Persiapan Relaunching AMANAH Hadirkan Ruang Inovasi Daur Ulang, DorongEkonomi Kreatif Pemuda Aceh
Oleh : Sylmi Mubarok*)
Relaunching Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) menghadirkanterobosan baru melalui Ruang Inovasi berbasis daur ulang yang menjadi simbol penguatanekonomi kreatif di kalangan pemuda Aceh. Program ini menampilkan berbagai produkinovatif hasil olahan sampah seperti SOBOTIK (sofa botol plastik), briket ampas kopi, hingga eco enzym, yang tidak hanya bernilai ekonomis tetapi juga ramah lingkungan. Kehadiran inisiatif tersebut menegaskan komitmen AMANAH dalam mendorong lahirnyagenerasi muda yang kreatif, produktif, sekaligus peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.
Keberadaan kawasan kreatif AMANAH di Ladong, Aceh Besar, menjadi simbol konkret darikeseriusan dalam membangun fondasi ekonomi masa depan. Dengan nilai investasi mencapaisekitar Rp200 miliar sejak diresmikan pada akhir 2024, AMANAH kini hadir sebagai pusatinovasi yang menggabungkan berbagai sektor strategis, mulai dari industri kreatif, pertanianmodern, hingga pengembangan UMKM berbasis teknologi.
Dalam relaunching kali ini, AMANAH menampilkan berbagai program unggulan yang menegaskan arah pengembangan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan. Salah satusorotan utama adalah kehadiran Ruang Inovasi yang menampilkan enam produk hasilpengolahan sampah bernilai ekonomi tinggi. Produk-produk tersebut meliputi SOBOTIK (sofa berbahan botol plastik), briket dari ampas kopi, pouch dari kain perca, pupuk berbahandaun nilam, eco enzym, serta berbagai produk daur ulang dari sampah plastik rumah tangga.
Inisiatif ini tidak hanya menunjukkan kreativitas, tetapi juga mengintegrasikan prinsipekonomi sirkular dalam pengembangan industri kreatif. Generasi muda tidak hanya didoronguntuk menciptakan produk, tetapi juga untuk menghadirkan solusi atas persoalan lingkunganyang semakin kompleks.
Selain itu, geliat UMKM binaan AMANAH juga semakin terlihat nyata. Hingga 17 April 2026, tercatat sebanyak 45 produk UMKM telah terverifikasi, dengan 40 produk di antaranyatelah dipajang di Galeri UMKM. Sementara itu, lima produk lainnya masih dalam proses kurasi di sekretariat AMANAH Banda Aceh. Capaian ini menunjukkan bahwa AMANAH tidak hanya menjadi ruang kreativitas, tetapi juga menjadi inkubator bisnis yang mampumengantarkan produk lokal ke pasar yang lebih luas.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, sebelumnya juga menilai bahwa fasilitasyang dimiliki Gedung AMANAH merupakan lompatan besar dalam mendukungpengembangan potensi anak muda. Dengan adanya studio musik modern, ruang podcast, hingga bengkel kreatif, AMANAH menjadi wadah yang relevan dengan kebutuhan industrikreatif masa kini.
Di sektor industri, AMANAH turut menghadirkan fasilitas produksi minyak nilam yang menjadi komoditas unggulan Aceh. Tidak berhenti pada produksi bahan mentah, pengolahannilam juga diarahkan hingga menghasilkan produk turunan seperti kosmetik dan skincare. Pendekatan hilirisasi ini menjadi kunci dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligusmemperkuat daya saing produk lokal.
Sementara itu, sektor pertanian modern juga menjadi bagian penting dalam ekosistemAMANAH. Penggunaan greenhouse dan teknologi hortikultura membuka perspektif barubagi generasi muda bahwa pertanian dapat menjadi sektor yang modern, produktif, danmenguntungkan. Program budidaya cabai dan sistem perikanan bioflok juga menjadi strategidalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus menekan inflasi daerah.
Dalam konteks pengembangan kapasitas sumber daya manusia, AMANAH juga aktifmenghadirkan program pelatihan berbasis keterampilan. Salah satunya adalah kegiatan“Pelatihan Teknik Dasar Menjahit AMANAH x Ija Kroeng” yang diselenggarakan di RumahFashion, Gedung AMANAH. Hingga saat ini, jumlah peserta yang telah mendaftar mencapai17 orang. Program ini menjadi langkah konkret dalam menciptakan wirausaha baru di sektorfashion berbasis kearifan lokal.
Tidak hanya itu, sektor kuliner juga mendapatkan perhatian melalui fasilitas roasting kopi profesional. Aceh yang dikenal sebagai salah satu penghasil kopi terbaik memiliki peluangbesar untuk mengembangkan industri kopi berbasis nilai tambah. Kehadiran fasilitas inimemungkinkan pelaku usaha muda meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluasakses pasar.
Penguatan ekosistem ini semakin solid melalui kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia Perwakilan Aceh. Sinergi ini tidak hanya berfokus padapengembangan ekonomi kreatif, tetapi juga pada penguatan sektor pertanian dan ketahananpangan sebagai bagian dari stabilitas ekonomi daerah.
Ketua Yayasan AMANAH, Syaifullah Muhammad, menegaskan bahwa restrukturisasiorganisasi yang dilakukan bertujuan untuk memastikan pengelolaan yang profesional danberkelanjutan. Dengan sistem yang lebih terintegrasi, AMANAH diharapkan mampu menjadimodel pengembangan ekonomi kreatif yang dapat direplikasi di daerah lain.
Pada akhirnya, relaunching AMANAH menjadi momentum penting dalam memperkuatoptimisme bahwa Aceh mampu menjadi salah satu pusat ekonomi kreatif di Indonesia. Dengan dukungan fasilitas yang lengkap, program yang terarah, serta kolaborasi lintas sektor, generasi muda Aceh kini memiliki ruang yang lebih luas untuk berinovasi dan berkontribusidalam pembangunan ekonomi.
Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa masa depan ekonomi Aceh tidak hanya bertumpupada sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas, inovasi, dan semangat kewirausahaangenerasi mudanya.
*) Pemerhati ekonomi
