Dialog Mahasiswa, DPR, dan Pemerintah sebagai Jalan Demokrasi yang Dewasa

Oleh : Ricky Rinaldi )* Demokrasi yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh tersedianya ruang untuk menyampaikan pendapat, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan membangun komunikasi yang terbuka dan saling menghormati. Dalam kehidupan berbangsa, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dan menjadi bagian dari dinamika demokrasi. Namun, agar setiap aspirasi mampu menghasilkan manfaat bagi masyarakat, diperlukan mekanisme dialog…

Read More

Pemerintah Sempurnakan Skema MBG agar Lebih Tepat Sasaran

Pemerintah menyiapkan penyesuaian skema Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya meningkatkan efektivitas penyaluran manfaat sekaligus mengoptimalkan penggunaan anggaran negara. Perubahan tersebut dilakukan melalui penyesuaian kembali sasaran penerima agar bantuan lebih tepat menyasar kelompok yang membutuhkan. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang mengatakan pemerintah telah menyepakati langkah refocusing dalam pelaksanaan MBG. Menurutnya, skema…

Read More

Skema Baru MBG Disiapkan Agar Program Lebih Efisien dan Tepat Sasaran

Jakarta – Pemerintah terus menyempurnakan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui evaluasi berkala untuk memastikan program berjalan lebih efisien, tepat sasaran, dan akuntabel. Upaya tersebut dilakukan dengan penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga serta masukan dari pelaksana di lapangan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan pemerintah bersama Badan Gizi Nasional (BGN) masih…

Read More

Skema Baru MBG Perkuat Ketepatan Sasaran demi Pemerataan Gizi Nasional

Oleh: Naura Azalea )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia. Seiring dengan pelaksanaannya, pemerintah memilih melakukan penyempurnaan melalui penyesuaian skema agar manfaat program semakin tepat sasaran.  Penyempurnaan skema MBG menjadi bagian dari evaluasi yang dilakukan pemerintah terhadap berbagai program prioritas nasional. Evaluasi tersebut dipandang sebagai langkah strategis…

Read More

Pemerintah Sempurnakan Skema MBG demi Layanan Gizi Lebih Tepat Sasaran

Oleh: Farel Akbar )* Pemerintah terus menyempurnakan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program prioritas nasional dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat dan berkualitas. Penyempurnaan dilakukan melalui penyesuaian skema pelaksanaan agar manfaat program semakin tepat sasaran, efektif, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang paling membutuhkan layanan pemenuhan gizi. Langkah yang dilakukan pemerintah menunjukkan bahwa pemerintah…

Read More

Target Pertumbuhan Optimistis, RAPBN 2027 Perkuat Daya Tahan Ekonomi Nasional

JAKARTA – Pemerintah bersama DPR RI menunjukkan optimisme terhadap prospek perekonomian nasional melalui penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027. Dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8 hingga 6,5 persen, kebijakan fiskal tahun depan dirancang tidak hanya untuk menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga memperkuat daya tahan nasional di tengah ketidakpastian global sekaligus…

Read More

RAPBN 2027, Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi tanpa Abaikan Stabilitas Nasional

Jakarta – Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Wihadi Wiyanto menegaskan bahwa arah kebijakan fiskal dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2027 disusun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dalam menjaga stabilitas nasional. Kebijakan tersebut dirancang agar mampu mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan Anggaran…

Read More

RAPBN 2027 dan Jalan Transformasi Struktural Ekonomi Indonesia

Oleh Dinia Yuliarachmi )* Persetujuan pendahuluan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI menjadi penegasan bahwa negara sedang menyiapkan fondasi fiskal dan kebijakan pembangunan untuk menghadapi tahun 2027 dengan orientasi yang lebih strategis. Di tengah ketidakpastian global, RAPBN 2027 harus dipahami bukan hanya sebagai…

