joao Angelo De Sousa Mota juga mengungkapkan bahwa sistem pengelolaan koperasi akanmengadopsi praktik terbaik dari berbagai negara, seperti Spanyol dan Singapura, denganfokus pada digitalisasi dan transparansi. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkanefisiensi operasional sekaligus memastikan akuntabilitas dalam pengelolaan koperasi, sehingga mampu bersaing di era ekonomi modern. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah juga menunjukkan berbagai capaian signifikan dalampembangunan nasional, mulai dari penguatan infrastruktur desa, peningkatan aksespembiayaan bagi pelaku usaha mikro, hingga percepatan digitalisasi layanan publik yang semakin memudahkan masyarakat dalam beraktivitas ekonomi. Keberhasilan tersebutmenjadi modal penting dalam mendukung implementasi program Koperasi Desa Merah Putihagar dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraanmasyarakat. Pada akhirnya, Koperasi Desa Merah Putih bukan sekadar program, melainkan gerakanbersama untuk membangun kemandirian ekonomi desa. Seluruh pihak diharapkan dapatberkontribusi aktif dalam menyukseskan inisiatif ini, sehingga desa tidak hanya menjadiobjek pembangunan, tetapi juga subjek utama yang menentukan arah kemajuan bangsa. Dengan semangat gotong royong dan komitmen yang kuat, koperasi desa diyakini mampumenjadi jalan menuju kesejahteraan yang lebih merata dan berkelanjutan bagi seluruhmasyarakat Indonesia. *) Peneliti Ekonomi Kerakyatan

Read More

Transparansi dan Profesionalisme Jadi KunciKopdes Merah Putih Dongkrak Ekonomi Desa

