Kepemimpinan Presiden Prabowo: Tidak Ada Kompromi Soal Korupsi

Oleh : Revan Ananda )* Sikap tegas terhadap korupsi menjadi indikator penting bagi arah pemerintahan ke depan. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pesan yang disampaikan kepada publik semakin jelas, tidak ada kompromi terhadap praktik korupsi. Ketegasan ini bukan sekadar retorika politik, melainkan menjadi fondasi moral bagi penyelenggaraan negara yang lebih bersih, transparan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Di…

Read More

Dari Teori ke Aksi: Pemerintah Perkuat Pendidikan Antikorupsi

Oleh : Rivka Mayangsari*) Upaya pemberantasan korupsi di Indonesia terus bergerak dari pendekatan reaktif menuju strategi pencegahan yang lebih sistematis. Salah satu langkah penting yang kini diperkuat pemerintah adalah pembangunan budaya integritas melalui pendidikan antikorupsi bagi aparatur negara. Melalui kolaborasi lintas lembaga, pemerintah berupaya memastikan bahwa nilai-nilai integritas tidak hanya menjadi konsep normatif, tetapi benar-benar…

Read More

MBG Indonesia Diakui Dunia sebagai Program Makan Sekolah Terbesar Kedua

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah Indonesia mendapat perhatian internasional karena dinilai sebagai salah satu program makan sekolah terbesar di dunia. Pengakuan tersebut mencerminkan besarnya komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas gizi anak sekaligus membangun fondasi sumber daya manusia yang sehat dan produktif. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan bahwa program MBG…

Read More

Dunia Akui Kehebatan MBG, Bukti Indonesia Serius Investasi pada Generasi

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus menunjukkan dampak signifikan, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di tingkat global. Program ini kini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah penerima manfaat makan sekolah terbesar di dunia. Pencapaian tersebut memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan pemenuhan gizi anak sebagai fondasi pembangunan…

Read More

MBG Indonesia Masuk Jajaran Program Makan Sekolah Terbesar di Dunia

Oleh: Asep Faturahman)* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah kini menjadi salah satu program makan sekolah terbesar di dunia. Berdasarkan data World Food Programme (WFP), Indonesia masuk dalam jajaran negara dengan jumlah penerima manfaat terbanyak dalam program makan di lingkungan pendidikan. Capaian ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam memastikan pemenuhan gizi anak sekaligus memperkuat kualitas…

Read More

Distribusi THR Mulai Bergulir, Pemerintah Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi

