Sekolah Rakyat Bertambah, Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Bermutu

Bogor – Upaya memperkuat pemerataan pendidikan terus dilakukan melalui penambahan Sekolah Rakyat di berbagai wilayah. Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk memastikan akses pendidikan yang lebih merata, khususnya bagi masyarakat prasejahtera, sehingga tidak ada lagi kesenjangan dalam memperoleh layanan pendidikan yang layak. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyampaikan bahwa penambahan Sekolah Rakyat merupakan…

Read More

Program Sekolah Rakyat Dorong Akses Pendidikan Berkualitas bagi Anak Prasejahtera

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan akses pendidikan yang merata melalui Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi oleh Prabowo Subianto. Program ini dirancang untuk menjangkau anak-anak dari keluarga prasejahtera dan kelompok rentan yang selama ini belum mendapatkan akses pendidikan formal secara optimal. Presiden Prabowo menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah strategis negara dalam menjamin…

Read More

Sekolah Rakyat Diperkuat untuk Pendidikan Bermutu dan Perlindungan Anak

JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat komitmen menghadirkan pendidikan bermutu yang inklusif dan ramah anak melalui percepatan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Revitalisasi Sekolah serta pengembangan Sekolah Rakyat Tahap II. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas sarana pendidikan, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam perlindungan anak dan pengentasan kemiskinan. Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari,…

Read More

Sekolah Rakyat: Pendidikan Bermutu sebagai Hak Setiap Anak

Oleh: Dhita Karuniawati )* Pendidikan merupakan hak dasar setiap anak yang menjadi fondasi utama dalammembangun peradaban bangsa yang maju dan berkeadilan. Pemerintah terusmemperkuat komitmen menghadirkan pendidikan yang merata dan berkualitas melaluiberbagai kebijakan yang adaptif terhadap keberagaman geografis dan sosial ekonomiIndonesia. Upaya ini mencerminkan keseriusan negara dalam memastikan setiap anakmemperoleh kesempatan belajar yang optimal sebagai bekal masa depan. Salah satu terobosan yang kini mendapat perhatian luas adalah program SekolahRakyat. Program ini dirancang sebagai pendekatan inklusif yang mengintegrasikanpendidikan dengan pembinaan karakter, kesehatan, serta penguatan kapasitas anaksecara menyeluruh. Dengan konsep tersebut, Sekolah Rakyat diharapkan mampumemperluas akses pendidikan sekaligus menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih holistik, sehingga setiap anak dapat berkembang secara maksimal dan berdayasaing. Lebih dari sekadar lembaga pendidikan alternatif, Sekolah Rakyat merupakanrepresentasi nyata dari komitmen negara dalam memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh hak pendidikan. Program ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitassumber daya manusia sejak dini. Pendidikan diyakini sebagai kunci utama mobilitassosial, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan mampu membuka peluang yang lebih luas bagi anak-anak dari kelompok rentan untuk meraih masa depan yang lebihbaik. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengatakan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat merupakan manifestasi nyata dariinvestasi negara terhadap generasi masa depan. Program ini berakar dari visi besarPresiden Prabowo Subianto yang menaruh perhatian mendalam pada kesejahteraananak-anak Indonesia. Selain penyediaan fasilitas fisik, perhatian terhadap aspek psikososial menjadi salah satu fokus utama dalam implementasi Sekolah Rakyat. Menteri PPPA memberikanpenekanan khusus pada pencegahan perundungan (bullying) yang kerap menjadipersoalan serius di lingkungan pendidikan. Ia menginstruksikan pihak sekolah untukmenjaga integritas moral serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan suportif. Sekolah harus menjadi ruang yang tidak hanya mendidik, tetapi juga melindungi, sehingga anak-anak dapat belajar dengan rasa nyaman dan percaya diri. Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan bahwa pesertadidik Sekolah Rakyat berasal dari kelompok masyarakat miskin dan miskin ekstremyang masuk dalam desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Penetapan sasaran ini menunjukkan bahwa program Sekolah Rakyat dirancang secara tepat guna dan berbasis data, sehingga benar-benar menyentuhkelompok yang paling membutuhkan. Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi pengentasankemiskinan yang dilakukan secara terintegrasi. Program ini tidak hanya memberikanakses pendidikan kepada anak, tetapi juga mendorong pemberdayaan keluarga secaramenyeluruh. Dengan pendekatan berbasis keluarga, diharapkan dampak positif daripendidikan dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan. Ia juga menekankanpentingnya pembaruan data DTSEN secara berkala agar program perlindungan sosial, termasuk Sekolah Rakyat, tetap tepat sasaran dan adaptif terhadap dinamika sosial. Pemerintah pusat terus mendorong percepatan pengembangan Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Langkah ini dilakukan agar manfaat program dapat segera dirasakanoleh lebih banyak anak di seluruh Indonesia, terutama di wilayah-wilayah yang selamaini memiliki keterbatasan akses pendidikan. Upaya percepatan ini sekaligusmenunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan pendidikan sebagai instrumenutama pembangunan nasional yang berkeadilan. Wamendikdasmen, Fajar Riza Ul Haq, mengatakan Sekolah Rakyat merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang mencerminkan pelembagaannilai sila ke-5…

