Indonesia ASRI, Langkah Baru Penanganan Sampah Nasional

Oleh: Yusufandi Idris Salim)* Indonesia, dengan dinamika sosial dan pertumbuhan yang terus melaju, beradapada momentum strategis untuk memperkuat tata kelola lingkungan yang berkelanjutan. Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 menegaskan komitmen kuatpemerintah dalam mengoptimalkan pengelolaan sampah secara terpadu dan berorientasi solusi. Pengelolaan sampah diposisikan sebagai bagian penting dariagenda pembangunan nasional yang mendukung kualitas hidup masyarakat, memperindah ruang publik, serta meningkatkan daya tarik pariwisata Indonesia. Melalui kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah, kebijakan ini diarahkanuntuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berdaya saing, sekaligusmencerminkan keseriusan negara dalam membangun Indonesia yang hijau dan berkelanjutan. Sebagai bagian dari solusi, Presiden Prabowo meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), sebuah gerakan nasional yang bertujuanmenciptakan lingkungan yang bersih, tertata, dan asri di seluruh penjuru Indonesia. Gerakan ini bukan sekadar jargon semata, tetapi merupakan aksi nyata yang harusdidukung oleh seluruh elemen masyarakat, baik di tingkat pusat, daerah, maupunsektor swasta. Dalam taklimatnya di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Presiden menyatakan bahwa program ini mengedepankankolaborasi lintas sektor, dari kementerian hingga pemerintah daerah, dengan tujuanagar seluruh lapisan masyarakat bisa terlibat aktif. Presiden Prabowo tidak hanya berbicara tentang pentingnya kebersihan, tetapi juga mengungkapkan proyeksi yang mengkhawatirkan terkait dengan kapasitas TempatPembuangan Akhir (TPA) sampah. Menurut Presiden, hampir semua TPA di Indonesia diperkirakan akan mengalami overcapacity pada tahun 2028, atau bahkanlebih cepat jika tidak ada langkah-langkah signifikan yang dilakukan segera. Oleh karena itu, Gerakan Indonesia ASRI bukan hanya sekadar inisiatif sosial, melainkanjuga suatu bentuk keharusan agar Indonesia tidak terperangkap dalam krisissampah yang kian mendesak. Dalam menghadapi persoalan ini, pemerintah tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah konvensional. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalahpembangunan 34 proyek waste to energy (PSEL) di 34 kota besar di Indonesia. Proyek ini bertujuan untuk mengubah sampah menjadi sumber energi terbarukanyang dapat dimanfaatkan, sekaligus mengurangi tumpukan sampah di TPA. Hal inisejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 yang mengatur tentangpenanganan sampah perkotaan melalui teknologi ramah lingkungan. Dengan skemaini, sampah tidak hanya dikelola, tetapi juga diubah menjadi energi yang bermanfaatbagi masyarakat. Selain itu, langkah-langkah taktis lainnya juga diperkenalkan, seperti proyek“gentengisasi” yang bertujuan untuk memperindah lingkungan permukiman. Penggunaan atap seng yang dominan di banyak kawasan permukiman dinilai tidakhanya mengurangi estetika, tetapi juga meningkatkan suhu di sekitarnya. Denganmenggantinya dengan bahan yang lebih ramah lingkungan dan estetis, Indonesia diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang tidak hanya bersih tetapi juga nyaman dan sejuk untuk ditinggali. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, turut mendukung penuh Gerakan Indonesia ASRI dengan mengingatkan seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerahuntuk konsisten dalam penanganan sampah. Menurut Menteri Hanif, pengelolaansampah merupakan tanggung jawab bersama, baik oleh pemerintah daerah, masyarakat, maupun sektor swasta. Salah satu tantangan besar yang dihadapiadalah penanganan sampah perkotaan yang terus meningkat, seperti yang terjadi di Kota Tangerang…

Read More

Gerakan Indonesia ASRI dan Harapan Baru Tata Kelola Lingkungan

Oleh : Muhammad Iqbal )* Gerakan Indonesia ASRI yang diluncurkan pemerintah menjadi penanda penting bahwa tata kelola lingkungan hidup kembali ditempatkan sebagai prioritas strategis nasional. Di tengah tantangan perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan peningkatan volume sampah, Indonesia membutuhkan pendekatan baru yang tidak hanya administratif, tetapi juga kultural dan moral. Peluncuran gerakan ini menunjukkan adanya kesadaran…