Oleh: Ardiansyah Pratama Distribusi tunjangan hari raya (THR) menjelang Idulfitri 1447 Hijriah mulaibergulir di berbagai sektor. Pemerintah memastikan kebijakan ini berjalansesuai ketentuan agar hak pekerja dapat terpenuhi secara optimal. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalammenjaga kesejahteraan pekerja sekaligus mempertahankan stabilitasekonomi nasional menjelang perayaan hari besar keagamaan. Kebijakan pemberian THR dan bonus hari raya (BHR) tahun 2026 telahdiumumkan sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi yang disiapkanpemerintah. Program ini dirancang untuk memperkuat daya belimasyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri, sekaligus mendorongaktivitas ekonomi yang biasanya meningkat pada periode tersebut. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto,menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari arahanPresiden untuk memastikan masyarakat mendapatkan dukungan ekonomipada momentum hari besar keagamaan nasional. Pemerintahmemandang distribusi THR sebagai instrumen penting untuk menjagamomentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan kepastian bagipekerja di berbagai sektor. Dalam implementasinya, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun untuk pembayaran THR aparatur negara pada tahun ini. Nilaitersebut meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Anggaran tersebut dialokasikan bagi sekitar 10,5 juta aparatur negarayang terdiri atas aparatur sipil negara, pegawai pemerintah denganperjanjian kerja, prajurit TNI, anggota Polri, serta para pensiunan. Airlangga menjelaskan bahwa komponen THR yang diberikan mencakupgaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, serta tunjanganjabatan atau kinerja sesuai dengan regulasi yang berlaku. Seluruhkomponen tersebut dibayarkan secara penuh sehingga aparatur negaradapat merasakan manfaat secara maksimal menjelang Lebaran. Pemerintah juga menegaskan bahwa pemberian THR berbeda dengangaji ke-13 yang biasanya diberikan pada pertengahan tahun. Denganpemisahan tersebut, kebijakan THR tetap fokus pada pemenuhankebutuhan aparatur negara dalam menyambut Idulfitri, sementara gaji ke-13 diarahkan untuk mendukung kebutuhan pendidikan keluarga padapertengahan tahun. Penyaluran THR kepada aparatur negara dilakukan secara bertahap sejak26 Februari 2026 atau pada minggu pertama Ramadan. Program inimencakup sekitar 2,4 juta aparatur negara di tingkat pusat termasukprajurit TNI dan anggota Polri, sekitar 4,3 juta aparatur sipil negara di daerah, serta sekitar 3,8 juta pensiunan. Kebijakan tersebut memberikan kepastian bagi para penerima manfaatsehingga mereka dapat mempersiapkan kebutuhan Lebaran lebih awal. Selain itu, percepatan distribusi THR juga diharapkan mampumeningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih merata. Di sektor swasta, pemerintah menegaskan bahwa kewajiban pembayaranTHR tetap harus dipenuhi oleh perusahaan. Airlangga menyampaikanbahwa THR bagi pekerja swasta wajib dibayarkan secara penuh dan tidakboleh dicicil. Pembayaran juga harus dilakukan paling lambat tujuh harisebelum hari raya Idulfitri. Ketentuan tersebut berlaku bagi pekerja dengan masa kerja minimal satutahun yang berhak menerima THR sebesar satu bulan upah. Sementaraitu, pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun tetap memperolehTHR dengan perhitungan secara proporsional sesuai masa kerja mereka. Pemerintah memperkirakan jumlah pekerja penerima upah di sektorformal mencapai sekitar 26,5 juta orang berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan. Dengan jumlah tersebut, total nilai THR yang dibayarkan oleh sektor swasta diperkirakan mencapai sekitar Rp124 triliun. Nilai tersebut diyakini dapat memberikan dampak signifikan terhadappeningkatan konsumsi rumah tangga. Peningkatan konsumsi iniberpotensi memperkuat perputaran ekonomi nasional selama Ramadan hingga Idulfitri. Selain aparatur negara dan pekerja sektor formal, pemerintah jugamemberikan perhatian kepada mitra pengemudi transportasi daring. Pemerintah mendorong perusahaan aplikator untuk menyalurkan bonus hari raya kepada para pengemudi sebagai bentuk penghargaan ataskontribusi mereka dalam sektor transportasi digital. Upaya pemerintah dalam memastikan distribusi THR juga didukung olehpemerintah daerah. Di Jawa Tengah, Gubernur Ahmad Luthfi melakukanpemantauan langsung terhadap pemenuhan kewajiban perusahaan dalammembayarkan THR kepada pekerja. Pemantauan tersebut dilakukan di sejumlah perusahaan, salah satunya di PT Selalu Cinta Indonesia di Kota Salatiga. Langkah tersebut dilakukanuntuk memastikan perusahaan memenuhi ketentuan pembayaran THR sesuai dengan surat edaran kementerian yang menetapkan batas waktupembayaran maksimal tujuh hari sebelum Lebaran. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyiapkan posko layanan aduanuntuk menampung laporan pekerja terkait permasalahan THR. Poskotersebut berada di Kantor Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Tengah serta enam wilayah satuan kerja pengawasan ketenagakerjaan. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyatakan kesiapanmengikuti kebijakan pemerintah pusat terkait penyaluran THR bagiaparatur sipil negara. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anungmenyampaikan bahwa seluruh aparatur yang berhak menerima THR akanmendapatkan haknya sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah daerah telah mempersiapkan mekanisme pencairan agar proses distribusi berjalan lancar. Kebijakan tersebut akan mengikutisepenuhnya ketentuan yang ditetapkan oleh KementerianPendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Berbagai langkah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalammemastikan distribusi THR berjalan tertib dan tepat sasaran. Denganpengawasan yang ketat serta koordinasi antara pemerintah pusat dandaerah, hak pekerja dapat terlindungi secara optimal. Melalui kebijakan ini, pemerintah tidak hanya memastikan pemenuhanhak pekerja, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi nasional. Distribusi THR yang tepat waktu diharapkan mampu menjaga daya belimasyarakat serta memperkuat aktivitas ekonomi selama Ramadan hinggaIdulfitri. *) Kolumnis Ekonomi dan Pemerhati Kebijakan Publik

