MBG sebagai Penggerak Ekosistem Pertanian Nasional

Oleh: Bara Winatha*) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya dipandang sebagai kebijakan pemenuhan gizi bagi masyarakat, tetapi juga telah berkembang menjadi penggerak baru bagi ekosistem pertanian nasional. Kehadiran program ini mendorong peningkatan permintaan hasil pertanian, memperluas pasar bagi petani, mempercepat modernisasi sektor pangan, sekaligus membuka ruang keterlibatan generasi muda dalam dunia pertanian berbasis teknologi. MBG…

Read More

Presiden Prabowo Dorong Ekonomi Biru lewat Penguatan Kampung Nelayan

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi biru sebagai strategi besar pembangunan nasional yang berpihak kepada masyarakat pesisir dan nelayan. Melalui pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), pemerintah mendorong lahirnya kawasan pesisir yang modern, produktif, dan mandiri sebagai bagian dari transformasi ekonomi nasional berbasis kelautan. Dalam sejumlah kesempatan terbaru, Presiden Prabowo…

Read More

Kampung Nelayan Merah Putih Jadi Bagian Strategi Ekonomi Biru Prabowo

Jakarta — Pemerintah terus memperkuat pembangunan sektor kelautan dan perikanan melalui program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai bagian dari strategi ekonomi biru nasional. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, memperkuat ketahanan pangan laut, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi maritim yang berkelanjutan. Pengembangan KNMP menjadi langkah konkret pemerintah dalam menata kawasan pesisir agar lebih…