Oleh: Yusuf Maulana Di tengah dorongan besar pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi dari tingkat paling bawah, kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih muncul sebagai salah satu taruhankebijakan yang paling serius. Program ini tidak hanya dimaksudkan sebagai instrumenekonomi biasa, melainkan sebagai jalan untuk memastikan bahwa perputaran usaha di desatidak terus mengalir keluar, melainkan kembali menjadi sumber kesejahteraan warga. Di sinilah transparansi dan profesionalisme menjadi dua kata kunci yang menentukan apakahKopdes Merah Putih benar-benar mampu menjadi mesin baru Pendapatan Asli Desa atausekadar berhenti sebagai proyek ambisius di atas kertas. Pemerintah kini bergerak cepat mengakselerasi pembangunan dan operasional Kopdes MerahPutih di berbagai daerah. Langkah ini menunjukkan bahwa desa tidak lagi diposisikan hanyasebagai objek pembangunan, melainkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. MenteriDesa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menegaskan bahwa KopdesMerah Putih merupakan program strategis nasional yang patut disukseskan secara bersama-sama. Penegasan itu menggambarkan bahwa pemerintah melihat koperasi desa bukan sekadarpelengkap kebijakan, tetapi sebagai instrumen utama untuk memperkuat ekonomi lokal, termasuk dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa. Menurut Yandri Susanto, skema yang disusun dalam program ini memberi ruang bagi desauntuk memperoleh manfaat langsung dari aktivitas usaha koperasi. Minimal 20 persen darikeuntungan Kopdes akan masuk ke Pendapatan Asli Desa, sebagaimana diatur dalamPermendes PDT Nomor 10 Tahun 2025. Lebih jauh lagi, sisa hasil usaha sepenuhnyadikembalikan kepada masyarakat desa, terutama warga berpendapatan rendah pada desil 1 hingga desil 5. Gagasan ini memberi pesan yang jelas bahwa koperasi dirancang bukan untukmemperkaya segelintir pihak, melainkan untuk menjadi alat distribusi manfaat ekonomi yang lebih adil di level desa. Dari sisi bisnis, Kopdes Merah Putih bertumpu pada model usaha yang cukup realistis, yaknisektor ritel kebutuhan pokok dan penyerapan hasil produksi desa. Model ini relevan dengankebutuhan masyarakat sekaligus memberi ruang bagi produk-produk lokal untuk terserapdalam rantai usaha yang lebih teratur. Bila dikelola dengan baik, koperasi tidak hanya akanmenjadi tempat transaksi ekonomi, tetapi juga simpul yang menghubungkan petani, pelakuUMKM, konsumen, dan pemerintah desa dalam satu ekosistem yang saling menguatkan. Dengan kata lain, koperasi dapat menjadi pusat sirkulasi ekonomi desa yang selama ini seringterfragmentasi. Menteri Koperasi Ferry Juliantono memandang percepatan pembangunan sebagai faktorpenting agar koperasi segera mencapai skala ekonomi yang memadai. Ia menilai bahwa jikaproses pengerjaan di lahan-lahan baru dapat dipercepat, maka progres signifikan bisa terlihatpada September mendatang. Pernyataan Ferry Juliantono menunjukkan bahwa tantanganprogram ini bukan hanya pada aspek gagasan, melainkan pada kecepatan eksekusi dankemampuan mengubah pembangunan fisik menjadi kinerja ekonomi nyata. Sebab, koperasitidak akan menghasilkan dampak berarti hanya dengan berdirinya bangunan, melainkan darikemampuannya beroperasi secara