Read More

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan yang mengajarkan manusia untuk saling memahami. Namun demikian, perkembangan zaman membawa tantangan baru dalam menjaganilai toleransi. Jika pada masa sebelumnya interaksi sosial lebih banyak terjadisecara langsung dalam kehidupan bertetangga dan bermasyarakat, kini interaksitersebut juga berlangsung secara intens di ruang digital melalui media sosial. Menurut Rabicha Hilma Jabar Sasmita, toleransi pada masa kini tidak hanyaberkaitan dengan kemampuan hidup berdampingan secara fisik. Toleransi juga menuntut kedewasaan dalam menyaring berbagai informasi dan narasi keagamaanyang beredar di media sosial. Perbedaan pandangan yang muncul di ruang digital kerap kali dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk memprovokasi masyarakat. Akibatnya, polarisasi dapat denganmudah terbentuk apabila masyarakat tidak memiliki kemampuan untuk menyaringinformasi secara bijak. Dalam kondisi tersebut, sikap toleran tidak hanya ditunjukkanmelalui perilaku sosial, tetapi juga melalui kedewasaan dalam menghadapi berbagaiperbedaan di dunia digital. Secara budaya, toleransi di Indonesia sebenarnya memiliki fondasi yang kuat. Namun, nilai tersebut saat ini sedang menghadapi ujian akibat meningkatnyapolarisasi di era digital. Karena itu, kemampuan literasi digital menjadi penting agar masyarakat dapat tetap menjaga sikap saling menghargai meskipun berada dalamruang interaksi yang berbeda. Dalam perspektif keagamaan, Ramadan memiliki makna yang sangat mendalamdalam membentuk sikap toleran. Puasa tidak hanya dimaknai sebagai menahan diridari makan dan minum sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, tetapi juga sebagai latihan spiritual untuk mengendalikan berbagai dorongan emosional yang dapat merusak hubungan antarmanusia. Rabicha Hilma Jabar Sasmita menjelaskan bahwa puasa mengajarkan manusiauntuk menahan ego, amarah, kebencian, dan kesombongan. Nilai-nilai tersebutmenjadi landasan penting dalam membangun sikap moderasi beragama sekaligusmemperkuat toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Bulan Ramadan juga dipandang sebagai momentum yang tepat untuk memperkayadiri secara spiritual. Melalui latihan pengendalian diri selama Ramadan, umat Islam diharapkan mampu menumbuhkan sikap saling menghargai serta menjagahubungan baik dengan sesama manusia. Nilai-nilai yang dipelajari selama Ramadan seharusnya tidak berhenti setelah bulansuci berakhir. Seseorang yang menjalankan Ramadan dengan baik diharapkanmampu mempertahankan sikap menahan diri dari kebencian dan amarah dalamkehidupan sehari-hari. Dengan demikian, semangat Ramadan dapat terus tercermindalam perilaku sosial masyarakat….

Read More
Ramadan Hadirkan Harmoni, Menanam Toleransi, dan Menghapus Akar Radikalisme

Ramadan Hadirkan Harmoni, Menanam Toleransi, dan Menghapus Akar Radikalisme

Jakarta – Bulan suci Ramadan kembali menjadi momentum penting bagi masyarakat Indonesia untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan harmoni sosial. Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai waktu meningkatkan ibadah, tetapi juga sebagai ruang mempererat persaudaraan serta menanamkan nilai-nilai moderasi yang mampu menangkal berkembangnya paham radikalisme di tengah masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga Majelis Ulama…

Read More
Ramadan Dorong Generasi Muda Perkuat Toleransi dan Cegah Radikalisme Digital

Ramadan Dorong Generasi Muda Perkuat Toleransi dan Cegah Radikalisme Digital

Jakarta – Bulan Ramadan menjadi momentum penting bagi generasi muda untuk memperkuat nilai toleransi sekaligus menangkal penyebaran paham radikalisme, khususnya di ruang digital. Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, generasi muda dituntut memiliki kemampuan menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang memecah belah. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama…

Read More
MUI: Ramadan Momentum Menanam Toleransi dan Menangkal Radikalisme di Era Digital

MUI: Ramadan Momentum Menanam Toleransi dan Menangkal Radikalisme di Era Digital

Jakarta – Semangat toleransi beragama di Indonesia dinilai tetap kuat secara kultural, meskipun terdapat tantangan baru di era digital yang ditandai dengan meningkatnya polarisasi opini di media sosial. Anggota Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita, menilai bahwa tradisi toleransi sebenarnya telah menjadi bagian dari warisan peradaban bangsa Indonesia…

Read More