Lebih dari 100 Investor Minati Proyek PSEL yang Didukung Danantara

Jakarta – Pemerintah terus mengakselerasi pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi terintegrasi untuk mengatasi krisis sampah nasional dan memperkuat ketahanan energi. Dukungan terhadap proyek tersebut semakin kuat setelah lebih dari 100 investor dalam dan luar negeri menyatakan minat untuk terlibat dalam pengembangan proyek PSEL yang didukung oleh Danantara Indonesia. Tingginya minat…

Read More

Danantara, PSEL, dan Masa Depan Pengelolaan Sampah Indonesia

*) Oleh: Citra Ningrum Oktavia Pemerintah tengah menghadapi salah satu tantangan paling mendesak dalampembangunan nasional, yakni darurat sampah perkotaan yang selama bertahun-tahun berjalan tanpa penyelesaian menyeluruh. Timbunan sampah yang terusmeningkat tidak lagi sekadar persoalan kebersihan lingkungan, melainkan telahmenjadi ancaman serius bagi kesehatan publik, kualitas ekosistem, hingga ketahananenergi nasional. Di tengah situasi tersebut, langkah pemerintah menggandengDanantara Indonesia untuk mempercepat pembangunan fasilitas PengolahanSampah menjadi Energi Listrik (PSEL) merupakan keputusan strategis yang menunjukkan keberanian negara keluar dari pola lama pengelolaan sampah yang stagnan. Penandatanganan nota kesepahaman pembangunan PSEL di enam lokasibersama 13 pemerintah daerah menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak lagi bekerjadengan pendekatan parsial, tetapi mulai membangun sistem pengelolaan sampahyang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang. Lebih jauh, penerbitan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentangpercepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrikmemperlihatkan adanya keseriusan politik pemerintah dalam membenahi tata kelolasampah nasional. Menko Pangan, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa regulasitersebut telah mendorong langkah konkret pemerintah pusat dan daerah untukbergerak lebih cepat dalam pembangunan PSEL. Target pembangunan sedikitnya 25 lokasi PSEL dalam dua hingga tiga tahun ke depan bukan hanya ambisi administratif, melainkan kebutuhan nyata untuk mengatasi kedaruratan sampah di puluhankabupaten dan kota. Selama ini, banyak proyek pengolahan sampah tersendat akibatbirokrasi panjang, lemahnya koordinasi antarlembaga, dan ketidakjelasan pembagiankewenangan. Karena itu, penyederhanaan prosedur serta pembagian peran yang jelas antara pemerintah, Danantara, dan pihak-pihak terkait menjadi fondasi pentingagar proyek strategis ini tidak kembali terjebak pada pola lamban yang merugikanmasyarakat. Selain itu, keterlibatan Danantara Indonesia memberi dimensi baru dalampembiayaan dan tata kelola proyek infrastruktur lingkungan di Indonesia. Selama ini, pengelolaan sampah kerap dipandang sebagai sektor yang minim nilai ekonomisehingga tidak menarik bagi investor besar. Padahal, di berbagai negara maju, pengolahan sampah telah berkembang menjadi industri energi hijau yang bernilaitinggi dan berkelanjutan. Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrirmenyatakan bahwa PT Danantara Investment Management bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara akan ikut berpartisipasi dalam seluruh proyek PSEL tersebut. Pernyataan itu menunjukkan bahwa negara mulai menempatkan pengelolaan sampahsebagai sektor investasi strategis yang memiliki dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan sekaligus. Di sisi lain, kebutuhan investasi sebesar US$ 5 miliar atau sekitar Rp 86,5 triliun untuk33 proyek PSEL menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur pengelolaansampah memang membutuhkan keberanian finansial dan kepastian kebijakan. Namun angka tersebut tidak semestinya dipandang sebagai beban semata. Investasibesar dalam sektor lingkungan justru akan menghasilkan manfaat ekonomi jangkapanjang melalui penciptaan energi bersih, pengurangan biaya kesehatan akibatpencemaran, serta pembukaan lapangan kerja baru di sektor hijau. Pandu Sjahrir juga menekankan bahwa proyek ini tidak sepenuhnya dibiayai Danantara, melainkanmenggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Skema tersebut penting karena memungkinkan keterlibatan swasta secara sehat tanpamengurangi kendali negara terhadap arah pembangunan nasional. Kemudian, tingginya minat investor terhadap proyek PSEL menjadi indikator bahwaIndonesia mulai dipandang serius dalam transisi menuju ekonomi hijau. Lebih dari 100 investor disebut telah mendaftar untuk ikut mengembangkan proyek pengolahansampah menjadi energi listrik di berbagai daerah. Antusiasme tersebut mencerminkanmeningkatnya kepercayaan terhadap stabilitas kebijakan pemerintah sekaligusprospek besar sektor energi berbasis lingkungan di Indonesia. Pemerintah berhasilmengubah paradigma pengelolaan sampah dari sekadar urusan pembuanganmenjadi instrumen pembangunan ekonomi berkelanjutan. Dalam konteks global, langkah ini juga menempatkan Indonesia semakin dekat dengan agenda pengurangan emisi karbon dan transisi energi bersih yang kini menjadi perhatiandunia internasional. Sementara itu, dukungan dari kalangan akademisi memperkuat legitimasi kebijakanpemerintah dalam pembangunan PSEL. Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah menilai langkah pemerintah bersama Danantarasangat tepat dan strategis untuk menjawab persoalan sampah perkotaan yang selamaini belum tertangani optimal. Penilaian tersebut relevan mengingat sebagian besarkota di Indonesia masih bertumpu pada sistem tempat pembuangan akhir yang kapasitasnya semakin terbatas. Banyak daerah mengalami krisis lahan pembuangan, sementara volume sampah terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan urbanisasi. Tanpa perubahan pendekatan secara fundamental, Indonesia akan terusmenghadapi ledakan persoalan lingkungan yang semakin kompleks pada masa mendatang. Tidak dapat dipungkiri, pembangunan PSEL juga memiliki dampak psikologis pentingdalam membangun optimisme publik terhadap kemampuan negara menyelesaikanpersoalan kronis. Selama bertahun-tahun, masyarakat menyaksikan gunungansampah menjadi simbol lemahnya tata kelola perkotaan. Kini, pemerintahmenunjukkan bahwa masalah tersebut dapat diubah menjadi peluang melaluipemanfaatan teknologi dan kolaborasi investasi. PSEL bukan hanya tentangmembakar sampah menjadi listrik, melainkan tentang membangun ekosistem baruyang menempatkan lingkungan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan ekonominasional. Pendekatan ini sekaligus membuktikan bahwa pembangunan modern tidakharus bertentangan dengan prinsip keberlanjutan lingkungan. Percepatan pembangunan PSEL menjadi momentum penting bagi masa depanpengelolaan sampah Indonesia. Kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Danantara Indonesia menunjukkan bahwa penyelesaian masalah sampahmembutuhkan sinergi lintas sektor yang kuat dan konsisten. Langkah tersebut bukanhanya bertujuan mengurangi timbunan sampah perkotaan yang semakinmengkhawatirkan, tetapi juga menghadirkan energi bersih yang bermanfaat bagimasyarakat luas. Dengan arah kebijakan yang semakin jelas,…