efektif, konsisten, dan dipercaya masyarakat. Pandangan serupa juga terlihat dari penekanan Ferry Juliantono terhadap pentingnyapenguatan sistem distribusi, operasional, serta integrasi logistik pangan. Pemerintah saat inimasih berkonsentrasi pada pematangan ekosistem sebelum seluruh gerai beroperasi penuh. Termasuk di dalamnya memastikan standar layanan pada unit-unit usaha seperti gerai obatdan klinik. Ini menunjukkan bahwa Kopdes Merah Putih tidak dirancang sebagai koperasikonvensional yang bergerak tanpa standar, tetapi sebagai lembaga ekonomi desa yang diharapkan mampu menghadirkan layanan profesional dengan jangkauan luas. Dari perspektif akademis, pengamat sosial dari Universitas Syiah Kuala Banda Aceh FirdausMirza melihat kehadiran koperasi desa sebagai upaya menghidupkan kembali tradisi ekonomikolektif yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat desa. Ia menilai bahwanilai-nilai seperti gotong royong dan solidaritas sosial merupakan modal penting yang dapatdioptimalkan melalui koperasi. Dengan pendekatan yang tepat, koperasi dapat menjadiwadah yang mengubah kekuatan sosial tersebut menjadi aktivitas ekonomi yang produktif. Firdaus Mirza juga menekankan bahwa keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan olehkebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kekuatan modal sosial masyarakat. Kepercayaan, partisipasi aktif, dan rasa memiliki menjadi faktor utama dalam menjaga keberlanjutankoperasi. Tanpa keterlibatan masyarakat, koperasi berisiko kehilangan legitimasi dan gagalmencapai tujuan yang diharapkan. Selama satu tahun terakhir, pemerintah dinilai telah menunjukkan sejumlah capaian dalammendorong pembangunan ekonomi desa, mulai dari percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, hingga penguatan program pemberdayaan masyarakat yang semakin terintegrasi. Berbagai langkah tersebutmemperlihatkan komitmen pemerintah dalam menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhanekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan. Pada akhirnya, Kopdes Merah Putih adalah peluang besar yang tidak boleh disia-siakan. Program ini dapat menjadi tonggak penting bagi kemandirian desa bila dijalankan secarajujur, profesional, dan melibatkan masyarakat sebagai pemilik sesungguhnya. Karena itu, semua pihak, dari pemerintah pusat, pemerintah desa, pengelola koperasi, hingga warga, perlu menjaga semangat transparansi dan partisipasi agar koperasi benar-benar menjadi alatperjuangan ekonomi rakyat. Jika fondasi ini dijaga, maka Kopdes Merah Putih bukan hanyaakan mendongkrak ekonomi desa, tetapi juga mempertegas bahwa masa depan pembangunanIndonesia bertumpu pada desa yang kuat, mandiri, dan sejahtera. *) Praktisi Koperasi dan UMKM

Read More

Komoditas Perkebunan Didorong Naik Kelas lewat Hilirisasi

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat strategi hilirisasi sebagai langkah konkret untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan nasional. Upaya ini dinilai menjadi kunci dalam mendorong daya saing produk Indonesia di pasar global sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika perekonomian dunia yang masih berfluktuasi. Dalam beberapa waktu terakhir, sektor perkebunan menunjukkan tren positif, baik dari…