Read More

Presiden Inisiasi Gerakan Indonesia ASRI untuk Penanganan Sampah dan Penataan Lingkungan

Bogor – Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai inisiatif nasional untuk mendukung penanganan sampah dan penataan lingkungan. Gagasan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dalam arahannya, Presiden menjelaskan bahwa Gerakan Indonesia ASRI…

Read More
Presiden Siapkan Gerakan Indonesia ASRI untuk Atasi Persoalan Sampah

Presiden Siapkan Gerakan Indonesia ASRI untuk Atasi Persoalan Sampah

Jakarta — Presiden Republik Indonesia menegaskan komitmen kuat pemerintah terhadap pelestarian lingkungan melalui rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI, singkatan dari aman, sehat, resik, dan indah. Penegasan tersebut disampaikan Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026. Dalam forum tersebut, Presiden menekankan bahwa persoalan sampah nasional harus ditangani…

Read More
Taklimat Presiden Prabowo Tegaskan Arah Kepemimpinan Indonesia di Tengah Gejolak Global

Taklimat Presiden Prabowo Tegaskan Arah Kepemimpinan Indonesia di Tengah Gejolak Global

Oleh: Citra Indriani Putri Presiden Prabowo Subianto membuka Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 dengan pesan kepemimpinan yang lugas, tegas, dan berorientasi pada kepentingan strategis bangsa.  Forum yang digelar di Sentul International Convention Center, Bogor, tersebut bukan sekadar agenda tahunan birokrasi, melainkan ruang konsolidasi arah kepemimpinan nasional di tengah situasi global yang kian bergejolak…

Read More
Taklimat Presiden Prabowo Jadi Kompas Kepemimpinan Nasional

Taklimat Presiden Prabowo Jadi Kompas Kepemimpinan Nasional

Oleh: Ayu Safira Lestari Taklimat Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 menandai penegasan arah kepemimpinan nasional yang menuntut keselarasan, keberanian, dan disiplin eksekusi.  Forum yang digelar di Sentul International Convention Center, Bogor, tersebut tidak sekadar agenda rutin tahunan, melainkan ruang konsolidasi strategis untuk memastikan seluruh lapisan pemerintahan bergerak dalam…

Read More
Taklimat Presiden Prabowo Bangkitkan Kesadaran Geopolitik BangsaIndonesia