Read More

Kampung Nelayan sebagai Fondasi Ekonomi Laut Berkelanjutan

Oleh: Segara Budi Wijaya)* Indonesia selama puluhan tahun dikenal sebagai negara maritim terbesar di dunia, namun ironi yang kerap muncul adalah masyarakat pesisir dan nelayan belumsepenuhnya menikmati manfaat besar dari kekayaan laut nasional. Karena itu, langkah pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untukmemperkuat sektor kelautan melalui program Kampung Nelayan Merah Putih(KNMP) layak dipandang sebagai upaya strategis membangun fondasi ekonomi lautberkelanjutan berbasis kesejahteraan rakyat. Kunjungan Presiden Prabowo ke Kampung Nelayan Merah Putih di Leato Selatan, Kota Gorontalo, pada 9 Mei 2026 menjadi simbol kuat bahwa pembangunan pesisirkini ditempatkan sebagai agenda utama pembangunan nasional. Dalam kesempatantersebut, Presiden menegaskan bahwa konsep ekonomi biru atau blue ocean economy akan menjadi arah besar pembangunan sektor kelautan Indonesia. Presiden Prabowo juga menekankan bahwa pemerintah akan melakukanpengembangan sektor perikanan dan kelautan secara besar-besaran melaluipendekatan ekonomi biru. Dalam pandangannya, sektor kelautan harus menjadisalah satu mesin utama pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuatposisi Indonesia sebagai negara maritim yang mandiri dan berdaulat. Komitmen pemerintah semakin terlihat melalui rencana pembangunan 1.582 kapalikan yang nantinya dikelola melalui koperasi nelayan. Kebijakan tersebutmenunjukkan adanya transformasi pendekatan negara terhadap sektor perikanan. Selama ini, banyak nelayan Indonesia menghadapi keterbatasan armada, aksespembiayaan, hingga lemahnya rantai distribusi hasil tangkapan.  Akibatnya, nilai ekonomi laut nasional justru lebih banyak dinikmati pihak luar ataupemain besar yang memiliki modal kuat. Melalui koperasi nelayan, pemerintahsedang membangun model ekonomi kolektif agar nelayan kecil memiliki aksesterhadap alat produksi, penguatan posisi tawar, serta jaminan keberlanjutan usaha. Kepala Negara juga menegaskan bahwa para nelayan harus menjadi pelaku utamadalam pemanfaatan sumber daya laut nasional. Pemerintah ingin memastikanbahwa kekayaan laut Indonesia dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untukkesejahteraan rakyat, bukan didominasi pihak asing. Dalam konteks tersebut, penguatan kampung nelayan menjadi bagian penting dari upaya besar pemerintahmembangun kemandirian ekonomi nasional. Dalam konteks ini, Kampung Nelayan Merah Putih bukan sekadar proyekinfrastruktur pesisir. Program tersebut merupakan desain besar untuk menciptakanpusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pantai. Fasilitas seperti pabrik es, cold storage, docking kapal, shelter pendaratan ikan, hingga kios perbekalanmenunjukkan bahwa pemerintah mulai membangun ekosistem industri perikanandari hulu hingga hilir. Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan KNMP Tahap I dan II, TrianYunanda, menyampaikan bahwa pembangunan tahap pertama KNMP di 65 lokasitelah selesai 100 persen pada akhir April 2026. Menurutnya, pemerintah kini fokusmemastikan seluruh fasilitas dapat segera beroperasi optimal agar benar-benarmampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat nelayan. Ia juga menegaskanbahwa Satuan Tugas Operasionalisasi KNMP dibentuk untuk memastikanpengelolaan kawasan berjalan secara efektif, sistematis, dan berkelanjutan sesuaitujuan pembangunan program tersebut. Keberadaan fasilitas penyimpanan modern memungkinkan ikan hasil tangkapantetap berkualitas tinggi sehingga memiliki nilai jual lebih baik. Dengan demikian, nelayan tidak lagi bergantung pada tengkulak atau menjual ikan dengan hargamurah karena keterbatasan penyimpanan. Langkah ini juga sejalan dengan visipeningkatan ekspor produk perikanan nasional yang selama ini masih menghadapitantangan standar mutu dan efisiensi distribusi. Apa yang dilakukan pemerintah juga relevan dengan situasi global saat ini. Duniatengah menghadapi ancaman krisis pangan, perubahan iklim, dan ketidakpastianekonomi internasional. Dalam kondisi tersebut, sektor kelautan menjadi salah satusumber ketahanan ekonomi yang sangat potensial bagi Indonesia.  Negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia ini memiliki sumber daya ikanmelimpah, jalur perdagangan strategis, serta jutaan tenaga kerja di sektor pesisir. Karena itu, penguatan kampung nelayan sesungguhnya adalah investasi jangkapanjang untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga stabilitasekonomi daerah. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukkan bahwa sebanyak 65 Kampung Nelayan Merah Putih tahap pertama telah selesai dibangun hingga April 2026. Ini merupakan langkah awal yang signifikan untuk membangun pusat ekonomibaru berbasis kelautan di berbagai wilayah Indonesia. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwapemerintah tidak hanya membangun fasilitas fisik, tetapi juga melakukanpendampingan keterampilan, penyuluhan, hingga dukungan pembiayaan modal melalui BLU LPMUKP KKP. Pendekatan ini penting agar masyarakat nelayan tidakhanya menjadi penerima bantuan, tetapi mampu menjadi pelaku utama ekonomipesisir yang mandiri dan profesional. Di sisi lain, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih juga memiliki dampaksosial yang besar. Kawasan pesisir selama ini identik dengan kemiskinan struktural, akses pendidikan terbatas, serta kerentanan ekonomi akibat cuaca dan fluktuasihasil tangkapan. Dengan modernisasi kawasan nelayan, pemerintah sedangmembangun harapan baru bahwa generasi muda pesisir dapat melihat sektorperikanan sebagai profesi yang menjanjikan dan bermartabat. Pada akhirnya, membangun kampung nelayan berarti membangun masa depanIndonesia sebagai negara maritim sejati. Laut bukan hanya ruang geografis, melainkan sumber kehidupan, kesejahteraan, dan kedaulatan bangsa. Ketikanelayan semakin sejahtera, maka fondasi ekonomi laut berkelanjutan Indonesia akan semakin kokoh. )*Penulis Merupakan Pengamat Ekonomi Maritim

Read More

Kampung Nelayan dan Arah Baru Ekonomi Biru Indonesia

*) Oleh : Pandu Pratama Indonesia dikenal sebagai negara maritim dengan garis pantai yang sangat panjang dan kekayaan laut yang melimpah. Namun di balik potensi besar tersebut, kehidupan sebagian masyarakat pesisir masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kemiskinan, keterbatasan infrastruktur, hingga perubahan iklim yang memengaruhi hasil tangkapan ikan. Kampung nelayan menjadi wajah nyata kehidupan masyarakat pesisir yang…