Read More

Pemerintah Genjot Hilirisasi Komoditas Perkebunan Strategis

Jakarta – Pemerintah terus mempercepat upaya hilirisasi komoditas perkebunan strategis sebagai langkah konkret untuk meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri sekaligus memperkuat perekonomian pekebun. Adapun upaya percepatan oleh Kementan yakni melalui penyiapan lahan, identifikasi Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL), serta koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan. Program hilirisasi difokuskan pada tujuh…

Read More

Pemerintah Percepat Hilirisasi untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Oleh: Okky Setiawan Pemerintah terus memperkuat strategi hilirisasi sebagai salah satu motor penggerakpertumbuhan ekonomi nasional. Langkah ini tidak hanya difokuskan pada sektor industribesar, tetapi juga menyentuh sektor pertanian dan riset nasional agar menghasilkan nilaitambah yang lebih tinggi bagi perekonomian. Melalui berbagai kebijakan terintegrasi yang melibatkan kementerian, pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga pelaku industri, hilirisasi diharapkan mampu memperkuat struktur ekonomi Indonesia sekaligusmeningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani dan pekebun di berbagaidaerah. Upaya percepatan hilirisasi terlihat jelas pada subsektor perkebunan yang menjadi salah satupenopang penting perekonomian nasional. Pemerintah melalui Kementerian Pertanianmendorong pengembangan komoditas perkebunan agar tidak lagi bergantung pada eksporbahan mentah, melainkan berkembang menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomilebih tinggi. Kebijakan ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya saingkomoditas nasional sekaligus memperluas peluang usaha di daerah sentra perkebunan. Sejumlah komoditas strategis menjadi fokus utama pengembangan, antara lain tebu, kopi, kakao, kelapa, lada, pala, serta jambu mete yang dinilai memiliki potensi besar untukmeningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat lokal. Program hilirisasi tersebut juga didukung dengan alokasi anggaran yang cukup besar. Pemerintah menyiapkan dana sekitar Rp9,5 triliun untuk mendukung pengembangan tujuhkomoditas perkebunan strategis dengan target perluasan hingga 870.000 hektare kebun rakyatpada periode 2025 hingga 2027. Melalui program tersebut, pemerintah berharap tidak hanyaterjadi peningkatan produksi komoditas, tetapi juga tercipta ekosistem ekonomi baru di daerah pedesaan. Kehadiran industri pengolahan di sekitar wilayah perkebunan diharapkanmampu mendorong terciptanya lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan petani, sertamemperkuat ekonomi lokal secara berkelanjutan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai bahwa hilirisasi merupakan langkahpenting agar komoditas perkebunan Indonesia tidak lagi hanya dipasarkan dalam bentukbahan mentah. Menurutnya, pemerintah terus mendorong agar hasil perkebunan dapat diolahmenjadi produk bernilai tambah tinggi sehingga memberikan keuntungan lebih besar bagipara pekebun sekaligus memperkuat perekonomian nasional. Ia juga menegaskan bahwapemerintah berupaya memastikan kesiapan berbagai aspek pendukung, mulai dari kesiapanlahan, kelompok tani, hingga pembangunan ekosistem industri pengolahan agar program hilirisasi dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Langkah percepatan hilirisasi tersebut juga diikuti dengan berbagai upaya teknis di lapangan. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Abdul Roni Angkatmenjelaskan bahwa pemerintah melakukan pemetaan potensi lahan serta verifikasi langsungdi berbagai daerah untuk memastikan kesiapan program. Proses identifikasi Calon Petani danCalon Lahan atau CPCL menjadi bagian penting dalam perencanaan agar pengembangankomoditas dapat dilakukan secara tepat sasaran. Selain itu, koordinasi intensif juga dilakukandengan pemerintah daerah, kelompok pekebun, serta berbagai pemangku kepentingan lainnyaagar implementasi program dapat berjalan optimal. Selain sektor perkebunan, pemerintah juga mempercepat hilirisasi di bidang riset nasionalagar berbagai hasil penelitian tidak berhenti pada tahap publikasi akademik semata. Pemerintah melihat bahwa banyak hasil riset yang memiliki potensi besar untukdikembangkan menjadi teknologi maupun produk inovatif yang bernilai ekonomi tinggi. Olehkarena itu, berbagai kebijakan mulai diarahkan untuk memperkuat kolaborasi antara duniaakademik dan sektor industri agar hasil penelitian dapat dimanfaatkan secara nyata dalamkegiatan produksi. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menilai bahwa kolaborasimenjadi kunci utama dalam mempercepat hilirisasi riset di Indonesia. Ia menekankanpentingnya kerja sama antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, serta sektorindustri agar hasil penelitian dapat berkembang menjadi inovasi yang memberi manfaatlangsung bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, pendekatan kolaboratif tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkecilkesenjangan antara hasil penelitian akademik dengan kebutuhan riil dunia industri. Melalui berbagai program riset prioritas nasional, pemerintah berupaya mempercepat proses transformasi hasil penelitian menjadi produk dan teknologi yang dapat dimanfaatkan olehsektor industri. Program tersebut menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, peneliti, serta pelaku usaha agar inovasi yang dihasilkan dapat langsung menjawab kebutuhanpasar. Selain itu, pemerintah juga mendorong terbentuknya kemitraan langsung antaraperguruan tinggi dan industri sehingga kebutuhan teknologi dari sektor produksi dapatditindaklanjuti melalui penelitian kolaboratif. Sepanjang satu tahun terakhir, sejumlah kebijakan pemerintah juga mulai menunjukkan hasilyang positif. Program penguatan sektor pertanian, peningkatan investasi di sektor hilirisasi, serta pengembangan ekosistem riset nasional menjadi bagian dari langkah strategis yang memperkuat fondasi ekonomi Indonesia. Pemerintah dinilai berhasil menjaga stabilitasekonomi sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap potensi ekonomi nasional. Berbagai inisiatif pembangunan infrastruktur, penguatan industri pengolahan, sertapeningkatan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta juga menjadi bukti komitmenpemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis nilai tambah. Dengan berbagai langkah tersebut, hilirisasi tidak lagi sekadar menjadi wacana kebijakan, melainkan telah berkembang menjadi strategi pembangunan ekonomi yang konkret. Jikadijalankan secara konsisten dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, hilirisasi diyakinimampu memperkuat daya saing nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagimasyarakat di berbagai daerah. Oleh karena itu, dukungan dari dunia usaha, kalanganakademisi, serta masyarakat luas menjadi faktor penting agar transformasi ekonomi berbasishilirisasi dapat berjalan optimal dan membawa Indonesia menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan. *) Jurnalis Ekonomi dan Pertanian