Taklimat Presiden Prabowo Bangkitkan Kesadaran Geopolitik BangsaIndonesia

Oleh: Aini Puteri Lestari* Taklimat Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional PemerintahPusat dan Daerah 2026 di Sentul menjadi penanda penting bagaimana negaramemandang dinamika global yang kian tidak pasti. Di tengah eskalasi konflikgeopolitik, rivalitas kekuatan besar, serta meningkatnya ancaman penggunaansenjata pemusnah massal, Presiden secara terbuka mengingatkan bahwa duniasedang berada pada fase rawan yang tidak bisa dipandang enteng. Kekhawatiranakan potensi pecahnya Perang Dunia Ketiga, termasuk skenario penggunaan senjatanuklir, bukan dimaksudkan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai ajakan agar seluruh elemen bangsa memahami realitas global secara jujur dan rasional. Dalam pandangan Presiden, perang nuklir tidak akan mengenal batas negara. Bahkan negara yang tidak terlibat langsung dalam konflik akan tetap menanggungdampak ekologis dan kemanusiaan yang luar biasa. Kontaminasi radioaktif, terganggunya rantai pangan laut, hingga kemungkinan terjadinya nuclear winter yang menutup sinar matahari dalam jangka panjang merupakan konsekuensi yang telah dibahas secara serius di tingkat internasional. Pernyataan ini menunjukkanbahwa kepemimpinan nasional tidak menutup mata terhadap kajian ilmiah dandiskursus global, sekaligus menegaskan bahwa perlindungan rakyat harusdidasarkan pada pemahaman menyeluruh terhadap ancaman nyata, bukan sekadarasumsi idealistik. Kesadaran akan ancaman global tersebut kemudian diletakkan Presiden dalamkerangka besar politik luar negeri Indonesia. Prabowo menegaskan kembalikomitmen Indonesia pada prinsip bebas aktif yang dijalankan secara konsisten sejakera pendiri bangsa. Dalam konteks dunia yang semakin terpolarisasi, pilihan untuktidak memihak pada blok kekuatan mana pun bukanlah sikap pasif, melainkanstrategi aktif untuk menjaga kedaulatan, fleksibilitas diplomasi, dan kepentingannasional jangka panjang. Presiden memandang bahwa keterlibatan dalam paktamiliter atau aliansi eksklusif justru berpotensi menyeret Indonesia ke konflik yang tidak sejalan dengan kepentingan rakyat. Namun, sikap non-blok juga mengandung konsekuensi strategis. Presiden secarajujur mengakui bahwa dengan posisi tersebut, Indonesia tidak dapat bergantungpada bantuan pihak lain apabila menghadapi ancaman langsung. Karena itu, gagasan berdikari kembali ditegaskan sebagai fondasi utama. Prinsip berdiri di ataskaki sendiri, sebagaimana diwariskan oleh Bung Karno, diterjemahkan dalam kontekskekinian sebagai keharusan memperkuat pertahanan, ketahanan ekonomi, ketahanan pangan, dan ketahanan energi secara simultan. Kemandirian bukanlahpilihan ideologis semata, melainkan kebutuhan praktis di tengah dunia yang semakinkeras dan transaksional. Taklimat tersebut juga memuat kritik tajam terhadap praktik standar ganda negara-negara besar. Presiden menyoroti ironi ketika nilai-nilai demokrasi, hak asasimanusia, supremasi hukum, dan perlindungan lingkungan hidup yang kerapdikhotbahkan justru dilanggar oleh para pengajarnya sendiri. Dalam berbagai konflikglobal, pelanggaran kemanusiaan terjadi secara terbuka, sementara sebagian besarkekuatan dunia memilih diam atau bersikap selektif. Bagi Presiden, realitas ini harusmenjadi pelajaran penting bagi Indonesia agar tidak naif dalam membaca petakekuasaan global. Pernyataan Presiden tentang sejarah panjang intervensi dan penjajahan jugamenjadi pengingat bahwa kedaulatan tidak pernah diberikan secara cuma-cuma. Bangsa yang melupakan sejarah berisiko mengulangi kesalahan yang sama, terjebakdalam ketergantungan, dan kehilangan kemampuan untuk menentukan nasibnyasendiri. Oleh karena itu, kewaspadaan strategis harus menjadi sikap kolektif para pemimpin, baik di tingkat pusat maupun daerah. Pemahaman terhadap dinamikaglobal tidak boleh berhenti di Jakarta, tetapi harus menjadi kesadaran bersamadalam perencanaan pembangunan nasional. Dalam konteks ini, Presiden menegaskan bahwa sikap rasional dan realistis adalahkunci. Keinginan untuk hidup damai harus dibarengi dengan kesiapan menghadapikemungkinan terburuk. Bukan karena Indonesia berniat mengancam pihak mana pun, melainkan karena sejarah dan realitas menunjukkan bahwa negara dengankekayaan sumber daya alam yang besar dan posisi geopolitik strategis selalumenjadi sasaran gangguan. Indonesia sebagai negara kepulauan dengan potensiekonomi, energi, dan pangan yang melimpah harus mampu melindungi dirinya agar kekayaan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kemakmuranrakyat. Taklimat Presiden Prabowo pada akhirnya memperlihatkan arah kepemimpinan yang mengedepankan kewaspadaan tanpa paranoia, kemandirian tanpa isolasi, sertaidealisme yang dibumikan dalam realitas geopolitik. Pesan ini relevan tidak hanyabagi aparat pemerintahan, tetapi juga bagi masyarakat luas agar memahami bahwastabilitas, pembangunan, dan kesejahteraan tidak dapat dipisahkan dari kemampuannegara membaca dan merespons dinamika global. Di tengah dunia yang semakintidak pasti, pilihan untuk bersikap waspada, mandiri, dan konsisten pada jati diribangsa menjadi fondasi utama dalam menjaga masa depan Indonesia. Taklimat Presiden Prabowo Subianto dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 pada hakikatnya merupakan penegasan arah kepemimpinan nasional yang tegas, jujur, dan berpijak pada realitas geopolitik global. Presiden tidak menutupmata terhadap ancaman yang berkembang di dunia, mulai dari konflik bersenjatahingga potensi perang nuklir, namun juga tidak terjebak pada narasi ketakutan. Sikap ini mencerminkan kepemimpinan yang mengedepankan kewaspadaanstrategis, keberanian mengambil sikap, serta kemampuan membaca situasi global secara rasional demi melindungi kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia. *Penulis merupakan Pengamat Hubungan Internasional