Read More

Penguatan Ketahanan Pangan Jadi Fokus Kerja Bersama

Oleh: Naufal Prasetya Penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu fokus utama pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi tantangan global yang terus berkembang. Stabilitas pasokan pangan, kelancaran distribusi, hingga kemampuan menjaga kualitas bahan pangan dinilai sangat penting untuk menjaga daya tahan ekonomi nasional. Karena itu, kerja sama lintas sektor antara pemerintah, BUMD, dan pelaku usaha dianggap…

Read More

Ketahanan Pangan Dapat Dicapai melaluiSinergi yang Berkelanjutan

Oleh: Ardyan Maheswara Ketahanan pangan menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subiantodalam upaya memperkuat kemandirian bangsa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakatdesa. Pemerintah memandang sektor pangan bukan hanya berkaitan dengan ketersediaan bahanpokok, tetapi juga menyangkut nasib jutaan petani, nelayan, dan peternak yang selama inimenjadi penopang ekonomi daerah. Karena itu, penguatan sektor pertanian, perikanan, danpeternakan terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor, pemanfaatan teknologi, sertapembenahan distribusi pangan nasional.  Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Presiden Prabowo sejaklama memberi perhatian besar terhadap agenda swasembada pangan. Menurutnya, swasembadabukan hanya soal memastikan stok pangan aman, tetapi juga menjadi jalan untuk meningkatkanpendapatan masyarakat desa yang bekerja di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Iamenyebut sekitar 30 sampai 40 persen masyarakat desa masih bergantung pada sektor tersebutsehingga penguatan pangan akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat. Zulkifli Hasan menilai persoalan pangan di Indonesia tidak hanya terletak pada produksi, melainkan juga tingginya biaya distribusi. Ia mencontohkan biaya distribusi beras di Thailand yang jauh lebih rendah dibandingkan Indonesia. Kondisi itu dinilai terjadi akibat rantai distribusiyang panjang dan kebijakan yang belum efisien. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintahmenyiapkan sejumlah regulasi termasuk Peraturan Presiden guna memangkas biaya distribusi, memperpendek rantai pasok, dan membuat harga pangan lebih stabil serta terjangkau. Pemerintah juga terus mendorong pemanfaatan lahan produktif di berbagai daerah. PresidenPrabowo disebut mengarahkan agar setiap desa memiliki pusat ekonomi produktif dan tidak adalahan yang dibiarkan kosong. Penguatan teknologi pertanian menjadi bagian penting dalamstrategi tersebut dengan melibatkan perguruan tinggi, lembaga riset, alumni Institut PertanianBogor, serta BRIN. Kolaborasi itu diharapkan mampu mempercepat modernisasi pertaniannasional sehingga produktivitas pangan dapat meningkat secara berkelanjutan. Perhatian pemerintah turut diarahkan kepada sektor nelayan yang selama ini dinilai memilikiposisi tawar lemah di pasar. Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa nelayan sering harus menjualhasil tangkapan dengan cepat sebelum rusak sehingga harga jual menjadi tidak optimal. Untukmembantu nelayan, pemerintah menyiapkan pembangunan kampung nelayan dan memperkuatperan Koperasi Desa Merah Putih sebagai pembeli hasil tangkapan ketika pasar tidak mampumenyerap produksi. Koperasi Desa Merah Putih juga diproyeksikan menjadi pusat ekonomi desa yang mendukungberbagai program pemerintah, termasuk penyediaan kebutuhan Satuan Pelayanan PemenuhanGizi dan Program Makan Bergizi Gratis. Kehadiran koperasi tersebut diharapkan mampumembuat distribusi bantuan pemerintah menjadi lebih cepat, ringkas, dan tepat sasaran hingga ketingkat desa. Ketua Umum terpilih Himpunan Alumni IPB Fauzi Amro menyatakan pihaknya siapmendukung penguatan rantai pasok pangan nasional melalui jaringan alumni yang tersebar di berbagai daerah. Dukungan itu akan difokuskan pada pembangunan model distribusi panganyang lebih efektif, khususnya untuk memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis. Keterlibatan dunia akademik dan alumni perguruan tinggi dinilai menjadi bagian penting dalammemperkuat ketahanan pangan nasional. Di daerah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga memperkuat langkah kolaboratif gunamendukung target swasembada pangan nasional 2026. Salah satu fokus utama adalahpengembangan komoditas jagung melalui program Gerakan Tanam Jagung Hibrida. Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menyebut program tersebut menjadi langkahnyata dalam memperkuat ketahanan pangan mulai dari desa hingga tingkat nasional. Menurut Krisantus Kurniawan, program itu sejalan dengan visi pemerintahan Presiden PrabowoSubianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui Astacita yang menekankanpentingnya kemandirian bangsa melalui ketahanan pangan, energi, dan ekonomi hijau. Ia jugamenilai penguatan sektor pertanian sejalan dengan visi pembangunan Kalimantan Barat yang ingin menciptakan daerah yang sejahtera, adil, dan berwawasan lingkungan. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, Kalimantan Barat mencatat luas panen jagungmencapai 34.503 hektare dengan produksi sebesar 179.246 ton pipilan kering. Capaian itumenunjukkan potensi besar daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional. KabupatenBengkayang disebut memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra pengembangan jagung di Kalimantan Barat. Krisantus juga mengajak pemerintah kabupaten dan kota, kelompok tani, serta unsur TNI danPolri untuk aktif mendukung program optimalisasi lahan pertanian. Menurutnya, lahan yang belum produktif perlu dimanfaatkan menjadi sumber pangan baru yang mampu memperkuatekonomi masyarakat dan menopang ketahanan pangan nasional. Dalam setahun terakhir, pemerintah dinilai mulai menunjukkan langkah nyata dalammemperkuat fondasi ketahanan pangan nasional. Berbagai program seperti penguatan koperasidesa, percepatan distribusi pupuk, pembangunan infrastruktur pertanian, hingga peningkatanproduksi komoditas strategis menjadi bagian dari upaya tersebut. Pemerintah ingin memastikanketahanan pangan tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar memberi dampak terhadapkesejahteraan masyarakat. Ketahanan pangan pada akhirnya hanya dapat dicapai melalui sinergi yang berkelanjutan antarapemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, petani, nelayan, aparat keamanan, danmasyarakat luas. Dengan semangat gotong royong serta inovasi yang terus dikembangkan, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mewujudkan swasembada pangan sekaligusmenciptakan kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh rakyat. *) Peneliti Sosial dan Ekonomi Kerakyatan