Read More

Membaca Arah Kebijakan Danantara melalui Pengembangan PSEL

Oleh: Bara Winatha*) Persoalan sampah perkotaan telah berkembang menjadi tantangan nasional yang membutuhkan langkah cepat, terintegrasi, dan berkelanjutan. Di banyak wilayah, kapasitas tempat pembuangan akhir tidak lagi memadai sehingga menimbulkan persoalan lingkungan, kesehatan, hingga sosial. Pemerintah mulai mengarahkan pendekatan baru melalui pengembangan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai bagian dari strategi nasional penanganan sampah sekaligus transisi…

Read More

Presiden Prabowo Perkuat Ketahanan Pangan lewat Hilirisasi Ayam Terintegrasi

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto terus memperkuat agenda ketahanan pangan nasional melalui percepatan hilirisasi sektor peternakan, salah satunya melalui pengembangan Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT). Program ini diarahkan untuk meningkatkan ketersediaan protein hewani dalam negeri. Langkah strategis tersebut dibahas dalam Forum Group Discussion (FGD) yang digelar di Jakarta dengan melibatkan pemerintah, akademisi, badan riset, serta…

Read More

Ketahanan Pangan Diperkuat melalui Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi Nasional

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional melalui pengembangan proyek ayam terintegrasi nasional yang kini menjadi salah satu strategi utama dalam memperkuat swasembada protein hewani, meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat, sekaligus memperluas kapasitas ekspor unggas Indonesia. Langkah ini dinilai sejalan dengan visi pemerintahan Presiden dalam membangun kemandirian pangan nasional berbasis hilirisasi dan penguatan ekonomi…

Read More

Strategi Menjaga Kebutuhan Protein Nasional, dan Masa Depan Ketahanan Pangan Indonesia

Oleh: Adnan Ramdani )* Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, ketidakpastian ekonomi dunia, hingga ancaman krisis pangan, Indonesia membutuhkan strategi yang kuat dan berkelanjutan dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Selama ini, pembahasan mengenai ketahanan pangan sering kali terfokus pada komoditas beras sebagai makanan pokok utama masyarakat. Padahal, ketahanan pangan modern…

Read More

Hilirisasi Ayam sebagai Pilar Baru Ketahanan Pangan Indonesia

Oleh: Dhita Karuniawati )* Ketahanan pangan nasional tidak lagi dapat hanya bertumpu pada komoditas beras. Dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan masyarakat terhadap protein hewani terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, perubahan pola konsumsi, dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gizi. Di tengah tantangan global berupa gangguan rantai pasok pangan, fluktuasi harga bahan baku, hingga ancaman krisis pangan dunia,…

Read More

Program MBG Berhasil Serap Hasil Produksi Petani Lokal

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah dinilai mulai memberikan dampak nyata terhadap sektor pertanian nasional. Program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut disebut berhasil menyerap hasil produksi petani lokal dan menciptakan kepastian pasar bagi jutaan petani di berbagai daerah. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa program…

Read More

MBG Serap Hasil Pertanian hingga Perkuat Ekonomi Desa

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai mampu menjadi penggerak utama penyerapan hasil pertanian nasional sekaligus memperkuat ekonomi desa. Program tersebut kini menjadi pasar bagi hasil produksi petani sehingga memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat di daerah. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa MBG telah menjadi offtaker hasil produksi sekitar 165 juta…

Read More

Program MBG dan Efek Berganda bagi Sektor Pertanian

Oleh : Silvia Ambarita )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin menunjukkan peran strategisnya sebagai salah satu instrumen pembangunan nasional yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap sektor pertanian dan perekonomian desa. Kehadiran program yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut telah membuka ruang baru bagi penguatan rantai…

Read More