Read More
Taklimat Presiden Prabowo Meneguhkan Indonesia sebagai Bangsa Besar yang Tangguh dalam Keberagaman

Taklimat Presiden Prabowo Meneguhkan Indonesia sebagai Bangsa Besar yang Tangguh dalam Keberagaman

Oleh: Dewi Anggina Lestari* Taklimat Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul menjadi penegasan penting mengenai jati diri Indonesia sebagaibangsa besar yang lahir, tumbuh, dan bertahan di atas kemajemukan. Di hadapan hampirseluruh unsur pemerintahan pusat dan daerah, Presiden tidak sekadar menyampaikan arahanteknokratis, tetapi menghadirkan refleksi strategis tentang posisi Indonesia di mata dunia serta tanggung jawab moral para pemimpin dalam menjaga persatuan nasional. Pandanganbahwa Indonesia kerap disebut sebagai “bangsa yang mustahil” oleh pihak luar justrudijadikan Presiden sebagai cermin untuk memperkuat rasa percaya diri nasional dan mempertegas bahwa persatuan Indonesia bukan kebetulan sejarah, melainkan hasil kesadarankolektif yang terus dirawat. Penilaian dunia internasional terhadap Indonesia sebagai negara yang sulit dibayangkankeberlangsungannya sesungguhnya berangkat dari logika konvensional tentang negara-bangsa. Dengan ratusan kelompok etnis, ragam ras, agama besar, serta bahasa daerah yang sangat banyak, Indonesia sering dipersepsikan rawan terfragmentasi. Namun, Presidenmenekankan bahwa realitas tersebut tidak melemahkan Indonesia. Sebaliknya, keberagamanitulah yang menjadi fondasi kekuatan nasional ketika dikelola dengan kepemimpinan yang adil dan visi kebangsaan yang jelas. Dalam konteks ini, taklimat Presiden dapat dibacasebagai peneguhan bahwa kebinekaan bukan sekadar slogan, melainkan modal strategispembangunan nasional. Pesan Presiden menjadi relevan di tengah tantangan global yang semakin kompleks, mulaidari rivalitas geopolitik, krisis ekonomi, hingga disrupsi sosial akibat perubahan teknologidan iklim. Di tengah tekanan tersebut, Indonesia tetap berdiri sebagai negara kesatuan yang relatif stabil. Presiden memandang stabilitas ini tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang otomatis, melainkan hasil kerja keras dan tanggung jawab berkelanjutan dari seluruhpenyelenggara negara, khususnya para kepala daerah yang berada di garis terdepan pelayananpublik. Oleh karena itu, Rakornas 2026 ditempatkan sebagai momentum menyatukan visi dan persepsi agar seluruh jajaran pemerintahan bergerak dalam irama yang sama. Dalam arahannya, Presiden menaruh perhatian besar pada karakter kepemimpinan. Ia mengingatkan bahwa rakyat Indonesia pada dasarnya menginginkan kehidupan yang tenang, harmonis, dan adil. Harapan tersebut hanya dapat dipenuhi apabila pemimpin menjalankanamanah dengan kejujuran dan keberpihakan pada kepentingan umum. Presiden menegaskanbahwa kepemimpinan yang berorientasi pada kepentingan pribadi atau kelompok sempittidak memiliki tempat dalam tata kelola pemerintahan yang sehat. Pesan ini menjadi koreksisekaligus penguatan etika politik bagi para kepala daerah agar tidak terjebak pada praktikkekuasaan yang menjauh dari rakyat. Pernyataan Presiden tersebut sejalan dengan penjelasan Menteri Sekretaris Negara PrasetyoHadi yang menekankan bahwa Rakornas 2026 dihadiri secara lengkap oleh seluruh kepaladaerah dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah. Kehadiran yang hampir menyeluruhini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun koordinasi nasional yang solid. Prasetyo menyampaikan bahwa