Read More

Ketahanan Pangan Diperkuat lewat Kerja Sama Lintas Sektor dan Regional

JAKARTA — Pemerintah terus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui kerja sama lintas sektor dan regional sebagai langkah strategis menghadapi dinamika global yang semakin kompleks. Di tengah meningkatnya tekanan geopolitik internasional dan gangguan rantai pasok dunia, Indonesia dinilai berhasil menjaga stabilitas pangan nasional sekaligus memperkuat posisi kawasan ASEAN dalam menjaga ketahanan pangan bersama. Presiden Prabowo Subianto…

Read More

Pemerintah Tekankan Pentingnya Sinergi Wujudkan Ketahanan Pangan

Jakarta – Pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui kerja sama lintas sektor. Langkah tersebut dilakukan dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga riset, hingga badan usaha milik daerah guna mendukung target swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa program…

Read More

Digitalisasi Koperasi dan Perluasan Akses Pasar Desa

Oleh: Dhita Karuniawati )* Transformasi digital tidak lagi menjadi pilihan tambahan bagi koperasi desa, melainkan kebutuhan mendesak untuk mempertahankan daya saing ekonomi rakyat di tengah perubahan pola perdagangan dan konsumsi masyarakat. Di Indonesia, percepatan digitalisasi koperasi kini mulai diarahkan secara lebih serius melalui penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diproyeksikan menjadi motor baru ekonomi…

Read More