Read More

RAPBN 2027 Ekspansif, Terukur, dan Tetap Prudensial

Oleh: Nur Utunissa  Penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 menjadilangkah strategis untuk menjaga kesinambungan pembangunan di tengah ketidakpastianekonomi global. Perlambatan ekonomi dunia, dinamika geopolitik, fluktuasi harga komoditas, dan perubahan kebijakan moneter menuntut kebijakan fiskal yang mampu mendorongpertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional. Pemerintah bersama DPR RI telah mencapai kesepakatan atas hasil pembahasan RancanganAnggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027. Wakil Ketua Badan Anggaran DPR, Wihadi Wijanto, dalam Rapat ParipurnaDPR RI Ke-23 Masa Persidangan V di Jakarta, Kamis, menyampaikan bahwa hasilpembahasan tersebut akan menjadi landasan bagi pemerintah dalam menyusun RancanganUndang-Undang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta nota keuangannya. Kesepakatan tersebut menunjukkan sinergi antara pemerintah dan DPR dalam menyusunkebijakan fiskal yang mampu menjawab tantangan global sekaligus menjaga arahpembangunan nasional. Kebijakan pembangunan diarahkan untuk mempercepat pertumbuhanekonomi yang inklusif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penyusunan asumsidasar ekonomi makro juga dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global, perkembangan ekonomi dunia, serta kondisi perekonomian dalam negeri. Di sisi lain, arah kebijakan fiskal yang telah disepakati mengedepankan pendekatan ekspansifyang tetap terukur dan dijalankan secara prudensial sebagai respons terhadap ketidakpastianekonomi global yang masih berlangsung. Pendekatan tersebut mencerminkan upaya menjagakeseimbangan antara percepatan pertumbuhan ekonomi dengan keberlanjutan pengelolaankeuangan negara. Pendekatan fiskal yang ekspansif diwujudkan melalui penguatan investasi, peningkatanproduktivitas, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Namun, seluruh kebijakan tetap disusun dengan mempertimbangkan efektivitas belanja, kemampuanfiskal, serta keberlanjutan pengelolaan utang agar setiap alokasi anggaran memberikanmanfaat optimal bagi pembangunan. Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah menjelaskan bahwa pembahasanRAPBN 2027 mengacu pada asumsi makro yang telah disepakati di tingkat panitia kerja(Panja) Banggar DPR sekaligus telah disepakati untuk menjadi fondasi penyusunan Nota Keuangan RAPBN 2027 yang akan disampaikan Presiden pada bulan Agustus mendatang. Banggar dan pemerintah menyepakati target pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,8–6,5 persen dengan inflasi 1,5–3,5 persen. Selain itu, nilai tukar rupiah diproyeksikan berada pada rentang Rp16.800–Rp17.500 per dolar AS, sementara tingkat suku bunga Surat BerhargaNegara (SBN) tenor 10 tahun ditetapkan pada kisaran 6,5–7,3 persen. Asumsi tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga barang dan jasa, memperkuatiklim investasi, serta membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat. Di sisi lain, pemerintah juga menargetkan defisit anggaran tetap terkendali pada kisaran 1,8–2,4 persenterhadap produk domestik bruto (PDB) guna menjaga kesehatan fiskal negara. Di tengah kondisi global yang belum stabil, Indonesia memilih kebijakan fiskal yang tidakhanya berorientasi pada percepatan pertumbuhan, tetapi juga menjaga disiplin anggaran. Strategi tersebut memberikan ruang bagi pemerintah untuk tetap mendukung aktivitasekonomi tanpa mengabaikan keberlanjutan fiskal. Belanja negara diposisikan sebagai instrumen untuk meningkatkan produktivitas nasionalmelalui pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penguatan industri bernilai tambah, serta pengembangan sektor produktif. Langkah tersebutdiharapkan mampu menciptakan pertumbuhan yang lebih merata sekaligus meningkatkandaya saing ekonomi nasional. Pembangunan daerah juga menjadi bagian penting dari strategi tersebut melalui penguatantransfer ke daerah agar lebih efektif dan tepat sasaran. Dengan tata kelola yang semakin baik, pemerintah daerah diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan sehinggamanfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas. Pada sektor penerimaan negara, Banggar mendorong peningkatan rasio penerimaan secarabertahap melalui optimalisasi administrasi perpajakan, penguatan kepatuhan wajib pajak, serta perluasan basis perpajakan. Upaya tersebut menunjukkan bahwa penguatan fiskaldilakukan melalui perbaikan tata kelola dan efektivitas sistem perpajakan sehingga kapasitaspenerimaan negara dapat meningkat secara berkelanjutan. Transformasi ekonomi yang didukung RAPBN 2027 bertujuan menciptakan pertumbuhanyang inklusif melalui perluasan kesempatan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, penguatan daya beli, serta pengurangan kesenjangan antarwilayah. Karena itu, kebijakanfiskal diarahkan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata. Keberhasilan strategi tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah,…

Read More

Resmikan Biodiesel B50, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Swasembada Energi

Jawa Barat – Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat. Kebijakan ini menjadi tonggak baru dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan bahan bakar nabati berbasis minyak sawit. Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori Biodiesel B50. Menurutnya,…

Read More