pertemuan ini diharapkan mampu menyatukan langkah, visi, dan persepsi antara pusat dan daerah, sekaligus menjadi ruang evaluasi terhadap program-program yang belum optimal pada tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo. Dalam kerangka itu, komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang baik dan pemberantasankorupsi ditegaskan sebagai agenda utama. Taklimat Presiden juga mengandung pesan kewaspadaan. Para pemimpin daerah diingatkanagar tidak bersikap lugu dalam menghadapi dinamika politik, ekonomi, dan sosial yang terusberubah. Kewaspadaan ini bukan berarti kecurigaan berlebihan, melainkan kemampuanmembaca situasi, memahami kepentingan strategis, dan mengambil keputusan yang tepatdemi kepentingan rakyat. Dalam pandangan Presiden, pemimpin yang memahami realitaslapangan dan konteks global akan lebih mampu menjaga stabilitas daerahnya sekaligusberkontribusi pada kekuatan nasional. Apresiasi Presiden kepada Menteri Dalam Negeri atas penyelenggaraan Rakornas turutmemperlihatkan dimensi emosional kepemimpinan. Presiden menyampaikan keyakinannyabahwa semangat yang lahir dari ketulusan para penyelenggara pemerintahan merupakanjaminan bagi masa depan bangsa. Pernyataan ini mengandung pesan optimisme yang kuat, bahwa keberhasilan pembangunan tidak semata ditentukan oleh kebijakan dan anggaran, tetapi juga oleh integritas dan niat baik para pelaksananya. Optimisme tersebut penting untukmembangun kepercayaan diri birokrasi di tengah tuntutan publik yang semakin tinggi. Secara keseluruhan, taklimat Presiden Prabowo dalam Rakornas 2026 dapat dibaca sebagaiseruan moral dan politik untuk memperkuat persatuan, memperbaiki kualitas kepemimpinan, dan meneguhkan komitmen terhadap kepentingan rakyat. Dengan menjadikan persepsi dunia internasional tentang Indonesia sebagai “bangsa yang mustahil” sebagai pemantik refleksi, Presiden justru mengajak seluruh elemen pemerintahan membuktikan bahwa Indonesia adalah bangsa yang mampu melampaui keraguan tersebut. Persatuan dalam keberagaman, kepemimpinan yang adil dan jujur, serta tata kelola yang bersih menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi juga melangkah maju sebagai negara besar yang disegani. *Penulis merupakan Akademisi Ilmu Pemerintahan

Read More
Presiden Prabowo: Saya Ingin Semua Rumah di Indonesia Pakai Genteng

Presiden Prabowo: Saya Ingin Semua Rumah di Indonesia Pakai Genteng

Sentul, Bogor – Pada acara Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Sentul, Bogor, Senin (02/02), Presiden Prabowo Subianto memberikan beberapa arahan kepada kepala daerah. Salah satunya adalah proyek ‘gentengisasi’. Presiden Prabowo menginginkan rumah di seluruh wilayah menggunakan atap genteng berbahan tanah liat. Ini menjadi bagian dari Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik,…

Read More
Prabowo Perkuat Kewaspadaan Global dan Tegaskan Politik Luar Negeri Bebas Aktif Non-Blok

Prabowo Perkuat Kewaspadaan Global dan Tegaskan Politik Luar Negeri Bebas Aktif Non-Blok

Bogor – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kewaspadaan nasional dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian. Dalam berbagai forum strategis, Presiden mengingatkan bahwa ketegangan geopolitik dunia bukanlah fenomena baru, melainkan telah mengiringi perjalanan bangsa Indonesia sejak awal kemerdekaan. Karena itu, Indonesia dituntut untuk bersikap cermat, waspada, dan tetap konsisten pada jati diri…

Read More