Read More

Program Sekolah Rakyat Dorong Akses Pendidikan Berkualitas bagi Anak Prasejahtera 

Oleh : Gavin Asadit )* Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam memastikan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok prasejahtera. Pada 2026, salah satu kebijakan yang menjadi fokus utama adalah penguatan Program Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif strategis yang dirancang untuk memberikan akses pendidikan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan…

Read More

Sekolah Garuda dan Masa Depan Pendidikan Bermutu

Oleh : Rivka Mayangsari*) Komitmen pemerintah dalam membangun sumber daya manusia unggul terus diperkuat melalui berbagai terobosan di sektor pendidikan. Salah satu langkah strategis yang kini menjadi sorotan adalah kehadiran program SMA Unggul Garuda, sebuah inisiatif visioner yang diyakini mampu menjadi fondasi kuat bagi lahirnya generasi emas Indonesia di masa depan. Program ini tidak hanya…

Read More

Sekolah Garuda dan Akselerasi Pendidikan Bermutu Nasional

Oleh : Herman Firmansyah )* Sekolah Garuda hadir sebagai simbol sekaligus strategi nyata dalam mendorong akselerasi pendidikan bermutu nasional yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing global. Di tengah dinamika perubahan zaman yang kian cepat, kebutuhan akan sistem pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga karakter, kreativitas, serta kecakapan abad ke-21 menjadi semakin mendesak….

Read More

Sekolah Garuda Dorong Pendidikan Bermutu melalui Integrasi Menengah dan Tinggi

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi meluncurkan dan mensosialisasikan program SMA Unggul Garuda Transformasi (SUGT) 2026 sebagai langkah konkret memperkuat kualitas pendidikan nasional sekaligus mencetak generasi berdaya saing global. Program ini dirancang sebagai terobosan strategis yang mengintegrasikan pendidikan menengah dengan pendidikan tinggi, sehingga menciptakan kesinambungan pembinaan talenta unggul sejak…

Read More

Sekolah Garuda Dinilai Perkuat Transisi Menuju Pendidikan Bermutu

JAKARTA — Program Sekolah Garuda yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dinilai menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat transisi menuju sistem pendidikan nasional yang lebih bermutu dan berdaya saing global. Program ini dirancang sebagai ekosistem terintegrasi yang mencakup pembangunan sekolah unggulan baru, penguatan sekolah yang telah ada, serta dukungan keberlanjutan hingga…

Read More

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk TingkatkanKualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana Santoso Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing. Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah. Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional. Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur. Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut. Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu. Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali. Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di mana Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyampaikan bahwa penambahan ini berada di luar tahapanyang telah direncanakan sebelumnya dan dilakukan sebagai langkah strategis untuk memperluasjangkauan pendidikan dalam waktu yang relatif singkat, termasuk dengan memanfaatkan asetkementerian dan lembaga yang sudah tersedia. Salah satu lokasi yang tengah disiapkan berada di fasilitas milik Kementerian Perhubungan di Kabupaten Bogor, yang sebelumnya digunakan untuk pelatihan dan kini dioptimalkan menjadisekolah berasrama, sementara lokasi tambahan lainnya juga disiapkan di kawasan Tagana Centre Kementerian Sosial di Hambalang yang ditargetkan mampu menampung sekitar 100 siswajenjang SD dan SMP, sehingga program ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Dalam pelaksanaannya, pemerintah tetap memastikan kelayakan infrastruktur melalui penilaianyang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum, sehingga setiap lokasi yang digunakan telahmemenuhi standar dasar dan hanya memerlukan perbaikan ringan untuk dapat segeradifungsikan sebagai fasilitas pendidikan, dengan prioritas pada penyediaan ruang kelas, asrama, dan ruang makan agar kegiatan belajar mengajar dapat segera dimulai. Selain aspek pembangunan fisik dan akses pendidikan, pemerintah juga memberikan perhatianpada perlindungan anak di lingkungan sekolah, di mana Menteri Pemberdayaan Perempuan danPerlindungan Anak Arifah Fauzi menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas dari praktik perundungan agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secaraoptimal serta mampu membangun karakter yang positif selama menempuh pendidikan. Dengan berbagai langkah strategis yang telah dilakukan, pemerintah menunjukkan bahwapembangunan Sekolah Rakyat bukan hanya soal menghadirkan gedung sekolah, tetapi jugatentang membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, aman, dan berkelanjutan, sehinggaseluruh anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebihbaik, dan oleh karena itu diperlukan dukungan serta partisipasi semua pihak agar program inidapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat serta menjadi fondasikuat dalam mewujudkan kualitas pendidikan nasional yang lebih merata dan berkeadilan. *) Peneliti Pendidikan dan Perkembangan Anak

Read More