Read More

Pemerintah Perkuat Hilirisasi untuk Maksimalkan Potensi Sumber Daya

Oleh: Ahmad Prasetyo Upaya memperkuat hilirisasi terus menjadi fokus pemerintah dalam mengoptimalkanpemanfaatan sumber daya alam nasional, khususnya di sektor pertanian dan peternakan. Strategi ini dinilai sebagai langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditasdalam negeri sekaligus memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama petani danpeternak. Dengan membangun sistem industri yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, pemerintah menargetkan peningkatan kesejahteraan pelaku usaha di sektor pertanian sertamemperkuat kontribusi sektor tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah memandang bahwa selama ini sebagian besar komoditas pertanian Indonesia masih dijual dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai ekonominya belum maksimal. Karena itu, transformasi menuju pengolahan produk bernilai tambah menjadi agenda strategisyang terus didorong. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa hilirisasimerupakan kunci untuk memperkuat ekonomi nasional. Ia menilai Indonesia tidak boleh lagibergantung pada ekspor bahan mentah dan harus mulai mengembangkan produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Menurut Andi Amran Sulaiman, hilirisasi akanmeningkatkan nilai tambah komoditas, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuatdevisa negara. Ia juga menekankan bahwa petani harus menjadi bagian utama dalam rantainilai industri agar manfaat ekonomi dari kebijakan ini dapat dirasakan langsung oleh merekasebagai produsen utama. Menurut Andi Amran Sulaiman, hilirisasi akan mengubah pola pengelolaan komoditaspertanian di Indonesia. Jika sebelumnya hasil pertanian lebih banyak dijual dalam bentukmentah, maka melalui hilirisasi komoditas tersebut akan diolah menjadi berbagai produkturunan yang memiliki nilai jual lebih tinggi di pasar domestik maupun global. Dengandemikian, potensi ekonomi yang dihasilkan tidak hanya dinikmati oleh industri besar, tetapijuga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha di daerah. Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Hilirisasi Produk Pertanian Ito Hediarto menilai bahwa penguatan hilirisasi merupakan bagian dari visi pembangunannasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Ito Hediartomenjelaskan bahwa hilirisasi merupakan strategi penting untuk memperkuat kemandirianekonomi nasional melalui pengembangan industri berbasis sumber daya dalam negeri. Iamenyebutkan bahwa pemerintah mendorong berbagai kebijakan untuk meningkatkanpengolahan komoditas di dalam negeri, memperluas investasi sektor pertanian, sertamemperkuat kapasitas industri pengolahan hasil pertanian. Upaya hilirisasi juga diterapkan pada sektor peternakan. Kementerian Pertanian saat inimengawal pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi di Provinsi Gorontalo sebagai langkahuntuk memperkuat peran peternak rakyat dalam industri peternakan nasional. Program inidirancang untuk menciptakan sistem produksi yang lebih efisien sekaligus memberikankepastian usaha bagi para peternak. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan HewanKementerian Pertanian Agung Suganda menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmenmemastikan program tersebut dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagipeternak rakyat. Agung Suganda menjelaskan bahwa program hilirisasi ayam terintegrasimerupakan bagian dari upaya negara untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligusmeningkatkan kesejahteraan peternak. Menurut Agung Suganda, pengembangan industri ayam terintegrasi dilakukan melaluipembangunan sistem produksi yang menyeluruh mulai dari penyediaan bahan baku pakan, pembibitan, budidaya hingga pengolahan produk. Dengan sistem yang terintegrasi, rantaipasok industri peternakan diharapkan menjadi lebih efisien sekaligus memperkuat posisipeternak lokal dalam ekosistem industri yang lebih modern dan berkelanjutan. Integrasitersebut juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing usaha peternakan rakyat sertamemberikan kepastian pasar bagi para peternak. Disisi lain, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyatakan bahwa dukungan pemerintahpusat menjadi faktor penting dalam mempercepat pembangunan sektor pertanian danpeternakan di daerah. Gusnar Ismail menilai Gorontalo memiliki potensi besar untukmengembangkan industri ayam terintegrasi, terutama karena ketersediaan bahan baku pakanyang melimpah. Ia menjelaskan bahwa produksi jagung Gorontalo yang mencapai sekitar 1,5 juta ton per tahun dapat menjadi sumber bahan baku pakan yang sangat potensial dalammendukung pengembangan hilirisasi ayam. Selain itu, Gusnar Ismail optimistis bahwa program tersebut akan memberikan dampakpositif terhadap perekonomian daerah. Ia meyakini pengembangan industri peternakanterintegrasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka peluang usaha barubagi masyarakat, termasuk para peternak lokal. Dengan sistem industri yang lebih terstruktur, para peternak diharapkan dapat memperoleh kepastian pasar serta peningkatan pendapatan. Selama satu tahun terakhir, berbagai langkah pemerintah dalam memperkuat sektor pertanianmulai menunjukkan hasil positif. Produksi sejumlah komoditas strategis mengalamipeningkatan, modernisasi pertanian semakin meluas, dan program hilirisasi mulai berjalan di berbagai daerah sebagai bagian dari transformasi ekonomi berbasis sumber daya alam. Berbagai kebijakan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjadikan sektorpertanian tidak hanya sebagai penopang ketahanan pangan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi nasional yang mampu menciptakan lapangan kerja serta meningkatkankesejahteraan masyarakat. Pada akhirnya, penguatan hilirisasi menjadi langkah strategis untuk memastikan potensisumber daya alam Indonesia dapat dimanfaatkan secara optimal. Dengan sinergi antarapemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, hilirisasi diharapkan mampu menciptakan nilaitambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraanpetani dan peternak di berbagai daerah. Ke depan, konsistensi pelaksanaan kebijakan sertadukungan semua pihak akan menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya dikenal sebagaipemasok bahan mentah, tetapi juga sebagai negara penghasil produk bernilai tambah tinggiyang berdaya saing di pasar global. *) Pengamat Ekonomi Pertanian dan Industri Pangan

Read More

Stimulus Lebaran Bawa Dampak Nyata bagi Peningkatan Daya Beli

JAKARTA – Perputaran uang selama periode mudik Lebaran 2026 menunjukkan dampak signifikan terhadap peningkatan daya beli masyarakat. Nilainya diperkirakan menembus hingga Rp161 triliun dan sebagian besar beredar di daerah tujuan mudik, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di berbagai wilayah. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, menjelaskan bahwa tingginya angka tersebut sejalan…

Read More